
Ashalina langsung beranjak dari tempat tidurnya karna ia mendengar bunyi bel , yang menandakan ada orang datang . Setelah keluar Kamarnya , Ashalina pun berjalan ke arah pintu dengan langkah tertatih karna kakinya yang masih sakit .
"Selamat siang ! , ada yang bisa saya bantu ? ." tanya Ashalina setelah membuka pintu apartemen .
" Saya mengantar pesanan makanan atas nama Ashalin ." jawab tukang antar makanan tersebut .
" Tapi saya tidak ada pesan makanan apa apa ? ." tanya Ashalina bingung .
" Bukan anda yang pesan langsung nona , makanan ini untuk anda , dan sudah dibayar ."jawab laki laki itu lagi .
" Oh ! , kalau begitu trimakasih ." Ashalina pun menerima makanan dari tangan yang kemungkinan adalah karyawan cafee .
" Kalau begitu saya permisi nona ." pamit laki laki itu lagi .
Ashalina pun membawa makanan itu ke meja makan . setelah mendudukkan tubuhnya Ashalina langsung membuka kotak makan tersebut . " Wah ! , sepertinya enak ! ." ucap Ashalina senang , dan langsung mencomot makanan itu tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu .
Malam harinya Ashalina juga mendapatkan kiriman makanan dari nama cafee yang sama . Ashalina tentu senang menerimanya , karna makanan yang dikirimkan untuknya adalah makanan yang enak enak , Ashalina tidak akan mampu membelinya .
" Hari ini gelarmu berkurang satu Mr Ze , gelar menyebalkan mu itu hari ini kucabut ." ucap Ashalina sambil menyuapkan makanan yang mungkin harganya jutaan rupiah itu .
Malam sudah mulai larut , dari tadi Ashalina sudah duduk menunggu Mr Ze di sofa ruang tamu . Ashalina berniat ingin mengucapkan terimakasih kepada Mr Ze , karna sudah berbaik hati kepadanya hari ini .
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas waktu Singapur , tapi Mr Ze belum juga pulang . " Lama sekali dia pulangnya ." gumam Ashalina , sambil memencet mencet remot ditangannya mengganti siaran televisi . Sampai Ashalina tidak sadar kalau ia sudah ketiduran diatas sofa dengan posisi duduk menyender .
Pagi harinya Ashalina terbangun dari tidurnya karna mendengar Alarm berbunyi dari HPnya . Ashalina menggeliatkan tubuhnya kemudian membuka matanya . Ashalina melihat kesekeliling ruangan kalau ia berada di atas tempat tidur di dalam kamarnya .
__ADS_1
Ashalina tidak ingat sama sekali , kalau ia ketiduran disofa tadi malam . Ashalina pun bangun dari tempat tidurnya dan langsung berjalan perlahan masuk kedalam kamar mandi , karna kakinya masih sakit .
Kini Ashalina sudah berada di dapur memasak sarapan untuknya . kali ini ia memasak mie instan goreng , karna hanya itu stok makanan yang tersisa . Ashalina memasak dua bungkus , untuk jaga jaga kalo majikannya itu meminta dibuatin makanan lagi .
" Apa yang kamu masak ? ."
Ashalina langsung membalik badannya ke arah sumber suara yang selalu mengagetkannya itu . " Mie instan Mr !." jawab Ashalina sambil tersenyum .
" Siapkan untukku ." ucap Mr Ze , kemudian berjalan ke arah meja makan .
" Untung aku masaknya tadi dua bungkus , kalo gak ! , alamat jadi penonton ." batin Ashalina , sambil memindahkan mie goreng buatannya itu ke atas kepiring , dan langsung mengantarnya ke meja makan .
" Mr Ze ! ." panggil Ashalina menunduk
" Hm..! ."
" Temani saya makan , tidak perlu saya suruh setiap hari lagi , setiap saya makan di meja ini ! , kamu harus ikut makan ." ujar Mr Ze , kemudian menyuapkan Mie goreng buatan Ashalia ke mulutnya . Ada sedikit senyum terbit di bibirnya .
