
"Aku sangat mencintai Tika Bu..! , kenapa dia pergi Bu ? . Aku harus bagaimana Bu ?, apa yang harus kulakukan supaya dia mau kembali ? ,Yudhi bingung Bu !".ujar Yudhi di dalam pelukan Ibunya .
"Tanya hati kecilmu Nak !, Pasti kamu tau jawabanya !" jawab Ibu Yudhi mengusap usap kepala Yudhi yang menyender di dadanya .
Yudhi diam , ia bingung apa yang harus ia lakukan . Menceraikan Normala yang lagi hamil !, tidak mungkin , apa lagi baru tadi mereka mensahkan pernikahan mereka secara hukum . Dan Yudhi juga tidak punya alasan untuk menceraikannya . Tapi jika Normala masih menjadi istrinya , Yudhi yakin Tika tidak mau kembali kepadanya .Yudhi dilema..
"Bu ! aku gak mau kehilangan Tika Bu..! , aku sangat mencintainya Bu..!" ucap Yudhi lirih .
Ibu Yudhi menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan . Ia juga ingin Tika tetap mejadi menantunya , hati kecilnya juga memilih Tika . Tapi jika Yudhi menceraikan Normala , kasihan juga , melihat Normala juga adalah anak yang baik , terlebih Normala lagi mengandung cucu cucunya .Ibunya Yudhi juga jadi ikut dilema .
Normala yang dari tadi berdiri di pintu , tidak berani mendekati Yudhi . Normala membaik badannya , menuruni anak tangga perlahan ke lantai bawah . Tadi mendengar Yudhi berteriak , ia juga ikut menyusul ke lantai dua . Ia juga menyaksikan Yudhi berteriak histeris , memanggil nama Tika . Normala berjalan kembali masuk ke kamar yang ia tempati , sambil menghapus air matanya .
"Aku sudah melakukan kesalahan besar !" batin Normala , mengambil kopernya , membukanya , lalu memasukkan baju bajunya yang sempat di keluarkan . Setelah selesai , ia pun menyeret kopernya keluar kamar , membawanya keluar rumah .
"Nak ! mau kemana ?" tanya Ayah Yudhi dengan tatapan teduh . Ia lagi menjaga si kembar bermain di halaman rumah .
"Maaf Yah ! , Normala harus pulang ! , Normala sudah menyakiti hati Kak Tika ! , salam buat Ibu Yah !" ucap Normala , memutar tubuhnya kembali berjalan ke arah gerbang rumah .
Ayah Yudhi diam tidak tau harus berbicara apa apa lagi . Membiarkan Normala pergi sama seperti Tika , dibiarkan pergi oleh istrinya . Lebih baik seperti itu , dan biar adil , pikirnya . Biar Yudhi bisa menata hatinya kembali tanpa ada istri di sampingnya , siapa sebenarnya yang dicintainya .
Yudhi yang tertidur di pelukan Ibunya , tidak tau kalau Normala juga pergi meninggalkan rumah . Entah sudah berpa lama dia menangis , sampai ia ketiduran di pelukan sang Ibu , yang mampu memberinya kehangatan . Usapan tangan Ibunya di kepala dan di punggungnya , mampu memberinya ketenagan sehingga ia tertidur .
Ibu Yudhi meneteskan air matanya , mencium ujung kepala anak semata wayangnya . Ia tau ! Yudhi tidak sengaja menghianati Tika , mengingat Yudhi menikahi Normala karna ulah orang jahat . Yudhi adalah sosok yang penyayang , Ia tau Yudhi hanya menjalankan tugasnya sebagai suami , jika mencintai pasangan itu adalah keharusan . Dan memang Yudhi harus mencintai istri istrinya . Tapi kembali lagi , hanya seribu satu wanita yang mampu berbagi suami .
"Yah ! tolong pindahin Yudhi ke kasur , dia ketiduran !" ucap Ibu Yudhi melihat suaminya nongol di pintu .
Ayah Yudhi mencebik , melihat istrinya memperlakukan Yudhi seperti bocah lima tahun ." Ini sudah waktu magrib Bu ! , bangunkan aja dia ! . Lagian Ibu gak mikir , yuruh Ayah menggendongnya ! , badan segede itu !, bisa patah pinggangku."
"Gendong Ibu aja..Ayah masih kuat , badan sebesar ini !. Masa gendong Yudhi gak kuat !" ujar Ibunya Yudhi .
"Ini sudah magrib Bu !, suruh dia shalat , biar setannya pergi . Biar dia sadar kalau dia sudah tidak punya istri lagi , tadi sore Normala sudah pergi" balas Ayah Yudhi .
"Ayah biarin ?"
"Itu lebih baik Bu ! , biar adil !" jawab Ayah Yudhi .
"Dia lagi hamil Yah..! , nanti terjadi apa apa sama dia ditengah jalan gimana ?." ucap Ibu Yudhi kawatir .
"Ayah juga bingung Bu ! , melihat rumah tangga Yudhi ! . Di lihat Tika kasihan , di lihat Normala kasihan !" ujar Ayah Yudhi .
"Apa yang harus kita lakukan Yah ?"
__ADS_1
"Sekarang bangunkan Yudhi dulu , suruh dia shalat . Nanti kita bicarakan lagi , dan Ibu juga belum shalat 'kan ?.
"Ibu lagi datang bulan Yah !" jawab Ibu Yudhi .
"Ya elah Bu !, masa kita kalah sama si bocah tengil itu . Bikin harga diri Ayah turun aja !." Ayah Yudhi pun keluar dari kamar Yudhi , turun ke lantai bawah .
