21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 12


__ADS_3

"Yud !" panggil Ashalina , masuk ke kamar Yudhi bersama Mr Ze mereka menggendong sikembar satu satu . Di ikuti Rico , Salma dan Ayah Yudhi dari belakang .


Yudhi menoleh ke arah pintu sambil menghapus air matanya .


"Saya sudah memesan tiket untukmu besok menjemput Tika . Menurut informasi dari orang yang saya suruh , Istrimu berada di Jawa Timur , di rumah pamannya" ujar Mr Ze .


Yudhi menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya . Karna suaranya sepertinya sudah habis karna kebanyakan menangis sehari semalam .


Bukan apa apa ! , Mereka menyuruh Yudhi menjemput Tika . Mereka lebih memilih Yudhi mempertahankan pernikahannya dengan Tika dari pada dengan Normala . Mereka kasihan melihat si kembar yang terus menangis karna kehilangan Mamanya .


"Makanya Yud ! , gak usah merasa sok ganteng . Sok sok an mau punya istri dua" ejek Ashalina . Yudhi tidak menanggapinya , ia malah menyenderkan kembali kepalanya ke dada Ibunya , bermanja manja .


"Ya ampun Yud ! , kau itu kaya bocah aja !" gemas Ashalina ." Kak ! pengang Daniyal dulu , rasanya Acha sudah lama gak menjambak rambut si tengil ini ! , udah gatal nih tangan" geram Ashalina , memberikan Daniyal kepada Mr Ze .


Ashalina langsung berjalan ke arah tempat tidur , dan langsung menarik rambutYudhi kuat .


"Sakit Sha !!!" teriak Yudhi , mengangkat kepalanya dari dada Ibunya .


"Makanya jangan seperti bocah ! , anak sudah mau empat juga . Anak anakmu menangis gak mau makan , bukannya kamu urusin, didiamin , di bujuk supaya mau makan !! .Ini malah kamu pula yang mau di urusin !! . Gak malu apa ?" omel Ashalina kepada sepupu tengilnya itu .


"Salah sahabatmu itu sendiri ! , kenapa dia pergi meninggalkan kami !" tangis Yudhi lagi, memeluk Ibunya .


"Ya ampun Yudhi...!!!" geram Ashalina lagi , menarik rambut Yudhi . Melihat kemanjaan Yudhi kepada Ibunya .


"Sakit Sha...!!!"teriak Yudhi lagi .


"Kedua anakmu belum makan Yud ! , cepat kasih kedua anakmu itu makan ! . Mereka gak mau makan kalau kami yang kasih ! , mana tau mereka mau kalau kamu yang suapin !" geram Ashalina .


"Ayah ! keponakanmu jahat !" adu Yudhi malah sama Ayahnya .


Ayah Yudhi langsung memutar kedua bola matanya jengah .


"Bu ! ,sepertinya anak kita dulu tertukar waktu baru lahir di rumah sakit" ucapnya kepada istrinya , melihat kemanjaan anak semata wayangnya itu sama seperti dirinya .


"Alah ! Ayah juga gitu kok , lupa Yah !. Saat Ayah sering dulu di warung kopi sampai jam satu pagi . Saat Ayah kembali kerumah , Ibu gak ada . Ayah menangis tiga hari tiga malam karna Ibu pergi ninggalin rumah" cibir Ibunya Yudhi .


"Ibu gitu sih ! buka kedok Ayah ! , bikin malu Ayah aja" berbicara sambil menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal .


Ashalina dan Mr Ze , mereka sudah tertawa tawa , mendengar Ibu Yudhi mengejek suaminya .Salma dan Rico , mereka hanya tersenyum saja duduk di sofa yang berada di kamar Yudhi .


.


.

__ADS_1


Yudhi memandangi wajah kedua anaknya yang sudah tertidur di samping kiri dan kanannya bergantian, wajah kedua anaknya terlihat sembab dengan mata bengkak sama seperti dirinya . Lalu Yudhi mencium kening kedua , mengusap usap kepalanya .


"Papa minta maaf ya sama kalian , sudah membuat Mama ninggalin kita . Papa janji ! , besok Papa akan menjemput Mama kalian . Papa janji , akan membawa Mama kalian kembali kesini" ucap Yudhi kepada kedua anaknya yang tertidur pulas .


Yudhi pun bangun dari atas tempat tidur , berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu , ia ingin melaksanakan shalat malam , menenangkan diri , memohon petunjuk dan pengampunan . Biar bagaimana pun , tidak mudah bagi Yudhi untuk menjatuhkan talak kepada Normala , meski hatinya sudah bulat memilih Tika . Yudhi ingin meyakinkan hatinya , meminta ridha dari sang pemberi jodoh ,Yudhi takut akan murkaNYA . Tapi untuk mempertahankan keduanya , sudah tidak mungkin , Yudhi tidak mau lebih jauh menyakiti hati istrinya Tika , dan Normala biarlah ia lepas sebelum perasaan mereka semakin mendalam .Selesai shalat , Yudhi lanjut berzikir dan mengaji hingga subuh menjelang .Malam ini Yudhi benar benar tidak tidur sama sekali .


Selesai shalat subuh , Yudhi langsung bersiap siap untuk berangkat menjemput istri tercintanya Tika . Yudhi mendekati tempat tidur , memandang kedua buah cintanya dengan Tika . kemudian mencium kening dan kedua pipi mereka bergantian sambil tangannya mengusap usap kepalanya .


