21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 10


__ADS_3

Ibunya Yudhi menyentuh bahu Yudhi ,"Kamu tidak bisa mempertahankan mereka berdua !, kamu harus mengorbankan salah satunya .Tidak ada wanita yang sanggup melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain ,baik itu Tika maupun Normala , Kamu tidak bisa membahagiakan mereka berdua , sekuat apapun kamu berusaha . Di dalam islam memang di perbolehkan memiliki istri lebih dari satu , tapi sebaik baiknya milikilah satu istri , karna tidak akan ada yang tersakiti . Ibu sarankan Jemputlah Tika , lepaskan Normala . Bukan Ibu tidak menyukai Normala , tapi Tika lah yang menemanimu dari nol , Tika lebih lama denganmu , jangan sampai kamu lebih menyesal lagi dikemudian hari . Dengan Normala kamu bisa membicarakannya dengan baik baik !" ucap Ibunya Yudhi .


"Iya Bu !" jawab Yudhi , menangis kembali memeluk Ibunya , menyandarkan kepalanya di dada Ibunya .


"Sssttt....! jangan menagis lagi , sudah Bapak Bapak juga , masih cengeng . Gak malu sama si kembar , udah mau memiliki anak empat lagi" ucap Ibunya ,mengusap usap kepala putra kesayangannya .


.


.


"Kak ! apa benar ! Tika kabur ?" tanya Ashalina kepada Mr Ze .


"Kata Yudhi begitu !" jawab Mr Ze , masuk ke dalam mobil mendudukkannya di kursi penumpang depan . Ia baru keluar dari pelabuhan pulang bekerja dari Singapur .


Ashalina menghela napasnya ," Aku sudah mengingatkan dia sebelumnya , untuk tidak menyuruh Yudhi mempertahankan pernikahannya dengan Normala" ucap Ashalina , ia pun melajukan kenderaannya keluar dari area pelabuhan ." Normala juga ! , seharusnya tidak menerimanya , cukup pernikahan mereka sebagai status aja , apa dia tidak memikirkan perasaan Tika ?. Apa jangan jangan Normala menaroh hati kepada Yudhi selama ini ?" tanya Ashalina dengan pemikirannya .


"Kakak gak tau Baby !" jawab Mr Ze terdengar lesu .


"Kakak kenapa ?, lesu banget ! , kakak sakit ?" Ashalina menyentuh kening Mr Ze dengan sebelah tangannya ." Normal !" ucapnya .


"Gak tau Baby , akhir akhir ini badan kakak terasa lemas , gampang capek , terkadang perut kakak terasa mual kalau cium cium makanan" jawab Mr Ze .


"Kok kaya orang ngidam !" komentar Ashalina , Seketika wajah Ashalina berbinar , menoleh sebentar ke arah Mr Ze , kemudian kembali pokus dengan jalan di depannya ." Apa Acha hamil lagi ya Kak ?" tanya Ashalina .


Mr Ze mengerutkan keningnya menoleh ke arah Ashalina ." Emang Baby sudah telat datang bulan ? , bukannya seminggu lagi ?" tanya balik Mr Ze .


Ashalina menghembuskan napannya lemah , wajah berbinarnya berubah sendu . Ia sudah sangat menginginkan hamil lagi , tapi sudah enam bulan lebih mereka pulang berbulan madu , Ashalina belum hamil juga , di periksa ke Dokter , kata Dokter semua baik baik saja , tidak ada masalah .


Mr Ze mengusap kepala Ashalina dari belakang ." Sabar ya Baby ! , jangan terlalu di pikirin , kalau Allah mau ngasih , itu tidak sulit bagiNYA" ucap Mr Ze .


"Masa anak kita satu aja !, Acha 'kan pengennya empat . Dua laki laki , dua perempuan" ucap Ashalina .


"Iya sayang !, nanti malam kita berusaha lebih keras lagi !" balas Mr Ze tersenyum , meraba gunug kembar Ashalina sedikit mere***nya .


