
selesai dengan makan malam mereka , Mr Ze langsung membawa Ashalina dengan menggendongnya masuk ke dalam kamarnya , meletakkan Ashalina dengan hati hati di atas tempat tidur .
" Tidurlah Baby ! , aku masih ada yang harus diselesaikan dengan Jefry " ucapnya , kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar setelah mengecup kening Ashalina .
" Jef ! , besok aku harus mengantar Ashalina , Besok kau urus sahamku yang ada diperusahaan situa bangka itu , dan jual apartemen ini " perintahnya .
" Batam itu dekat , setengah jam sampai , emangnya kamu gak langsung balik kesini ? , tanya Jefry .
" Lakukan saja ! " perintah Mr Ze .
" Baiklah , trus ada lagi ? " tanya Jefry .
" Banyak ! "
" Trus kau ngerjain apa kalau semua saya yang kerjain ? " tanya Jefry kepada bos menyebalkannya itu .
" Saya ini bos ! , jadi terserah saya "
" Terserah kau saja , " balas Jefry , langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah pintu keluar apartemen . meninggalkan Mr Ze yang sering membuatnya kesal .
Sepeninggal Jefry , Mr Ze pun kembali masuk ke dalam kamarnya . Di lihatnya Ashalina sudah tertidur pulas , karna tanpa sepengetahuan Ashalina tadi , Mr Ze memberikan obat tidur ke gelas minumannya . Supaya Ashalina malam ini bisa tidur dengan lelap tanpa harus terus menangis . Dan tentu itu dengan resep Dokter , bukan sembarangan .
usai membersihkan diri dari kamar mandi , Mr Ze langsung bergabung membaringkan tubuhnya di samping Ashalina .
" Aku mencintaimu Ashalina putri..! " ucapnya , mencium sebelah pipi Ashalina kemudian menarik tubuh Ashalina kedalam pelukannya , lalu memejamkan matanya menyusul Ashalina ke alam mimpi .
Esok harinya
Jam sudah menunjukkan jam delapan pagi waktu Singapur , namun dua anak manusia yang tidur saling berpelukan itu belum juga terbangun . Seolah olah tubuh mereka enggan untuk berpisah .
Ashalina mengerjabkan matanya , ia terbangun karna sudah puas dengan tidur lelapnya . Perlahan Ashalina pun membuka matanya , kemudian dilihatnya wajah lelap yang melilit tubuhnya itu . " Mr Ze ! " gumamnya , netranya langsung meneduh mengeluarkan cairan bening , mengingat kejadian tadi malam .
" Aku harus bangun untuk siap siap pulang " ucapnya membatin . kemudian mengangkat tangan yang melingkar di perutnya itu perlahan .
" Mau kemana Baby ? , tidurlah lagi , " gumam suara parau itu tanpa membuka matanya , ia terbangun karna merasakan pergerakan Ashalina . " Biarkan seperti ini sebentar !" ucap Mr Ze lagi sambil mengeratkan pelukannya , karna Ashalina terus bergerak gerak .
" Aku harus pulang ! "
" Aku akan mengantarmu nanti " berbicara tanpa membuka matanya .Ashalina pun diam lalu ikut mengeratkan pelukannya , menyembunyikan kepalanya kebawah ketiak Mr Ze , sampai mereka terlelap kembali .
Ashalina juga sangat berat jika harus berjauhan dengan Mr Ze , ia sudah terbiasa dengan Mr Ze ada didekatnya , tapi bagaimana lagi , masa paspornya sudah habis , lagian tidak mungkin ia tinggal berlama lama satu atap dengan Mr Ze tanpa ada pernikahan terlebih dahulu diantara mereka .
Hari sudah menjelang siang , baru mereka terbangun lagi dari tidur mereka .itu pun karna mendengar Alarm kelaparan berbunyi dari perut Ashalina . Pertanda mereka sudah melewatkan jam untuk mengisi bahan bakar tubuh mereka tadi pagi .
Mereka sudah persis pengantin baru yang lagi menikmati malam pertama mereka , begadang memadu kasih . padahal kenyataannya mereka hanya tidur ngorok , bermimpi sudah menjadi suami istri tidur di atas kasur yang sama .
" Baby ! , suara apa itu ? " tanya Mr Ze tersenyum . mereka masih malas malasan di atas tempat tidur . Dari tadi /atau mungkin dari tadi malam mereka belum pernah melepas pelukan mereka .
Ashalina semakin menyembunyikan wajahnya ," lapar !" ucapnya manja .
__ADS_1
" Gemas banget sih kamu Baby ! , jadi semakin pengen ingin melahap kamu ! " ujar Mr Ze . yang melihat tingkah Ashalin malu malu manja . mengambil sebelah tangan Ashalina lalu menggigitnya .
" Sakit Mr ! " keluh Ashalina , menarik tangannya , lalu mengerucutkan bibirnya .
" Habis kamu gemas banget Baby ! , " lalu di kecupnya tangan Ashalina bekas gigitannya itu .
" Lapar ! " rengek Ashalina lagi , manja .
