21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
bonus 3


__ADS_3

Rico dan Yudhi membawa masuk ke empat bocah yang belum tau dosa itu ke apartemen milik Rico . Hari ini mereka terpaksa pulang lebih awal , karna ke empat bocah itu selalu mengganggu mereka , sehingga mereka tidak bisa konsentrasi . Sampai di apartemen , ternyata istri istri mereka belum juga pulang , entah apa yang dibelanjakan sampai sudah berjam jam belum juga pulang .


"Adik ipar ! jam berapa mereka tadi pergi ?" tanya Yudhi kepada Rico .


"Waktu Zuhur tadi !" jawab Rico


Yudhi tidak menjawab , ia mengalihkan pandangannya ke arah jam yang menempel di dinding . Di lihatnya jam sudah menunjukkan jam setengah lima . Yudhi menghela napasnya , sedikit kesal kepada istrinya .


"Daanish ! Daniyal ! ayo mandi sama papa !" seru Yudhi . Kedua anak kembar itu pun langsung berlari ke arah Yudhi .


"Zahla uga au andi Om !"ucap Zahra , ikut berlari ke arah Yudhi .


"Zahla mandinya sama Om Rico aja" tolak Yudhi . Yudhi bergidik ngeri , kalau ia yang harus memandikan Zahra . Mengingat Zahra adalah anak perempuan yang bukan anaknya sendiri .


"Zahla mandinya nanti aja ya ! sama Bundonya !" ucap Rico kepada Zahra . Ia juga tidak mau memandikan Zahra . Bukan tidak peduli dengan putri dari sahabatnya itu , tapi Rico juga merasa ngeri jika harus memandikan anak perempuan yang bukan anaknya .


Mendapat penolakan dari kedua Omnya . Gadis yang baru berusia dua Tahun setengah itu pun menekuk bibirnya kebawah ,mematung di tempatnya berdiri . Ia tidak akan menangis , Zahra kecil tidak semudah itu untuk mengeluarakan air mata .


Tiba tiba pintu apartemen terbuka , Rico dan Yudhi mengalihkan tatapan mereka melihat siapa yang membuka pintu .


"Ayah..!" Seru Zahra berlari ke arah Mr Ze , mengangkat kedua tangannya ke atas supaya Mr Ze menggendongnya .


"Bundonya belum pulang ?" Mr Ze mengecup kedua pipi gembul putri kesayangannya itu .


"Beyum" jawab Zahra .


"Putri Ayah kok bau ? , bau ompol !" Mr Ze meraba raba pempers Zahra , yang sudah terasa berat . sepertinya sudah entah berapa kali ia pipis di pempersnya .


Zahra hanya tersenyum menampakan gigi giginya yang kecil kecil dan sampai mata sipitnya nampak tertutup .


Kemudian Mr Ze mengalihkan pandangannya ke arah Rico dan Yudhi bergantian .


"Ric ! Yud ! , kami pulang dulu , Trimakasih sudah menjaga putriku" ucap Mr Ze kepada kedua bawahannya sekaligus sahabat yang sudah dianggap saudara itu.


"Kalau kakak ipar gak pulang ke Batam , dari tadi kakak ipar kemana ?" tanya Yudhi penasaran . Gak biasanya Mr Ze bolos kerja , kalau ia tidak pulang kerumah mereka .


"Di apartemen , tidur" jawab Mr Ze .


"Yakin dari tadi disitu aja ?"


" Kalau tak percaya , terserah !" Mr memutar bola matanya jengah . kemudian melangkahkan kakinya keluar pintu apartemen Rico , membawa Zahra di gendongannya .


Sepeninggal Mr Ze , kedua Ayah itu pun sama sama memandikan anak mereka di kamar mandi , kamar masing masing .


Yudhi pun membuka baju kedua kurcacinya sampai polos, lalu memasukkannya ke dalam bathtub yang sudah di isi air dan sabun cair . Yudhi yang hanya sudah memakai celana bokser pun ikut masuk bergabung bersama kedua anaknya . Seperti kesukaan Yudhi , ia dan kedua anaknya akan mandi mengikuti kemauan kedua anaknya bermain sabun . Mereka akan berlama lama mandi di kamar mandi . Sesaat Yudhi akan berobah ikut menjadi bocah kecil .

__ADS_1


"Papa ! campo" ucap Daanish


"Oh iya ! Papa lupa , tunggu biar Papa ambilin" Yudhi pun meraih botol sampo anak anak yang tidak jauh dari jangkauannya .


"Anil uga !" ucap Daniyal


"Daniyal juga mau pake sampo ?" tanya Yudhi . Daniyal pun menganggukkan kepalanya .


"Okeh ! , sini Papa kasih !" Yudhi pun memberikan sampo ke kepala kedua anaknya bergantian yang duduk di depannya . menggosok gosoknya supaya busanya mengembang .


"Papa uga pake !" suruh Daanish .


"Papa samponya beda sayang !"


"Pake !"


"Gak !" tolak Yudhi


"Pake !" paksa Daanish


"Gak !"


"Pake huaaa...!"


"Gak ! Huaaa...!" Yudhi menirukan Daanish yang menangis memaksanya memakai sampo anak anak .


"Pake !"


"Aw !"


"Daanish ! kok Papa di lempar ?" Yudhi mengusap usap keningnya yang sakit karena di lempar Daanish dengan botol sampo .


"Papa pake campo...! huaaaa....!!" Danish masih kekeh menyuruh Papa Yudhi untuk memakai samapo yang ber aromakan buah buahan itu .


