21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 22


__ADS_3

" Aku gak mau ke hotel , aku bosan kelamaan terkurung di dalam ruangan " tolak Ashalina .


" Baby inginnya kemana ? "


" Kita mutar mutar aja dulu " jawab Ashalina .


" Baiklah ratuku " Mr Ze tersenyum sambil satu tangannya mengusap kepala Ashalina . Ia merasa lega , Ashalina sudah membaik , sudah kembali banyak bicara . Mr Ze sempat kawatir kalau Ashalina akan mengalami trauma .


Mereka pun Akhirnya mutar mutar menelusuri jalan yang entah kemana tujuannya , sesekali mereka singgah jika Ashalina melihat tempat yang bagus , untuk sekedar berphoto .


" Kita mau kemana lagi Baby ? , sudah dua jam kita mutar mutar di jalan ? " tanya Mr Ze .


" Aku ingin melihat sawah , dan makan di saung " jawab Ashalina .


" Sawah ! " ulang Mr Ze , mengerutkan keningnya . setau Mr Ze di pulau kecil ini tidak ada sawah .


" Iya ! , ada taman Edukasi pertanian yang baru dibuka disini , aku belum pernah kesana . kata temanku , disana persis seperti di kampung , ditengah tengah sawah ada saungnya , Aku pengen makan disana " jelas Ashalina .


" Bukankah di kampung kamu sering melihat sawah ? " tanya Mr Ze .


" Iya , tapi aku kangen makan di tengah tengah sawah , pasti enak dan nikmat ! " jawab Ashalina sambil membayangkan makan nasi dengan ikan bakar , petai bakar , lalapan timun , selada dan kemangi dipadukan dengan sambal terasi , minumnya pakai perasan air jeruk kesturi dicampur dengan es . ahh....! , mengetik sambil membayangkannya authornya juga ngiler .


" Ya udah ! , kita kesana sekarang ! , tapi jalannya tunjukin " ujar Mr Ze .


" Aku juga gak tau jalannya kesana , pake kakek gugel aja " balas Ashalina .


" Baiklah cintaku ! ." Mr Ze pun mengeluarkan HP canggihnya kemudian membuka Aplikasi kakek gugel . Setelah Ashalina menyebutkan alamat taman rekreasi tersebut , Mr Ze pun melajukan kenderaannya mengikuti petunjuk si kakek gugel .


" Baby ! , kok kakek gugel suaranya perempuan ya ? " tanya Mr Ze .


" Gak tau ! , mungkin cucunya " jawab Ashalina asal . " Mbah gugel yang lebih tua dari kakek gugel aja , suaranya juga seperti itu " canda Ashalina .


Mr Ze hanya tersenyum , lalu di acak acaknya ujung kepala Ashalina . Ia sangat senang melihat Ashalina sudah bisa bercanda .


" Mr Ze..! "


" Apa cinta ? "


" Nanti siapa yang bersihin apartemenmu ? , apa mau menyewa art baru lagi ? , bagaimana kalo Mr Ze dapat atr cantik dan muda ? , trus Mr naksir lagi ? " tanya Ashalina yang sudah menyenderkan kepalanya di lengan Mr Ze .


" Bagaimana kalau kamu lagi yang menjadi art ku ? " tanya balik Mr Ze .


Ashalina menggelengkan kepalanya " aku tidak mau ! "


" Kenapa ? "

__ADS_1


" Aku takut ! , aku disini saja , biar pun disini gajinya tidak banyak tapi aku lebih merasa aman disini ! , disini aku memiliki banyak teman , aku juga tidak suka suasana yang sunyi , bikin bau napas ! karna gak ngomong seharian ! " jawab Ashalina .


" Ya udah ! , nanti saya akan cari art yang usianya yang agak tua . nanti saya juga akan sering sering mengunjungimu Baby ! " balas Mr Ze . " Sepertinya tempatnya sudah sampai , yuk ! kita turun " ujar Mr Ze . Ashalina pun mengarahkan pandangannya ke luar kaca mobil , benar ! mereka sudah sampai . Kemudian Ashalina pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum , lalu keluar dari dalam mobil .


Setelah membeli tiket masuk dan memesan makanan , mereka pun memasuki wisata alam yang bertema kampung tersebut . Disana banyak di tanami pohon jambu , ada bambu hias , yang terutama sawah .


Ashalina sangat senang melihat sawah yang padinya susah menguning , memang tidak luas , tapi bisalah mengobati rindu dengan suasana persawahan bagi orang perantau di pulau kecil tersebut , Apalagi untuk Ashalina yang sudah lama tidak pulang kampung .


Ashalina pun berjalan kepematang sawah dengan merentangkan kedua tangannya . Ia teringat saat masih di kampung , sering main kejar kejaran di pematang sawah dengan kedua adiknya , dan sering kali mereka terguling jatuh ke sawah sampai tubuh mereka terkena lumpur semua . Dan juga sering terkena marah Ibu mereka , karna sering membuat tanaman padi menjadi rusak .


" Apa kamu senang Baby ? " tiba tiba Mr Ze datang memeluknya dari belakang .


" Mr Ze ! , jangan peluk disini , gak enak dilihat orang ! " ucap Ashalina , melepas tangan Mr Ze dari perutnya . " Yuk kita ke saung yang disana ! " menunjuk salah satu saung yang di tengah tengah sawah , menarik tangan Mr Ze berjalan melewati pematang sawah .


belum lama mereka duduk di dalam salah satu saung , makanan pesanan mereka pun datang . Dengan tidak sabarnya , Ashalian langsung mencubit ikan bakar yang di pesannya tadi .


