
Sekarang Ashalina sudah seminggu bekerja di perusahaan tempat Yudhi bekerja , dan sampai saat ini Mr Ze juga belum ada kabar . Ashalina pun sudah berkali kali mencoba menghubungi Mr Ze , tapi tetap masih belum juga bisa di hubungi . Hari minggu yang dijanjikan Mr Ze untuk mengunjungi Ashalina pun sudah terlewatkan .
" Mr Ze ! , aku sangat merindukanmu ! " ucap Ashalina , sambil di usapnya fhoto Mr Ze di layar HPnya . Tak terasa , cairan bening pun keluar dari sudut matanya .
" Tok tok tok !!! "
" Apa Yud ? " sahut Ashalina sambil menghapus air matanya . ia sudah tau kalau yang mengetuk pintu itu adalah Yudhi .
" Tok tok tok !!! "
" Sabar napa Yud ! " sahut Ashalina lagi ,berdiri dari atas tempat tidurnya berjalan ke arah pintu lalu membukanya .
" Kakak cantik ! , minta cabe rawit "
" Buat apa sih Yud ! setiap saat kamu minta cabe rawitku ? "
" Buat di makan sha..!."
" Kenapa kamu gak beli di warung saja ? "
" Ck ! , buat apa beli kalau ada yang gratis , cepat kasih ! "
" Udah minta ! , maksa pula !, nih ! " Ashalina pun memberikan cabe rawit ketangan Yudhi dengan kasar .
" Trimakasih kakak cantik ! , I love yuo mmuahh..! " kiss bay nya , Yudhi pun langsung berlari dari pintu kontrakan Ashalina , sebelum wanita cantik pujaan hatinya itu berubah menjadi siluman cabe rawit .
Sebulan berlalu namun Mr Ze juga belum bisa di hubungi .
" Kamu kenapa Sha ? , akhir akhir ini kamu kelihatan berubah sha ! , kamu kelihatan murung Sha ! " tanya Yudhi .
" Tidak ada Yud ! " jawab Ashalina
" Yuk pulang ! " ajak Yudhi , kebetulan hari ini mereka sama sama bekerja ship pagi , dan pulangnya pun bersamaan .
" Duluan Aja Yud ! , aku mau pergi sebentar , aku ada urusan " tolak Ashalina .
" Kemana ? biar aku antar " tawar Yudhi .
" Urusan perempuan , sanah ! , kamu kan ada jam kuliah nanti "
" Malam Sha..! , ini masih sore ! "
" Ck ! , udah di bilang urusan perempuan Yud !"
" Ya udah ! , nanti kalau ada apa apa hubungi babang Yudhi ! okeh ! " sambil di usapnya ujung kepala Ashalina , kemudian melajukan motornya meninggalkan Ashalina di depan gerbang perusahaan tempat mereka bekerja .
__ADS_1
Sekarang disinilah Ashalina berada , di salah satu pantai yang berhadapan langsung dengan Negara Singapur . Ia menatap gedung gedung tinggi yang menampakkan kota Singapur itu dari kejauhan . Kota yang sudah menjadi kota kenangan baginya sepanjang sejarah hidupnya .
" Mr Ze ! apa kamu tidak merindukanku ? , katamu ! kau yang akan meraihku ! , kamu apa kabar di sana ? , jika kamu tidak sempat mengunjungiku , setidaknya beri aku kabarmu ! . Meski tak mengurangi rasa rinduku ! , setidaknya sedikit dapat mengurangi beban hati ini ." batin Ashalina , berurai air mata , menatap gedung gedung pencakar langit yang hampir tenggelam di tutup gelapnya malam .
Sambil menghapus air matanya , Ashalina pun membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan bibir pantai untuk pulang ke kontrakannya .
Hari berganti minggu , minggu berganti bulan . Tiga bulan Ashalina hanya bisa memendam rindu di hatinya , Ia juga belum mendapat kabar dari Mr Ze . hampir setiap malam Ashalina menangis menumpahkan air matanya , karna rindunya yang sudah tidak terbendung lagi .
" Mr Ze ! , aku merindukanmu ! " lirih Ashalina dalam tangisnya . kemudian memejamkan matanya mencoba untuk tidur , berharap esok hari matahari akan bersinar cerah ketika ia membuka matanya .
Bulan pun berganti lagi , namun kisah 21 hari bersama majikannya itu , masih menjadi kenangan tanpa harapan yang pasti di hati Ashalina . Entah apa yang terjadi dengan majikannya itu ? , Ashalina tidak tau .
" Mr Ze......!!!!!!!!!!!!!!! "
Teriak Ashalina sekuat tenaga sambil menangis dari bibir pantai pulau Batam yang mengarah ke kota yang berlambang Singa tersebut , kemudian menjatuhkan tubuhnya ke pasir seperti putus harapan dan menangis sejadi jadinya .
