
"Yayang Beb !" panggil Yudhi, air matanya mengalir. Yudhi terus mengecup ngecup pipi Tika. Yudhi lagi mode cengeng, Yudhi takut, takut kehilangan.
Semenjak sampai di Rumah Sakit tadi Pagi, Melihat kenyataan istrinya Normala sudah terbujur kaku di atas brankar di kamar mayat. Yudhi lupa memperhatikan Tika yang lagi hamil muda. Sepertinya Tika kecapean karna kurang istirahat. Lagi lagi Yudhi merasa bersalah, gagal menjadi suami.
Mungkin bagi sebagian laki laki di luaran sana memiliki istri lebih dari satu adalah sebuah kesenangan. Tapi tidak bagi Yudhi, Yudhi merasa itu adalah beban berat. Seperti yang sudah terjadi, saat pokus Yudhi kepada istri pertama, Yudhi mengabaikan istri keduanya sampai terjatuh di kamar mandi tidak ada yang melihatnya. Saat pokus Yudhi kepada istri keduanya, Yudhi lupa memperhatikan istri pertamanya.
"Yayang Beb ! bangun !"ucap Yudhi lagi.
Tika mengerjap ngerjapkan kelopak matanya, merasakan ada yang terus menempel nempel di pipinya.
"Sayang..!" panggil Yudhi, tangannya mengusap usap kepala Tika, lalu mencium kening Tika.
Tika membuka kelopak matanya perlahan, Dilihatnya wajah Yudhi sangat dekat di atas matanya.
"Hubby ! kepalaku pusing !" ucap Tika lemah.
"Kamu demam sayang !" Yudhi langsung memijit mijit pelilis Tika.
Tika memandangi Yudhi, ia mengingat mimipnya yang bertemu Normala barusan. Kenapa Normala mendatanginya di alam mimpi ?, apa karna ia tidur di kamar Normala ?.pikir Tika
"Maaf ! karna gak memperhatikanmu dari tadi !, Sepertinya kamu kecapean Yayang Beb !"ucap Yudhi, menatap Tika dengan raut wajah yang tampak sedih.
Tika hanya diam, tanpa memutus netranya dari wajah Yudhi. Tika mengingat semua mimpinya yang sangat jelas itu.
"Yud ! kasih Tika makan dulu !" Suruh Ashalina, membawa nampan yang berisi makanan dan segelas air putih dari dapur. Ashalina memberikan nampan di tangannya kepada Yudhi."Aku rasa Tika belum makan dari tadi" ucapnya lagi.
Yudhi menghela napasnya, menerima nampan dari tangan sepupunya itu. Sibuk mengurus zenajah istrinya Normala, sampai selesai di makamkan. Yudhi benar benar lupa memperhatikan makan istrinya Tika.
Tadi Yudhi mencurahkan cinta dan kasih sayangnya untuk terakhir kalinya kepada istrinya Normala. Dengan menguatkan diri menjadi imam saat menshalatkan Jenajah istri yang di cintainya itu.Dan di pemakaman tadi, Yudhi juga ikut langsung turun ke liang lahat, membaringkan tubuh istrinya itu di peristiratan terakhirnya, di bantu Jefry dan Mr Ze. Yang pada akhirnya Yudhi tak kuat, dan sempat pingsan saat tanah pertama mulai di tutupkan ke liang lahat zenajah istri yang baru dicintainya itu. Istri yang sudah merelakan nyawanya demi anak anaknya itu. Mungkin itu hukuman untuknya, yang akan menceraikan Normala setelah melahirkan. Normala pergi meninggalkan cinta di hatinya.
"Yayang Beb ! makan dulu ya !"ucap Yudhi lembut.
"Gak selera Hubby !" tolak Tika.
"Sedikit sayang !, dede bayi nya juga pasti lapar!" bujuk Yudhi."Sebentar lagi Dokter akan datang , kamu harus makan untuk minum obat sayang !. Aku gak mau kamu dan dedek bayi kita sakit !"bujuk Yudhi lagi.