Hap !! , Mr Ze langsung menangkap tangan Ashalina yang hampir saja mencubit ikan bakar yang di depannya " Cuci tangan dulu Baby ! "


" Hehehe...!!! " tawa Ashalina nyengir .


" Kebiasaan jorok ! "


" Ga apa apa jorok ! , yang penting cantik " ucap Ashalina memasang wajah sok imut . Mr Ze pun mencubit pipi Ashalina gemas .


" Sakit Mr ! " keluh Ashalin kemudian mengerucutkan bibirnya .


" Cepat makan Baby ! , entar kucium disini kalau bibirnya masih digituin "


selesai makan dan puas menikmati suasana persawahan , dan berhubung hari sudah sore . Mereka pun keluar dari area taman tersebut untuk pulang , lebih tepatnya mengantar Ashalina pulang ke kontrakannya .


Sampai di dalam mobil Ashalina langsung memeluk Mr Ze , sebentar lagi mereka akan berpisah .


" Aku pasti merindukanmu Mr ! , jangan biarkan aku terlalu lama menunggumu ! " ucap Ashalina dengan mata berkaca kaca .


" Aku janji tidak akan lama ! " balas Mr Ze , membalas pelukan Ashalina . kemudian mendongakkan kepala Ashalina ke arahnya , perlahan mendekatkan wajahnya , lalu mencium bibir Ashalina menyapunya dengan lembut , perlahan ciuman itu pun semakin dalam dan semakin menuntut , mereka saling menyerang tidak ada yang mau kalah , sehingga suara decapan dari mulut mereka pun terus bersahut sahutan .


" AHh..! " desahan itu lolos dari mulut Ashalina . Akhirnya ia tidak tahan dengan permainan lidah Mr Ze di dalam rongga mulutnya .


Mr Ze pun langsung melepas pagutan mereka , ia takut kebablasan . Meski sebenarnya ia sudah sangat menginginkannya , tapi ia berusaha menahannya . Karna tak ingin merusak gadis yang dicintainya itu .


" Apa kamu suka Baby ? " ucapnya tersenyum menggoda Ashalina , kemudian mendaratkan satu kecupan di kening Ashalina .


Ashalina tidak menjawab , ia malu , dan langsung menyembunyikan wajahnya ke dada bidak Mr Ze , wajahnya sudah merah merona .


" Kenapa kamu masih malu Baby ? Hhm..! , bukankah kita sudah sering berciuman , dan bahkan kamu sudah berani menantangku ! " ucap Mr Ze , mengecup ngecup unjung kepala Ashalina .

__ADS_1


" Malu Aja ! " jawab Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze ,


" Yuk ! aku antar pulang ke kontrakanmu ! " ajak Mr Ze , Ashalina pun menganggukkan kepalanya , kemudian mereka pun melepas pelukan merereka .


" Mr Ze langsung pulang ? " tanya Ashalina sambil memperbaiki posisi duduknya .


" Sepertinya sudah gak sempat kejar kapal terakhir Baby ! " jawab Mr Ze , sudah melajukan kenderaannya .


" Terus ! Mr tidur dimana ? "


" Di halte ! "


Ashalina mencebikkan bibirnya " aku serius nanya Mr ! "


" Di hotel lah sayangnya aku... ! " balas Mr Ze sambil satu tangannya mencubit pipi Ashalina gemas , melihat Ashalina terkadang kelewat polos .


" Oh iya aku lupa ! , Mr kan banyak duit " ucap Ashalina lagi . belum sehari di Indonesia , ia mendadak pikun , kalau pria yang disampingnya itu adalah Milliyader .


sekarang mereka sudah sampai di depan kontrakan kecil Ashalina .


" Aku masih kangen sama kamu Mr ! " Ashalina menghamburkan tubuhnya memeluk Mr Ze lagi .


" Hari minggu aku akan datang kesini Baby ! " membalas pelukan Ashalina , mengecup kepala Ashalina sambil tangannya mengusap usap punggung Ashalina , Ashalina pun mengangguk .


" Mr janji ! "


" Iya sayang ! aku janji " balas Mr Ze .


setelah turun dari dalam mobil dan mengambil barang barang Ashalina dari bagasi belakang mobil , mereka pun langsung berjalan dan masuk dalam kontrakan Ashalina .


" Baby ! apa kamu nyaman tinggal disini ? " tanya Mr Ze , melihat kontrakan Ashalina dan isinya yang terlihat seadanya . Ashalina menganggukkan kepalanya .


" Pindahlah dari sini , saya akan membelikanmu rumah " ujar Mr Ze , menarik Ashalina ke dalam pelukannya . Ia begitu kaget melihat kehidupan gadis tercintanya itu .


" Aku sudah nyaman disini Mr ! " jawab Ashalina .


" Aku mencintaimu Ashalina putri tunggu aku ya ! " ucap Mr Ze .


" Jangan lama lama ! , gadis cantik sepertiku banyak yang mengincarnya " balas Ashalina bercanda .


" Baiklah ! sekarang aku harus pergi , sebelum warga datang menggrebek kita " melepas pelukannya , lalu menyempatkan diri melu*** bibir Ashalina .


" Aku juga mencintaimu Mr Ze ! " balas Ashalina , kemudian mengecup pipi Mr Ze .


lalu mereka keluar dari dalam kontrakan , mengantar Mr Ze masuk ke dalam mobil .

__ADS_1


__ADS_2