
***
"Kak Tika !, dari kemarin aku ingin menemuimu , tapi aku tidak punya keberanian. Aku minta maaf karna sudah mencintai Yudhi . Maafkan aku karna sudah egois ingin ikut memiliki Yudhi, aku tulus mencintainya kak Tika. Aku hanya mengambil sedikit cintanya kak !" ucap Normala memandang Tika dengan pandangan meneduh.
"Lalu kenapa kamu pergi ? jika kamu mencintainya ?" tanya Tika.
Normala menghela napasnya,"Jika aku tidak pergi, apa Kak tiga sanggup berbagi suami selamanya ?"tanya balik Normala.
Tika menajamkan pandangannya kepada Normala."Aku sudah ikhlas."
Normala mengembangkan senyumnya, mengambil tangan Tika yang duduk disampingnya."Trimakasih !."
"Aku titip Nail dan Najib ya Kak Tika !. Aku yakin Kak Tika adalah Ibu yang baik untuk mereka !" mohon Normala.
"Kembalilah !, mereka pasti sangat membutuhkanmu !"ucap Tika.
Normala mengembangkan senyumnya lagi sambil menggrlengkan kepalanya." Apa Kak Tika gak takut, aku mengambil cinta Yudhi seluruhnya jika aku kembali ?"canda Normala.
Tika menajamkan tatapannya ke arah Normala, tak suka , terlihat marah. bukankah ia sudah ikhlas berbagi, kenapa malah Normala ingin mengambil Yudhi seluruhnya darinya.
Normala semakin mengembangkan senyumnya, melihat Tika cemburu."Aku hanya bercanda, cinta Yudhi kepada Kak Tika jauh lebih besar dibanding kepadaku. Tak pantas Kak Tika cemburu !, aku yang cemburu kepada Kak Tika. Bahkan saat kami berdua, Yudhi sering menceritakan Kak Tika kepadaku, Kak Tika adalah cinta pertama Yudhi."
Tika mengerutkan keningnya mendengar penuturan Normala.Darimana pula Normala tau, kalau ia adalah cinta pertama Yudhi. Sedangkan selama ini Tika tau, Ashalina lah cinta pertama Yudhi. Tika mengenal Yudhi dari Ashalina sahabatnya.
"Mama..! "
"Mama..!"
"Mama..!"
"Mama..!"
Tika dan Normala sama sama mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara yang memanggil Mama. Normala nampak tersenyum senang melihat tiga anak laki laki dan satu anak perempuan berlari ke arah mereka. Tika mengerutkan keningnya, tidak mengenali ke empat bocah yang berkisaran lima tujuh Tahun ke bawah itu.
"Siapa mereka ?" tanya Tika.
"Anak anakmu Kak Tika !" jawab Normala tersenyum.
"Aku tidak mengenal mereka !" ucap Tika.
Dari tadi senyum Normala tidak luntur,"Anak anak ! sini !"panggil Normala kepada ke empat bocah itu.
Ke empat bocah itu pun mendekat kepada Normala. Normala langsung menciumi pipi pipi mereka bergantian.
"Ini Mama kalian !, ayo kalian harus ikut dengannya. Ayo salam Mama Tika !" suruh Normala kepada ke empat bocah bocah menggemaskan itu.
"Kak Tika , Mereka adalah hadiah untukmu, hadiah ketulusan hatimu, menerimaku dan kedua anak anakku !"ucap Normala.
__ADS_1
Tika mengalihkan pandangannya ke arah Normala, bergantian menatap ke empat bocah yang tersenyum menyebalkan kepadanya. Tika tersenyum, melihat senyum bocah bocah itu mirip dengan dirinya dan Yudhi. Tika pun langsung memeluk ke empat bocah itu, dan menciumi pipi pipinya.
"Mama !"
"Mama !"
Kedua bocah laki laki datang lagi berlari mendekat ke arah mereka. Kedua bocah itu langsung memeluk Normala. Normala pun langsung menciumnya dengan sayang, matanya nampak berkaca kaca.
