21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 86


__ADS_3

Sepulang dari Rumah Sakit memeriksakan Salma ke Dokter kandungan , untuk memastikan Salma apakah positif hamil. Rico langsung membawa Salma ke kamar mereka , menyuruh Salma istrirahat , melihat tubuh Salma yang lemah dan wajahnya pucat , karna dari pagi Salma tidak bisa makan apa apa .


"Dek Salma pengen makan apa ?, biar Abang cariin !" tanya Rico lembut , mengusap usap kepala Salma yang sudah terbaring di atas ranjang .


Salma diam sebentar berpikir kemudian menjawab ." Salma ingin makan pecal Bang ! , tapi jangan pakai bawang goreng ."


"Pecal !"ulang Rico , dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya , sudah menunjukkan jam tiga sore waktu Singapur . Dimana dia harus mencari pecal sore sore begini ? . Apa dia juga akan menyebalkan seperti Ashalina dan Tika ?, Rico diam berpikir .


"Tapi ini udah sore Dek ! , yang jual pecal sudah tidak ada !" ucap Rico .


Salma menatap Rico dengan tatapan teduh ."Makan apa aja Bang ! kalau gak ada !."


Sikap Salma yang penurut dan tidak pernah menuntut . Bukan ini yang Rico inginkan dari Salma . Dengan sifat Salma seperti itulah yang membuat tanggapan Rico , kalau Salma tidak mencintainya . Tidak sekalipun Salma pernah meminta atau merengek sesuatu kepadanya . Bahkan bermanja manja kepada suami seperti istri pada umumnya , pun Salma tidak pernah melakukan itu , meski Rico sudah memberinya perhatian lebih .


Perjalanan rumah tangga mereka memang baik baik saja , tapi tidak berwarna , hanya berjalan datar saja .


Rico menghela napas pelan "Dia hanya menerimaku tapi tidak mencintaiku ! , apa yang tadi pagi ?, melihat sikapnya yang tidak berobah , aku rasa ia hanya berdusta untuk menyenangkanku sesaat " batin Rico .


Rico mengusap kepala Salma lagi ."Ya sudah ! abang akan carikan pesanan Dek Salma . Semoga saja ada Abang dapatkan ." Rico pun mencium kening Salma kemudian pergi keluar dari kamar mereka .


Setelah Rico masuk ke dalam mobilnya , Rico tidak langsung melajukannya .


"Ini salahku !, karna sudah memaksa dia menjadi milikku ! . Tapi tidak apa ! , yang penting dia tetap berada di sampingku , dia tetap menjadi milikku selamanya ,Biarlah aku egois !." batin Rico , menghapus cairan bening dari sudut matanya . Kemudian melajukan kenderaannya keluar dari parkiran apartemen untuk mencari pecal keinginan istrinya .


***


Dengan hati riang gembira , Yudhi menenteng kantong plastik yang berisi ikan hiu seberat tiga kilo di tangannya memasuki apartemen Rico tempat dia dan istrinya menompang gratis jika di singapur .Tentu ia mendapatkannya dengan bantuan Jefry . Yudhi pun langsung membawa ikan hiu itu ke dapur dan meletakkannya di atas washtapel . Setelah mencuci tangannya , ia pun masuk ke kamar yang mereka tempati .


"Bebeb !" panggil Yudhi setelah membuka pintu kamarnya . Di lihatnya Tika tidur pulas di atas ranjang . Sambil melangkahkan kakinya , Yudhi menarik sudut bibirnya ke atas mendekati istrinya . Mencium kening istrinya dan mengusap perut Tika yang mulai terlihat menonjol .


Merasakan ada yang menempel di keningnya , Tika pun membuka matanya .


"Suamiku sudah pulang ! , mana ikan hiunya ?"


"Sudah ada di dapur Yayang Beb !, tapi Abang gak tau bagaimana cara mengolahnya " jawab Yudhi .


"Aku juga gak tau suamiku ! , aku juga belum pernah memasaknya ." balas Tika .


"Ikannya kita kembalikan aja ya ke pemiliknya !" ucap Yudhi .


"Emang pemiliknya siapa ?" tanya Tika polos .


"Itu ! stasiun tv penyiar kumenangis !" jawab Yudhi .


"Yudhi Tama....!" Tika yang gemas pun memukul Yudhi dengan bantal , Yudhi selalu saja membuatnya kesal , saat berbicara serius pun ia selalu saja bercanda .


Yudhi menangkap bantal yang di pukulkan Tika kepadanya , kemudian melemparnya ke kepala Tika dan langsung berlari keluar kamar dan tertawa tawa .


"Yudhi....!!!" pekik Tika , geram karna Yudhi sering kali menjahilinya .

__ADS_1


Kurang lebih satu jam , Yudhi kembali masuk ke dalam kamar . Membawa nampan berisi makanan yang di olahnya sendri , tidak lupa segelas air putih .


"Silahkan di makan Tuan Putri !" Yudhi meletakkan nampan yang ia bawa di atas pangkuan Tika yang duduk menyender di atas ranjang .


"ini apa ?" tanya Tika


"Ikan hiu goreng tepung , seperti kesukaan Tuan Putri yang menyukai makanan laut di goreng pakai tepung" jawab Yudhi .


Wajah Tika langsung berbinar , kemudian langsung mencomot satu potongan ikan hiu yang di balut dengan tepung dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya .


"Enak ?" tanya Yudhi


Tika menganggukkan kepalanya sambil mengunyah .


Yudhi mengembangkan senyumnya , di acak acaknya ujung kepala Tika , gemas melihat istrinya . Ingin rasanya ia melahap istrinya saat ini juga , tapi..


