
Jefry meletakkan kunci kamar Mr Ze dan Ashalina kembali ke atas meja makan dengan sangat , supaya tidak menimbulkan suara . Setelah ia tadi mengambilnya diam diam membawanya kelantai dua untuk membuka pintu kamar Mr Ze dan Ashalina , sesuai perintah Mr Ze lewat sms kepada Rico .
" Selesai ! " ucap Ashalina , serelah ia memindahkan mie rebusnya ke dalam mangkok . Ashalina pun membawanya ke ke atas meja , setelah ia mendudukkan tubuhnya , ia pun langsung menyendok mie yang asapnya masih mengepul , meniup niupnya sebelum melahapnya , tanpa menoleh ke arah tiga mahluk yang duduk memperhatikannya itu .
" Sha ! kami duluan sudah ngantuk ! "
Ashalina langsung mengarahkan tatapannya kepada Yudhi ." tidak boleh !" kemudian menyuapkan mie kemulutnya lagi .
Jefry dan Rico diam saja , memperhatikan istri sahabat mereka itu . Mereka tidak dekat dengan Ashalina , karna mereka baru beberapa kali bertemu .
Srrup..! Ah !
Ashalina meminum langsung kuah mie nya dari mangkok , nikmat . Setelah meletakkan mangkuknya ke meja , ia pun meminum air putih dari gelas yang ada di depannya , kemudian mengelus elus perutnya yang kekenyangan . bagaimana tidak kekenyangan , sebelumnya ia sudah makan nasi ditambah lagi Mie satu mangkok .
" Sudah ? " tanya Yudhi
Ashalina menganggukkan kepalanya tersenyum manis kepada Yudhi , berdiri dari tempat duduknya . " Yud ! ..."
" Aku sudah paham arti dari senyumanmu itu ! , sana pergi masuk kamar ! " potong Yudhi langsung . Ia tau kalau Ashalina akan menyuruhnya membereskan meja makan dan mencuci mangkok bekas makan mereka .
" Kau memang adikku yang perngertian !" ucap Ashalina , membuat Yudhi mendengus .
Senyum Ashalina tidak surut , ia merasa senang karna keinginannya untuk menyantap Mie sudah kesampaian tanpa ada yang menghalanginya , karna ia sudah mengurung Mr Ze di dalam kamar mereka . Ashalina merasa menang dari suaminya yang menyebalkan itu .
Sampai depan kamar mereka , Ashalina pun langsung membuka pintu kamar mereka dengan kunci ditangannya . Mendorong daun pintu perlahan , sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar .
" Kakak ! " Panggil Ashalina , karna tidak melihat Mr Ze di dalam kamar mereka .Ashalina melangkahkan kakinya ke arah balkon , Mr Ze juga tidak ada ." Apa kakak lagi di kamar mandi ? " gumamnya , membalik badannya berjalan ke arah pintu kamar mandi ." kakak !" panggilnya lagi .
Tidak ada suara dari dalam , Ashalina mencoba mendorong pintu kamar mandi , ternyata tidak dinkunci ." Kakak ! "
Mr Ze pun tidak ada disana , kamar mandi kosong .
" Kok kakak gak ada ?" gumamnya , kemudian mengarahkan tatapannya ke arah balkon ." gak mungkin kan kakak melompat dari balkon ?"
Ashalina melangkahkan kakinyaa keluar dari dalam kamar , berjalan cepat menuruni anak tangga ke arah kamar tamu yang di tempati Momy Jeni .
"Tok tok tok !!! "
" Momy ! Momy ! Momy ! "
__ADS_1
Sambil mengetuk pintu , Ashalina terus memanggil manggil Ibu mertuanya .
Tak lama kemudian pintu terbuka dari dalam ." Ada apa sayang ? "
" Momy ! kakak Zeyn hilang ! " adu Ashalina , panik . ia kawatir ada yang menculik Mr Ze suaminya .
" Kok bisa ? "
Ashalina pun menceritakan kalo ia mengurung Mr Ze dikamar mereka , demi bisa menikmati semangkok Mie instan tanpa ada yang menghalanginya .
" Setelah aku kembali ke kamar kakak Zeyn gak ada lagi di kamar ! " ucap Ashalina , matanya berkaca kaca .
Momy Jeni menghela napasnya , ia tau kalau anak nakalnya itu pasti mengerjai Ashalina ." Tidak mungkin dia hilang ! , diluar ada polisi yang berjaga , kakakmu pasti ada disekitaran rumah ." di usapnya bahu Ashalina yang bersedih ." Yuk kita cari ! " ajaknya .
Ashalina menghapus air matanya yang sempat mengalir ." Gak usah Momy ! Acha kembali ke kamar aja ! , Acha sudah ngantuk Momy ! , Acah mau tidur aja ! ." ucapnya . membalik badannya , meninggalkan Momy Jeni yang masih berdiri ." awas kamu Kak ! " batinya , merapatkan giginya .
