21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 70


__ADS_3

Mr Ze , memarkirkan mobilnya , di parkiran restoran miliknya .Turun dari mobil , melangkahkan kakinya masuk ke dalam , berjalan ke arah meja ke empat wanita yang sangat ia kenal .


"Baby..!"


Mr Ze mengecup ujung kepala Ashalina .


Ashalina memutar kepalanya , mendongakkannya ke kepada orang yang mengecup ujung kepalanya .


"Kenapa Kakak tau kami ada disini ?"


"Manager restoran ini melaporkan kepada Kakak , ada yang makan gratis disini , dan pesanannya banyak sekali !" jawab Mr Ze tersenyum .


Ashalina mengerucutkan bibirnya " ini restoran milikku ! , kenapa aku harus bayar ?."


Mr Ze mengacak acak ujung kepala Ashalina gemas ." Yuk ikut Kakak ke dalam sebentar , Kakak akan perkenalkan kepada karyawan disini , pemilik restoran baru ini sekarang !."


Sambil ditariknya tangan Ashalina , di bantunya berdiri .


"Momy !, kami kebelakang dulu sebentar !" pamit Mr Ze kepada Momy Jeni .


Sampai ke bagian dapur , Mr Ze menyuruh managernya untuk mengumpulkan karyawan restoran sebentar , untuk memperkenalkan Ashalina sebagai istrinya , dan pemilik baru restorannya.


"Selamat malam semua !, saya menyuruh kalian berkumpul disini , untuk memperkenalkan istri saya !. Namanya Ashalina , dan sekarang dia juga atasan kalian , pemilik restoran ini juga !." ucap Mr Ze .


Semua karyawan hanya diam , pandangan mereka tertuju kepada Ashalina . Melihat istri bos mereka ternyata sangat cantik , bahkan pelakor sampai minder melihatnya . Apa lagi sudah mengenalnya , mungkin bisa takut dengan ke bar barannya .


Ashalina yang menjadi pusat perhatian hanya bisa tersenyum seramah mungkin .


"Saya harap jika suatu saat dia datang kesini , kalian melayaninya dengan baik !" ucap Mr Ze lagi .


"Baik Mr !" serentak semua menjawab .


"Itu saja !, trimakasih !, silahkan kembali bekerja !" ucap Mr Ze lagi , kemuadian membawa Ashalina kembali kemeja tadi .


"Momy !, Ayo.. Zeyn antar ke apartemen Rico !" ucapnya kepada Momy Jeni .


"Kenapa tidak ke apartemenmu ?" tanya Momy Jeni .


"Zeyn sudah jual Mom !"


Momy Jeni yang langsung paham pun , tidak bertanya lagi . Ia tau kalau anaknya lagi krisis keuangan . Kemudian Momy Jeni mangalihkan pandangannya ke arah Tika dan Salma .


"Tidak apa apa 'kan ! , kita tidur di apartemen Rico ?"


Salma melihat Kakaknya , Seperti bertanya bagaimana . Tika pun menganggukkan kepalanya pertanda seruju .


"Gak apa apa Momy !" jawab Tika .


"Yuk !" ajak Momy Jeni .


Mereka semua pun berdiri dari tempat duduk mereka , berjalan keluar restoran . dan langsung masuk ke mobil yang di bawa Mr Ze tadi .


Ashalina duduk di kursi penumpang di samaping Mr Ze . Momy Jeni ,Tika , Salam , mereka duduk di kursi penumpang belakang .


"Kakak ! ini mobil siapa ?, ini bukan mobil yang dulu !"


"Mobil kita sayang..!"

__ADS_1


" Mobil yang dulu mana Kak ?"


"Sudah di jual ke penampung jual beli besi tua !" jawab Mr Ze asal . Pokus dengan jalanan di depannya .


"Acha serius nanya !" Ashalina mengerucutkan bibirnya .


"Rusak sayang ! , waktu kecelakaan Kakak kemarin , jadi hancur !" jawab Mr Ze , di cubitnya pipi Ashalina dengan sebelah tangannya .


"Besok kita jalan jalan ya Kak !"


"Iya sayang !"


"Kakak !, Acha pengen beli tas warna merah sama highheel warna merah !"


Mr Ze menoleh sebentar ke arah Ashalina , karna mendengar permintaan istrinya, kemudian kembali pokus menyetir .


"Besok kita cari ya !" Diusapnya kepala Ashalina.


"Acha juga pengen mobil Acha yang di rumah diganti dengan warna merah !" ucap Ashalina lagi .


"Kenapa harus merah ?" heran dengan keinginan istrinya .


"Tadi Acha lihat ada cewek pake tas merah, highheel merah , turun dari mobil merah masuk ke dalam restoran , cantik, Acha pengen kaya gitu !" jawab Ashalina, lupa dengan keuangan suaminya yang lagi bermasalah .


"Iya sayang ! , nanti Kakak ganti , kita beli yang baru !." ucap Mr Ze , tak ingin mengecewakan istrinya . Apalagi baru kali ini Ashalina pernah meminta sesuatu kepadanya setelah beberapa bulan mereka menikah .


"Kakak tidur dimana ? " tanya Ashalina lagi .


"Tidur sama kamu sayangnya Kakak..!"


Setelah Mr Ze memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen , mereka pun keluar dari dalam mobil, berjalan ke arah lif .


"Salma ! tidurlah di kamar ini !" Mr Ze membuka pintu kamar milik Rico.


