
Kini Salma dan Tika kakanya , mereka sudah cantik dengan gaun pengantin yang melekat di tubuh mereka masing masing , setelah tadi pagi Tika dan Yudhi melangsungkan akad nikah di Kantor KUA .
Mereka sama sama memakai hijab , sehingga membuat mereka terlihat mirip . Sulit di bedakan jika tidak di lihat dari postur tubuh mereka . Ibu Hesti memeluk kedua putrinya , meneteskan air matanya , Ibu Hesti terharu , dan bahagia , melihat putrinya sudah mendapatkan jodoh masing masing . Merasa lega , karna sudah ada yang menjaga kedua putrinya .
Tok Tok tok !!!
Ashalina yang ikut berada di kamar rias pengantin pun berjalan ke arah pintu , dan langsung membuka pintunya .
"Silahkan masuk !, istri istri kalian sudah menunggu dari tadi !" ucap Ashalina , meliahat kedua mempelai pria itu berdiri di depan pintu . Ashalina pun menyingkir dari pintu , memberikan jalan kepada Rico dan Yudhi .
"Trimakasih Nona !" ucap Rico sedikit mengulas senyumnya , melangkahkan kakinya masuk untuk menjemput bidadari surganya .
Begitu juga dengan Yudhi , ia pun masuk ke kamar rias pengantin untuk menjemput istrinya yang bernama Dewi Sartika juwita Sari Siregar .
Yudhi dan Rico pun menyalam Ibu mertua mereka , sebelum membawa istri mereka ke pelaminan .
"Suami kalian sudah datang menjemput kalian , sana ikut suami kalian . Ibu juga sebentar lagi selesai , Ibu akan menyusul " Ucap Ibu Hesti kepada kedua putrinya .
Salma dan Tika pun mengembangkan senyum mereka , dan sama sama mengangguk .
"Bu !, Kami bawa putri putri Ibu dulu !" pamit Rico , menarik tangan Salma .
Begitu juga dengan Yudhi , ia pun menarik tangan Tika , wanita yang sudah sah menjadi istrinya tadi pagi .
Ibu Hesti tersenyum menganggukkan kepalanya .
"Kami duluan ya Bu ! , Momy !" pamit Tika dan Salma bersamaan kepada kedua wanita paru baya yang ikut mengurus pernikahan mereka . kemudian mereka sama sama menggandeng lengan suami mereka berjalan keluar kamar rias pengantin .
Ashalina memanyunkan bibirnya , karna pangerannya belum datang menjemputnya . Kali ini Ashalina memakai pakaian serba ungu . gaun ungu , sendal ungu , tas kecil berwarna ungu , dan bibir berwarna pink ke ungu unguan . Untung saja ia tidak meminta mobilnya di ganti cat berwarna ungu . Bumil yang satu itu memang seleranya ada ada saja . Membuat Mr Ze , harus sabar dan mengusap dada , melihat keanehan istrinya yang selalu berpenampilan norak dan menjolok , demi si buah hati .
"Acha ! kamu kenapa ?" tanya Momy Jeni , melihat Ashalina manyun .
"Kakak kemana ?, kenapa belum menjemputku ?"
Momy Jeni hanya menggelengkan kepalanya , melihat Ashalina manja kepada Mr Ze . Persis seperti saat kecil dulu .
Tidak lama kemudian , terdengar ada yang mengetok pintu dari luar , Ashalina langsung berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya .
"Kakak kenapa lama sekali jemput Acha kesini ?" Manja Ashalina , berbicara dengan bibir maju lima senti .
__ADS_1
"Tadi kakak menerima telephon sebentar dari orang perusahaan !" jawab Mr Ze , mendaratkan ciuman di sebelah pipi tembem Ashalina , satu tangannya mengusap perutnya yang semakin membuncit . Semenjak Ashalina hamil , mengusap perut Ashalina sepertinya sudah menjadi kebiasaan Mr Ze tanpa ia sadari .
"Momy !, kenapa istriku berubah jadi terong ungu ?"
"Jangan menggodanya Ze !, entar kumat , kamu sendiri yang kewalahan !" balas Momy Jeni .Mengingat Ashalina kalau sudah menangis , semua bisa terlibat untuk mendiamkannya .
"Kakak ! Acha cantikkan ?, tapi ada yang kurang , Acha gak punya lipstik warna ungu."
Membayangkan Ashalina memakai lipstik warna ungu , Mr Ze langsung bergidik ."Sukurlah tidak ada lipstik warna ungu , begini begini saja mataku sudah sakit melihatnya , kenapa pula warnanya harus seperti terong ungu , masih mending warnanya ungu muda masih bagus" batin Mr Ze , tidak menyukai warna warna yang mencolok .
"Cantik Sayang ! , yuk !"
Ashalina menganggukkan kepalanya , melingkarkan tangannya ke lengan Mr Ze .Mereka pun berjalan bergandengan menuju aula tempat resepsi pernikahan Rico dan Yudhi .
Resepsi pernikahan Kedua bawahannya itu, hanya diadakan sederhana , tidak banyak tamu undangan meski diadakan di dalam hotel . Mereka hanya mengundang orang orang terdekat dan orang orang penting saja .
Sampai di ruangan tempat di adakannya resepsi , Mr Ze langsung di salami para petinggi petinggi perusahaannya yang di undang ke acara tersebut .
"Selamat siang Mr Ze !" sapa seorang wanita cantik, dari wajahnya kelihatan masih muda .
"Selamat siang juga !" balas Mr Ze menerima uluran tangan yang menjabat sebagai sekretaris Rico itu .