Momy Jeni keluar dari kamarnya , melangkahkan kakinya berjalan mencari Mr Ze kesetiap sudut rumah ." Dimana anak nakal itu sembunyi ? , sudah tau istri lagi hamil , masih saja dikerjain "gerutunya ,
Sampai di dalam kamar , Ashalina langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur . Ia kesal , karna ia kalah telak di kerjain Mr Ze , tadi ia sudah merasa menang , berhasil mengurung Mr Ze di dalam kamar mereka , ia lupa kalau suaminya itu lebih licik darinya . Ashalina Ashalina menggigit bibir bawahnya , berpikir bagaiman caranya mengerjain balik suaminya , supaya Mr Ze keluar sendiri dari persembunyiannya .
Aha !
" Sakiiiiit....!!!! , tolong....!!! " merintih pura pura kesakitan ." Sakiiii....!!!"
Benar saja ! , Mr Ze langsung keluar dari persembunyiannya , berlari ke arah tangga di ikuti yang lainnya .
" Sakiii...! " rintih Ashalina pura pura kesakitan .
" Baby ! kamu kenapa ? "
Mr Ze panik langsung di angkatnya tubuh Ashalina dari tangga membawanya turun ke lantai bawah .
" Sakit...! " rintihnya , di dalam hati Ashalina sudah tertawa terbahak bahak .
" Ze ! Acha kenapa ? " Momy Jeni juga ikut panik . berjalan mendekati Ashalina di gendongan Mr Ze .
" Gak tau Mom ! " jawab Mr Ze . membawa Ashalina berjalan ke arah pintu keluar ..
" Cha ! , kamu kenapa sayang ? " tanya Momy Jeni lagi .
__ADS_1
Ashalina mengembangkan senyumnya ." Aku tidak apa apa Momy ! , tadi aku hanya memanggil buaya peliharaanku " jawabnya .
Mr Ze langsung menghentikan langkahnya , menatap Ashalina yang tersenyum dan memeletkan lidah kepadanya .
" Jadi kamu memgerjain aku Baby ? , Hm ! . Sepertinya kamu minta di hukum sama kakak sampai tidak bisa berjalan " ucap Mr Ze , gemas . Membalik tubuhnya membawa Ashalina berjalan ke arah taman belakang rumah .
" Kakak mau membawaku kemana ? "
" Menghukummu di luar " jawab Mr Ze . mencium bibir Ashalina , melu***nya lembut sambil berjalan ke arah taman yang sudah di hiasi dengan lampu hias dan balon , beserta ada tulisan selamat ulang Tahun yang ke 24 Ashalina putri , Dan tidak lupa dengan kue ulang Tahun berukuran besar di atas meja .
" Selamat Ulang Tahun Istriku ! " ucap Mr Ze setelah melepas ciumannya .
Ashalina terdiam , menatap wajah Mr Ze yang tersenyum kepadanya , lalu memutar pandangannya ke sekeliling taman yang sudah dihias seindah mungkin , . kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Mr Ze lagi , diam .
" Kenapa Baby ? "
Mata Ashalina berkaca kaca , ia sungguh terharu .Semenjak lahir ke Dunia ini , ia belum penah yang namanya meranyakan hari ulang Tahun , bahkan ia sering lupa tanggal lahirnya . Menjadi istri Mr Ze yang seorang pengusaha , benar benar merobah hidupnya seratus depan puluh derajat .
" Kakak..!"
" Apa sayang ? " di turunkannya Ashalina dari gendongannya . Ditangkupnya wajah Ashalina dengan kedua telapak tangannya , kemudian di ciumnya kening Ashalina .
Ashalina langsung menghambur memeluk Mr Ze , menangis terharu .
" Kenapa menagis Baby ? Hm..! " tanya Mr Ze lembut . dibalasnya pelukan Ashalina , mengecup ujung kepalanya .
" Aku belum pernah merayakan ulang Tahun kak ! , ini yang pertama kalinya . dari aku masih anak anak , aku sangat ingin merayakannya , tapi aku tidak punya duit , meski hanya membeli kue ulang Tahunnya saja ." jawab Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze .
Mr Ze mengusap punggung Ashalina dari belakang ." sekarang kamu bisa merayakannya setiap Tahun !" ucapnya .
" Kakak kapan menyiapkan ini semua ? , bukankah tadi sore ini belum ada ? " tanya Ashalina .
" Tadi saat kita main kuda kudaan , Yudhi sama Tika yang menyiapkanya " jawab Mr Ze tersenyum , Ashalina mengerucutkan bibirnya .
.
.
.
__ADS_1