
Yudhi menuntun Normala berjalan ke meja makan setelah ia membeli makanan yang di inginkan Normala dari luar . Selama ini Yudhi tidak pernah mempedulikan Normala yang ngidam , tidak pernah menanyakan apakah Normala menginginkan sesuatu . Begitu juga dengan Normala , ia tidak berani meminta apapun kepada Yudhi . Jangankan meminta sesuatu , melihat Yudhi aja pun ia tidak berani .
"Duduklah !" ucap Yudhi , membantu Normala duduk di kursi meja makan . Mengandung bayi dua sekaligus , membuat pergerakan Normala terbatasi , karna perutnya yang sangat besar tidak seperti wanita hamil pada umumnya .
Yudhi pun membuka kotak makanan di atas meja , setelah ia mendudukkan tubuhnya di samping Normala . Kemudian Yudhi menyendok makanan dari dalam kotak , lalu menyuapkannya ke mulut Normala .
Normala diam tidak membuka mulutnya , ia memandangi wajah Yudhi dengan linangan air mata . Mendapatkan maaf dari Yudhi , itu sudah lebih dari cukup baginya , Normala tidak mengharap apa apa lagi .
"Biar kusuapi !" ucap Yhudi .
Bibir Normala bergetar , air matanya luruh , perlahan ia pun membuka mulutnya menerima suapan dari Yudhi , mengunyah makanan di mulutnya dengan berurai air mata .
"Sssttt....!"
Yudhi mengusap air mata Normala dengan jempol tangannya .
"Tidak ada yang perlu kamu tangisi sekarang , semua sudah berlalu , kamu melakukannya karna terpaksa . tidak ada yang perlu untuk kumaafkan , karna kamu tidak bersalah . Akulah yang seharusnya minta maaf . Karna kamu sudah menjadi korban . Jangan terus meratapi yang sudah terjadi , ingatlah sekarang ada anak kita di dalam rahimmu , masa depan kita" ucap Yudhi . Mengusap usap perut Normala .
"Kak Tika hatinya pasti terluka Yud !" ujar Normala terisak .
Yudhi diam , ia juga memikirkan itu .Tapi bagaimana lagi , Yudhi hanya bisa berdo'a semoga Tuhan menabahkan hati istrinya Tika . Sekarang Yudhi hanya bisa pasrah dengan takdir , semoga ia bisa membimbing kedua wanita yang berstatus istrinya itu ke jalan yang di ridhai Allah .
Yudhi menghela napasnya berat ." Biar Tika menjadi urusanku , sekarang yang perlu kamu pikirkan kamu dan Bayi bayi kita supaya tetap sehat" balas Yudhi .
Selesai mereka melaksanakan shalat isya , Yudhi pun menuntun Normala duduk ke pinggir tempat tidur . Yudhi mendudukkan tubuhnya di samping Normala , menagkup wajah Normala dengan kedua tangannya .
"Apa kamu sudah siap ?" tanya Yudhi lembut .
Normala tidak menjawab , ia menatap Yudhi dengan tatapan yang begitu dalam .
Yudhi yang paham akan tatapan itupun , membacakan do'a di depan wajah Normala . Kemudian menempelkan benda kenyal miliknya di kening Normala lama . Sontak Normala memejamkan matanya , menikmati hangatnya bibir Yudhi yang menempel di keningnya .
Malam ini adalah malam pertama Yudhi dan Normala . Untuk pertama kalinya Yudhi memberi nafkah batin kepada Normala setelah lima Bulan pernikahan mereka . Bukan karna nafsu Yudhi melakukannya , untuk itu Yudhi masih bisa tahan . Yudhi melakukannya dengan Lillahi ta'ala , memberikan nafkah batin istri adalah kewajiban . Akan sangat berdosa Yudhi jika ia menelantarkan istrinya , baik secara lahir maupun batin . Apa pun alasan mereka menikah , itu sudah menjadi kewajiban Yudhi .
Kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka sudah selesai . Mungkin itu adalah cara Tuhan menjodohkan mereka . Sama sama berdamai dengan takdir yang sudah di tentukan sang pencipta , itu adalah keputusan yang tepat .
Yudhi selalu berdoa dalam hati semoga ia bisa membahagiakan kedua istrinya , meski bagi Yudhi itu mustahil .
Mencintai pasangan itu adalah keharusan . Itulah yang di terapkan Yudhi saat ini kepada istri ke duanya Normala ,Yudhi memberinya cinta .
Ini pertama bagi Normala mendapatkan kenikmatan sorga Dunia , meski ini bukan yang pertama mereka melakukannya .
Tidak di pungkiri Normala sangat menikmatinya , ia melakukannya dengan pria yang diam diam dicintainya selama ini . Tuhan mengabulkan do'anya , mendapatkan laki laki yang ia cintai , Hati Normala bahagia meski buka dia yang pertama di hati Yudhi . Normala tidak ingin menyia nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan kepadanyan . Normala berjanji , ia akan mengabdikan dirinya kepada Yudhi yang sudah sah menjadi suaminya .
__ADS_1
Normala terus mengucapkan kata kata cinta dalam hati , setiap belaian Yudhi di setiap inci tubuhnya . Normala benar benar terhanyut , terbuai dan melanyang sampai kehilangan kewarasannya , sampai ia terjerambah lemah tak berdaya , seperti ikan yang kehabisan air .