Melihat Mr Ze menerima uluran tangan wanita cantik di depan mereka ,wajah Ashalina langsung berobah masam .
"Oh iya ! kenalkan ini istri saya , namanya Ashalina ." Mr Ze memperkenalkan istrinya .
"Selamat siang juga !" balas Ashalina , memaksakan senyumnya .
Mr Ze dan sekretaris Rico itu pun berbincang bincang seputaran perkerjaan dan sesekali mereka tertawa , entah apa yang di tertawakan , menurut Ashalina tidak ada yang lucu . Membuat Ashalina jengah karna merasa di cuekin suaminya .
Sedikit memanyunkan bibirnya , Ashalina pun pergi meninggalkan suaminya yang sibuk mengobrol dengan wanita muda dan cantik itu , tanpa berpamitan .
Melihat Ashalina pergi , wanita yang bernama Normala itu pun sedikit menyinggungkan senyumnya . Setelah Ashalina jauh hampir tak nampak di tengah tengah keramaian . Norma pun pura pura menyadari istri bosnya itu tidak ada bersama mereka lagi .
"Mr ! istri Mr kemana ? sepertinya ia bosan mendengar percakapan kita !" ucap Normala , samabil memutar pandangannya ke sekeliling ruangan pura pura mencari istri bosnya ."kalau begitu saya kesana dulu Mr ! , gabung bersama rombongan saya " pamit Normala , sedikit membungkukkan kepalanya , lalu pergi meninggalkan Mr Ze .
"Oh iya " Mr Ze yang sadar istrinya menghilang pun, menganggukkan kepalanya .
"Kemana dia pergi ?" gumam Mr Ze , memutar pandangannya mencari wanita yang berbaju ungu jreng . Mr Ze pun melangkahkan kakinya untuk mencari si terong ungu kesayangannya .Ia sudah tau pasti istrinya sudah mengambek karna merasa di cueki .
__ADS_1
Di atas pelaminan , kedua pasang pengantin baru itu , sudah sibuk menyalami para tamu undangan yang jumlahnya tidak banyak , hanya berkisar tiga ratus kartu undangan .
Melihat Rosma sahabatnya yang sudah berperut besar karna sudah mendekati melahirkan , terlihat susah menaiki tangga pelaminan . Tika pun melangkahkan kakinya mendekati Rosma , membantunya berjalan menaiki anak tangga .
"Pelan pelan saja Bumil !" ucap Tika memegangi tangan Rosma .
"Ini sudah pelan Tika !" jawab Rosma , bernapas saja sudah seperti kesusahan .
"Kenapa hamilmu besar sekali ?, beda sama Ibu hamil lainnya !" tanya Tika kepada sahabatnya itu .
"Aku kan hamil anak kembar tiga Tik !" jawab Rosma tersenyum .
"Ini kapan lahirannya ?" tanya Tika lagi , di usapnya perut buncit sahabatnya itu .
"Dua minggu lagi !" jawab Rosma .
"Bagaimana dengan Ayah dari anak anakmu ini ?, apa pernah dia menanyakan kabar anak anaknya ini ?" tanya Tika , kasihan melihat sahabatnya , pas lagi hamil diselingkuhin .
"Pernah ! , dia mengajak rujuk kembali , tapi aku masih berpikir !." jawab Rosma .
Tika menganggukkan kepalanya" Lebih baik kamu pokus dengan kehamilanmu , itu lebih baik , laki laki tidak tau diri itu tidak perlu di pikirkan ." ucap Tika .
"Iya , aku juga tidak terlalu memikirkannya , Yang penting aku bersama anak anakku , itu sudah cukup membuatku bahagia !"
Tika masih terus mengelus elus perut sahabatnya itu ." Aku tidak akan membiarkanmu repot mengurus bayi bayimu nanti , aku pasti membantumu !" ucap Tika lagi . Rosma tersenyum menganggukkan kepalanya .
Tiba tiba Tika merasakan ada tendangan dari dalam perut Rosma . membuat Tika kaget sekaligus takjub .
"Kok ada yang bergerak , seperti menendang tanganku ?" ucap Tika .
Rosma tertawa cekikikan , lalu di usapnya perutnya ." Mereka meresponmu !, karna kamu mengusap usap mereka !" jawab Rosma .
"Yud !, aku juga pengen cepat hamil seperti Rosma , sepertinya seru !" rengek Tika manja kepada Yudhi .
Yudhi pun menarik pinggang Tika , mengecup pipi Tika dari samping ."Sabar yayang Beb , tunggu nanti malam , kita buat kembar lima sekalian " balas Yudhi enteng , seperti gampang saja , membuat satu aja belum tentu jadi .
Salma melihat kehamilan sahabat Kakaknya itu , pandangannya langsung meneduh , mengingat kandungannya yang keguguran . seandainya tidak keguguran, mungkin kandungannya sekarang sudah berusia lima minggu .
"Dek Salma kenapa ?" tanya Rico , melihat perubahan raut wajah Salma . Salma menggelengkan kepalanya , tapi netranya tidak lepas dari perut buncit Rosma .
__ADS_1
Rico yang paham pun , mengusap punggung Salma dari belakang ."Mudah mudahan kita cepat dapat gantinya !, mungkin anak kita tidak mau ikut menaggung malu atas perbuatan Ayahnya, makanya ia memilih pergi. Kita ikhlaskan saja, dia sudah bahagia di surga ." ucap Rico, menenangkan hati istri kecilnya yang gundah.
Salma pun memganggukkan kepalanya lemah. Memang ia harus ikhlas , semua sudah menjadi ketentuan Allah , kita sebagi hambanya hanya bisa pasrah dan ikhlas .