21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 51


__ADS_3

Yudhi masuk ke kamar perawatan Ashalina , dilihatnya pasangan suami istri itu sudah tertidur pulas saling berpelukan diatas ranjang single rumah sakit . Yudhi melangkahkan kakinya mendekati ranjang pesien yang berisi dua orang itu . di pandanginya wajah Ashalina yang tertidur pulas . Yudhi membungkukkan tubuhnya , perlahan di kecupnya kening Ashalina ." Aku senang kamu bahagia Sha ! , meski cinta ini terlarang , aku bahagia merasakannya . setelah mengetahui kamu adalah sepupuku , aku semakin menyayangimu Sha ! ." batin Yudhi melepas cuimannya .


Yudhi pun meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja nakas . Kemudian membangunkan Mr Ze dengan menggoyang goyang lengan Mr Ze . Melihat Mr Ze mengerjabkan matanya , Yudhi pun berbicara. "Bangun ! , tuh ! sudah kubeli makanannya ! ." kemudian melangkahkan kakinya berjalan ke arah sofa untuk tidur .


Mr Ze membukan matanya , dilihatnya Ashalina tidur dengan pulas . Mengingat Ashalina belum makan seharian , Mr Ze harus tega membangunkan gadis kesayangannya demi calon sibuah hati mereka .


" Baby ! " panggil Mr Ze , mengecup bibir Ashalina . namun Ashalina tidak bangun . sampai tiga kali Mr Ze membangunkannya , tapi Ashalina masih saja bergeming . Mr Ze pun memcium bibir Ashalina , dilu***nya , digigitnya bibir Ashalina karna Ashalina tidak mau bangun .


" Sayang ! , bangun ! , katanya tadi lapar !" ucap Mr Ze . setelah melepas ciumannya , karna melihat Ashalina mengerjabkan matanya .


" Tapi aku ngantuk banget kak ! " ucap Ashalina dengan mata terpejam .


" Kalo kamu gak makan kasihan dedeknya sayang ! , dia juga pasti lapar ! karna gak makan seharian ! " bujuk Mr Ze . Sambil satu tangannya mengusap perut Ashalina .


" Suapin ! " manja Ashalina .


" Duduklah , biar kakak suapin ! " ucap Mr Ze , bangkit dari tempat tidur , kemudian membatu istrinya duduk bersandar di kepala ranjang dengan menggunakan bantal . Kemudian Mr Ze mengambil makanan yang di beli Yudhi tadi dari atas meja nakas . Setelah membukanya , ia pun langsung menyuapkannya ke mulut Ashalina .


" Buka matanya Baby ! , masa makan sambil tidur sayang ?"


" Ngantuk banget kak ! " jawab Ashalina , membuka mulutnya menerima suapan dari Mr Ze .


" Ya sudah ! " di usapnya kepala gadisnya itu . kemudian disuapkannya lagi nasi beserta ayam bakar kesukaan Ashalina kemulutnya . yang langsung dilahap Ashalina .


" Apa kamu lapar banget Baby ? " tanya Mr Ze , melihat Ashalina makan dengan lahapnya , meski mengantuk .Sambil mengunyah makanan di mulutnya , Ashalina pun menganggukkan kepalanya .


" Maafin kakak ya ! , tidak menjagamu dengan baik ! " ucap Mr Ze .


Ashalina menggelengkan kepalanya " kakak tidak salah ! " ucapnya setelah menelan makanan di mulutnya . Kemudian membuka mulutnya supaya Mr Ze menyuapinya lagi .


Mr Ze pun menyuapi Ashalina , sampai makanan yang berada di kotak makannya habis tak tersisa .


" Apa masih kurang Baby ! " tanya Mr Ze , melihat nasi di kotak makan habis tak tersisa . Ashalina menggelengkan kepalanya .

__ADS_1


" Ya udah ! , jangan langsung baring ya ! " ucap Mr Ze lagi . Ashalina diam tidak menjawab , karna ia sudah ngantuk banget .


Melihat Ashalina sudah tertidur pulas dengan posisi duduk , Mr Ze pun memperbaiki posisi tidur Ashalina . kemudian ikut naik ke atas ranjang , berbaring disampaing Ashalina dengan posisi miring menghadap Ashalina , kemudian menarik Ashalina ke dalam pelukannya . Lalu memejamkan matanya menyusul Ashalina ke alam mimpi .


Esok harinya


" Acha ! , kamu sudah bangun sayang ? "


Ashalina mengarahkan pandangannya ke arah wanita paru baya yang berjalan mendekatinya ." Momy ! "


Momy Jeni tersenyum , si usapnya kepala menantu yang sudah mengandung cucunya itu .


"Momy kapan datang ? " tanya Ashalina .


" Baru sayang ! " jawab Momy Jeni .


Ashalina memutar pandangannya kesekeliling ruangan , ia tidak melihat orang yang selalu ia rindukan di ruangan itu ." Apa kakak Zeyn pergi kerja Momy ? " Menajamkan tatapannya ke pada Momy Jeni , dengan mata yang sudah berkaca kaca .


Momy Jeny menarik kedua sudut bibirnya ke atas ." Kakak Zeynmu pergi sebentar ke kantor polisi , untuk memberikan keterangan soal kasus penculikanmu sayang ! , sebentar lagi dia akan datang ! " jawab Momy Jeni .


" Iya sayang ! , sebentar lagi kakak Zeynmu akan datang ! "


" Maunya sekarang ! " rengek Ashalina manja . air matanya sudah keluar keluar dari sudut matanya .


Momy Jeni tersenyum melihat kemanjaan menantunya . Ia paham kalau itu bawaan dari kehamilan Ashalina .


