
Sampai di dalam mobil , Mr Ze langsung menelephon seseorang melalui HP canggihnya ." Awasi pergerakan art yang bekerja di rumah saya ! " perintah Mr Ze kepada orang suruhannya .
" Baik Mr ! " jawab dari sebrang sana .
" Saya juga mencurigai pembantu kalian itu ! . Saya yakin dia tidak sendiri ! , apa Mr Ze tidak curiga dengan supir yang megantar jemputmu ke pelabuhan ? " tanya Yudhi , mulai melajukan kenderaannya , meninggalkan pekarangan rumah Bukde Sri ." Lagian kenapa Mr bisa lalai ! , bukankah Mr Ze sudah tau ada yang bermain main dengan kalian ? . seharusnya Mr lebih hati hati ! " ucap Yudhi lagi .
" Saya sudah hati hati ! , tapi saya tidak ada kecurigaan dengan bukde Sri " jawab Mr Ze .
Yudhi menghela napasnya " kemana lagi kita mencari Asha ? , apa belum ada petunjuk dengan orang suruhanmu ? ."
" Belum ada ! " jawab Mr Ze berusaha untuk tenang .
***
Sebelumnya
" Tok tok tok !!! "
" Upik ! " panggil Bukde Sri , sambil tangannya mengetok pintu kamar majikannya .
" Iya Bukde ! , ada apa ? " sahut Ashalina dari dalam kamar .
" Upik ! , barusan tetangga saya menelephon saya , rumah saya kebakaran ! " ucap Bukde Sri sambil menangis .
Ashalina yang baru siap memakai pakaiannya , langsung melangkahkan kakinya ke arah pintu dan langsung membuka pintu kamarnya .
" Upik ! , boleh Bukde pulang ? " tanya Bukde Sri , memohon .
" Tentu boleh Bukde ! " jawab Ashalina .
" Trimakasih upik ! , kalau begitu Bukde pulang dulu ." Ashalina menganggukkan kepalanya .
Saat Bukde Sri menuruni tangga ke lantai bawah , Bukde Sri tiba tiba terjatuh berguling sampai ke bawah .
" Bukde !!! " pekik Ashalina , langsung berlari ke menuruni tangga menyusul Bukde Sri yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di lantai .
" Apa yang terjadi Nyonya ? "
" Pak ! , Bukde Sri tiba tiba jatuh dari tangga , tolong angkat Bukde Sri ke mobil Pak ! , kita bawa Bukde Sri ke Rumah Sakit ." perintah Ashalina kepada supir di rumah mereka .
" Baik Nyonya ! " Pak Muklis pun langsung mengangkat tubuh Bukde Sri , membawanya keluar rumah , di ikuti Ashalian .
Setelah mengunci rumahnya , Ashalina pun masuk ke dalam mobil . duduk di bangku penumpang belakang bersama Bukde Sri yang tak sadarkan diri .
Pak Muklis yang sudah duduk di kursi kemudi pun langsung melajukan kenderaannya keluar dari halaman rumah .
__ADS_1
" Pak Muklis ! , cepat dikit Pak ! "
" Iya Nyonya ! " jawab Pak Muklis .
" Pak ! , kenapa kita lewat jalan sini ? , ini bukan jalan menuju rumah sakit ! ." tanya Ashalina , karna mereka sudah sampai di jalanan yang sunyi .
tiba tiba Bukde Sri membungkam mulut dan hidung Ashalina , dengan menggunakan sapu tangan mengandung obat bius , membuat Ashalina langsung tak sadarkan diri .
" Cepat Pak Muklis !, jangan sampai dia terbagun kita belum sampai ! " ujar Bukde Sri kepada Pak Muklis .
" Baik Bu Sri ! " Pak Muklis pun langsung menambah laju kenderaannya dengan kecelatan tinggi .