.
.
Salma yang mendengar kakakya pergi dari rumah , dan entah pergi kemana , pun menangis .
"Abang ! tolong cariin Kakak Salma Bang !, cari Kakak Salma sampai ketemu Bang !" ucap Salma dari dalam pelukan Rico .
"Iya sayang ! , Abang akan bantu cari !" balas Rico, mengusap usap kepala Salma .
"Bang ! ayo sekarang ke Batam Bang !, Salma mau kasih pelajaran sama Bang Yudhi sama Madunya itu !" geram Salma , mengeraskan rahangnya .
Mendengar pelakor , kucing pun bisa langsung bertantuk . Bukan Itu tujuan Salma ke Batam , ia ingin melihat kedua keponakannya itu , karna ia kawatir di tinggal kakaknya .
"Ini sudah sore , besok kita kesana !" ucap Rico , melihat jam sudah menunjukkan jam 4 sore .
"Adek ganti baju tapi belum mandi !" ujar Rico , mengambil pakaian Salma yang berserak di lantai , menarohnya di keranjang baju kotor .
"Cepat Baaang...!, apa Abang benar mau membiarkan Salam pergi sendiri...!"rengek Salma , melihat Rico tidak ada gerakan untuk bersiap siap .
"Katanya tadi mau pergi sendiri !" cibir Rico , dengan bibir tersenyum .
"Ish ! Abang !!" Salma cemberut .
"Apa ?" Rico semakin menarik sudut bibirnya , Istri kecilnya itu sangat menggemaskan ketika mengerucutkan bibirnya .
"Siap siap Bang..!!"
"Apa yang mau Abang siapkan ?, dari tadi Abang sudah rapi , ganteng dan tampan !" tanya Rico . Yang sudah duduk di tepi kasur memperhatikan Salma di depan cermin merias wajahnya tanpa mandi terlebih dahulu .
"Udah tua juga ! masih aja narsis !" ejek Salma. Karna memang Rico 12 Tahun di atasnya . Salma pun mengambil tas yang berisi Dompet dan pasport dari dalam lemari , kemudian berjalan ke arah tempat tidur , memgambil HP yang terletak di atas kasur dari tadi .
Rico yang tidak terima di bilang tua , langsung menarik Salma , mendudukkan Salma di Pangkuannya , dan langsung menyerang bibir Salma , menciumnya dengan rakus .
"Abang... !!!" pekik Salma memukul dada Rico, setelah berhasil melepas pagutan Rico ." Nanti kita terlambat Bang !."
__ADS_1
"Cerewetnya.. istri abang !" gemas Rico mengecup pipi Salma , kemudian berdiri menggendong Salma , membawanya keluar dari kamar.
Salma yang berasa di gendongan Rico pun cemberut manja . Sampai di ruang tamu , Rico menurunkan Salma , kemudian mereka sama sama berjalan ke kamar Yusuf dan Shahia , putra putri mereka .
"Daddy ! Umi !" Yusuf langsung berlari ke arah kedua orang tuanya yang baru membuka pintu . Rico langsung membungkuk meraih Yusuf yang sudah rapi , baru selesai di mandikan baby sister mereka . Lalu mencium kedua pipi buah cintanya itu .
Salma , ia mengambil Shahia dari gendongan baby sisternya .
"Putri Umi cantik Banget !" ucap Salma , menciumi pipi Shahia dengan gemas .
"Bibi ! , Kak Nimas ! , kami tinggal dulu ya ! , Salma titip apartemen ya " pamit Salma kepada baby sister dan art nya itu.
"Iya Nyonya !" balas Keduanya .
.
.
Yudhi duduk termenung di atas tempat tidurnya , Hari ini tidak pergi bekerja , karna sudah tidak punya semangat hidup . Ia juga sudah tau kalau Normala pergi pulang ke Singapur .
Yudhi masih bingung apa yang harus ia lakukan . Dan ia tidak tau harus mencari Tika kemana .
Ceklek !
"Papa ! Mama mana ? , Huaa....! " kedua bocah itu sudah merindukan Ibu mereka dari tadi malam , entah sudah berapa kali mereka menangis menanyakan dimana Ibu mereka .
Daanish dan Daniyal berlari ke arah Yudhi yang duduk bersila di atas kasur , dan langsung memeluk Yudhi .
Yudhi langsung membalas pelukan kedua anaknya itu ."Maafin Papa ya ! , sudah membuat Mama pergi ! , Ayah janji akan membawa Mama kembali !" ucap Yudhi berurai air mata , kemudian mengcup kedua pipi si kembar bergantian .
"Mama...!" Daanish
"Mama...!" Daniyal
Kedua bocah itu sama sama menangis memanggil Mama mereka ,membuat hati Yudhi perih !.
"Papa janji !, akan membawa Mama pulang !" ucap Yudhi . Ia tak yakin , jika Tika akan mau kembali , jika Normala masih berstatus istrinya .
Normala ! bagaimana dengan Normala ? , di perut Normala juga ada dua anaknya . Bagaimana dengan perasaannya kepada Normala . Apakah ia mencintai Normala ? , Atau hanya kasihan ?. Berdamai menerima pernikahan yang hampir dua minggu mereka jalani . Yudhi juga sudah terbiasa dengan Normala , terbiasa dengan bau tubuh Normala , yang sudah beberapa kali ia nikmati .
Menceraikan Normala , entah kenapa hatinya gentar . Apakah ia harus menceraikan Normala yang sudah sempat ia cicipi sari sarinya ?, tanpa sebab . Yudhi takut , takut Tuhan murka padanya .
__ADS_1