21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 14


__ADS_3

Selesai makan mereka pun keluar dari pintu dapur menuju belakang rumah . Sangat indah , melihat area persawahan yang hijau . Yudhi dan Tika mendudukan tubuh mereka di kursi panjang yang terbuat dari bambu , di bawah pohon jambu menghadap persawahan .


Yudhi yang merasa tubuhnya lelah , matanya ngantuk karna kurang tidur . Membaringkan tubuhnya , meletakkan kepalanya di pangkuan Tika . Yudhi meraih tangan Tika , mencium telapak tangannya . Lalu meletakkannya di kepalanya , supaya Tika membelainya .


Tika yang paham pun , mengusap usap kepala Yudhi , menyugar rambut Yudhi ke belakang .


Diam


Mereka sama sama terdiam dengan pikiran masing masing . Menikmati angin sepoi sepoi yang menyapa kulit mereka .


Tak terasa Yudhi sudah terlelap di pangkuan Tika . Tika memandangi wajah yang sudah menemaninya selama hampir tiga Tahun itu . Wajah Yudhi tampak lelah , terlihat dari kelopak matanya , Yudhi terlihat banyak menangis . Tika membungkukkan tubuhnya , mencium kening Yudhi , laki laki yang sangat ia cintai , suami manjanya .


Selama ini Yudhi sudah menjadi suami yang baik untuknya . Tidak sekali pun Yudhi kasar kepadanya , baik secara perbuatan ataupun perkataan . Meski Yudhi lebih muda darinya , Yudhi adalah sosok yang dewasa . Tidak salah jika ia memperbaiki hubungan mereka , memberikan Yudhi kesempatan membuktikan kata katanya , dan demi buah hati mereka . Karna tidak ada manusia yang sempurna , tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah . Karna pada hakikatnya manusia adalah tempat salah dan dosa . Mungkin Tika juga memiliki banyak kekurangan dan kesalahan sebagai seorang istri . Mungkin itu cara Tuhan menegurnya , supaya Tika koreksi diri , dengan menghadirkan orang ke tiga dalam rumah tangga mereka .


Semua rumah tangga pasti mendapat ujian , tidak ada yang berjalan mulus mulus saja . Ada yang di uji dengan kemiskinan , tidak mendapat kerurunan , ada yang di uji lewat mertua atau ipar yang kejam . Ada juga yang di uji dengan suami yang pemalas , kejam, suka main pukul . Dan ada juga rumah tangga itu di uji lewat keluarga perempuan itu sendiri . Dan Tika , Tuhan memberinya ujian dari orang luar , Tuhan menghadirkan orang ketiga di dalam rumah tangganya dengan Yudhi .


Hanya karna satu kesalahan suaminya ,tidak mungkin Tika langsung menghapus kebaikan suaminya selama ini .Jika Tika juga bercerai dengan Yudhi , tidak menjamin ia akan mendapatkan suami yang baik seperti Yudhi , suami yang penyayang dan juga perhatian .


Tika terus memandangi wajah Yudhi yang terlelap , sambil tangannya mengusap usap rambut Yudhi , sesekali ia membelai wajahnya . Ia benar benar tidak rela , jika suami brondongnya itu di bagi dengan wanita manapun .


"Hubby..!"


Panggil Tika membangunkan Yudhi , karna sudah cukup lama Yudhi tidur di atas pangkuannya , kakinya sudah terasa kesemutan , sore juga sudah nampak senja .


"Hubby..!" panggil Tika lagi . Namun Yudhi masih lelap dalam mimpinya . Melihat Yudhi tidak mau bangun juga , Tika pun menjewer telinga Yudhi yang langsung membuat Yudhi langsung terbangun .


"Yayang Beb..!" gumam Yudhi memeluk pinggang Tika dan mencium perutnya .


"Angkat dulu kepalanya Yud !, pahaku sudah keram !" ucap Tika .


Yudhi langsung mengangkat kepalanya dan mendudukkan tubuhnya ."Benaran Yayang Beb ?" Yudhi pun langsung memijat mijat paha Tika .


"Aw ! Yud !" Tika menyingkirkan tangan Yudhi dari atas pahanya .


"Kenapa Yayang Beb ?"


"Keram banget Yud !" keluh Tika , merasakan pahanya seperti di kerubungi segerombolan semut .


"Tahan ya !, kalau sudah di pijat pasti keramnya hilang !" ucap Yudhi , memijat paha Tika lagi ."Maaf ya ! sudah membuat kakimu keram , aku sangat nyaman tidur di pangkuanmu sayang !" ucap Yudhi lagi .


"Hubby..!" panggil Tika lembut ," apa kamu yakin , ingin menceraikan Normala ?" tanya Tika .

__ADS_1


Yudhi menghentikan pijatannya ,menajamkan tatapannya ke wajah Tika yang juga menatapnya . Yudhi mengangkat sebelah tangannya , menyentuh wajah Tika , mengelus pipi Tika dengan jempolnya . Kemudian Yudhi menangkup wajah Tika , lalu mendekatkan wajahnya , mencium kening Tika .


"Aku sudah yakin ! , karna aku sangat mencintaimu !" jawab Yudhi .


"Bagaimana jika kamu berbohong Yud ?"


"Jangan beri aku maaf !" jawab Yudhi , lalu menarik Tika ke dalam pelukannya ."Maafka aku istriku !, seharusnya aku peka dengan perasaanmu . aku janji tidak ada orang ketiga di dalam rumah tangga kita lagi , aku janji sayang !." ucap Yudhi , mengecup ujung kepala Tika .


.


.


Di tempat lain


Normala mengelus ngelus perutnya , dengan air mata menetes di pipinya ." Yud !, aku pikir kamu juga mencintaiku Yud !, nyatanya aku salah . Jangankan mencariku kesini Yud !, menanyakan kabarku pun kamu tidak . Apa sedikit pun tidak ada perasaanmu kepadaku Yud ?. Baiklah Yud !, aku mengerti sekarang !" batin Normala .


Ceklek !


pintu kamar yang di tempati Normala terbuka dari luar .


"Abang !"


Normala menghapus air matanya , melihat Jefry abangnyalah yang datang . Jefry melangkahkan kakinya mendekati Normala yang duduk menyender di atas tempat tidur .


"Ini Abang bawain makanan yang kamu inginkan tadi" ucap Jefry , mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur menghadap Normala ." Abang suapin ya !" ucap Jefry lagi , mengusap kepala adik kesayangannya itu . kemudian membuka kotak makanan yang ia bawa dari luar .Normala tersenyum menganggukkan kepalanya .


"Abang dapat dari mana ?" tanya Normala , kemudian membuka mulutnya menerima suapan dari Jefry.


"Abang suruh shef di restoran membuatkannya" jawab Jefry .


"Ini makanan kesukaan Yudhi !" ucap Normala menunduk sedih . Karna sering kali ia mengidam makanan kesukaan Ayah dari anak anaknya itu .


"Sabar ya !, jika Yudhi memang jodohmu , maka selamanya dia akan menjadi suamimu ! . Tapi jika Yudhi hanya di takdirkan berjodoh denganmu hanya sesaat , itu berarti ada laki laki lain yang menunggu cinta adik Abang yang jelek ini di luar sana ! , mungkin itu yang terbaik !" ucap Jefry tersenyum untuk menghibur adiknya .


"Iya Bang !" jawab Normala memaksakan senyumnya . Jefry pun mengusap kepala Normala lagi dengan sayang .


" Maafkan Abang ya !, gara gara Abang , kamu harus seperti ini !" ucap Jefry lagi .


"Gak apa apa Bang !, ini sudah menjadi takdir Normala , Normala ikhlas Bang !" balas Normala .


"Kamu adalah adik Abang yang baik !, Abang yakin suatu saat , Tuhan akan memberikanmu kebahagiaan" ucap Jefry dengan mata berkaca kaca . Jefry meletakkan kotak makan di tangannya di atas nakas yang berada di samping tempat tidur . Kemudian Jefry menangkup kedua tangannya di sisi wajah adiknya itu , lalu mengecup keningnya lama ." Kamu tidak sendiri , ada abang yang akan selalu bersamamu !" ucapnya setelah melepas ciumannya .

__ADS_1


"Iya Bang !" ucap Normala , air matanya meluncur kembali .


.


.


Pagi harinya


Yudhi membangunkan Tika yang tidur lelap di sampingnya , karna azhan subuh sudah berkumandang .


"Yayang Beb ! bangun !" ucap Yudhi , mengecup pipi Tika .


"Sebentar lagi Hubby..!" guman Tika .


"Sudah subuh Yayang Beb !" ucap Yudhi .


Tiba tiba Tika merasa perutnya mual , ia pun langsung bangun dan turun dari atas tempat tidur, berlari keluar kamar menuju sumur di belakang rumah .


"Yayang Beb !" Yudhi gegas menyusul Tika keluar dari kamar .


"Oek ! oek ! oek ! oek !"


"Yayang Beb !"


Visual



Yudhi



Tika



Normala


Gimana ! kira kira cocok gak visualnya ?


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2