21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 1


__ADS_3

"Telephon dari siapa Kak ?" tanya Ashalina , terbangun mendengar HP Mr Ze berbunyi .


"Gak tau Baby ! , gak Ada namanya , Kakak angkat dulu , mana tau penting" jawab Mr Ze . Kemudian mendial tombol hijau di layar phonselnya .


"Halo !" sapa Mr Ze .


(........)


"Baik Pak ! , trimakasih !, saya akan segera kesana !" jawab Mr Ze , menutup sambungan telephonnya .


"Siapa Kak ?" tanya Ashalina lagi .


"Dari kantor polisi !" jawab Mr Ze .


"Ada apa ?"


"Mr Along meninggal di dalam penjara di bunuh orang suruhannya , yang tertangkap kemarin di pulau Natuna jawab Mr Ze .


"Trus ?"


"polisi mengatakan , tidak ada yang mengurus Zenajahnya , Kakak harus kesana sekarang !."


"Kenapa harus Kakak ?, keluarganya yang lain 'kan pasti ada." Ashalian heran mengerutkan keningnya .


"Di Singapur dia tidak memiliki keluarga , Orang polisi tau hanya kakak dan Momy keluarganya." jawab Mr Ze .


"Keluarganya dimana ?" tanya Ashalina .


"Di Cina semua !, keluarganya tidak ada yang menganggapnya , Karna kekejamannya merampas harta keponakan keponakannya" jawab Mr Ze .


"Oo..!" Ashalina mengangguk anggukkan kepalanya .


"Gak apa apa 'kan ! kakak tinggal dulu ?" tanya Mr Ze , meminta ijin istrinya .


"Kenapa Kakak peduli untuk mengurus Jenajahnya ?. Bukankah dia sudah menjahati kita ?" Ashalina masih sakit hati , mengingat ia pernah hampir di perkosa Mr Along .


"Sini dekat kakak !" Ashalina langsung pindah ke samping Mr Ze yang masih duduk di atas ranjang . Mr Ze menarik Ashalina ke dalam pelukannya , kemudian mencium ujung kepala Ashalina .


"Dulu kakak tinggal dirumahnya selama 6Tahun , dan momy selama 11 Tahun . Anggap saja dengan kakak mengurus jenazahnya , ungkapan trimakasih kami telah memberi tompangan hidup di rumahnya . Kakak tau kamu masih sakit hati dengan perbuatannya kepadamu . Kakak juga lebih sakit hati lagi sayang melihatmu disakitinya . Tapi untuk memakamkan jenazah adalah kewajiban manusia yang masih hidup sayang ! . Masalah perbuatan dan dosanya , biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhannya ." Berbicara dengan lembut , tangannya sambil mengusap usap rambut Ashalina dari belakang ."Bolak kakak mengurusnya sayang ?" Tanya Mr Ze lagi , Ashalina menganggukan kepalanya .


"Bagaimana dengan Momy ! , apa Kakak akan memberitahu Momy ?" tanya Ashalina .


"Iya sayang !, mungkin besok aku pulangnya agak lama . Kakak akan menjemput Momy ke malaysia ." jawab Mr Ze . Sudah Tiga hari Momy Jeni berkunjung ke Malaysia ke rumah Kakek dan Nenek Mr Ze .


"Kalau begitu Kakak harus siap siap , sebentar lagi Jefry datang menjemput kakak" ucap Mr Ze , melepas pelukannya , mencium kening Ashalina lama.

__ADS_1


"Sepertinya besok pagi aku harus pulang ke Batam Kak ! . Besok sore aku mendapat giliran arisan pengajian ." ucap Ashalina .


"Iya Sayang ! , besok hati hati pulangnya . Besok sore Kakak akan usahain pulang" balas Mr Ze , tirun dari atas tempat tidur ."Tidurlah ! , Ini masih jam dua pagi !" suruh Mr Ze .


"Hati hati kak !" seru Ashalina .


"Iya sayang !" balas Mr Ze . Selesai berganti pakaian , Mr Ze pun keluar dari dalam kamar , berjalan ke arah pintu keluar apartemen .


Sampai di area parkiran disana sudah ada Jefry menunggunya dengan muka masam .


"Kenapa kau peduli dengan si tua bangka itu ?" tanya Jefry , setelah Mr Ze duduk di sampingnya , dan langsung melajukan kenderaannya ke jalan raya .


"Kau tak berperasaan sekali , sudah tau saya ini pengantin baru , masih tega kau mengganggu . Kenapa kau tak ajak Rico je ?" sungut Jefry .


"Pengantin baru bau lapuk ! , Rico tugasnya mengurus perusahaan , dan kua tugasnya membantu saya , apa kau lupa dengan posisimu sebagi asisten saya ?." balas Mr Ze .


"Tapi tak harus sekarang , saya baru sikit memejamkan mata , dah kau ganggu !" ujar Jefry .


"Saya juga kalau tak penting , tak mungkinlah saya ganggu !" balas Mr Ze .


"Saya pikir tak pentinglah ngurus si tua bangka tu !. macam kurang kerja je !"


"Ck ! , tak payah lah kau banyak bicara , macam cewk je !" balas Mr Ze . Jefry mendengus .


.


.


"Aku gak percaya Yud..!" ujar Tika .


"Aku harus bagaimana biar kamu percaya ?" Tanya Yudhi dengan suara lirih .


"Kamu ceraikan dia ! , bukankah kalian hanya menikah sirih ?" jawab Tika .


"Nanti setelah anak itu lahir , aku janji !" ucap Yudhi .


