21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 41


__ADS_3

" Apa kakak sudah mau berangkat kerja ? " tanya Ashalina , saat ia bangun ia sudah melihat Mr Ze berpakaian rapi .


" Iya Baby ! "


Mr Ze melangkahkan kakinya berjalan ke arah tempat tidur . mendudukkan tubuhnya di samping Ashalina yang masih berbaring malas malasan . Kemudian membungkukkan tubuhnya mencium pipi Ashalina yang selalu bau iler ketika bangun tidur .Karna mulutnya yang selalu terbuka lebar saat tidur .


Ya ! , sudah tiga hari Ashalina dan Mr Ze tinggal di Kota Batam . Hari ini adalah hari pertama Mr Ze akan memulai bekerja setelah tujuh Bulan menjadi pengangguran sukses .


" Kakak nanti pulang kan ? " tanya Ashalina . Karna pagi ini Mr Ze akan berangkat ke Singapur dan sore harinya langsung balik .


" Iya Baby ! cintaku ! sayangku ! " ucap Mr Ze , menarik hidung Ashalina .


" Tapi aku ingin di dekat kakak terus ! " manja Ashalina , memeluk lengan Mr Ze .


" Bagaimana kalau kamu ikut saja ? " tawar Mr Ze . Ashalina menggelengkan kepalanya .


" Kenapa ? Hm..! " diusapnya kepala Ashalina . Ashalina menggelengkan kepalanya lagi .


" Ya udah ! , kakak berangkat dulu ya ! . kakak usahain nanti cepat pulang ! ." Ashalina mengangguk lemah .


Setelah mencium pipi istrinya yang bau iler itu lagi , Mr Ze pun langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar kamar . Meninggalkan Ashalina berbaring di atas tempat tidur , malas malasan .


Satu bulan tinggal di rumah orang tuanya di kampung , membuat Ashalina berobah menjadi putri malas . Bahkan pagi ini Ashalina tidak mengurus suaminya yang akan berangkat kerja . Mr Ze yang sudah terbiasa sendiri pun tidak menuntut Ashalina untuk menyiapkan keperluannya .


Sepeninggal Mr Ze , Ashalina melanjutkan acara malas malasannya lagi , dengan bermain HP . Entah apa yang di lihatnya di layar Handphonnya itu , sampai membuat dia senyum senyum , kadang sampai tertawa , sudah persis seperti orang tidak waras .


Sampai dering phonselnya berbunyi menghentikan tawanya seketika . Melihat ada pesan masuk , Ashalina pun langung membaca pesanWA yang ternyata dari Mr Ze .


📩 Kakak Zeyn


Baby ! , kakak sudah sampai di kantor kakak ! , jangan lupa sarapan .


📨 Ashalina


Kakak ! , aku sudah kangen !


📩Kakak Zeyn


Nanti malam Baby !


📨Ashalina


Kelamaan


📩kakak Zeyn


Baby ! , nanti kakak hubungi lagi ! , kakak harus meting sekarang . I love yuo Baby ! muah..! .


Ashalina mengembangkan senyumnya , kemudian membalas pesan Mr Ze lagi .


📨Ashalina


I love yuo juga kakak Zeyn ! .


Ashalina pun meletakkan HPnya , bangun dari tempat tidurnya , dan langsung turun dari atas tempat tidur berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamar mereka .


Setengah jam kemudian , Ashliana pun keluar dari kamarnya , berjalan menuruni tangga kelantai bawah .


" Bukde ! " panggil Ashalina kepasa asisten rumah tangga mereka yang baru disewa untuk membersihkan rumah , nyuci sama nyetrika saja . Untuk urusan dapur , Ashalina yang akan mengurus sendiri .

__ADS_1


" Iya nyonya ! "


" Ck ! " Ashalina berdecak , " bukde panggil Ashalina aja atau Asha " ucap Ashalina , tidak suka di panggil nyonya .


" Tidak sopan Nyonya ! " ucap Wanita paruh baya , yang sudah banyak pengalaman menggeluti Dunia ke art an .


" Kalau begitu panggil saya upik ! "


" Upik ??? "


Wanita paru baya yang sering di panggil ibu Sri itu pun diam berpikir . Otaknya menerawang kepada penyayi dangdut yang pernah nampak di layar tv dengan ciri khas memakai kain sarung dan sendal jepit .


" Bukde ! , jadikan beli pesananku tadi ? " tanya Ashalina , perutnya sudah terasa lapar .


" Bukde sudah tarok di meja Upik ! " jawab Bu Sri .


" Trimakasih Bukde ! , aku mau makan dulu ! , lapar ." Ashalina pun meninggalkan Bu Sri yang masih berpikir panggilan Upik ! .


Di Singapur


Selesai meating Mr Ze langsung masuk keruangannya di ikuti dua cunguk yang mulutnya komat kamit seleperti membaca mantra .


Di dalam rapat , Mr Ze hanya manggut manggut iya iya aja , dan menyerahkan hasil rapat kepada kedua sahabatnya yang sudah mati matian mengabdi kepada perusahaannya itu .


" Tak ada guna kau ikut Meating ! , kau diam aja tak sikit pun kau mengeluarkan pendapat ." Omel Jefry , menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangan Mr Ze .