"Doain Papa ya ! anak anak Papa ! , supaya Papa berhasil membujuk Mama kalian , dan membawanya pulang kesini" ucap Yudhi lagi .


Yudhi pun keluar kamar berjalan memuruni anak tangga kelantai bawah , hanya membawa tas ransel berwarna hitam berisi beberapa lembar pakaian ganti saja .


"Bu ! , Yudhi pergi dulu !" pamit Yudhi mendapati Ibunya di dapur . Langsung memeluk ibunya , menangis lagi ." Doain Yudhi Bu ! , supaya Yudhi berhasil membawa menantu Ibu pulang kesini !"ucap Yudhi .


"Ibu selalu mendoakanmu , mendoakan kalian , supaya rumah tangga kalian bahagia" balas Ibu Yudhi . Membalas pelukan anaknya , mengusap usap punggungnya dari belakang .


"Si kembar ada di kamar Yudhi Bu !, titip mereka Bu ! . Yudhi berangkat dulu !"Pamit Yudhi , melepas pelukannya , lalu menyalim tangan Ibunya .


"Iya Nak ! , hati hati !" ucap Ibu Yudhi .


"Iya Bu !" balas Yudhi , lalu pergi .


Di teras rumah , Yudhi menemui Ayahnya duduk sambil minum kopi .


"Iya Nak ! bawa menantu Ayah pulang kembali kerumah ini !" ujar Ayah Yudhi , mengusap bahu Yudhi .


"Doain Yudhi Yah !" ucap Yudhi lagi .


"Itu pasti Nak !"


"Assalamu alaikum !"


"Walaikum salam !"


Yudhi pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumahnya , dengan langkah yang pasti , ia akan membawa pulang kembali istri tercintanya . Keluar dari gerbang rumah , disana sudah ada taxi menunggu yang akan membawanya ke bandara .


.


.


Salma mengantarkan suaminya ke luar dari pintu rumah mereka . Untuk beberapa hari Salma akan tinggal di rumah mereka yang di Batam , Yang hanya berjarak tiga rumah dari rumah Yudhi dan Tika . Setahun yang lalu , mereka membeli rumah di Batam , atas permintaan Salma kepada Rico . Karna Salma merasa tinggal di apartemen itu sangat membosankan , serasa seperti di kurung. Salma ingin sesekali tukar suasana tinggal di rumah yang ada halaman dan penghijauannya .


"Abang ! nanti pulang kesini 'kan ?" tanya Salma menyalam tangan Rico lalu menempelkan ke keningnya .

__ADS_1


"Lihat nanti Dek ! , kalau kerjaan Abang gak banyak !. Adek tau sendiri ! , si Yudhi gak masuk kerja dari semalam !" jawab Rico . setelah mencium kening Salma .


Salma mengerucutkan bibirnya cemberut ," Abang kerja terus ! , gak pernah libur !, kapan dong waktu Abang sama Salma ?. sesekali ngambil cuti kek ! . Salma 'kan ingin juga pergi jalan jalan sama Abang ! , berlibur entah kemana gitu ! , ajak Salma berbulan madu !. Percuma dapat suami kaya , tapi gak pernah diajak liburan !" cerocos Salma .


"Ya ampun Dek !, bibirnya itu kok kaya mesin jahit ,ngomong gak ada komanya ! . Makin hari Adek kok tambah cerewet?" berbicara sambil tangannya mencomot bibir Salma yang mengerucut .


"Emang Adek ingin liburan kemana ?" tanya Rico . Semenjak menikah , Rico memang belum pernah mengajak Salma berlibur ke luar Negri . Selama ini mereka hanya berlibur di Singapur , sekitar kepulauan Riau dan kampung halaman Salma .


"Ke Negara yang ada saljunya !" jawab Salma , masih dengan bibir mengerucut .


"Ke Negara mana ?" tanya Rico lagi .


"Gak tau !" Salma memutar tubuhnya ,hendak masuk ke dalam rumah , yang langsung di tahan Rico dengan menarik tangannya .


"Tunggu Shahia agak besar dulu ya ! , kasihan putri kita kalau di bawa perjalanan jauh . Apa lagi ke tempat yang dingin ada saljunya" bujuk Rico , mencium pipi Salma yang memgembang .


Salma diam seperkian detik , kemudian menganggukkan kepalanya , masih setia dengan bibir dowernya yang megerucut , membuat Rico tidak tahan tidak memgecupnya .


Cup !


"Abang ! , kita lagi di luar rumah !" protes Salma .


"Gak ada yang lihat !" balas Rico , mengembangkan senyumnya menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi .


"Pokoknya Abang nanti harus pulang kesini ! , ha..rus !" manja Salma .


"Okeh ! tapi nanti malam , Adek harus kasih Abang upah ! . Kasih Abang servis yang memuaskan !" ucap Rico mengedipkan sebelah matanya .


Salma mendengus " perasaan setip malam !" ucapnya .


"Ya udah ! Abang pergi dulu ya ! , nanti Abang akan pulang kesini !" pamit Rico , lagi mengecup kening Salma .


"Hati hati Bang !" ucap Salma .Rico menganggukkan kepalanya .


"Assalamu alaikum !"


"Walaikum salam Bang !"


Rico pun melangkahkan kakinya dari teras rumah mereka . Berjalan ke arah mobil yang akan mengantarnya ke pelabuhan , dan langsung masuk .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2