" Aku dimana ? " ucap Ashalina dalam hati , setelah membuka matanya dari tidur lelapnya , ia melihat ruangan di sekitarnya tampak asing . Ashalina mencoba menggerakkan tubuhnya , tidak bisa , karna tubuhnya ternyata di ikat di sebuah bangku , dan mulutnya pun di sumpal dengan kain , membuat dia tidak bisa berbicara .
" Ceklek ! "
Ashalina langsung mengarahkan tatapannya ke arah pintu .
" Kamu sudah bangun Upik ? " tanya Bukde Sri , melangkahkan kakinya mendekati Ashalina . kemudian mengambil kain yang menyumpal mulut Ashalina .
" Bukde ! , kenapa kamu mengurungku disini ? , apa salahku Bukde Sri ? ."
***
" Kemana aku harus mencarimu Baby ? . Aaaaakh !!!! " teriak Mr Ze di dalam mobil . Ia prustasi , kawatir , bercampur kecewa kepada dirinya sendiri , ia sudah gagal menjaga Ashalina .
" Aku tidak bisa memaafkan diriku ! , kalau sampai Ashalina kenapa kenapa Yud ! " ucap Mr Ze , menangis memeluk Yudhi .
" Hei sialan ! , lepaskan pelukanmu ! , kamu pikir aku buah buahan ! , mau dipeluk sesama jenis ! . Aku juga tidak tidak akan memaafkanmu kalau Ashalina sampai kenapa kenapa ! ." Yudhi mendorong tubuh Mr Ze supaya pelukannya terlepas .
Tiba tiba HP milik Mr Ze berbunyi , ia pun langsung menerima panggilan yang ternyata dari orang suruhannya .
" Halo ! "
" Halo Mr Ze ! , kami melihat Pak Muklis dan Bu Sri pergi bersama ke daerah xxx , menggunakan mobil lain ! " ucap dari sebrang sana .
" Ikuti terus mereka ! , saya akan segera kesana ! , beri saya terus laporan ! , saya yakin istri saya ada pada mereka ! " balas Mr Ze .
" Baik Bos ! "
Mr Ze pun langsung mematikan sambungan telephonnya .
" Yud ! , kita ke daerah xxx , suruhanku mengatakan Pak Muklis dan Bukde Sri pergi ke daerah sana bersamaan ! " ucap Mr Ze kepada Yudhi .
Tanpa menjawab , Yudhi pun langsung menancap gas mobil milik Mr Ze , melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya . untung jalanan sudah mulai sepi , karna malam sudah larut .
__ADS_1
" Buyarrrr !!!! "
Ashalina kaget , ia langsung terbangun . karena ada yang menyiram tubuhnya dengan kasar .
" Saya pikir kamu sudah mati ! , ternyata belum ! " ucap Bukde Sri , kemudian keluar dari gudang penyekapan itu dan mengunci pintunya kembali .
Ashalina tidak bisa bicara , karna mulutnya masih tersumpal .
Saat Bukde Sri membalik badannya , setelah mengunci gudang penyekapan Ashalina . Bukde Sri begitu kaget , melihat ada sepuluh orang berseragam polisi menodongkan pistol ke arahnya . Dan di lihatnya Pak Muklis , tangannya sudah di borgol polisi .
" Angkat tangan ! "
Bukde Sri langsung mengangkat tangannya , gemetar ketakutan.
" Berikan kunci ruangan itu kepada kami ! " ucap Salah satu polisi , berjalan mendekati Bukde Sri sambil menodongkan pistol .
" I..iya Pak ! " gugup Bukde Sri . kemudian dengan gerakan cepat Bukde Sri melempar kunci gudang itu ke arah hutan .
" Duarrrr !!! "
" Aaaakhhh ....! "
Seorang polisi melesatkan tembakannya ke udara sebagai peringatan .Membuat Bukde Sri menjerit menutup kedua telinganya . Seorang polisi pun dengan sigap menangkapnya dan memborgol kedua tangannya .
" Bawa mereka berdua " perintah seorang kepala polisi kepada anggotanya .
" