21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 16


__ADS_3

Taxi yang mengantar Tudhi dan Tika , berhenti tepat di depan rumah mereka .


"Trimakasih ya Pak !" ucap Yudhi , memberikan ongkos taxi mereka ke pada yang supir .


"Sama sama !" balas supir itu .


Yudhi pun membuka pintu di sampingnya , turun terlebih dahulu dari dalam taxi . Kemudian membantu Tika turun dari dalam taxi dan menuntun Tika berjalan ke halaman rumah mereka .


"Apa kepalanya masih pusing Yayang Beb ?" tanya Yudhi melihat kening Tika mengerut .


"Sedikit !" jawab Tika .


"Mama..! Papa..! Puyang...!" Seru Daniyal dari pintu rumah mereka , dan langsung berlari ke halaman rumah .


Mendengar adik kembarnya berseru , Daanish yang lagi makan jajanan di tangannya , tak sadar membuang makanannya , dan berlari mengikuti kembarannya berlari ke halaman rumah .


"Mama..! Papa..! puyang..!" Seru Daanish lagi , melihat kedua orang tuanya, benar sudah pulang .


Yudhi yang melihat kedua anak mereka berlari ke arah mereka . Langsung membungkukkan badannya , menangkap kedua bocah yang sangat merindukan Mama mereka itu , menggendongnya di tangan kiri dan kanannya . Yudhi menciumi pipi kedua anaknya itu bergantian .


"Cama Mama !" Kedua bocah itu mengulurkan tangannya mereka ke arah Tika . Mereka benar benar sudah sangat merindukan Ibu mereka .


Tika yang juga sangat merindukan si kembar pun langsung menciumi pipi buah cinta mereka itu ." Maafin Mama ya ! sudah ninggalin kalian !" ucap Tika , mengambil si kembar dari gendongan Yudhi .


"Yayang Beb !, kamu gak bisa gendong mereka berdua !, nanti dedek bayinya bisa sakit sayang ! , satu aja , di dalam rumah baru gendong mereka berdua ya ! " ucap Yudhi , memeberikan Daniyal kepada Tika . Karna Tika ingin menggendong kedua anak mereka sekaligus .


"Cama Mama..!" tangis Daanish karna hanya Daniyal yang di gendong Tika .


"Iya sayang !, di rumah ya !, Mama lagi sakit, gak kuat gendong kalian berdua" ucap Yudhi mengusap usap kepala anaknya , sesekali mencium pipinya .


"Cama Mama...Huaaaaa......!"tangis Daanish lagi , meronta ronta minta di turunkan .


"Iya sayang ! sama Mama !" bujuk Yudhi , terus berjalan ke teras rumah .


Tidak tega melihat Daanish menangis , Tika pun mengambil Daanish dari gendongan Yudhi .


"Jangan Yayang Beb !" larang Yudhi .


"Gak apa apa Hubby , sebentar aja"


Di teras rumah mereka sudah ada berdiri Ibu dan Ayah Yudhi , Ashalina dan Salma , beserta anak anak mereka . Ibunya Yudhi langsung memeluk Tika yang lagi menggendong si kembar .


"Maafin anak Ibu ya !" ucap Ibunya Yudhi .


"Iya Bu !" balas Tika .


"Kakak !" Salma juga memeluk kakaknya setelah Ibunya Yudhi melepas pelukannya dari Tika .

__ADS_1


"Maaf ! sudah membuatmu kawatir !" ucap Tika menangis .


"Tentu aku kawatir kak !, jangan lakukan itu lagi !" balas Salma .


"Sayang !, udah ya ! gendong Daanish sama Daniyal nya . Aku gak mau kamu sama dedek bayinya kenapa kenapa !" ucap Yudhi , mengambil si kembar dari gendongan Tika .


"Dedek Bayi ?" Ashalina yang mendengar mengernyitkan keningnya .


Yudhi langsung mengalihkan tatapannya ke arah Ashalina karna mendengar sepupunya itu megeluarkan suara . Yudhi tersenyum ke arah Ashalina , sambil menaik turunkan alisnya ." Tika hamil lagi !" ucapnya bangga .


Ashalina langsung cemberut memanyunkan bibirnya . Sudah emam bulan ia berusaha bekerja keras dengan Mr Ze , untuk hamil anak kedua , tapi tidak berhasil sampai hari ini . Ashalina sudah sangat ingin hamil lagi .


"Bundo kenapa cembelut ?, Bundo cuka kali cembelut" tegur Zahra kecil , melihat Ashalina memanyunkan bibirnya .


"Bundo gak cemberut , tapi merajuk !" balas Ashalina .


"Cama aja !" ucap Zahra , kemudian berlari mengikuti Daanish dan Daniyal masuk ke dalam rumah .


"Selamat ya Tik ! , kamu sudah hamil lagi , aku belum !" ucap Ashalina memeluk Tika sahabatnya .


"Mudah mudahan kamu juga cepat menyusul !" balas Tika .


"Benaran nak Tika hamil lagi ?" tanya Ibunya Yudhi antusias .Mendekati Tika , mengelus perut Tika yang masih rata . Tika menganggukkan kepalanya .


"Iya Bu !" ucapnya .


"Apa Ibu lagi mengatakan , si bocah tengil itu lebih hebat dari Ayah ? , bikin Ayah malu aja !" ucap Ayah Yudhi , nampak wajahnya cemberut.Tapi sebenarnya ia senang mendapatkan cucu lagi .


"Ya Ayah ! , sama anak sendiri cemburu !" ujar Ibunya Yudhi , menuntun Tika masuk ke dalam rumah .


Yudhi memutar kedua bola matanya jengah , melihat Ayahnya yang selalu cemburu dan merasa menjadi saingannya . Yudhi melangkahkan kakinya mendejati Aryahnya , melingkarkan satu tangannya ke leher Ayahnya , merangkul Ayahnya masuk ke dalam rumah .


"Ayah tidak akan bisa menyaingiku .dari segi wajah , aku jauh lebih ganteng . Dari postur tubuh , aku jauh lebih gagah . Lihat ! aku berhasil membuat keluarga kita berkembang . Itu karna si Buyuangku lebih hebat dari pada Si Buyuang milik Ayah . Jadi Ayah harus terima nasib menjadi orang jelek dan tidak bisa menyaingiku !" ucap Yudhi sembari berjalan ke sofa ruang tamu dan mendudukkan tubuh Ayahnya yang sudah kurus termakan usia .


"Dasar anak durhaka !" sungut Ayah Yudhi . Membuat Yudhi tergelak , berhasil membuat Ayahnya tak berkutik dengan ucapannya .


Ibunya Yudhi geleng geleng kepala melihat suami dan anaknya . Yang selalu bersaing masalah ketampanan . Ayah Yudhi yang sudah tua , sering sekali tidak terima ke kalahannya kepada anak semata wayang mereka .


"Kalau di pikir pikir , kenapa Yudhi bisa memiliki anak kembar ya tante ?, sudah mau dua lagi. Bukankah anak tante sama paman hanya Yudhi aja . Kenapa Yudhi bisa sesubur itu ya ?" tanya Ashalina bingung .


"Menurun dari pamannya , paman Yudhi ada yang kembar , adik dari Ayahnya" jawab Ibunya Yudhi .


"Pantasan !, ternyata ada keturunan kembar" balas Ashalina.


"Apa kalian sudah makan Yud ?, sana kalian makan , kami tadi sudah masak rendang disitu !" suruh Ibunya Yudhi .


"Benaran Ibu masak rendang ?, kebetulan Tika ingin sekali makan rendang Bu !"ucap Tika , dengan wajah berbinar .

__ADS_1


"Iya , sana kalian makan !" suruh Ibunya Yudhi ." Yud ! sana kasi istrimu makan !" suruhnya lagi kepada Yudhi .


"Iya Bu !" Yudhi berdiri dari tempat duduknya , mendekati Tika , menuntunnya berjalan ke arah dapur .


Sampai di dapur , Yudhi menarik kursi lalu membatu Tika duduk ."duduklah Yayang Beb !, biar aku yang mengambil makanan untukmu" ucapnya .


"Nasinya dikit aja Hubby ! , banyakin rendangnya !" ucap Tika .


"Iya istriku sayang !" balas Yudhi , mengecup pipi Tika dari samping . kemudian melangkahkan kakinya ke tempat lemari piring . Mengambil satu piring , mengisinya dengan nasi dan rendang yang baru di masak Ibunya .


"Hubby ! aku ingin makan disuapin !"


"Iya Yayang Beb !"mendudukkan tubuhnya di samping Tika . Lagi , Yudhi mengecup pipi Tika . "Apa anak Papa nih yang ingin di suapi ?"tanya Yudhi sembari mengelus perut Tika yang masih rata .


"Iya Papa ! , adek suka makan kalau di suapi sama Papa !" jawab Tika menirukan suara anak kecil .


"Baiklah anak Papa !, makan yang banyak ya !, biar sehat !" balas Yudhi , lagi lagi Yudhi mengecup pipi Tika . Kemudian menyendok nasi beserta lauk , menyuapkannya ke mulut Tika , yang langsung di terima Tika .


"Untukmu mana Hubby ?" tanya Tika , melihat hanya ada satu piring saja di meja .


"Setelah kamu kenyang baru aku makan sayang !" jawab Yudhi .


Tika mengambil sendok dari tangan Yudhi , kemudian menyendokkan nasi dan lauknya , menyuapkannya ke mulut Yudhi .


"Dedek bayinya ingin Papanya ikut makan !" ucap Tika terseyum .


"Ya udah deh ! Papa ikut makan !" Yudhi menerima suapan dari Tika istrinya ."Trimakasih ya ! sudah memberiku kesempatan kedua !" ucap Yudhi setelah menelan makanan di mulutnya , memandang manik mata Tika begitu dalam .


"Aku sangat mencintaimu Yud !" ucap Tika .


Yudhi mendekatkan wajahnya ke wajah Tika , perlahan menempelkan bibirnya ke bibir Tika . Perlahan menyapu permukaan bibirnya , melu***nya , menciumnya dengan dalam , sedalam cintanya kepada Tika .


"Ehem !"


Yudhi langsung melepas pagutannya , kemudian mengalihkan tatapannya kepada si pemilik suara yang menggagunya berciuman .


Yudhi berdecak meliahat siapa yang berdiri di pintu ruang makan ."Ganggu aja !" ucap Yudhi , melihat Ashalina lah yang menggangu kegiatan berciuman mereka .


"Di sini lagi banyak orang , malah kalian cium ciuman di sini . Bagaimana kalau yang datang itu bukan aku ? , anak anak atau tante atau paman ?. Aku kesini mau ngambil air minum untuk Suamiku dan Mr Rico" ujar Ashalina , kemuadian berjalan ke arah tempat penyimpanan gelas. Lalu mengambil air dingin dari kulkas , menuangkannya ke dalam gelas , lalu pergi .


"Yayang Beb ! bagaimana kalau kita lanjut di kamar kita ?" ucap Yudhi . Langsung Tika menatap Yudhi dengan tatapan permusuhan .


"Apa hamil yang dulu sama yang sekarang nasib si buyuang masih sama ?"batin Yudhi menelan salivanya susah payah .


.


.

__ADS_1


__ADS_2