21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 57


__ADS_3

Mr Ze melepas pelukan mereka , lalu merogoh kocek celana boksernya , mengeluarkan sesuatu dari dalamnya , tanpa permisi ia langsung memasangkannya ke leher Ashalina , sebuah kalung berwarna perak dengan liontin berlian .


" Apa ini hadiah ulang Tahunku Kak ? " tanya Ashalina sambil memegang berlian yang tersangkut di lehernya .


" Apa kamu menyukainya Baby ? "


Ashalina menganggukkan kepalanya , tersenyum ." ini cantik sekali kak ! , aku sangat menyukainya !." Ashalina menjawab tanpa memalingkan netranya dari berlian yang dipegangnya itu .


Kemudian Mr Ze meraih tangan kiri Ashalina , secara perlahan di sematkannya cincin di jari tengahnya , karna jari manis Ashalina sudah terisi . lalu di lingkarkannya lagi gelang yang berbahan sama di pergelangan Ashalina . kemudian di pasangkannya lagi anting berlian kecil di telinga mungilnya , dan terakhir Mr Ze berjongkok untuk melingkarkan gelang kaki di pergelangan kaki Ashalina .


" Kakak ! ini banyak sekali ?"


Mr Ze berdiri kembali " bukankah kamu dulu sangat suka memakai perhiasan yang lengkap Baby ? ." tanyanya tersenyum . mengingat Ashalina kecil dulu suka memakai kalung , anting , gelang , cincin yang rame di jarinya dan gelang kaki . tentu itu semua imitasi di beli emaknya di pasar dengan harga seribu perbiji di tukang jual jepit rambut .


Ashalina mengangguk tersenyum senang , ia memang menyukainya . Hanya saja selama ini ia tidak punya uang membelinya . Mau memakai yang imitasi , ia pasti malu ! , ia sudah bukan anak anak lagi ." kakak masih ingat ?"


" Iya sayangnya kakak ! , tentu kakak ingat ! , dulu kakak yang sering memakaikannya ke kamu !." Sambil dirapikannya rabut Ashalina yang berantakan kebelakang , mengikatnya dengan rapi .


Ashalina memeluk Mr Ze lagi "Aku mencintai kakak !" ucapnya .


"Kakak juga mencintai istri kakak yang cantik ini ! " di dongakkannya wajah Ashalina ke arahnya , kemudian di kecupnya bibir yang selalu terlihat menggoda imannya itu .


" Ehem ehem ! "


Ashalina dan Mr Ze sama sama mengalihkan tatapan mereka ke arah para sahabat mereka yang sudah berkumpul di area taman .


" Apa sudah bisa di mulai acaranya ? , kami sudah membiarkan kalian bermesraan selama lima belas menit jam !. kami sudah mulai mengantuk ! " tanya Yudhi .


Tanpa menjawab Mr Ze pun menarik tangan Ashalina ke dekat meja yang sudah tersaji kue ulang Tahun , di ikuti oleh para sahabat mereka dan tidak ketinggalan Momy Jeni berdiri di samping Ashalina . Setelah Mr Ze menyalakan lilin angka 24 yang terpasang di atas kue , mereka semua pun menyanyikan lagu selamat ulang Tahun untuk Ashalina .


🎵Tiup lilinnya tiup lilinnya 🎶


🎵Tiup lilinnya sekarang juga 🎶 sekarang juga🎶


Selama lagu ulang Tahun itu bergema di sertai tepuk tangan , wajah Ashalina berbinar , ia sungguh bahagia , meski hanya dirayakan se sederhana mungkin . Ashalina pun membungkukkan tubuhnya meniup lilin angka 24 itu dengan senyum merekah di wajahnya .


" Selamat ulang Tahun sayang ! " ucap Momy Jeni memeluk Ashalina . kemudian mencium kedua pipi menantu kesayangannya itu .


" Trimakasih Momy ! " balas Ahalina , tak terasa cairan bening keluar dari sudut matanya . Sungguh baik Tuhan kepadanya , memberikan suami dan Ibu mertua yang sangat sayang kepadanya , menerimanya apa adanya meski ia berasal dari keluarga tidak mampu . Ia tidak mengalami derama menantu miskin dan mertua kaya .


