
Ashalina terbangun dari tidur lelapnya karna mendengar bunyi Alarm dari ponselnya . Ia merasa malam ini tidurnya sangat lelap beda dari malam malam sebelumnya . Ashalina mengerutkan keningnya karna ia merasa seperti ada yang menimpa perut dan kakinya . karna masih malas membuka matanya , ia pun meraba apa yang melingkar di perutnya ," tangan ? ," batin Ashalina , lalau membuka matanya .
Dilihatnya , benar ! tanganlah yang melingkar diperutnya . Lalu Ashalina mengalihkan pandangannya ke arah sampingnya , ia melihat Mr Ze tidur sambil memeluknya dengan posesif , seperti Ashalina takut akan kabur .
" Mr Ze ! ," gumam Ashalina , kemudian memutar memorinya , kenapa ia bisa tidur seranjang dengan Mr Ze . Tapi Ashalina hanya mengingat terakhir ia didalam mobil perjalanan pulang dari Garden by the by .
Tadi malam Ashalina ketiduran di dalam mobil . Karna tak ingin Ashalina tidurnya terganggu , Mr Ze pun menggendongnya membawanya sampai ke dalam apartemen miliknya . Dan membawanya masuk kedalam kamarnya , agar ia bisa tidur sambil memeluk gadis tercintanya itu .
Dengan pelan Ashalina mengangkat tangan Mr Ze dari atas perutnya .
" Mau kemana Baby ? ."
Suara parau khas bangun tidur itu mengagetkan Ashalina.
" Mr ! ."
"Apa Baby ? ."
" Kenapa Mr membawa aku tidur di kamar Mr ? ." tanya balik Ashalina .
" Aku ingin tidur sambil memelukmu ," menjawab tanpa membuka matanya , semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di leher Ashalina
" Tapi Mr ! , kita belum menikah ! ," jelas Ashalina , merasa kegelian dengan hembusan napas hangat Mr Ze .
" Aku hanya tidur memelukmu , kita tidak melakukan apa apa ," balas Mr Ze dengan pemikirannya , sambil di kecup kecupnya bahu Ashalina .
" Mr...! " panggil Ashalina suaranya sudah terdengar seperti mendesah .
" Apa sayang..? ," kecupannya semakin merambat kemana mana . mendengar suara Ashalina sudah berobah , ia tau Ashalina sudah mulai terangsanng .
"Jangan lakukan Mr ! , jika Mr benar benar mencintaiku ," ucap Ashalina berusaha tetap bertahan dengan kesadarannya .
" Tapi aku sudah ingin sekali Baby ! , aku sudah kecanduan melakukannya ," balas Mr Ze . tangannya sudah merayap ke gunung kembar Ashalina .
" Aahh ! ," desahan itu pun lolos dari bibir Ashalina , tangannya berusaha menyingkirkan tangan Mr Ze dari gunung kembarnya tapi tidak berhasil . " Aahhhh......! " desah Ashalina lagi.Tubuhnya sudah berhianat kepadanya ,sekuat hati ia menolak tapi tubuhnya terus meresponnya .
__ADS_1
Ashalina terus mencoba mempertahankan kesadarannya , jangan sampai ia menyerahkan kesuciannya diluar nikah kepada Mr Ze .
" Sadar Mr !! ," ucap Ashalina dengan suara keras , dicubitnya Paha Mr Ze dengan kuat .
" Aw ! , sakit Baby ! , kenapa mencubitku ?," keluh Mr Ze , mengusap paha nya yang terkena capit kepiting betina .
" Makanya jangan melanggar janji ," Ashalina langsung cepat turun dari atas tempat tidur , keluar dari dalam kamar Mr Ze dan langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan Mr Ze yang kesakitan .
Sampai di dalam kamar , Ashalina memegangi dadanya , " hampir saja ," gumamnya , kemudian masuk ke dalam kamar madi untuk membersihkan diri .
Di dalam kamar Mr Ze , Mr Ze sudah mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur . Diusapnya wajahnya kasar ," kenapa begitu susah merubah kebiasaan ? Tuhan ! , bantu aku ! , jangan sampai aku melakukannya lagi dengan wanita lain , apa lagi kepada Ashalina ," ucapnya berbicara sendiri . lalu turun dari atas tempat tidur miliknya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri .
Usai membersihkan diri , Mr Ze mengambil air Wudhu untuk shalat . beberapa hari ini Mr Ze diam diam mulai belajar bagaimana cara beribadah sebagai seorang muslim . tidak begitu sulit baginya , karna ia tinggal mengasah kembali apa yang sudah pernah ia pelajari waktu masih anak anak , ditambah lagi IQ nya yang diatas rata rata jadi dengan mudah ia bisa menghapal gerakan dan bacaan shalat . Dan diam diam dia sudah mulai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim tanpa ada yang tau .