"Kakak !"


"Kakak pengen sayang ! , bagaimana kalau kita ke hotel aja dulu . Nati kalau di rumah , Zahra pasti gak bolehin kita mengurung diri di kamar berdua" ucap Mr Ze . Semenjak putri mereka bisa berjalan dan berbicara , mereka tidak bebas lagi bermain kuda .Zarha kecil selalu menempeli mereka berdua ,melarang mereka berpekukan .


"Kakak ! lepas tangannya ! , Acha lagi nyetir ! , ini udah mau magrib . Nanti malam setelah Zahra tidur 'kan bisa !" ujar Ashalina , karna Mr Ze masih aja memain mainkan tangannya di gundukan Ashalina .


"Belok ke hotel , atau Kakak lakukan disini !" ancam Mr Ze .

__ADS_1


"Aish ! Kakak ini ! mesumnya gak berkurang kurang !." ucap Ashalina .


"Alah ! kalau belalai kakak sudah masuk ! , kamu juga menyukainya , mulutmu itu langsung mendesah keenakan" cibir Mr Ze ." Ayo cepat belok ke hotel !" perintahnya , membuat Ashalina seperti tawanan .


Ashalina memutar bola matanya jengah , Suaminya itu dari dulu benar benar seperti buaya kelaparan . Hampir setiap hari meminta jatah , tidak ada bosan dan capeknya .


"Iya ! tapi tangan Kakak lepas dulu , aku gak bisa konsentrasi nyetir" ucap Ashalina .


"Baiklah sayangku !" Mr Ze melepas tangannya dari gundukan Ashalina , kemudian menyandarkan kepalanya di lengan Ashalina ." lebih cepat Baby ! , lihat tuh belalai kakak dalam celana , sudah ngamuk ingin menyerangmu !" ucapnya lagi .


Ashalina diam tidak membalas ucapan suami mesumnya itu lagi . Membayangkan belalai Mr Ze ketika sedang mengamuk , Ashalina menelan salivanya bersusah payah . Otak kotornya sudah berkelana ke atas ranjang .


.


.


Normala terus mangis di dalam pelukan Almira Kakak iparnya . Pulang dari Batam , ia langsung ke apartemen Jefry Abangnya .


"Normala ! , kamu sedang hamil ! , tak bagus jika kamu menangis terus . Tak bagus untuk kesehatan bayimu !" ucap Almira , menenangkan Normala .


"Kenapa Dunia ini kejam kepadaku Kak ?" tanya Normala .


"Aku mencintai Yudhi kak ! , aku menyukainya semenjak pertama melihatnya kak ! . Apa aku salah jika aku ingin hidup dengan orang yang kucintai ?. Aku juga tidak ingi rasa ini ada , aku juga ingin menghapus rasa ini , tapi sampai sekarang rasa ini masih sama , malah semakin bertambah setelah dia menerimaku" Jujur Normala .


"Lalu kenapa kamu meninggalkannya ?" tanya Almira , tangannya mengusap usap rambut Normala dari belakang .


"Cintaku sudah menyakiti kak Tika !" jawab Normala .


"Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat meninggalkan Yudhi ! . Jika kamu mempertahankan pernikahanmu dengan Yudhi pun , belum tentu kamu bahagia ! , apa kamu yakin ! Yudhi bisa membalas cintamu !. Yudhi pasti lebih mencintai Tika istri pertamanya , karna mereka sudah lebih memiliki banyak kenangan . Dan Tika juga tidak tersakiti lagi karna kehadiranmu . Kamu bisa mencari kebahagiaan dengan laki laki lain , cobalah buka hatimu !."


"Apa masih ada laki laki yang mau dengaku Kak ? , aku ini adalah wanita kotor , aku sudah tidak suci !"tanya Normala polos .


Almira diam sebentar , lalu berbicara ," Pasti ada !" ucapnya yakin .