Tanpa menjawab Ashalina berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanannya , lalu kembali lagi ke meja makan duduk berseberangan dengan Mr Ze . Mereka pun sama sama makan dalam diam , tidak ada yang berbicara lagi sampai makanan dipiring mereka habis.
" Mr ! ." panggil Ashalina , melihat Mr Ze sudah selesai makan , Mr Ze tidak menjawab , ia hanya mendongakkan kepalanya ke arah Ashalina .
" Trimakasih untuk pengobatan saya semalam , dan kiriman makanannya ."ucap Ashalian ,
" Hhm..! ." balas Mr Ze
__ADS_1
Lalu Ashalina langsung mengingat kalau tadi malam dia menunggu Mr Ze di ruang tamu sampai larut malam . Ashalina juga mengingat kalau tadi malam ia tidak kembali ke kamar ." kenapa aku bangun tidur sudah berada di dalam kamar ? ." batin Ashalina , menajamkan tatapannya ke arah Mr Ze .
" Ada apa melihatku seperti itu ? ." tanya Mr Ze mengernyitkan keningnya.
" A..apa Mr Ze yang mindahin aku tadi malam ke kamar ? ." tanya Ashalina gugup , tidak berani menatap Mr Ze , takut dibilang kepedean .
" Tidak ! ."
Ashalina terdiam , " Apa aku yang lupa , atau tidak sadar berjalan dalam keadaan tidur ? ." batin Ashalina , menggigit bibir bawahnya dan mengerutkan keningnya , sambil mengingat ingat bagaimana ia bisa pindah ke kamarnya .
" Mr Ze ! Bolehkah saya pergi jalan jalan ? , saya ingin ke Universal sama ke patung Singa dan ingin melihat hutan buatan yang ada didalam rumah kaca ." ucap Ashalina menyampaikan keinginannya .
" Tidak ! ." telak Mr Ze singkat padat dan jelas .
" Kenapa Mr Ze ? , aku janji tidak akan kabur ." Bujuk Ashalina .
" Ti..dak ! ."
Mr Ze langsung pergi meninggalkan meja makan berjalan kearah pintu keluar apartemen . Tanpa Ashalina tau senyum terbit di bibir Mr Ze
" Dasar majikan menyebalkan ." grutu Ashalina , memanyunkan bibirnya . selama di Singapur ia hanya terkurung sendiri di dalam apartemen , ia ingin sekali pergi jalan jalan mengunjungi wisata yang ada di singapur .
Ashalina benar benar bosan sendirian di apartemen , tidak ada yang bisa diajaknya mengobrol .
Tadi malam , Mr Ze pulang sampai di apartemen sudah pukul dua belas waktu singapur . Ia melihat tv menyala ,dan di dapatinya Ashalina terlelap duduk nyender diatas sofa .
__ADS_1
Mr Ze pun mendekati Ashalina , lalu mendudukkan tubuhnya disamping Ashalina .Seketika senyumnya mengembang memandangi wajah Ashalina yang cantik dan polos tanpa make up dan juga terlihat lucu , melihat Ashalina tidur dengan mulut yang terbuka lebar . sampai Mr Ze tertawa geli melihatnya .
Lalu diangkatnya tubuh yang terlihat kurus itu , dibawanya masuk kedalam kamar yang ditempati Ashalina . Di letakkannya tubuh itu pelan , kemudian duduk di pinggir tempat tidur di samping Ashalina . Ashalina benar benar nyenyak , sampai ia tidak sadar tubuhnya dipindahkan . Di sibaknya rambut Ashalina kebelakang , lalu diusap usapnya ujung kepala itu lembut , senyum pun tidak luntur dari bibir Mr Ze . Diciumnya kening Ashalina lama , lalu pergi keluar dan masuk kedalam kamarnya .