" Menantu Momy kok menangis ? ." di usapnya air mata Ashalina dari pipinya .


" Aku bahagia Momy ! " balas Ashalina .


" Iya sayang ! , Momy juga bahagia , kamu yang menjadi menantu Momy !."


" Selamat ya Sha ! " ucap Tika , memeluk Ashalina , setelah Momy Jeni menjauh dari Ashalina.


" Selamat ya Sha ! " ucap Yudhi bergantian dengan Tika . Ia pun memeluk Ashalina , mencium keningnya .


" Hei hei hei ! , bibirnya gak usah nyosor ! " protes Mr Ze , mendorong kepala Yudhi supanya tidak mencium istrinya . lalu dilepasnya tangan Yudhi dari tubuh Ashalina .


Yudhi memutar kedua bola matanya jengah , melihat Mr Ze yang masih cemburu kepadanya , padahal sudah jelas ia dan Ashalina sepupu .


Tidak ketinggalan Rosma Salma Rico dan Jefry juga mengucapkan selamat kepada Ashalina .


" Baby ! , lagu ini kupersembahkan untukmu ."


Ashalina dan semuanya langsung mengarahkan tatapan mereka ke arah Mr Ze yang sudah duduk di kursi sambil memangku gitar .

__ADS_1


Jreng...!


" Kakak ! "


Ashalina tidak percaya Mr Ze suaminya akan bernyanyi untuknya , wajahnya sumiringah . Mr Ze pun memulai lagunya .


Aku hanyalah manusia biasa 🎶


Bisa merasakan sakit dan bahagia


Ijinkanku bicara


Agar kau juga dapat mengerti 🎶


Kamu yang buat hatiku bergetar 🎶


Rasa yang telah kulupa kurasakan


Tanpa tau mengapa


Yang kutau inilah cinta 🎶


Cinta karna cinta


Tak perlu kau tanyakan


Tanpa alasan cinta datang


Dan bertahta 🎶


Cinta karna cinta


Tak bisa jelaskan karna


Hati ini telah bicara 🎶


Kamu yang buat hatiku bergetar


Senyumannu mengartikan semua


Tanpa aku sadari


Merasuk di dalam dada..🎶


\#Judika


Mr Ze pun mengulangi lagunya ke reff . Ashalina melangkahkan kakinya berjalan mendekati Mr Ze , dengan senyum yang tidak luntur dari tadi . Ia tidak menyangka Mr Ze bisa bernyanyi dan memiliki suara yang bagus . Karna selama ini Mr Ze tidak pernah mengeluarkan suaranya untuk sekedar bernyanyi nyanyi saja .


Jreeng...!!!


Mr Ze mengankhiri lagunya . kemudian di raihnya sebelah tangan Ashalina dengan sebelah tangannya , lalu diciumnya punggung telapak tangan mungil milik wanita kesayangannya itu . kemudian di dekatkannya wajahnya ke perut Ashalina , untuk mencium perut Ashalina yang masih rata ." kakak menyayangi kalian ! " ucapnya menarik kedua sudut bibirnya ke atas , setelah ia melepas ciumannya .


Ashalina mengangguk , tersenyum . kebahagiaannya yang membuncah , tidak bisa membuatnya berkata . Di tangkupnya wajah Mr Ze dengan kedua tangannya , lalu membungkukan tubuhnya mencium kening Mr Ze , sedikit lama .


" Woi ! , kapan ini kuenya boleh di makan ? , apa ini hanya untuk pajangan aja ? " seru Yudhi .


Membuat adegan romantis kedua insan yang saling jatuh cinta itu langsung terhenti .


" Nanti lanjut di kamar ! , jangan kalian buat kami jadi penonton ! " timpal Jefry .

__ADS_1


" Yuk sayang kita potong kuenya " ajak Mr Ze kepada Ashalina, menghiraukan ucapan Yudhi dan Jefry . setelah meletakkan gitarnya , ia pun berdiri dari tempat duduknya . Meraih tangan Ashalina , membawanya berjalan kembali ke arah meja .