Semenjak malam itu , Ashalina menolaknya dengan alasan Agama , Hati Mr Ze tersentuh , ia langsung teringat dengan Almarhum Ayahnya yang pernah memberikannya pendidikan Agama . Selama ini ia sudah lupa dengan Agamanya , ia hidup seperti manusia yang tak bertuhan yang lupa akan hari akhir .
Seperti biasa , usai melaksanakan kewajibannya kepada sang pencipta . Ashalina akan memulai pekerjaannya mulai dari membuat sarapan untuknya dan majikan tampan pujaan hatinya itu .
" Baby ! masak apa ? ," memeluk Ashalina dari belakang sambil mencium pipinya .
" Mie gomak ? ," ulang Mr Ze . ia tidak tau apa itu mi gomak .
" Hm !, " balas Ashalina , sambil memindahkan mie goreng buatannya ke atas piring . kemudian membawanya ke meja makan .tanpa menghiraukan gurita yang lagi menempelinya dari belakang . Membuatnya susah untuk bergerak .
Mereka sudah persis seperti pengantin baru yang lagi hangat hangatnya .
" Baby..! ," rengek si gurita dari belakang karna Ashalina tidak menghiraukannya , bibirnya tidak lepas mengecup ngecup pipi Ashalina .
" Apa Mr ? ," Entah kenapa tiba tiba Ashalina tidak semangat . dari tadi perutnya agak terasa sakit seperti akan datang bulan .
" Kamu kenapa Baby ? ," melepas pelukannya , memutar tubuh Ashalina ke arahnya . " Kenapa..? Hm..! ," tanya Mr Ze lembut .
" Gak tau ! , lagi gak semangat aja ," jawab Ashalina .
" Apa kamu marah dengan kejadian yang tadi ? , aku minta maaf Baby ! ."
__ADS_1
" Ya ! , aku marah ! , jika sekali lagi Mr melakukannya jangan harap Mr bisa melihatku lagi ," ancam Ashalina .
" Iya Baby ! , aku tidak janji , tapi bantu sadarkan aku jika aku khilaf ," ucap Mr Ze
tiba tiba wajah Ashalina memucat , karna merasakan nyeri diperut bagian bawanya tambah parah .
" Kamu kenapa Baby ? ," Mr Ze panik , langsung diangkatnya tubuh Ashalina , membawanya masuk ke dalam kamarnya .
Ashalina tidak menjawab , ia hanya memejamkan matanya dan merapatkan giginya , menahan rasa sakit seperti orang yang akan melahirkan .
" Sayang ! kamu kenapa ?, kamu sakit apa ? kenapa wajahmu pucat ? ," tanya Mr Ze panik , setelah meletakkan Ashalina di atas tempat tidur , ia pun langsung mengambil ponselnya dan langsung menelepon Dokter yang berada dekat disekitar apartemen .
" Perutku sakit banget Mr..!.? " ringis Ashalina .
" Kenapa bisa perutmu sakit sayang ! , apa yang bisa kulakukan sayang ? , kita ke Rumah Sakit ya ! ," panik Mr Ze .
" Aku hanya sakit datang bulan Mr ! , tidak perlu kerumah sakit ," ucap Ashalina .
" Datang bulan ? , apa itu datang bulan ? ," tanya Mr Ze bingung .
" Mensturasi Mr !! , Menikmati tubuh perempuan saja yang tau !!, tapi datang bulan saja gak tau ! ," omel Ashalina emosi tidak jelas , hormon datang bulannya membuatnya gampang emosi .
" Aku belum pernah dengar yang namanya datang bulan sayang ! , jangan marah marah sayang?" Mr Ze pun membaringkan tubuhnya disamping Ashalina yang meringkuk ." Sabar ya sayang ! aku sudah telepon Dokter ?" ucapnya lagi sambil di usap usapnya perut Ashalina dari luar baju .
" Oh ! iya ! aku lupa ! , aku pikir tadi aku di indonesia , mungkin bahasanya beda kali ya ! ," ucap Ashalina mendadak seperti orang bodoh .
" Apa setiap bulan selalu sakit seperti ini ? ," tanya Mr Ze .
" Tidak selalu , tapi sering ," jawab Ashalina .
Tak lama kemudian Dokter wanita yang pernah memeriksa Ashalina kemarin pun datang .
" Bagai mana Dokter , apa sakit mensturasinya tidak masalah ? ," tanya Mr Ze , kawatir dengan Ashalina .
" Tidak masalah , ia hanya mengalami sakit mensturasi biasa , tidak ada yang perlu di kawatirkan ," jelas Dokter wanita itu setelah memeriksa Ashalina .
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi Mr Ze !," pamit Dokter itu setelah memberi obat pereda untuk Ashalina . kemudian pergi keluar apartemen Mr Ze .