"Kalian ikut Mama Tika ya !, kalian tidak boleh nakal, apa lagi melawan kepada Mama Tika" ucap Normala meneteskan air matanya.
"Kenapa Ma ?" tanya kedua bocah itu bersamaan.
"Mama harus pergi sayang !, Maafin Mama ya !"ucap Normala, menghapus air matanya.
"Kenapa gak membawa kami ikut dengan Mama saja ?"tanya Nail kecil, diangguki Najib.
Normala mengusap kepala kedua anak kandungnya itu bergantian." Kalau kalian ikut sama Mama, nanti Papa kalian tambah sedih, apa kalian gak sayang sama Papa kalian ?, Papa kalian sangat menyayangi kalian" jawab Normala." Suatu saat nanti ada masannya kita akan berkumpul bersama. Semua hanya masalah waktu nak !"ucap Normala.
"Tapi Ma..!" ucap Nail dan Najib bersamaan.
"Nail ! Najib !, ayo main sama Abang !" panggil Daanish dan Daniyal, entah datang dari mana mereka, berlari ke arah kedua Ibu dan adik adik mereka. Nail dan Najib sama sama memutar tubuh mereka ke arah Daanish dan Daniyal.
Normala tersenyum sambil menghapus air matanya yang tidak berhenti keluar dari tadi.
"Mama !, Tante Normala !, disini juga ?"tanya Daanish, dengan napas yang ngosngosan karna habis berlari.
"Abang Daanish ! Abang Daniyal !, jaga anak tante ya !"ucap Normala kepada sikembar.
Normala semakin mengembangkan senyumnya, kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah Tika yang sibuk dengan ke empat bocah di pelukannya.
"Kak Tika !" panggil Normala , Tika langsung mengalihkan pandangannya ke arah Normala." Aku harus pergi, tolong jaga anak anakku Kak Tika !" ucap Normala menangis kembali.
"Mama ! kami ikut !" tangis Nail dan Najib, tidak ingin di tinggalkan Ibu mereka.
"Aku sudah menerimamu dengan ikhlas Normala !. Anak anakmu sangat membutuhkanmu !"ucap Tika, kasihan melihat Nail dan Najib menangis.
Normala menggelengkan kepalanya," Aku harus pergi Kak !" Normala mencium kening kedua putranya. Kemudian menyerahkannya kepada Tika. Kemudian berlari menjauhi Tika dan anak anak mereka, sambil terus mengapus air matanya yang tidak berhenti mengalir.
"Mama ! jangan tinggalin kami..!"tangis Nail dan Najib.
"Normala..!! mereka sangat membutuhkanmu !!"panggil Tika, tidak tega dengan kedua anak anak Normala.
Normala membalik badannya ke arah Tika, Tersenyum ke arah Tika, meski dengan wajah sembab, senyumnya terlihat sangat menyebalkan menurut Tika.
"Aku sangat mencintai Yudhi Kak Tika..!, jangan marah ya !.Karna aku mengambil sedikit cintanya !, dan membawanya pergi jauh !. Tuhan memberiku jalan untuk tetap menjadi istrinya !, selamanya !, aku menunggu kalian semua !, Aku menyayangi kalian !, aku mencintai kalian semua !" seru Normala, tersenyum dengan linangan air mata membanjiri pipinya. Kemudian membalik badannya berlari sejauh mungkin.
"Normala..! jangan pergi..!" teriak Tika menangis.
__ADS_1
"Mama..!" Tangis Nail dan Najib.
Tika Menarik Nail dan Najib ke dalam pelukannya. Mencium ujung kepala kedua bocah itu." Kalian ikut Mama Tika, mau !" tanya Tika.
"Kenapa Mama kami pergi meninggalkan kami ?"tanya Najib menangis.
"Kalau sudah takdir menjemput manusia atau benda hidup lainnya, tidak ada yang bisa menolak. Nanti kita juga akan menemui takdir itu, cepat atau lambat" jawab Tika.
"Kenapa takdir itu tidak menjemput kami bersama Mama ?"tanya Nail.