Meletakkan nampan di meja nakas di samping tempat tidur. Yudhi membatu Tika duduk, kemudian mendudukkan tubuhnya di belakang Tika, menahan tubuh Tika dari belakang. Yudhi sudah paham, di kehamilan istrinya yang kedua ini, Tika bersifat lebih manja. Yudhi meraih gelas yang berisi air putih tadi, meminumkannya kepada Tika. Meletakkan kembali gelas itu, Yudhi meraih piring yang berisi nasi beserta lauk pauk yang di bawa Ashalina itu. Meletakkannya di samping kanannya, menyendoknya lalu menyuapkannya ke mulut istri tercintanya itu.
"Buka mulutnya sayang !"ucap Yudhi, mengecup pipi Tika dari samping.
Saat Yudhi lagi berduka, ia harus mengesampingkan kesedihannya untuk mengurus istrinya yang lagi sakit dan ingin di perhatikan. Padahal Yudhi juga lagi memikirkan kedua anaknya yang lagi kritis di rumah sakit. Usia Yudhi masih kecil, belum genap 24 Tahun, tapi beban pikirannya sudah amat banyak. Ia juga harus bisa mengimbangi kedewasan istinya yang usianya empat Tahun di atasnya.
"Aku gak mau makan nasi !"manja Tika.
__ADS_1
"Sedikit aja !"bujuk Yudhi lagi
"Gak mau !" Rengek Tika.
"Yayang Beb ingin makan apa ?"tanya Yudhi mengalah, meletakkan sendok yang berisi nasi ke atas piring.
"Ingin makan rujak !"jawab Tika.
Yudhi menghela napasnya," Tapi makan nasi sedikit dulu ya !, biar gak sakit perut !. Kasihan dede bayi nya gak dapat nutrisi yang bagus!."
"Gak mau !"
Aih !, Kalau sudah begini, Yudhi pusing sendiri.
"Ya udah !" pasrah Yudhi.
"Salma !"panggil Yudhi, kepada adik iparnya yang lagi bermain main dengan Shahia kecil, yang sudah belajar berdiri.
"Apa Bang ?" Salma mengalihkan pandangannya ke arah tempat tidur.
"Tolong carikan rujak, tapi jangan pedas, kakakmu Tika ingin makan rujak !" mohon Yudhi.
"Iya bang !" balas Salma, berdiri sembari memggendong putrinya, lalu berjalan keluar kamar.
Salma keluar dari dalam kamar, meninggalkan mereka berdua dan si kembar yang masih tidur di kasur sebelah mereka. Yudhi langsung mencium bibir Tika, melu***nya.
Tika mendorong Yudhi sampai ciumannya terlepas, ia berpikir Yudhi akan menghukumnya.
"Makan nasi sayang !, kalau gak ingin di hukum !" ucapan itu sangat lembut, tapi terdengar seperti ancamam di telinga Tika.
Yudhi menyendok lagi nasi dan lauk dari piring yang masih terletak di sampingnya, menyuapkannya ke mulut Tika. Tika tidak berani lagi membantah, ia pun membuka mulutnya menerima suapan dari yudhi.
Yudhi tersenyum, satu tangannya terangkat mengusap kepala Tika, Yudhi pun mencium pelipis Tika dengan sayang.
"Aku ingin kamu dan dedek bayinya sehat Yayang Beb !. Aku sangat menyayangi kalian !" ucap Yudhi. Lagi, Yudhi menyuapi Tika. Yudhi tau, istrinya itu membangkang karna ingin di perhatikan lebih, karna dari tadi dirinya sudah sempat mengabaikannya."Maaf ya !, dari tadi aku gak memperhatikan kalian !"ucap Yudhi lembut.
Tika mendongakkan kepalanya ke wajah Yudhi, sambil mengunyah makanan di mulutnya. Memandang Yudhi dengan menyiratkan pertanyaan. Tika ingat dengan mimpinya, Normala mengatakan kalau dirinya adalah cinta pertama Yudhi, bagaimana bisa ?.
"Apa..? Hm..!" tanya Yudhi lembut.
"Aku mimpi !, Normala mendatangiku !, dia mengatakan aku cinta pertamamu !" jawab Tika .
Yudhi menajamkan pandangannya kepada Tika, Lalu tersenyum, mengecup kilas bibir Tika.
__ADS_1
"Ayo buka mulutnya sayang !, makan yang benar !" ucap Yudhi, menyuapkan makanan lagi ke mulut Tika. Kenapa bisa Normala mengatakan itu di dalam mimpi Tika ?.