" Apa gunanya saya bayar kalian mahal , kalau otak saya harus ikut berpikir keras . " jawab Mr Ze sesuka hatinya .


" Suka kaulah ! " kesal Jefry .


" Ze ! , bagaimana rencanamu soal membuka usaha baru itu ? " tanya Rico .


" Mungkin masih lama , setahunan lagi mungkin .Saya juga belum membuat rancangannya , masih di pikir pikirkan . Saya juga baru menikah , takut nanti tidak ada waktu buat istri saya ." jawab Mr Ze .


" Warung makan Padang ! " Jawabnya Mr Ze asal .


" Saya nanya serius Ze ! " ucap Rico .


" Bagus juga itu ! , kenapa kita tidak buka Restoran Padang aja disini ! " sambar Jefry , memberi usulan .


Mr Ze sama Rico terdiam saling berpandangan .


" Oke juga ! " jawab Mr Ze dan Rico berbarengan .


" Kita suruh aja istrimu buat resep " usul Jefry lagi .


" Gak ! , resep masakan istriku hanya aku yang boleh menikmatinya ". sanggah Mr Ze .


" Pelit sangat " Jefry memutar kedua bola matanya jengah . Semenjak sahabatnya itu menikah , Mr Ze berubah menjadi pria yang posesif .


" Ric ! , saya ada rekomendasi asisten baru untukmu ! " ucap Mr Ze , sambil sibuk melihat lihat layar laptop di depannya .


" Siapa ! " tanya Rico .


" Nanti kau latih dia sampai bisa ! , sebelum saya membawa Jefry ikut dengan saya membuka perusahaan baru " ucap Mr Ze lagi .


" Siapa ? " tanya Rico lagi , penasaran .


" Sepupu istriku ! , umurnya masih kecil , tapi saya yakin dia bisa , Dia masih kuliah ."

__ADS_1


" kapan ? " ini Jefry yang bertanya .


" Bulan depan " jawab Mr Ze .


Menjelang magrib barulah Mr Ze sampai di rumah mereka .


" Assalamu alakkum Baby ! "


Ashalian langsung berlari ke arah pintu , mendengar suara suaminya datang , dan langsung membuka pintu .


" Walaikum salam ! "


Ashalina langsung menyalam tangan suaminya , kemudian memeluk tubuh orang yang dirindukannya seharian ini .


Mr Ze langsung mencium ujung kepala Ashalina .


" Kakak ! , aku kangen ! " manja Ashalina , mendongakkan kepalaya melihat wajah Mr Ze .


" Kangen banget ya istri kakak ini ? , Hm ! ." Ditangkupnya wajah Ashalina lalu dihujaninya dengan ciuman .


Kemudian di angkatnya tubuh Ashalina , digendongnya berjalan menaiki tangga ke lantai dua menuju kamar mereka .


" Kakak tidak bawa oleh oleh ? " tanya Ashalina .


" kakak lupa sayang ! , tadi kakak kawatir ditinggal kapal ". Ashalina langsung mengerucutkan bibirnya .


Cup !


Mr Ze langsung mengecup bibir Ashalina yang mengerucut ." Jangan menggoda kakak sekarang Baby ! , kakak lagi lapar ! , tidak punya tenaga untuk memuaskanmu ! , Apalagi sekarang kuda poni kakak ini sangat buas , susah untuk dikalahkan ."


" Aw ! "


Keluh Mr Ze , karna Ashalina tiba tiba menggigit dadanya .


" Istri kakak ini nakal banget ! "


Ashalina pun menjadi jadi menggoda Mr Ze , dengan mengedipkan sebelah matanya , kemudian menyapu seluruh permukaan bibirnya dengan lidahnya , satu tangannya meraba dada Mr Ze .


" Baby ! "


Mr Ze mengeram , dengan perlakuan jahil Ashalina yang sudah mengisap put*ng buah dadanya dari luar baju .


" Apa kamu begitu menginginkannya Baby ? " tanya Mr Ze . Meletakkan tubuh Ashalina di atas tempat tidur . Ashalina menganggukkan kepalanya .


" Baiklah Baby ! , tapi kakak minta kamu yang menjadi penunggangnya ". pinta Mr Ze . Langsung mencium bibir Ashalina ,


Tubuhnya benar benar capek dan lapar , tapi ia tidak mau mengecewakan istri genitnya itu .


Benar ! Ashalina lah sekarang yang menjadi penunggang kudanya .


" kakak sudah ingin keluar sayang ! , apa kamu masih lama ? " tanya Mr Ze .


Sudah hampir satu jam mereka menyatukan tubuh mereka , Ashalina masih nampak menggebu gebu , seperti tidak ada puasnya .


Ashalina tidak menjawab , ia terus mencari kepuasan .


" Kenapa kamu sekarang begitu bernafsu Baby ? " di lapnya keringat Ashalina yang bercucuran membasahi wajah dan tubuh Ashalina .


" Aku gak tau kak ! " jawab Ashalina , ngosngosan .

__ADS_1


Tidak tega melihat Ashalina kecapean , Mr Ze pun menjatuhkan Ashalina dari atas tubuhnya . Tukar posisi , Mr Ze lah yang menjadi penunggangnya .


Setelah mereka sama sama mencapai puncak kenikmatan . Baru mereka tersadar kalau mereka sudah melewatkan ibadah mghrib mereka .


__ADS_2