" Baby ! mandilah ! aku akan memesan makanan untuk kita " ucap Mr Ze , melepas pelukannya , lalu mencium pipi Ashalina yang masih bau iler karna tidur dengan mulut terbuka lebar .
Ashalinan pun menganggukkan kepalanya tanpa berbicara . Melepas pelukannya dan langsung turun dari atas tempat tidur berjalan keluar kamar Mr Ze dan langsung masuk ke dalam kamarnya , untuk membersihkan diri sekalian ia bersiap siap untuk pulang ke Negara tercintanya .
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju pelabuhan perry Singapur Batam . Mr Ze mengenderai kenderaannya dengan kecepatan sedang . Tidak perlu buru buru , karna setiap jamnya ada kapal yang akan berangkat , jika ketinggalan kapal yang satu , akan ada kapal berikutnya .
Sambil menyetir , di usapnya kepala Ashalina dengan satu tangannya , karna melihat Ashalina yang hanya diam saja .
" Baby kenapa diam saja ? " tanya Mr Ze . Ashalina hanya menggelengkan kepalanya .
" Aku akan sering mengunjungimu Baby ! , kalau perlu , aku akan balik hari Batam Singapur setiap hari " ucap Mr Ze , menarik tubuh Ashalina dengan satu tangannya agar menyender di lengannya , dan satu tangannya lagi mengendalikan setir mobilnya .
" Mr Ze ! " panggil Ashalina .
" Apa sayang ? "
" A..aku takut dengan Daddy mu ! , " ungkap Ashalina .
" Apa Ibumu sudah tau apa yang dilakukan Daddy mu kepadaku ? " tanya Ashalina lagi .
" Aku rasa belum ! " jawab Mr Ze .
" Apa Mr gak memberitahunya ? "
" Belum ! "
" kenapa ? "
" Nanti setelah aku balik kesini !"
" Mr ! hhm... ! , " Ashalina ragu dengan apa yang ingin ia tanyakan .
Mr Ze pun menoleh sebentar ke arah Ashalina , lalu bertanya " apa Baby ? " .
" Apa ..hhmm.. ! Mr Along itu Daddy kandungnya Mr ? " tanya Ashalina , karna melihat hubungan antara Mr Ze dan Mr Along , tidak seperti anak dan Ayah .
" Tidak ! " jawab Mr Ze cepat .
" Jadi ? "
" Baby ! , dari tadi kenapa kamu banyak sekali bertanya ? , ayok turun kita sudah sampai " ujar Mr Ze , langsung keluar dari dalam mobil .
__ADS_1
Ashalina mengerucutkan bibirnya , lalu membuka pintu disampingnya , tapi belum juga mau turun .
" Ayo keluar Baby ! , sebentar lagi kapal ada yang mau berangkat " ajak Mr Ze kepada Ashalina yang masih memajukan bibirnya sampai lima senti .
setelah membeli tiket dan selesai melakukan pemeriksaan , mereka pun langsung disuruh masuk ke dalam kapal , karna kapal akan segera berangkat .
" TOOODDD....!!! "
Bunyi klakson itu pertanda kapal akan segera meninggalkan dermaga .
Setelah menempuh perjalanan kira kira setengah jam , sekarang mereka sudah sampai di pelabuhan Perry internasional Batam centre .
mereka pun keluar dari pelabuhan dengan bergandengan tangan berjalan ke arah parkiran menemui seseorang .
" Selamat siang Mr Ze ! " sapa seorang pria paru baya , kemudian memberikan sebuah kunci mobil kepada Mr Ze .
" Selamat siang juga pak Ahmad ! " balas Mr Ze ,sambil menerima kunci mobil dari tangan pak Ahmad .
" Kalau begitu ! saya permisi Mr Ze ! " pamit pak Ahmad , kemudian pergi meninggalkan Mr Ze dan Ashalina .
" Ini mobil siapa Mr ? " tanya Ashalina heran .
" Rental ! " jawab Mr Ze sekenanya . " ayo masuk ! " suruhnya lagi kepada Ashalina .
" Emangnya Mr Ze hapal jalan disini ? " tanya Ashalina lagi .
" Jangankan jalan di sini , jalan ke kampungmu pun saya tau ! " balas Mr Ze , sudah melajukan kenderaannya keluar dari parkiran pelabuhan .
" Paling juga pake kakek gugel ! " sela Ashalina .
" Bukan ! "
" Trus ? "
" Ashalina gugel ! " jawab Mr Ze . Ashalina langsung mengerucutkan bibirnya .
" Mr mau bawa aku kemana ? , ini bukan jalan ke kontrakanku ! " tanya Ashalina , melihat jalan yang dilewati kenderaan yang dikemudi Mr Ze .
" Kita jalan jalan dulu Baby..! , saya tau disini kontrakan cewek tidak boleh menerima tamu cowok ikut masuk ke dalam kontrakan " jawab Mr Ze .
" Trus kita mau kemana ? " tanya Ashalina lagi .
" Ke Hotel ! " jawab Mr Ze sambil menaik turunkan alisnya .
" Ngapain ? "
" Berpelukan ! " jawab Mr Ze .
Ashalina pun mencebikkan bibirnya .
__ADS_1