"Belum waktunya sayang !, sekarang kalian ikut Mama ya !" bujuk Tika. Menghapus air mata kedua bocah itu bergantian. lalu mencium kedua kelopak matanya."Jangan menangis lagi ya !, nanti Mama kalian sedih !"ucap Tika lagi.
"Yayang Beb ! kalian disini ?" tiba tiba Yudhi datang.
"Papa kalian sudah datang !, Yuk kita pulang !" ajak Tika kepada Nail dan Najib. Berdiri dari tempat duduknya, tanpa melepas pelukannya kepada kedua bocah malang itu."Anak anak ! ayo kita pulang !, papa kalian sudah datang menjemput, besok di lanjut mainnya !"seru Tika kepada ke enam anak anaknya yang sibuk bermain di taman rumput yang luas di tumbuhi bunga warna warni.
"Kamu memang Ibu yang sangat baik Yayang Beb !" ucap Yudhi mengcup pipi Tika.
"Papa malu di depan anak anak !"tegur Tika. Yudhi malah menciumnya lagi dan lagi.
***
Yudhi yang melihat Tika tidur gelisah dengan bercucuran keringat, langsung membangunkan Tika. Tadi setelah Tika dan sikembar tertidur, Yudhi keluar kamar, karna harus menyambut tamu tamu yang masih berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa, yang tidak sempat hadir tadi pagi.
"Yayang Beb !" Panggil Yudhi mengecup pipi Tika.
"Ya Tuhan ! dia demam " guman Yudhi, kaget, merasakan kening pipi Tika panas saat menciunnya. Yudhi bergegas keluar kamar dengan panik. Langsung berjalan cepat ke arah dapur, mengambil baskom dan air hangat.
"Yud ! ada apa ?" tanya Ibu Yudhi , melihat anaknya panik. Mereka masih duduk di ruang tamu bergabung dengan yang lainnya.
"Tika demam Bu !"jawab Yudhi kebali masuk ke dalam kamar. Ibu Yudhi langsung berdiri dari tempat duduknya, menyusul Yudhi masuk ke dalam kamar. Begitu juga Ashalina dan Salma, yang mendengar Tika demam.
Yudhi mengambil sapu tangan dari tas Tika, langsung mencelupkannya ke air hangat, memerasnya lalu menempelkannya ke kening Tika. Yudhi yang baru kehilangan istri keduanya, jelas kekawatiran Yudhi berlipat lipat melihat Tika istri pertamanya sakit.
Ashalina keluar kamar, mencari suaminya. Ingin meminta suaminya memanggilkan Dokter. Mengingat Tika yang lagi hamil, Ashalina menjadi kawatir.
"Kakak !" panggil Ashalina.
"Apa Baby ?" Tanya balik Mr Ze, yang lagi menggendong Zahra putri mereka, yang tertidur bersandar di pundaknya. Mr Ze lagi mengobrol dengan teman teman bisnis mereka dengan posisi berdiri. Mr Ze terlihat sangat hot dady dengan wajahnya yang tampan mempesona.
"Tika demam Kak !, Tolong panggil Dokter !" ucap Ashalina. Mengambil Zahra dari gendongan Mr Ze.
Mr Ze langsung memgeluarkan phonselnya dari saku celananya."Sebentar !" ucapnya kepada teman teman bisnisnya itu. Kemudian mencari kontak Dokter yang di kenalnya, langsung melakukan panggilan.
"Sudah Baby !"ucap Mr Ze, setelah mengakhiri sambungan telehonnya. Ashalina menganggukkan kepalanya, lalu meninggalkan Mr Ze bersama teman teman bisnisnya. Membawa Zahra, hasil menunggak kuda mereka ke kamar yang di tempati Yudhi dan Tika.
.
__ADS_1
.
#Gak seru cerianya ya !, jumlah yang baca sama yang like semakin mengerucut. Sedih 😂😂😂. Tapi tak apa apa, author masih belajar. Dan menulis juga hanya sebatas kesenangan author saja.