"Yayang Beb !, nanti malam boleh ya Abang mantap mantap ! . Sudah dua bulan yayang Beb ! , si buyuang gak pernah mantap mantap . Kasihanilah si buyuang yayang Beb !." bujuk Yudhi , dengan wajah mengiba , penuh harap .


Tika menghentikan kunyahannya , menatap nyalang ke wajah Yudhi .


Yudhi menelan salivanya dengan susah payah , melihat tatapan tika seperti ingin menerkamnya . "Sabar buyuang ! , si butet sepertinya masih puasa putih , tidak makan daging !" ucap Yudhi dalam hati kepada senjata pamungkasnya .


Tiba tiba Tika mengembangkan senyum terbaiknya , kemudian menganggukkan kepalanya .


Seketika wajah Yudhi bersinar cerah ,secerah sinar lampu sorot , sangat menyilaukan .


"Benaran yayang Beb ? , si buyuang boleh mengunjungi si butet ?."


Seperti anak kecil memenangkan lomba makan kerupuk , Yudhi pun melompat lompat kegirangan .


" Asyik ! nanti malam mantap mantap !" Yudhi pun memeluk Tika dan menciumi wajah Tika seluruhnya .


" Ada syaratnya !"


Senyum Yudhi langsung memudar " apa ?" tanyanya lemah .


"Bulan depan beliin aku mobil " jawab Tika .


"Mobil secen ya !" tawar Yudhi .


"Baru !" telak Tika .


"Iya deh !" pasrah Yudhi , demi bisa mantap mantap . Dia aja yang bekerja belum punya mobil , ini malah istrinya minta di beliin mobil duluan .


***


Ashalina yang berada di bawah kungkungan Mr Ze , tiba tiba meringis kesakitan .


"Kak ! kak ! kak ! , berhenti kak ! , perut Acha tiba tiba sakit !" ringis Ashalina .

__ADS_1


"Kok bisa Baby ? , Kakak 'kan melakukannya pelan !" Mr Ze pun langsung menghentikan kegiatannya , dan langsung turun dari atas tubuh Ashalina .


"Gak tau Kak ! , sakit banget Kak !" rintih Ashalina mengusap usap perutnya .


"Kita ke Rumah Sakit Baby !" Melihat Ashalina merintih kesakitan , Mr Ze pun langsung memakai pakaiannya , dan memakai pakian lengkap ke tubuh Ashalina .


"Apa Acha mau melahirkan ya Kak ?, sakit banget Kak !"


"Gak mungkin Baby ! kandunganmu masih tuju Bulan !" jawab Mr Ze . Mencoba untuk tenang , Mr Ze pun menggendong tubuh Ashalina membawanya keluar kamar , berjalan menuruni anak tangga ke lantai bawah , mendudukkan Ashalina di sofa .


"Tunggu sebentar Baby ! , Kakak panggil Momy dulu "


Ashalina yang kesakitan , pun menganggukkan kepalanya sambil meringis .


"Momy ! Momy ! Momy !" panggil Mr Ze sambil mengetok ngetok pintu kamar Momy Jeni .


"Ada apa Ze ?" tanya Momy Jeni setelah membuka pintu kamarnya .


"Acha perutnya sakit Mom !" jawab Mr Ze , wajahnya nampak kawatir .


"Kok bisa ?" Momy Jeni pun ikut kawatir . Kemudian menyorot tajam ke wajah Mr Ze , seperti menuduh , apa yang kau lakukan kepada istrimu ?.


"Ayo Mom ! , kita bawa Acha ke rumah sakit !" Mr Ze langsung memutar tubuhnya , untuk menghindari tatapan marah Momy Jeni . Ia langsung keluar rumah menuju garasi , untuk mengeluarkan mobilnya dari garasi .


Momy Jeni menghela napasnya , segera keluar kamar dan menutup pintu kamarnya . berjalan ke arah ruang tamu . Di lihatnya Ashalina disana duduk kesakitan sambil memegangi perutnya .


"Acha ! kamu kenapa sayang ?" Tanya Momy Jeni , mendekati Ashalina yang duduk di sofa . Memejamkan matanya menahan rasa sakit .


"Perut Acha sakit banget Momy !" jawab Ashalina lemah .


Mr Ze yang sudah mengekuarkan mobilnya dari garasi , masuk kembali ke dalam rumah . Langsung mengangkat tubuh Ashalina , membawanya keluar rumah , dan langsung memasukkannya ke dalam mobil .


"Sakit Kak !"


"Sabar ya sayang ! , kita segera ke Rumah Sakit sekarang ." ucap Mr Ze , mengecup kening Ashalina.


Setelah Momy Jeni masuk ke dalam mobil , memegangi Ashalina di kursi penumpang bekalang . Dengan langkah cepat , Mr Ze memutari bagian depan mobilnya , membuka pintu samping setir , bergegas masuk dan langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah mereka .


Di belakang Ashalina terus merintih kesakitan , mencengkram tangan Momy Jeni kuat .


"Momy ! , sakit banget Momy ! , Acha sudah gak kuat !" ucap Ashalina .


"Kamu harus kuat sayang ! , demi anakmu !" bakas Momy Jeni , memberi semangat Ashalina . mengusap usap kepala Ashalina yang berada di atas pangkuannya .


Mr Ze yang menyetir pun mencoba untuk tatap tenang , melajukan kenderaannya dengan kecepatan tidak terlalu tinggi . Ia tidak ingin kejadian na as terjadi lagi karna tergesa gesa membawa kenderaan , seperti yang sudah pernah ia alami .Apa lagi sekarang ia membawa kedua wanita yang paling berharga dalam hidupnya .


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2