Setiap Ashalina merindukan Mr Ze , pantai inilah tempat pengaduannya. Rindunya memang tak terobati , malah semakin hari semakin bertambah . Tapi jika memandang kota kenangan itu dari kejauhan , Ashalina merasa dekat dengan Mr Ze , walau tak bisa melihatnya .
Ashalina yang belum pernah jatuh cinta sebelumnya , sudah jatuh se jatuh jatuhnya ke dalam kubangan cinta majikan bajingannya itu . Tidak peduli seperti apa Mr Ze sebelumnya ? siapa Mr Ze ? , Ashalina sudah benar benar terkurung di dalam kubangan itu .
Ingin rasanya ia menyusul Mr Ze ke kota yang ada di depan matanya itu , tapi Ashalina takut . Takut ia akan kecewa , takut melihat kenyataan kalau Mr Ze sudah bersama wanita lain lagi , takut Mr Ze memang sudah tidak menginginkannya lagi , Ashalina takut dengan pikiran pikiran buruknya , mengingat Mr Ze adalah laki laki yang kecanduan wanita .
" Sha ! kamu kenapa Sha ? "
Ashalina langsung membalik tubuhnya dan menghapus air matanya , mendengar ada yang memanggil namanya .
" Kamu yang ngapain menangis disini Sha ? " tanya Yudhi berjalan mendekati Ashalina .
" Tidak ada ! , ingin saja " jawab Ashalina , ia tidak ingin ada orang mengetahui apa yang ia rasakan saat ini .
" Apa kamu sangat merindukannya Sha ? ." Ashalina langsung mengarahkan tatapannya ke wajah Yudhi .
" Apa karna dia tidak pernah mengunjingimu ? , sehingga kamu bersedih dan sering menangis , Kenapa tidak kamu saja yang mengunjunginya kesana ? , memastikannya baik baik saja ! " Tanya Yudhi lagi . Ashalina pun menggelengkan kepalanya .
" Nggak Yud ! aku takut , aku sudah berjanji dengan diriku sendiri tidak akan meraihnya , karna dia terlalu tinggi . tapi ia pernah berkata ' dia yang akan meraihku ' aku akan menunggunya Yud ! "
" Bagaimana kalau ia tidak pernah datang ? "
" Aku akan menungggunya sampai rindu ini bukan miliknya lagi ! "
" Aku menunggu rindumu itu menjadi milikku Sha ! " ujar Yudhi .
" Jika itu akan terjadi , aku tidak akan menolakmu Yud ! , tapi jangan mengharapkanku saat ini " balas Ashalina .
" Kenapa ? , bukankah kamu juga mengharapkan orang yang kamu cintai ? " tanya Yudhi lagi .
__ADS_1
" Rasanya berat Yud ! " balas Ashalina .
" Tidak apa apa ! , selagi harapan itu masih ada ! " ucap Yudhi .
" Terserah kau saja Yud ! "
" Dari pada kamu terus bersedih , mending kita main air saja " ucap Yudhi , memercikkan air laut ke wajah Ashalina .
" Yudhi...!!!! " teriak Ashalina , kemudian mengambil pasir dan langsung melemparkannya ke arah Yudhi .
Yudhi pun membalas menendang air laut ke arah Ashalina , hinga membuat sebagian baju Ashalina basah .
" Awas kamu ya Yud ! " ancam Ashalina sambil memgejar Yudhi yang sudah berlari sambil tertawa tawa .
Dan lagi lagi Yudhi menendang air laut ke arahnya .
" Yudhi... !" geram Ashalina , karna Yudhi terus terusan menyerangnya dengan air laut . kemudian membalik badannya , berjalan sambil memanyunkan bibirnya , karna kalah perang dengan Yudhi .
" Yuk pulang ! "
Tiba tiba Yudhi merangkul lehernya dari belakang , mengiringnya berjalan kearah parkiran motornya .
" Aku lagi merajuk ! " ucap Ashalina , sambil berusaha menyingkirkan tangan Yudhi dari lehernya .
" Aku traktir deh makan bakso bakar sepuluh tusuk ! " rayu Yudhi .
" Cih..! , kau pikir aku anak TK , dirayu dengan makanan sepuluh ribu langsung luluh ! " cibir Ashalina .
" Ini lagi tanggal tua , nanti tunggu gajian ! baru aku traktir makan bakso beranak cucu "
" Emang ada ? " tanya Ashalina mengerutkan keningnya .
" Ada ! kita pesan sama bakso beranak biar dibuat cucunya " jawab Yudhi asal .
" Sekalian aja pesan buatin cicitnya " balas Ashalina .
" Ide bagus , yuk kita pulang ! " ajak Yudhi sudah duduk di atas motornya .
" Bakso bakarnya gimana ? gak jadi ? "
" Di dekat kontrakan aja "
" Gak mau ! , kita belinya di dekat Masjid raya aja ! " tolak Ashalina .
" baiklah ! , tapi hanya harga sepuluh ribu ! " ujar Yudhi .
__ADS_1
" Dasar pelit ! " cibir Ashalina lagi , kemudian duduk di belakang Yudhi .