21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 20


__ADS_3

Yudhi melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumahnya dan Tika. Di teras rumah sudah ada Tika istrinya dan kedua anak anak mereka menunggunya.


"Papa..!"Daanish


"Papa..!"Daniyal


"Papa..!"Tika


Betapa bahagianya Yudhi di sambut orang orang tercintanya yang baru pulang kerja. Rasa capek, lelah, letih, langsung luruh hilang begitu saja dari tubuhnya. Yudhi langsung berjongkok menyambut kedua anaknya yang berlari menyusulnya ke halaman rumah. Menangkapnya lalu mencium buah cintanya dengan Tika itu bergantian. Kemudian mengangkatnya di tangan kiri dan kanannya. Yudhi berdiri , di depannya sudah ada Tika berdiri, tersenyum dengan wajah cantik meski hanya dipoles dengan bedak baby. Yudhi pun mendaratkan satu ciuman di pipi Tika istrinya dengan mesra.


"Apa dede bayi kita nakal hari ini Yayang Beb ?"tanya Yudhi sambil berjalan ke arah rumah, ia ingin sekali mengelus perut Tika, tapi ia tidak bisa karna sikembar ada di gendongannya.


"Hanya pagi aja dia nakal, gak mau makan !"jawab Tika, mengelus perutnya yang masih rata.


Di kehamilan Tika yang kedua, pagi hari Tika selalu nyidam tidak suka. Dia akan mual dan muntah jika di paksa, Tika akan makan jika sudah akan menjelang siang.


Sampai di dalam rumah, Yudhi menurunkan si kembar dari gendongannya. Disana ada keduan orang tuanya duduk di sofa ruang tamu. Yudhi pun mendekati kedua orang tuanya menyalam tangannya.


"Assalamu alaikum Yah ! Bu !" sapa Yudhi.


"Walaikum salam !" balas Ayah dan Ibu Yudhi barengan, menyambut tangan anak semata wayang mereka itu.


"Bu !" panggil Yudhi, sambil mendudukkan tubuhnya di samping Tika istrinya , yag sudah duduk terlebih dahulu.


"Apa ?"Ibu Yudhi menajamkan pandangannya kepada Yudhi.


"Normala menginginkan masakan Ibu, dia ingin makan terong sama ikan asin di kasih sambal ijo di kasih petai " jawab Yudhi menyampaikan keinginan menantu kedua Ibunya itu. Ia sengaja menyampaikan itu di depan Tika. Bukan bermaksud tidak menjaga perasaan Tika. Justru Tika akan lebih sakit hati jika Yudhi bersembunyi sembunyi dari Tika. Lagian mereka sudah membahas itu, Kalau Tika tidak keberatan jika Yudhi memberi nafkah Normala secara materi.


"Normala juga titip salam sama Ibu dan Ayah !"ucap Yudhi lagi.


"Walaikum salam, salam balik juga !"balas Ibu Yudhi tersenyum.


Melihat tatapan istrinya Tika meneduh, Yudhi menarik Tika ke dalam pelukannya. "Normala juga titip salam sama kamu dan si kembar Yayang Beb!, Dan dia juga titp salam sama dede bayi kita"ucap Yudhi lagi .


"Walaikum salam !, Salam balik juga !"balas Tika.


"Yuk kita ke kamar, aku mau mandi sayang !" ajak Yudhi. Berdiri dari tempat duduknya, langsung di ikuti Tika.


"Yah ! Bu !, kami ke kamar dulu !"pamit Tika , kemudian berjalan mengikuti Yudhi ke arah tangga.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar, setelah menutup pintu dan menguncinya, Yudhi langsung memeluk Tika, dan langsung menyambar bibir Tika, menciumnya dalam, yang langsung di balas Tika . Mereka pun berciuman cukup lama, sepertinya mereka sama sama saling merindukan. Yudhi menyudahi ciuman mereka, memandang Tika dengan senyum merekah di bibirnya, sangat tampan di mata Tika .


"Nanti malam kita bercinta ya !, Aku sudah sangat merindukanmu !"ucap Yudhi, mengecup bibir Tika kilas.


"Apa kamu tadi menemui Normala ?, Aku mencium bau Varfiumnya di bajumu" Tanya Tika menajamkan pandangannya ke manik mata indah suaminya itu.


"Apa istriku ini sedang cemburu ?, hm..!" lagi Yudhi mengecup bibir Tika.


"Aku gak mau, kamu membagi dirimu dengannya atau dengan wanita manapun Yud !" memandang Yudhi dengan tatapan meneduh.