Tika menerima suapan dari Yudhi lagi , mengunyah makanan di mulutnya dengan memanyunkan bibirnya, karna Yudhi tidak menanggapi apa yang ia katakan. Tika penasaran, apa benar yang dikatakan Normala dalam mimpinya ?, kalau dirinya adalah cinta pertama suami brondong tampannya itu.
"Apa yang ingin kamu dengar sayang ?" tanya Yudhi tersenyum.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu dari luar dan membukanya. Yudhi dan Tika langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu . Ashalina masuk bersama seorang Dokter wanita.
"Yud ! ini Dokternya sudah datang !" ucap Ashalina.
"Trimakasih Sha !"balas Yudhi, kemudian memberi Tika minum.
Yudhi turun dari atas tempat tidur, kemudian membaringkan tubuh Tika, supaya di periksa Dokter yang datang bersama Ashalina itu. Dokter itu pun langsung memeriksa Tika, cek tensi darah, suhu badan dan denyut jantung.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok ?"tanya Yudhi, melihat Dokter itu sudah selesai memeriksa Tika.
"Dia demam karna kelelahan dan kurang minum air putih !" jawab Dokter itu, sambil mencatat resep obat dan vitamin untuk Tika." ini saya buatkan resep, minum sesuai aturan" ucap Dokter wanita itu lagi, memberikan selembar kertas kecil kepada Yudhi yang langsung di terima Yudhi." kalau begitu saya permisi !" pamit Dokter itu.
"Trimakasih Dok !" balas Yudhi tersenyum.
"Sama sama !"balas Dokter Itu, berdiri dari tempat duduknya. Melangkahkan kakinya, di ikuti Ashalina keluar kamar untuk mengantar Dokter itu keluar apartemen.
"Sha !" panggil Yudhi kepada Ashalina yang hampir hilang di balik pintu.
"Apa ?" Ashalina membalik badannya.
"Minta tolong !"Yudhi melangkahkan kakinya ke arah pintu, memberikkan kertas resep itu ke tangan Ashalina.
"Uangnya mana ?" Ashalina menengadahkan tangannya kepada Yudhi.
"Minta sama suamimu !, kesehatan karyawan, anak dan istri di tanggung perusahaan!" jawab Yudhi. Membuat Ashalina mendegus, lalu pergi meninggalkan Yudhi.
"Kakak !, minta kunci mobil !, aku mau pergi menebus obat Tika ke apotek" ucap Ashalina kepada Mr Ze. Dari tadi suaminya itu masih berbincang bincang dengan teman teman bisnisnya. Sering mondar mandir ke Singapur, Ashalina sudah menguasai kota Singapur itu seluruhnya, ia sudah berani sendiri kemana mana tanpa Mr Ze menemaninya.
Mr Ze memutar tubuhnya ke arah istrinya,"Tadi 'kan Kakak kasih sama kamu Baby !."
"Oh iya ! aku lupa !"ucap Ashalina membalik badannya masuk ke kamar yang di tempati Yudhi dan Tika tadi, karna barang barang pribadi mereka tadi di taro di kamar itu. Ingat kalau dia menyimpannya di tas bawaannya.
.
.
#Hayo !, yang kangen dengan Mr Ze dan Ashalina ?.
__ADS_1
#Maaf ya !, buat yang menginginkan kisah Salma dan Rico. Entah kenapa ?, saya gak bisa membuat cerita mereka. Saya sudah coba, mengarangnya, tapi akunya stuck, gak tau mau buat cerita seperti apa. Dan jika pun saya harus membuatnya, sepertinya ceritanya akan terulang ke awal, sayanya malas hehehe...!.
#Untuk cerita Yudhi, kenapa tercipta seperti itu ?. Dengan menghadirkan sosok Tika dan Normala di cerita ini, awalnya aku bingung menjodohkan Yudhi dengan Tika atau Normala. Nah di tengah tengah kebingunganku, tiba tiba terlintaslah membuat kisah Yudhi Tika dan Normala, yang terjerat pernikahan poligami. Jangan marah sama Papa Yudhi ya !, itu salah othor..😪😪😪.