
Mr Ze , memarkirkan mobilnya , di parkiran restoran miliknya .Turun dari mobil , melangkahkan kakinya masuk ke dalam , berjalan ke arah meja ke empat wanita yang sangat ia kenal .
"Baby..!"
Mr Ze mengecup ujung kepala Ashalina .
Ashalina memutar kepalanya , mendongakkannya ke kepada orang yang mengecup ujung kepalanya .
"Kenapa Kakak tau kami ada disini ?"
"Manager restoran ini melaporkan kepada Kakak , ada yang makan gratis disini , dan pesanannya banyak sekali !" jawab Mr Ze tersenyum .
Ashalina mengerucutkan bibirnya " ini restoran milikku ! , kenapa aku harus bayar ?."
Mr Ze mengacak acak ujung kepala Ashalina gemas ." Yuk ikut Kakak ke dalam sebentar , Kakak akan perkenalkan kepada karyawan disini , pemilik restoran baru ini sekarang !."
Sambil ditariknya tangan Ashalina , di bantunya berdiri .
"Momy !, kami kebelakang dulu sebentar !" pamit Mr Ze kepada Momy Jeni .
Sampai ke bagian dapur , Mr Ze menyuruh managernya untuk mengumpulkan karyawan restoran sebentar , untuk memperkenalkan Ashalina sebagai istrinya , dan pemilik baru restorannya.
"Selamat malam semua !, saya menyuruh kalian berkumpul disini , untuk memperkenalkan istri saya !. Namanya Ashalina , dan sekarang dia juga atasan kalian , pemilik restoran ini juga !." ucap Mr Ze .
Semua karyawan hanya diam , pandangan mereka tertuju kepada Ashalina . Melihat istri bos mereka ternyata sangat cantik , bahkan pelakor sampai minder melihatnya . Apa lagi sudah mengenalnya , mungkin bisa takut dengan ke bar barannya .
Ashalina yang menjadi pusat perhatian hanya bisa tersenyum seramah mungkin .
"Saya harap jika suatu saat dia datang kesini , kalian melayaninya dengan baik !" ucap Mr Ze lagi .
"Baik Mr !" serentak semua menjawab .
"Itu saja !, trimakasih !, silahkan kembali bekerja !" ucap Mr Ze lagi , kemuadian membawa Ashalina kembali kemeja tadi .
"Momy !, Ayo.. Zeyn antar ke apartemen Rico !" ucapnya kepada Momy Jeni .
"Kenapa tidak ke apartemenmu ?" tanya Momy Jeni .
"Zeyn sudah jual Mom !"
Momy Jeni yang langsung paham pun , tidak bertanya lagi . Ia tau kalau anaknya lagi krisis keuangan . Kemudian Momy Jeni mangalihkan pandangannya ke arah Tika dan Salma .
"Tidak apa apa 'kan ! , kita tidur di apartemen Rico ?"
Salma melihat Kakaknya , Seperti bertanya bagaimana . Tika pun menganggukkan kepalanya pertanda seruju .
"Gak apa apa Momy !" jawab Tika .
"Yuk !" ajak Momy Jeni .
Mereka semua pun berdiri dari tempat duduk mereka , berjalan keluar restoran . dan langsung masuk ke mobil yang di bawa Mr Ze tadi .
Ashalina duduk di kursi penumpang di samaping Mr Ze . Momy Jeni ,Tika , Salam , mereka duduk di kursi penumpang belakang .
"Kakak ! ini mobil siapa ?, ini bukan mobil yang dulu !"
"Mobil kita sayang..!"
__ADS_1
" Mobil yang dulu mana Kak ?"
"Sudah di jual ke penampung jual beli besi tua !" jawab Mr Ze asal . Pokus dengan jalanan di depannya .
"Acha serius nanya !" Ashalina mengerucutkan bibirnya .
"Rusak sayang ! , waktu kecelakaan Kakak kemarin , jadi hancur !" jawab Mr Ze , di cubitnya pipi Ashalina dengan sebelah tangannya .
"Besok kita jalan jalan ya Kak !"
"Iya sayang !"
"Kakak !, Acha pengen beli tas warna merah sama highheel warna merah !"
Mr Ze menoleh sebentar ke arah Ashalina , karna mendengar permintaan istrinya, kemudian kembali pokus menyetir .
"Besok kita cari ya !" Diusapnya kepala Ashalina.
"Acha juga pengen mobil Acha yang di rumah diganti dengan warna merah !" ucap Ashalina lagi .
"Kenapa harus merah ?" heran dengan keinginan istrinya .
"Tadi Acha lihat ada cewek pake tas merah, highheel merah , turun dari mobil merah masuk ke dalam restoran , cantik, Acha pengen kaya gitu !" jawab Ashalina, lupa dengan keuangan suaminya yang lagi bermasalah .
"Iya sayang ! , nanti Kakak ganti , kita beli yang baru !." ucap Mr Ze , tak ingin mengecewakan istrinya . Apalagi baru kali ini Ashalina pernah meminta sesuatu kepadanya setelah beberapa bulan mereka menikah .
"Kakak tidur dimana ? " tanya Ashalina lagi .
"Tidur sama kamu sayangnya Kakak..!"
Setelah Mr Ze memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen , mereka pun keluar dari dalam mobil, berjalan ke arah lif .
"Salma ! tidurlah di kamar ini !" Mr Ze membuka pintu kamar milik Rico.