"Kalau kamu gak mau menceraikan dia sekarang ! , biar aku yang mengalah . Aku gak mau dimadu Yud ! , aku gak mau !." Tangis Tika histeris .


Yudhi menarik Tika ke dalam pelukannya , yag langsung di tepis Tika .


"Jangan menyentuhku Yud ! , aku jijik melihatmu ! , aku membencimu Yud..!" teriak Tika .


Tika gak menyangka diam diam Yudhi menikah lagi . Kalu bukan karna Tika menemukan bukti trasfer uang sebanyak lima ribu Dollar ke no rek Normala , mungkin Yudhi akan menyembunyikan pernikahannya dengan Normala adiknya Jefry .


"Yayang Beb ! , meskipun aku menikahinya , aku tidak pernah menyentuhnya kecuali sekali itu aja ! . Percaya sama aku yayang Beb ! , aku di jebaknya . Aku menikahinya hanya untuk mengambil hak asuh anak itu !. Aku mentrasfernya uang untuk biaya anak yang ada di dalam kandungannya . Karna ia sudah tidak bekerja lagi , kakak ipar memecatnya !" jelas Yudhi , untuk meyakinkan Tika .

__ADS_1


"Aku gak percaya Yud ! , jangan kamu pikir aku mau mengurus anak harammu itu ? , Gak Yud ! jangan harap ." Tika berbicara dengan memgeraskan rahangnya .


"Kalau kamu tidak mau ! aku gak akan memaksamu . Tapi yayang Beb ! , anak itu darah dagingku !, suka atau tidak suka , anak itu harus bersamaku " tegas Yudhi .


Tika terdiam memandang Yudhi dengan tatapan kebencian . "Aku membencimu Yud ! , keluar kamu dari kamar ini Yud ! , aku gak mau melihatmu lagi ! . Aku akan kembali ke kampung ! , jika kau gak mengijinkan Daanish dan Daniyal kubawa , aku akan meninggalkan mereka bersamamu !" ucapnya emosi tanpa berpikir panjang .


"Yayang Beb !"


"Keluar Yud !!! , jangan pernah menampakkan diri lagi di hadapanku !!!" terika Tika .


"Yayang Beb !!!, aku ini suamimu !!! , turunkan nada suaramu !!! . Tidak bisakah kamu diajak bicara baik baik !!? . Aku sudah jelaskan dengan jujur , aku tidak sengaja melakukannya , aku di jebaknya . Kenapa sedikitpun kamu tidak percaya !!?." Yudhi akhirnya terpancinh emosi karna Tika berteriak membentaknya .


"Kalau dia benar benar menjebakmu !, tidak perlu Yud ! kamu menikahinya ! . Kenapa kamu tidak membiarkan dia menanggung resikonya sendiri ?. Masalah anak itu , bisa kamu ambil setelah lahir nanti !." ucap Tika lemah .


"Semua sudah ia rencanakan dengan matang !, sehingga aku gak bisa mencari bukti kalau dia menjebakku , dengan memasukkan obat sialan itu keminumanku saat kami melakukan meating di sebuah cafee . Semua bukti yang ia miliki menyudutkanku yayang Beb . Jika aku gak mau menikahinya , dia akan mejebloskanku kepenjara ." jawab Yudhi tidak kalah berurai air mata.


"Apa Mr Jefry mengetahuinya ?" tanya Tika .


"Dia juga sempat percaya kepada adiknya !, Setelah dia mengetahui kebohongan adiknya , dia pun menyuruh Kakak ipar memecat adiknya " jawab Yudhi .


Yudhi meraih kedua tangan Tika , membawanya mendekat ke bibirnya , mengecup kedua punggung tangan itu bergantian .


"Maafkan aku tidak sengaja menyakitimu ! , aku mengaku salah istriku ! . Seharusnya aku hati hati !, tidak mudah percaya dengan orang lain . Maukah kamu memaafkan suamimu yang bodoh ini ?." Yudhi menempelkan kedua telapak tangan Tika di kedua pipinya ." Aku hanya mencintaimu yayang Beb ! , tapi aku juga menyayangi anak itu ! , anak yang berada di dalam kandungan Normala." ucap Yudhi lagi .


"Jangan sebut nama itu di depanku Yud !" pungkas Tika .


"Aku juga membencinya , sudah memperlakukanku seperti laki laki bodoh Yayang Beb . Semenjak pernikahan itu , aku hanya bertemu dengannya saat menemaninya kontrol . Aku tidak pernah tidur bersamanya , percaya samaku istriku !" terang Yudhi . Perlahan Yudhi menarik Tika ke dalam pelukannya . Tika sudah tidak berontak , ia pun menyandarkan kepalanya ke dada bidak Yudhi . menangis terisak .


menjalani pernikahan dua Tahun lebih , rumah tangga mereka baik baik saja . Tapi siapa menduga ! , badai datang menerpanya .


"Berapa Bulan lagi anak itu lahir ?" tanya Tika menghapus air matanya .


"Empat !" jawab Yudhi .


"Selama itu kamu menutupinya dariku ?."


"Aku tidak tega melihatmu seperti ini ! . Biarlah aku yang menanggungnya sendiri , aku ingin istriku hatinya selalu bahagia . Tapi nyatanya aku gagal" jawab Yudhi .


"Kenapa kamu yakin anak itu adalah anakmu ?" tanya Tika lagi .


"Aku yang pertama menyentuhnya !" jawab Yudhi . Tika terdiam , seketika hatinya bergemuruh , merasakan cemburu yang dasyat .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2