Yudhi mencium kening Normala untuk menyudahi percintaan mereka . Menjatuhkan tubuhnya disamping Normala , menarik Normala ke dalam pelukannya setelah ia memperbaiki selimut mereka .
Tidak ada kata yang terucap dari bibir keduanya , mereka sama sama memejamkan mata hanyut dalam pikiran masing masing .
.
.
Tika yang tidur bertiga dengan si kembar , ia tidak bisa tidur , ia gelisah . Selama ini Yudhi memang sering tidak pulang dari Singapur , ia sudah terbiasa di tinggal dua tiga hari oleh Yudhi . Tapi ceritanya sekarang berbeda , di Singapur Yudhi sudah punya istri lagi . Yudhi tidur bersama wanita lain .
"Berikan hamba ketabahan dan ke ikhlasan menerima takdirmu ini ya Allah . Kamu lah pemilik hati ini , Kamulah pemilik kehidupan ini . Hamba hanya bisa berserah diri kepadaMu ya Rob" do'a Tika dalam hati . Kemudian mencoba memejamkan matanya .
Tiga hari kemudian .
Yudhi membawa Normala pulang ke Batam , ia ingin mensahkan pernikahan mereka di Indonesia . Karna Yudhi ingin anak kembarnya yang di kandungan Normala tetap menjadi Warga Negara Indonesia tercintanya . Tentu itu atas izin Tika istri tercintanya , membolehkannya membawa Normala masuk ke rumah mereka .
"Sayang ! sudah siap ! yuk kita berangkat !" ajak Yudhi kepada Normala .
Normala menganggukkan kepalanya seraya tersenyum . Yudhi pun mendekati Normala , menuntunya keluar dari apartemen , dan satu tangannya menarik koper perlengkapan Normala .
Kini mereka pun sudah sampai di pelabuhan pery internasional batam centre . Disana Tika dan kedua anak mereka sudah menuggu menjemput mereka .
"Papa !" Daniyal
Kedua bocah menggemaskan itu langsung berlari ke arah Yudhi, langsung memeluk kedua kakinya . Yudhi langsung menurunkan tubuhnya bercongkok ,mencium kedua pipi anaknya itu bergantian . Kemudian Yudhi mengangkat Daanish dan Daniyal menggendongnya di tangan kiri dan kanannya .
"Ayo anak Papa ! salam Tante Normalanya !" suruh Yudhi kepada si kembar .
"Accalamu alaikum Tante Mala !" sapa si kembar bergantian .
"Walaikum salam Daanish dan Daniyal !" balas Normala tersenyum ramah , menyambut tangan mungil kedua bocah polos itu bergantian dan mencium pipinya .
"Asaalamu alaikum kak Tika !" sapa Normala , melihat Tika datang mendekati mereka sambil mengulurkan pandangannya menyalam Tika . Kemudian menundukkan pandangannya .
"Walaikum salam Normala !" balas Tika .
"Yuk !" ajak Tika , menarik koper Normala .
"Aku aja kak !" Normala tidak enak hati, Karna Tika membawa kopernya .
"Gak apa apa ! , gak usah sungkan !" balas Tika . menarik koper Normala ke arah parkiran .
__ADS_1
Yudhi , ia sudah keluar terlebih dahulu dengan kedua anaknya .
"Masuklah !" ucap Tika setelah ia membuka pintu mobil untuk Normala .
"Kak Tika !"
Tiba tiba Normala menangis dan memeluk Tika .
"Maaf !"
"Sssttt...!" Tika membalas pelikan Normala ,mengusap usap punggungnya dari belakang .
"Sudah ! , jangan menangis lagi , kamu tidak sepenuhnya bersalah , kamu hanyalah korban" ucap Tika menenangkan Normala .
"Ingat ! kamu gak boleh banyak pikiran dan sering menangis , itu akan berpengaruh dengan bayi di kandunganmu !" ucap Tika lagi .
Normala pun melepas pelukannya , menghapus air matanya .
"Trimakasih sudah menerimaku Kak ! , aku janji tidak menuntut apa apa !" ucap Normala .
"Lebih baik kita mendekatkan diri kepada Tuhan , dia tau apa yang terbaik untuk hamba hambanya . Jodoh ,maut , rezeki , itu adalah ketetuanNya . Aku sudah ikhlas !" ujar Tika .
"Trimakasih Kak !"
"Masuklah ! , sebentar lagi Yudhi akan datang . Dia hanya membawa si kembar membeli jajan sebentar" ujar Tika lagi .
Normala pun masuk ke mobil , duduk di kursi penumpang belakang .Tidak lama kemudian Yudhi pun datang .
"Yayang beb ! biar aku yang nyetir !" ucap Yudhi , memasukkan si kembar ke kursi belakang .
"Sayang ! nih ! rujaknya , tadi katanya kamu ingin makan rujak" ucap Yudhi , memberikan sebungkus rujak kepada Normala .
"Baru tiga hari tinggal bersama , sudah panggil sayang sayang !"batin Tika , wajahnya seketika berobah pias .
Melihat itu Yudhi menghela napas pelan .
"Begini nih kalau beristri dua , harus pandai gombal sana gombal sini . rayu sana rayu sini , jangan sampai salah bicara . Dan satu lagi , harus banyak menyimpan perbendaharaan kata kata mutiara" batin Yudhi .Masuk ke dalam mobil , duduk di kursi pengemudi dan langsung melajukan kenderaannya keluar dari area pelabuhan .
.
.
.
__ADS_1