Normala pun menghentikan tangisnya mengusap air matanya ." Kak ! Abang Jefry mana ? , aku mau minta tolong , supaya Abang Jefry membantu mencari Kak Tika ." tanya Normala , semenjak dari tadi pagi ia belum bertemu Jefry .


"Sepertinya Lembur , katanya tadi Mr Ze cepat pulang karna kurang sihat ! . Banyak kerjaan , karna Yudhi juga tak hadir !" jawan Almira .


Normala meneduhkan pandangannya , ia mengingat bagaimana histerisnya Yudhi , saat tau Tika pergi dari rumah . Kakak iparnya benar , sepertinya Yudhi tidak mencintainya , Yudhi hanya menjalankan kewajibannya sebagai suami , sekedar memberinya nafkah .


"Ayo kamu makan dulu ! , tadi kamu cuma kaman sikit . Bayi bayimu pasti lapar !" ajak Normala .

__ADS_1


Perlahan Normala menganggukkan kepalanya , karna ia juga harus memikirkan bayi dalam kandungannya .


"Yuk !" Almira membantu Normala turun dari atas tempat tidur , menuntunnya keluar kamar , berjalan ke arah ruang makan .


.


.


Keluar dari pelabuhan , Salma langsung melingkarkan tangannya ke lengan Rico . Karna banyak cewek cewek yang memandang ke arah Rico . Salma tidak suka , Salma cemburu , Apalagi Salma tau pria bertampang Bule sangat laris di Indonesia , terlebih Rico memiliki wajah tampan menawan . Salma takut Rico kepincut cewek lain .


Rico yang tau Salma cemburu pun mengulum senyumnya . Rico sangat suka jika Salma cemburu .


"Adek kenapa ?"tanya Rico , karna Salma semakin mengeratkan tangannya ke lengan Rico .


"Semua cewek cewek pada nengokin Abang !" ucap Salma cemberut .


"Itu karna Abang ganteng sayang !" goda Rico .


"Salma gak suka !" jujur Salma .


"Hatiku hanya milikmu sayang !" Rico pun mengecup ujung kepala Salma yang sedang di landa cemburu .


"Awas kalau Abang nikah lagi ! , Salma pindah nama semua harta Abang jadi atas nama Salma" ancam Salma .


"Semenjak kapan istri Abang ini matre !" Rico menarik pinggang Salma dari samping , membawanya berjalan ke parkiran mobil yang menunggu mereka .


"Semenjak pelakor bertebaran dimana mana !" ketus Salma . Membuat Rico tertawa cekikikan .


"Memuaskanmu saja Abang kewalahan , Abang tak sangguplah punya istri dua . Bisa bisa Abang tak kuat jalan untuk pergi bekerja" bisik Rico ke telinga Salma .


"Banyak orang Bang ! , nanti ada yang dengar ! , malu Bang !" protes Salma .


"Gak ada yang dengar sayang !" Rico mengulum senyumnya , mengingat betapa liarnya istri kecilnya itu di atas ranjang , Ah ! Rico sangat menyukai itu .


Rico pun membuka pintu mobil penumpang belakang , kemudian membantu Salma masuk , kesusahan karna lagi menggendong Shahia kecil yang ketiduran . Kemudian Rico masuk , ia pun menggendong Yusuf yang tidur menyender di pundaknya . Mereka sama sama duduk di kursi penumpang belakang . Setelah Rico menutup pintu di sampingnya , Pria paru baya yang bekerja merawat rumah mereka itu pun melajukan kenderaannya keluar dari area pelabuhan .


"Bang ! Kita langsung ke rumah si kembar ya ! , Salma kawatir sama mereka !" ucap Salma .


"Iya sayang ! " balas Rico ," Pak Rudi ! , kita ke alamat XXX dulu" ucap Rico kepada supir mereka .


"Baik Mr !" jawabnya .

__ADS_1


__ADS_2