"Ini kamar Rico , dia memintamu untuk tidur di kamarnya ! . Tidak apa apa !, jangan kawatir !, kamu bisa menguncinya dari dalam ." ucap Mr Ze lagi , melihat Salma masih mematung .


"Tapi Mr.. !


"Kalian tidak muat satu tempat tidur tiga orang !" potong Mr Ze langsung .


"Momy sama Tika pakai kamar yang ujung !" ucap Mr Ze lagi kepada Momynya .


"Kita dimana Kak ?"


"Di kamar sana sayang !" menunjuk pintu yang ada di pojokan ."Yuk !" Mr Ze langsung mengangkat tubuh Ashalina , membawanya masuk ke dalam kamar .


Salma manatap kakaknya , dengan artian ia tidak mau tidur sendiri , apalagi di kamar laki laki .


Tika yang paham pun mendekati Salma adiknya ."Gak apa apa dek !"


"Salma kenapa Tik ?" tanya Momy Jeni .


"Momy apa kita gak benar gak muat tidur bertiga ?" tanya Tika menajamkan tatapannya kepada Momy Jeni .


"kenapa ?"


"Salma gak nyaman jika harus tidur di kamar Rico !" jawab Tika .

__ADS_1


Momy Jeni mengembangkan senyumnya , melangkahkan kakinya mendekati Salma dan Tika . Lalu di tuntunnya Salma masuk ke dalam kamar Rico .


"Bukankah kalian akan menikah ? , kamar ini juga akan menjadi kamarmu ! . Tidak akan terjadi apa apa lagi !, percaya sama Momy !" ucap Momy Jeni mendudukkan Salma di pinggir tempat tidur Rico .


"Tapi Momy.."


Momy Jeni mengusap baru Salma ," Kunci kamarnya dari dalam !" Momy Jeni tersenyum , kemudian melangkahkan kakinya keluar , membuat Salma menghela napas pasrah .


Salma memutar pandangannya kesetiap sudut ruangan kamar yang tampak mewah . Sejuk dan wanginya udara pendingin menyapu kulitnya dan alas kasur beserta selimut yang berwarna pink bermotif bunga , sepertinya kamar itu sudah dipersiapkan khusus untuknya .


Tiba tiba HPnya berbunyi pertanda ada pesan masuk . Salma segera mengeluarkannya dari dalam tas kecil yang masih tersampir di pundaknya, dan segera membaca pesan yang langsung bisa di tebak siapa pengirimnya .


📩Dek Salma , mukena sama sajadah ada di dalam lemari , jika dek Salma mau Shalat . Baju ganti untuk dek Salma juga ada di dalam lemari . Semoga dek Salma tidur nyenyak malam ini di kamar kita, tadi Abang menyuruh orang untuk menyiapkannya untuk dek Salma . Jangan kawatir !, Abang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi !. Abang mencintaimu !.#Abang Rico Orlando #


Tidak sadar , Salma mengembangkan senyumnya membaca pesan dari Rico , hatinya seketika menghangat .


"Tuhan ! , kenapa aku merasa senang membaca pesan darinya ?. Semoga keputusanku tidak salah ya Allah !" batin Salma .kemudian membalas pesan dari Rico .


📨Trimakasih Mr !


HP Salma berbunyi lagi , Salma langsung membuka pesan balasan dari Rico .


📩Panggil Abang ! , sebentar lagi kita akan menikah !


📨Iya Bang !


Balas Salma


Salma meletakkan tas dan handphonnya di atas meja nakas , kemudian melangkahkan kakinya berjalan masuk ke kamar mandi . Ia ingin membersihkan diri , sekalian untuk berwudhu , mengingat ia belum melaksanakan shalat isha .


Di kamar sebelah .


Ashalina mencurukkan kepalanya ke bawah ketiak Mr Ze , melingkarkan tangannya ke pinggang Mr Ze .


"Kak ! pijatin Acha , punggung Acha sakit " Ashalina berucap manja .


"Kok bisa sayang ?, apa kamu kecapean ?" Mr Ze mengecup ngecup ujung kepala Ashalina .


"Gak tau kak !"


"Ya udah ! , buka bajunya biar kakak pijatin ." Ashalina pun mendudukkan tubuhnya , membuka baju bagian atasnya . Kemudian membaringkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi suaminya .


Mr Ze mendudukan tubuhnya , meraih minyak kayu putih dari atas nakas , membalurkannya ke punggung Ashalina . Kemudian jarinya mengurut dan memijat perlahan punggung Ashalina , sampai Ashalina tertidur pulas .


Mr Ze menghentikan pijatannya mendengar Ashalina mendengkur halus . Mr Ze pun memakaikan kembali bajunya , memperbaiki posisi tidur Ashalina . Mr Ze tersenyum , sambil satu tangannya menyibak rambut yang menutupi wajah Ashalina ke belakang . Di usap usapnya ujung kepala Ashalina, lalu mencium kening Ashalina lama .


"Kakak sangat mencintaimu Acha !, trimaksih sudah menerima kakak , kakak janji akan berusaha menjadi imam dan Ayah yang baik untuk kalian !." Mr Ze mengusap usap perut Ashalina yang sedikit nampak mulai menonjol . Lalu Mr Ze berpindah mencium perut Ashalina .


Setelah menarik selimut menutupi tubuh Ashalina sampai dada . Mr pun membaringkan tubuhnya , menarik tubuh gadis yang mengandung buah hatinya itu ke dalam pelukannya .Memejamkan matanya menyusul Ashalina ke alam mimpi .


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2