
"Abang !" panggil Normala
Jefry yang melangkahkan kakinya ke arah pintu apartemen bersama Almira istrinya , menghentikan langkahnya .
"Normala boleh tak ikut ke kantor ?" tanya Normala dengan tatapan memohon .
"Untuk apa ?" tanya balik Jefry .
"Saya..." Normala berhenti bicara sebentar "saya nak pengen tengok Yudhi" ucapnya dengan wajah mendung seperti akan hujan turun . Normala sangat merindukan sosok laki laki yang masih berstatus suaminya itu .
"Saya tengok dia dari jauh je !" ucap Normala lagi . Jefry sudah menceritakan kepadanya , kalau Yudhi tidak bisa melanjutkan pernikahan mereka lagi, dan akan menceraikannya setelah melahirkan nanti .
Jefry menghela napasnya kasar , tidak tega melihat adik kesayangannya ."Pagi ini kami ada rapat , nanti siang aja datang bersama kakak iparmu !" balas Jefry."mau 'kan istri abang ini membawa Normala ke kantor nanti ?" tanya Jefry kepada Almira istrinya .
"Iya Bang !" jawab Normala seraya menganggukkan kepalanya tersenyum .
"Ya udah , kalau begitu Abang nak berangkat kerja dulu" pamit Jefry ,kemudian mengecup kening Almira .
Melihat itu Normala memanyunkan bibirnya , ia cemburu melihat Abangnya begitu romantis .
"Adik Abang juga pengen di cium ?" tersenyum , Jefry melangkahkan kakinya ke arah Normala , dan langsung menghujani wajah Normala dengan ciuman .
"Abang..!" manja Normala memeluk Jefry, ada ada aja Abang nya itu , menciuminya seperti bocah , menurut Normala .
Kemudian Jefry menarik Normala ke dalam pelukannya dengan mata berkaca kaca . Betapa malang nasib adiknya , dalam keadaan hamil seharusnya dapat perhatian lebih dari seorang suami . Tapi Normala menjalani kehamilannya sendirian , tanpa ada suami di sampingnya .
"Abang akan selalu ada untukmu !" Jefry mengecup ujung kepala Normala lagi . Normala menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Jefry .
Kenapa Tuhan menghukumnya lewat adiknya ?, kenapa bukan dia sendiri aja yang menerima ?. karma perbuatannya , kenapa harus keluarganya ?.
"Abang berangkat kerja dulu !" Jefry melepas pelukannya, berjalan mendekati istrinya Almira ."Abang berangkat, Abang minta tolong bawa Normala ke kantor , boleh ?" tanyanya kepada istrinya.
Almira menganggukkan kepalanya ," boleh Bang !."
Jefry pun tersenyum, lalu mengecup pipi Almira."Trimakasih bidadari surgaku !"ucap Jefry. Kemudian melangkahkan kakinya, keluar dari apartemen.
.
.
__ADS_1
Siang hari Almira dan Normala datang ke perusahaan milik Mr Ze. Almira memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi petinggi di perusahaan itu. Keluar dari dalam mobil, kedua wanita itu sama sama berjalan masuk ke pintu kaca bagian depan gedung perusahaan. kemudian menaiki lif ke lantai tiga gedung itu.
Ting !
Pintu lif terbuka, Normala dan Almira pun keluar dari dalam lif. Mereka sama sama berjalan ke arah ruangan Jefry.
Normala menghentikan langkahnya tiba tiba, melihat ke empat pria yang sudah berstatus menikah keluar dari ruangan rapat. Normala menajamkan netranya, menatap sosok yang sangat ia rindukan berjalan di antara pria pria matang itu. Seketika jantung Normala menambah ritme kecepatannya memompa darah keseluruh tubuhnya. Normala kemudian memutar tubuhnya.
"Ayo kita pulang Kak !"ajak Normala, Ia sudah melihat Yudhi, sekarang ia ingin pulang tak ingin berlama lama di tempat yang sudah menjadi kenangan baginya itu. Almira menganggukkan kepalanya, ikut berbalik badan menuntun Normala berjalan ke arah lif. Ia sangat mengerti dengan perasaan adik iparnya itu.
"Dia kesini ingin melihatmu Yud !" ucap Jefry, setelah mereka berempat menghentikan langkah mereka, sama sama memandang ke arah kedua wanita yang berjalan ke arah lif itu.
Yudhi menghela napasnya, mengontrol detak jantungnya yang kaget melihat Normala sosok yang ia rindukan. Yah ! Yudhi juga merindukan istri keduanya itu, tapi dia harus menahannya demi menjaga perasaan istrinya Tika. Oh Tuhan ! sejak kapan cinta itu tumbuh di hatinya untuk Normala ?, pikir Yudhi.