"Aku gak suka dengan tatapan seperti ini !" Yudhi mengecup kelopak mata Tika bergantian. Kemudian menuntun Tika berjalan ke arah sofa di kamar mereka. Mendudukkan Tubuhnya di atas sofa, menarik Tika supaya duduk di atas pangkuannya. Yudhi memeluk Tika, menyandarkan kepalanya di dada Tika.


"Maaf !"ucap Yudhi ,"Normala tadi datang ke kantor, Katanya dia ingin melihatku saja. Kami hanya shalat, makan dan mengobrol. Karna memang ada yang perlu kami bicarakan. Aku tidak menghianatimu sayang !. Normala juga setuju jika kami mengakhiri pernikahan kami. Tapi.." Yuhdi menggantung kalimatnya, menghela napasnya memandang wajah Tika , dengan raut wajah yang tak bisa di tebak.


"Dia memintaku menjadi imam shalatnya sekali sehari, selama aku belum menjatuhkan talak kepadanya, itu pun jika kamu mengijinkan sayang !" lanjut Yudhi.


Tika semakin menajamkan tatapannya kepada Yudhi, mencermati setiap sisi wajah Yudhi yang sulit di artikan. Lama mereka saling berpandangan, akhirnya Tika pun menganggukkan kepalanya. Sekali lagi, Tika mencoba berlapang dada, menerima takdirnya memiliki madu.


"Trimakasih Yayang Beb !, Trimakasih kamu sudah membantuku, meringankan beban dosaku, Yang memiliki tanggung jawab, yang aku sendiri sangat berat untuk menanggungnya. Aku janji tidak akan menghianatimu !"ucap Yudhi.


"Aku mencintaimu Tika, sangat mencintaimu" ucap Yudhi, dengan mata berkaca kaca."Meski cinta ini tidak sempurna lagi, maafkan aku" batin Yudhi, kemudian mencium kening Tika lama.


"Aku bisa merasakan Yud !, kamu juga mencintai Normala, meski kamu tidak berobah sedikit pun kepadaku, aku bisa melihatnya dari tatapan matamu Yud. Tapi aku akan memberimu kesempatan membuktikan kata katamu untuk menceraikan Normala setelah dia melahirkan. Karna salahku juga, aku sudah memberikan kesempatan wanita lain mengambil hatimu !" batin Tika, memejamkan matanya selama benda kenyal hangat dan basah milik Yudhi menempel di keningnya.


.


.


Hubunga Yudhi dan Tika berjalan baik baik saja, Tika menerima dengan ikhlas takdir yang sudah di berikan Tuhan kepadanya. Meski Tika tau Yudhi dan Normala bertemu setiap hari, Tika tidak mau terlalu memikirkan apa saja yang dilakukan Yudhi dan Normala, meski ia bisa menebak kalau Yudhi juga melakukan hubungan suami istri dengan Normala. Jika pun Yudhi tidak jadi menceraikan Normala, Tika juga sudah menerimanya, meski ada rasa tidak rela. Biarlah !, Tika lebih baik terus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan maha pemberi takdir. Buktinya Tika berhasil menguasai diri, mengontrol emosi, dan egonya, setelah sering ia bermunajat kepada Allah di setiap malam.


Ya ! mungkin ini yang di inginkan Tuhan darinya. Dengan adanya orang ke tiga di dalam rumah tangganya dan Yudhi, Tika lebih khusuk dan lebih giat dalam beribadah. Mungkin inilah hikmah di balik cobaan rumah tangganya, membuat seorang Tika lebih religius . Tidak terlalu memikirkan cinta Dunia, cinta kepada sesama hamba, sekarang Tika lebih memikirkan cintanya kepada Tuhan dan kekasihnya Nabi Muhammad. Ihklas ,obat hati yang paling mujarab bagi Tika, dan ia berhasil berdamai dengan takdir.


Yudhi turun dari atas tempat tidur, melihat istrinya sudah mengakhiri do'anya. Dari tadi ia sudah terbagun, dan bahkan Yudhi hampir setiap malam terbangun saat mendengar suara istrinya melantunkan ayat suci Alqur'an di setiap sepertiga malam, usai melaksanakan shalat tahadjud. Yudhi tersenyum, ia sangat bangga memiliki istri yang soleha.


Yudhi menurunkan tubuhnya di samping Tika yang masih duduk di atas sajadahnya, Lalu mengecup pipi Tika dari samping.


"Ana uhibbuki fillah zaujati !"ucap Yudhi dengan suara lembutnya seraya tersenyum.


Tika juga mengembangkan senyumnya, membalas mengecup pipi Yudhi."Aku juga mencintaimu karna Allah sumaiku !."