"Ini kamar Rico , dia memintamu untuk tidur di kamarnya ! . Tidak apa apa !, jangan kawatir !, kamu bisa menguncinya dari dalam ." ucap Mr Ze lagi , melihat Salma masih mematung .
"Tapi Mr.. !
"Kalian tidak muat satu tempat tidur tiga orang !" potong Mr Ze langsung .
"Momy sama Tika pakai kamar yang ujung !" ucap Mr Ze lagi kepada Momynya .
"Kita dimana Kak ?"
"Di kamar sana sayang !" menunjuk pintu yang ada di pojokan ."Yuk !" Mr Ze langsung mengangkat tubuh Ashalina , membawanya masuk ke dalam kamar .
Salma manatap kakaknya , dengan artian ia tidak mau tidur sendiri , apalagi di kamar laki laki .
Tika yang paham pun mendekati Salma adiknya ."Gak apa apa dek !"
"Salma kenapa Tik ?" tanya Momy Jeni .
"Momy apa kita gak benar gak muat tidur bertiga ?" tanya Tika menajamkan tatapannya kepada Momy Jeni .
"kenapa ?"
"Salma gak nyaman jika harus tidur di kamar Rico !" jawab Tika .
__ADS_1
Momy Jeni mengembangkan senyumnya , melangkahkan kakinya mendekati Salma dan Tika . Lalu di tuntunnya Salma masuk ke dalam kamar Rico .
"Bukankah kalian akan menikah ? , kamar ini juga akan menjadi kamarmu ! . Tidak akan terjadi apa apa lagi !, percaya sama Momy !" ucap Momy Jeni mendudukkan Salma di pinggir tempat tidur Rico .
"Tapi Momy.."
Momy Jeni mengusap baru Salma ," Kunci kamarnya dari dalam !" Momy Jeni tersenyum , kemudian melangkahkan kakinya keluar , membuat Salma menghela napas pasrah .
Salma memutar pandangannya kesetiap sudut ruangan kamar yang tampak mewah . Sejuk dan wanginya udara pendingin menyapu kulitnya dan alas kasur beserta selimut yang berwarna pink bermotif bunga , sepertinya kamar itu sudah dipersiapkan khusus untuknya .
Tiba tiba HPnya berbunyi pertanda ada pesan masuk . Salma segera mengeluarkannya dari dalam tas kecil yang masih tersampir di pundaknya, dan segera membaca pesan yang langsung bisa di tebak siapa pengirimnya .
📩Dek Salma , mukena sama sajadah ada di dalam lemari , jika dek Salma mau Shalat . Baju ganti untuk dek Salma juga ada di dalam lemari . Semoga dek Salma tidur nyenyak malam ini di kamar kita, tadi Abang menyuruh orang untuk menyiapkannya untuk dek Salma . Jangan kawatir !, Abang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi !. Abang mencintaimu !.#Abang Rico Orlando #
Tidak sadar , Salma mengembangkan senyumnya membaca pesan dari Rico , hatinya seketika menghangat .
"Tuhan ! , kenapa aku merasa senang membaca pesan darinya ?. Semoga keputusanku tidak salah ya Allah !" batin Salma .kemudian membalas pesan dari Rico .
📨Trimakasih Mr !
HP Salma berbunyi lagi , Salma langsung membuka pesan balasan dari Rico .
📩Panggil Abang ! , sebentar lagi kita akan menikah !
📨Iya Bang !
Balas Salma
Salma meletakkan tas dan handphonnya di atas meja nakas , kemudian melangkahkan kakinya berjalan masuk ke kamar mandi . Ia ingin membersihkan diri , sekalian untuk berwudhu , mengingat ia belum melaksanakan shalat isha .
Di kamar sebelah .
Ashalina mencurukkan kepalanya ke bawah ketiak Mr Ze , melingkarkan tangannya ke pinggang Mr Ze .
"Kak ! pijatin Acha , punggung Acha sakit " Ashalina berucap manja .
"Kok bisa sayang ?, apa kamu kecapean ?" Mr Ze mengecup ngecup ujung kepala Ashalina .
"Gak tau kak !"
"Ya udah ! , buka bajunya biar kakak pijatin ." Ashalina pun mendudukkan tubuhnya , membuka baju bagian atasnya . Kemudian membaringkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi suaminya .
Mr Ze mendudukan tubuhnya , meraih minyak kayu putih dari atas nakas , membalurkannya ke punggung Ashalina . Kemudian jarinya mengurut dan memijat perlahan punggung Ashalina , sampai Ashalina tertidur pulas .
Mr Ze menghentikan pijatannya mendengar Ashalina mendengkur halus . Mr Ze pun memakaikan kembali bajunya , memperbaiki posisi tidur Ashalina . Mr Ze tersenyum , sambil satu tangannya menyibak rambut yang menutupi wajah Ashalina ke belakang . Di usap usapnya ujung kepala Ashalina, lalu mencium kening Ashalina lama .
"Kakak sangat mencintaimu Acha !, trimaksih sudah menerima kakak , kakak janji akan berusaha menjadi imam dan Ayah yang baik untuk kalian !." Mr Ze mengusap usap perut Ashalina yang sedikit nampak mulai menonjol . Lalu Mr Ze berpindah mencium perut Ashalina .
Setelah menarik selimut menutupi tubuh Ashalina sampai dada . Mr pun membaringkan tubuhnya , menarik tubuh gadis yang mengandung buah hatinya itu ke dalam pelukannya .Memejamkan matanya menyusul Ashalina ke alam mimpi .
.
.
.
.
__ADS_1