"Papa gak mau !!! Huaaaa.....!!!" Yudhi meniru tangis Daanish lagi, bermaksud menggoda anak kembar sulungnya itu , tidak ingin mengalah dengan anaknya .


"Abis !" ucap Daniyal , mengetok ngetokkan botol sampo di tangannya ke pinggir bathtub ."Papa ! abis !" ucapnya lagi kepada Yudhi , menunjukkan botol sampo yang bergambar buah buahan itu kepada Yudhi , yang ternyata sudah kosong.


Yudhi mengarahkan tatapannya ke arah botol yang berada di tangan Daniyal ."Kok bisa habis ? , tadi masih banyak ?."


"Abis !" ucap bocah polos tanpa dosa itu lagi .


Yudhi mengalihkan tatapannya ke pinggir bathtub ." Daniyal tumpahin ?" tanya Yudhi , melihat di pinggir bathtub , terdapat cairan berwarna merah ke pink pink ngan . persis seperti selai strawbery , Yudhi yakin itu adalah sampo yang di tumpahkan Daniyal dari botolnya .


"Papa gak jadi dong pake camponya !" ucap Yudhi lemah , menirukan cara bicara anaknya , memanyunkan bibirnya , berlagak merajuk .

__ADS_1


"Campo ! Papa campo !" Ucap Daniyal , tangannya menunjuk nunjuk ke arah rak tempat peralatan mandi .


Yudhi mengarahkan tatapannya mengikuti tangan Daniyal . Ah ! ternyata ada satu botol sampo yang sama di tangan Daniyal di dalam rak .


"Baiklah ! Papa akan pake campo !" Yudhi pun meraih botol sampo khusus untuk anak anak itu lagi ,menumpahkan sedikit ke telapak tangannya , lalu mengusapkannya ke kepalanya .


"Papa juga pake campo..!" seru Yudhi , sambil tamgannya menggosok gosok kepalanya .


"Hoye...! , Papa uga pake campo...!" seru kedua bocah itu sambil bertepuk tepuk tangan . Senang melihat kepala Papa mereka dipenuhi busa sampo .


"Tos !"


Yudhi mengajak anaknya bertos ."lambut kita wanginya cama ! .Hoye...!" ucap Yudhi lagi .


"Hoye...! yambut kita wangi...!" Ketiga pria konyol itu sama sama berseru , sambil bertepuk tangan .


"Ya ampun Papa..! , sudah berapa jam kalian mandi ?. Dari tadi Mama tungguin kalian gak keluar keluar !" teriak Tika , setelah membuka pintu kamar mandi, melihat ke tiga pria belahan hatinya itu masih berlumur busa di dalam bathtub.


Tidak menghiraukan istrinya yang berteriak , Yudhi pun membisikkan sesuatu ke telinga anaknya Daniyal .


" Mama ! andi cama Papa yuk !"


"Papa ! cepat bilas mereka , nanti mereka kedinginan dan bisa masuk angin kalau lama lama mandinya !" suruh Tika . Sering kali Tika pusing menghadapi ketiga pria tampannya itu . Yudhi suaminya , akan selalu berobah menjadi bocah kalau sudah main air dengan kedua anak mereka Daanish dan Daniyal .


"Andi Mama !" Sekarang Daanish yang terkena hasutan Yudhi .


"Cepat Papa..!" tegas Tika lagi kepada suami brondongnya .


Yudhi berbisik lagi ke telinga kedua anaknya itu bergantian . Entah apa yang ia bisikkan , kita lihat saja .


Kedua bocah itu pun bereaksi , sama sama membungkukkan tubuh mereka , menenggelamkan tangan mereka ke air yang bercampur sabun . satu..dua..tiga.., kedua bocah itu pun sama sama benyemprotkan air sabun iti ke arah Mama mereka .


"Daanish..! Daniyal..!" pekik Tika , karna bajunya basah terkena air sabun . Ketiga bocah yang di dalam bathtub itu pun tertawa tawa , tidak peduli Tika yang marah .


"Awas kalian bertiga , Mama tidak kawanin kalian bobo !" ancam Tika .Kesal , Tika pun keluar dari dalam kamar mandi .


Oh ! tidak !


Yudhi langsung keluar dari dalam bathtub , bergantian , Yudhi juga mengeluarkan anaknya satu satu , membawanya ke bawah shawer untuk membilas tubuh mereka .


"Ayo Daanish ! Daniyal ! , Mama sudah marah , nanti benaran kita gak di kawanin sama Mama bobonya , bisa gawat !" ucap Yudhi kepada anak kembarnya . kemudian membilas tubuh mereka bergantian sampai bersih .


Setelah Yudhi melilitkan handuk di pinggangnya , Ia pun membawa kedua bocah yang bibirnya sudah tampak membiru itu keluar dari dalam kamar mandi . Dan meletakkannya di atas tempat tidur .


"Papa ! gak lihat tuh bibir mereka , sudah kebiruan gara gara kelamaan mandi . Mereka bisa sakit Papa , kalau di mandiin lama lama !" omel Tika kepada Yudhi . mengusapkan minyak telon ke tubuh Daanish dan Daniyal bergantian .

__ADS_1


Yang di omelin hanya diam saja , menekuk bibirnya ke bawah , seperti anak kecil menghadapi kemarahan Ibunya , karna menghabiskan uang kembalian beli garam di warung , dengan membeli permen berhadiah kartu anak anak yang bergambar poeranjes dan ultramen .


__ADS_2