__ADS_1


Yudhi semakin mengembangkan senyumnya dengan mata berbinar. Seperti ada yang memerintah, Yudhi pun mendekatkan wajahnya ke wajah Tika, mengecup bibir Tika, menempelkan bibirnya lama, perlahan menggerakkan bibirnya menyapu permukaan bibir Tika lembut, membuat Tika terhanyut dan membalas ciuman mesra Yudhi yang selalu berhasil menghangatkan darahnya di sekujur tubuhnya.


Yudhi melepas ciuman mereka, lalu memandang Tika dengan penuh cinta."Aku mau kamu istriku !" ucap Yudhi mendamba.


"Aku milikmu Yud !, kamu bebas melakukannya !"balas Tika, membalas pandangan Yudhi, yang juga menginginkan bercinta.


Yudhi langsung membuka mukena Tika, kemudian mengangkat tubuh Tika, menggendongnya, membawanya ke tempat tidur mereka. Meletakkan Tika dengan sangat hati hati di atas tempat tidur.


Yudhi pun langsung menaik ke atas tempat tidur, dan merangkak di atas tubuh Tika. Yudhi membungkukkan tubuhnya, kemudian membacakan doa di telinga Tika, supaya istrinya itu mengikutinya. Kemudian Yudhi mencium kening Tika untuk memulai percintaan mereka.


Oh Tuhan ! sungguh sangat nikmat, kedua insan yang saling mencintai itu masih terus menyatu, bersatu padu di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka. Seperti tidak ada bosan dan capeknya, Yudhi terus menerus memberikan istrinya cinta, memanjakan setiap inci tubuh istrinya dengan sentuhan sentuhan lembutnya dan ciuman mesra bibirnya tanpa ada yang terlewatkan. Membuat seorang Tika mabuk kepayang, dan terus menggeliatkan tubuhnya mengikuti irama permainan Yudhi di tubuhnya. Ah ! Yudhi benar benar sangat pandai memanjakan tubuhnya.


Malam panjang pun terus berlanjut, entah sudah berapa kali Tika mendapat kenikmatan, sehingga membuatnya lemah tak berdaya di bawah kendali Yudhi. Namun Yudhi masih terus memberikannya cinta, cinta yang tiada habisnya, tiada batasnya, dan tiada akhirnya, berharap sampai ke surga kelak, amin..!.


Sampai suara kedunya bersahutan, mengucapkan kata cinta, pertanda puncang kenikmatan itu sama sama mereka dapatkan bersama. Akhirnya Yudhi ambruh di atas tubuh Tika, lelah dengan peluh dan napas memburu, tapi ada rasa lega.


"Hubby ! dede bayi nya !"tegur Tika, sepertinya Yudhi lupa, Karna Yudhi masih betah di atas tububnya.


Yudhi langsung saja berpindah ke samping Tika, menarik Tika ke dalam pelukannya.


"Trimakasih Yayang Beb !"ucap Yudhi mengecup pipi Tika dari samping.


Tak lama kemudian, Azan subuh pun terdengar berkumandang. Pertanda sudah waktunya bangun pagi, tapi napas kedua insan Tuhan yang baru selesai berkasih sayang itu, masih sibuk mengatur napas mereka yang masih memburu.


.


.


Di tempat lain


Normala bangun dari tempat tidurnya, karna subuh sudah menjelang. Ia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk berwhudu. Wajahnya tampak bahagia, terlihat dari raut wajahnya yang berbinar. Normala memang bahagai, karna selama dua bulan ini Yudhi sangat perhatian kepadanya, meski ia hanya bisa bertemu dengan Yudhi di siang hari saja. Normala tidak perlu mendatangi Yudhi lagi ke kantornya, karna Yudhi lah yang mendatanginya kr apartemen milik Jefry tempatnya tinggal sekarang . Bisa melaksanakan shalat sebagai makmum berdiri di belakang Yudhi saja, Normala sudah senang. Tapi akhir akhir ini ia mendapatkan lebih dari itu dari Yudhi. Yudhi juga memberinya cinta, meski terkesan mencuri curi.


Salahkah Normala ?, ia tidak memintanya kepada Yudhi, tapi Yudhi lah yang memberikannya, Yudhi mengajaknya bercinta. Tentu Normala yang mencintai Yudhi tidak menolaknya. Jika pun Normala menolaknya, maka Normala akan berdosa menolak suami. Hari ini ia dan Yudhi akan menghabiskan waktu seharian full, Yudhi sudah berjanji akan membawanya jalan jalan, dan sekalian akan membeli perlengkapan bayi bayi mereka.


Selesai Normala berwudhu, ia pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi. Tiba tiba..


Brukk !!!


"Aaa....!"Jerit Normala di dalam kamar mandi. Ia jatuh terpeleset karna menginjak lantai kamar mandi yang licin, mungkin ada bekas sabun atau apa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2