Di kantor polisi


"Ibu Sri menberikan penjelasan , kalau Bapak sudah menyebabkan putrinya meninggal , dia mengatakan Bapak telah menghamili putrinya , saat bekerja menjadi art di apartemen Bapak di Singapur dan Bapak tidak bertanggung jawab atas kehamilan putrinya , membuat putrinya setres dan bunuh diri setelah pulang dari Singapur . karna itu dia menyekap istri Bapak untuk balas dendam , IBu Sri tidak terima atas kematian putrinya " ucap seorang polisi kepada Mr Ze .


Mr Ze mengerutkan keningnya , bingung dengan apa yang di sampaikan polisi di hadapannya kepadanya . Ya ! , memang banyak artnya dulu yang dimintanya untuk melayani nafsunya , tapi Mr Ze tidak pernah memaksanya , bahkan sebagian mantan artnyalah yang menyodorkan tubuhnya kepadanya . Mr Ze juga membayar mahal kepada art yang mau melayaninya , apalagi yang masih perawan . jadi dibagian mana lagi Mr Ze di bilang tidak bertanggung jawab ? . jika wanita yang ditidurinya hamil , bukankah itu sudah menjadi resikonya , salah wanita itu sendiri ! kenapa tidak memakai pengaman .


"Maaf Pak polisi ! , saya tidak mengerti maksudnya apa ? . dan saya tidak mengenal putrinya ! . karna saya memiliki banyak mantan art mungkin jumlahnya sudah puluhan . Dan kenapa Bu Sri begitu yakin kalau sayalah yang menghamili putrinya , dan saya tidak pernah memperkosa wanita secara paksa ! ." sanggah Mr Ze .

__ADS_1


" Apa Bapak mengenal wanita dalam photo ini ? , ini adalah putri dari Ibu Sri !" polisi itu menyodorkan sebuah photo wanita kehadapan Mr Ze .


Mr Ze menghela napasnya , bagaimana bisa ia mengingat semua wajah mantan artnya yang hanya bekerja sebentar di apartemennya . Paling lama satu orang bekerja di apartemennya di Singapur hanya tiga minggu , dan bahkan ada yang hanya seminggu .


" Saya tidak mengigat atau mengenal wajah ini !" ucap Mr Ze , jujur ." Dan bisa saja putrinya tidak bekerja di apartemen saya ! " ucap Mr Ze lagi .


" Baiklah ! " ucap Pak polisi itu ." Untuk kasus penyekapan istri Bapak , nanti akan dilanjutkan dipersidangan . Dan ternyata ! Pak Muklis dan Ibu Sri adalah suami istri " ucap polisi itu lagi . Membuat Mr Ze kaget , ia tidak mengetahui Supir dan artnya itu adalah suami istri ."Trimakasih atas waktunya , Bapak boleh pergi sekarang ! " lanjut polisi itu lagi .


" Trimakasih Pak ! " balas Mr Ze , berdiri dari tempat duduknya , menyalam tangan polisi itu , kemudian pergi melangkahkan kakinya keluar meninggalkan kantor polisi .


" Tuhan ! , kenapa setelah aku meninggalkan perbutan kotorku itu , Engkau baru menunjukkan resiko dari perbuatanku sendiri ? . Aku ingin hidup tenang dengan istriku Tuhan ! , ampunilah dosa dosaku ! " batin Mr Ze , masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukannya kejalan raya bergabung dengan kenderaan lain , menuju Rumah Sakit .


Di Rumah Sakit , Ashalina menangis karna ingin melihat wajah suami tampannya . Entah kenapa ? , hatinya akan merasa sedih jika tidak melihat wajah suaminya saat bangun tidur . dan Ashalina juga tidak mau makan sebelum ia melihat wajah Mr Ze .


" Momy ! , telephon kakak Momy ! , aku ingin melihat wajah kakak ! " rengek Ashalina menangis .


" Sudah sayang ! , tapi kakak Zeynmu gak mengangkatnya . Mungkin urusannya belum selesai sayang ! " bujuk Momy Jeni .


" Tapi aku ingin melihat wajah kakak ! " ucap Ashalina lagi .


" Lihat photonya yang di HP Momy aja ya ! " bujuk Momy Jeni lagi .


" Gak mau ! , kalo photonya aja gak bisa di ajak ngomong ! "


Momy Jeni menghela napasnya , sudah dari tadi Ashalina menangis , tidak mau diam meski sudah di bujuk ini itu . Momy Jeni juga sudah berulang kali mencoba menghubungi Mr Ze , tapi tidak pernah di angkat . Momy Jeni sudah bingung menghadapi ngidam menantunya yang hanya ingin melihat wajah Mr Ze saat bangun tidur .


" Sabar ya ! , sebentar lagi kakak Zeynmu pasti pulang ! . Momy sudah mengirim pesan kepadanya ! " bujuk Momy Jeni lagi . memeluk Ashalina duduk di pinggir tempat tidur .


Dan tiba tiba , pintu ruang perawatan Ashalina terbuka . Refleks Momy Jeni dan Ashalina menoleh ke arah pintu .


" Tuh ! kakak Zeynmu sudah datang ! " ucap Momy Jeni .


" Kakak..! Huaaaaaa..a....a !!!!! " Ashalina menagis membuka mulutnya lebar . persis seperti anak kecil menangis karna tidak dibawa ibunya kepasar membeli cendol .

__ADS_1


" Baby ! , kenapa menangis ? " Tanya Mr Ze , berjalan mendekati Ashalina yang duduk di atas tempat tidur Rumah Sakit .


__ADS_2