Setelah memotong kuenya , Ashalina pun menyuapkan kue potongan pertama kepada Momy Jeni . yang langsung di protes Mr Ze tidak terima .


" Baby ! , kok Momy duluan yang disuapin ? " sungut Mr Ze .


Ashalina tersenyum memutar tubuhnya ke arah Mr Ze yang berdiri di samping kirinya ." Itu karna aku harus berterima kasih kepada Momy , sudah melahirkan suami yang tampan dan kaya dan juga sayang padaku !." jawabnya , sambil disuapkannya Kue ulang Tahun ke mulut Mr Ze .


Mr Ze melangkahkan kakinya ke tengah tengah Ashalina dan Momy Jeni . Dipeluknya kedua wanita beda usia yang sangat ia sayangi itu ." kalia adalah harta paling berharga untukku !." dikecupnya ujung kepala kedua wanita itu secara bergantian .


Mr Ze pun melepas pelukannya , kemudian memotong kue ulang Tahun , lalu menyuapkannya ke mulut Ashalina . kemudian menyuruh para sahabat mereka mengambil masing masing bagi siapa yang ingin memakannya .


" Kakak ini enak ! , tapi perutku kenyang sekali !" ucap Ashalina . menelan kue di mulutnya .


Mr Ze pun memberi Ashalina minum , kemudian membawa Ashalina masuk terlebih dahulu ke dalam rumah , mengingat malam sudah sangat larut .


" Kami duluan masuk ! , istriku tidak bagus lama lama di luar . jangan lupa kalian bereskan ini semua ! " perintahnya Mr Ze . kemudian di gendongnya tubuh Ashalina masuk ke dalam rumah .


" Momy juga masuk duluan , kalian nikmatilah pestanya anak muda !" pamit Momy Jeni , lalu pergi .


Rosma juga pamit duluan masuk ke dalam rumah , mengingat ia juga lagi berbadan dua ." Aku juga duluan ya ! "


" Iya Ros ! , duluanlah ! , kami harus membereskan ini lagi " balas Tika , menyunggingkan sedikit senyumnya sambil mengangguk .


" Bebeb Tika ! , kamu sama Salma juga duluan aja istirahat , biar kami para lelaki yang membereskan ini . Itu si Salma sudah nagntuk !" suruh Yudhi kepada Tika .


" Aku lapar Yud ! , masih ingin makan kue ! . ini sudah jam satu malam .Ibarat siang , ini sudah waktunya makan siang , tapi tidak ada nasi . Aku gak bisa tidur dalam keadaan lapar ." balas Tika .


" Apa Bebeb Tika mau kumasakin mie instan ? " tanya Yudhi . Tika menganggukkan kepalanya .


" Pakcik Jefry ! Pakcik Riko ! , sebentar aku masakin Bebebku dulu mie instan , entar aku balik lagi ! " pamit Yudhi , di tariknya tangan Tika masuk ke dalam rumah .


Salma tanpa pamit ia pun pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan dua pria yang asing baginya itu .


Hap !


baru beberapa langkah , langkah Salma terhenti , ada yang menarik tangannya . Salma langsung tau pelakunya , tanpa berbalik badan dan berbicara , ia menarik tangannya , tidak berhasil karna Rico memegang tangannya kuat .


" Aku serius ! , Aku menyukaimu ! , menikahlah denganku !."


Salma menarik napasnya sambil memejamkan matanya ." Aku tidak menyukai produk luar !."


" Apa salahnya ? "


" Tidak ada !"


" Trus ?"


" Lepaskan tanganku ! "


" Tidak ! , kamu harus jadi milikku !"


" Terserahmu saja ! "


"Baiklah ! , Istirahatlah sayang ! , secepatnya abang akan melamarmu ! ." Rico pun melepaskan tangan Salma .


" Gila ! "


Salma langsung berlari masuk ke dalam rumah .

__ADS_1


Jefry yang masih duduk di belakang Rico , geleng geleng kepala . Ia tidak menyangka sahabatnya itu yang selama ini terlihat kalem , dan tidak mengenal perempuan . Sekali jatuh cinta , langsung mengajak menikah .


__ADS_2