"Tunggu !" sahut Yudhi, yang berhasil menghentikan langkah kaki Normala dan Almira yang akan masuk ke dalam lif. Yudhi melangkahkan kakinya mendekati Normala.
Yudhi langsung menarik Normala ke dalam pelukannya."Maaf !, Maafkan aku Normala !"ucap Yudhi.
Normala membeku, ia kaget Yudhi memeluknya, degub jantung Normala semakin kencang.
Dug !
"Aw !"keluh Normala.
"Maafin Papa ya !, anak anak Papa !" ucap Yudhi dengan mata berkaca kaca . Yudhi sangat merasa bersalah kepada darah dagingnya yang masih berada di dalam perut Normala. Meskipun mereka tercipta dari sebuah kesalahan dari Ibunya, tapi Yudhi tetap menyayangi anak anaknya itu.
Kemudian Yudhi berdiri kembali, ia melihat Normala sudah menangis. Yudhi mengangkat satu tangannya, menepis air mata yang mengalir di pipi istri keduanya itu, kemudian mencium kening Normala agak lama.
"Maafkan aku tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu !" ucap Yudhi setelah melepas ciumannya.
"Tak apa Yud !, aku paham ! aku mengerti !. Maaf sudah membuatmu Kak Tika pergi dari rumah. Seharusnya aku tidak menerimamu !, seharusnya kita tidak memulainya !, seharusnya aku tidak memaksamu menukahiku, seharusnya semua itu tidak terjadi Yud !. Yud ! aku memang mencintaimu, aku sudah tertarik denganmu saat aku melihatmu !. Tapi aku tidak pernah ada niatan untuk menjebakmu Yud !, Aku tidak ada niatan untuk mengusik rumah tanggamu dengan Kak Tika Yud.."
"Sssttt...!" Yudhi menempelkan jari telunjuknya di bibir Normala, supaya Normala tidak berbicara apa apa lagi."Semua itu sudah takdir, Tuhan membuat cerita hidup yang rumit kepada kita . Yakinlah ! semua itu pasti ada hikmahnya !" ucap Yudhi.
"Iya Yud ! aku sudah ikhlas. Yud ! bolehkah aku menemuimu kesini sebelum kamu menjatuhkan talak kepadaku ?. Terkadang aku sangat ingin melihatmu !, hanya melihatmu saja Yud !, aku tidak akan memintamu untuk menghianati Kak Tika !" ucap Normala dengan wajah memohon.
"Tentu boleh !"balas Yudhi menyunggingkan seyumnya. Wajah Normala langsung berbinar cerah."Apa kamu dan anak anak kita sudah makan ?"tanya Yudhi , mengingat sudah waktunya makan siang.
Normala menggelengkan kepalanya," belum !."
__ADS_1
"Apa kamu ingin makan sesuatu ?" tanya Yudhi. Normala menganggukkan kepalanya.
"Apa ?"
"Untuk sekarang saya ingin makan ayam bakar !, untuk besok apa saya boleh pesan makanan lagi dari Ibu ?, saya suka masakannya."
"Mau di masakin apa ?" tanya Yudhi lagi, menuntun Normala berjalan masuk ke dalam ruangannya.
"Terong goreng sama ikan asin di kasih sambal ijo yang ada petainya"jawab Normala.
Yudhi mengulas senyumnya , lalu menganggukkan kepalanya . Kemudian membantu Normala duduk di sofa yang ada di ruangannya. Kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya, untuk memesan ayam bakar yang di inginkan Normala via online. Sekalian Yudhi juga mengirim sms kepda Tika istrinya , menanyakan kabarnya dan anak anak mereka, mengingatkan istri tercintanya itu untuk makan dan shalat.
"Apa kamu sudah shalat ?"tanya Yudhi lagi, berjalan ke arah meja kerjanya meletakkan hanphonnya di sana. Yudhi melipat kedua lengan kemejanya ke atas, karna ia akan berwudhu dan menunaikan kewajibannya kepada sang pemberi takdir.
"Belum !" jawab Normala sambil menggelengkan kepalanya. Karna tadi mereka berangkat dari apartemen waktu shalat melum masuk, dan Normala juga sudah tidak sabar ingin melihat Yudhi.
Yudhi melangkahkan kakinya kembali ke arah sofa, mendekati Normala.
"Kita shalat bareng ya !"ajak Yudhi kepada wanita yang masih berstatus makmumnya itu. Normala menganggukkan kepalanya tersenyum bahagia.
Yudhi langsung membantu Normala berdiri, menuntun Normala ke arah kamar mandi yang berada di ruangannya untuk berwudhu.
Lebih kurang sepuluh menit , Yudhi dan Normala pun menyudahi doa mereka dengan mengusapkan telapak tangan mereka ke wajah masing masing. Tenang , hati kedua suami istri itu sangat terasa tenang setalah berserah diri kepada Tuhan seluruh Alam. Yudhi memutar tubuhnya ke arah Normala, mengulurkan tangannya kepada Normala, supaya Normala menyalamnya, yang langsung di sambut istri keduanya itu. Kemudian Yudhi membalasnya dengan mencium ubun ubun Normala yang masih terbungkus mukena. Kedua tangan Yudhi terangkat menangkup kedua sisi wajah Normala.
"Aku minta maaf !, Karna sudah mengabaikanmu !, tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu !. Tapi percayalah istriku !, meski tidak bisa membagi waktu dan diriku untukmu lagi, kamu sudah memiliki tempat di hatiku ! selamanya tempat itu menjadi milikmu. Aku doakan suatu hari nanti, kamu menemukan cinta yang sempurna . Maafkan aku Normala !, jika niatku untuk mengakhiri hubungan kita menyakiti hatimu. Jujur ! melepasmu juga sangat berat bagiku, tapi aku melakukannya karna aku tidak mampu adil, aku tidak semulia Nabi . Aku tidak bisa membahagiakan dua wanita sekaligus, pasti aku akan menyakiti hati kalian berdua secara bergantian. Tidak memilihmu , bukan berarti tidak mencintaimu . Kamu terlalu baik untukku , aku tidak pantas mendapatkan cinta dari wanita yang berhati mulia sepertimu. Maukah kamu memaafkanku Normala ?, aku sangat membutuhkan maaf darimu istriku !, maafkan aku yang sudah tidak bertanggung jawab ini!"ucap Yudhi menangis.
Entah !, Yudhi juga tak menginginkan cintanya terbagi, ia sudah terlanjur mencintai Normala, tapi ia harus menghapusnya. Seharusnya Yudhi tidak mencintai wanita selain Tika lagi, tapi Yudhi adalah manusia biasa yang memiliki iman yang lebih tipis dari kulit bawang. Sungguh rumit, tapi Yudhi harus mengambil keputusan yang bijak.
Normala langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Yudhi. Normala sangat bahagia, mendengar pengakuan cinta dari Yudhi, cintanya terbalas.
"Trimakasih Yud !" ucap Normala dalam tangisnya." Tak apa Yud !, jika hubungan kita harus berakhir, aku ikhlas Yud !. Aku Ikhlas jika kamu tidak memberiku nafkah batin, Tak apa Yud !, mendengar pengakuan cinta darimu aku sudah sangat bahagia Yud !, doakan aku supaya aku kuat Yud !, beri aku ridhomu di setiap langkahku selama aku berstatus menjadi istrimu. Sampaikan salam maafku kepada kak Tika yang sudah membuatnya terluka, Karna sudah menyelip masuk ke dalam hatimu !. Trimakasih atas tempat yang kamu berikan di hatimu Yud !, trimakasih !"tutur Normala.
Hati Yudhi perih mendengar ucapan Normala. Masihkah pantas Normala meminta ridhonya ?. Kepada suami yang mengabaikannya ?. Kenapa Tuhan memberikan hidup yang begitu memilukan kepada gadis sebaik Normala ?. Di pikir pikir sangat di sayangkan, jika Yudhi harus melepas gadis sebaik Normala, tapi Yudhi harus tetap akan melepaskannya , supaya tidak ada yang tersakiti lagi.
Meski Normala bukanlah gadis berhijab, tapi Normala adalah gadis polos, hidupnya tidak neka neko, tidak terpengaruh dengan pergaulan bebas di Negaranya. Karna Jefry seorang Abang, sangat mengawasi pergaulan Normala dengan sangat ketat.
Yudhi mengeratkan pelukannya kepada gadis lemah yang lagi mengandung anak anaknya itu, mencium ujung kepala Normala lama dengan memejamkan matanya.
Yudhi tidak berhianat !, Yudhi tidak menghianati Tika istrinya. Yudhi hanya menjalankan perannya sebagai suami, memberi istinya perasaan. Apalagi Normala lagi hamil, tentu Yudhi tau Normala membutuhkan perhatian darinya , Normala masihlah istrinya , Tika juga tau itu. Lagian mereka harus berbicara, menyelesaikan masalah di antara mereka berdua, supaya tidak ada nantinya yang mengganjal di hati mereka masing masing.
__ADS_1
.
.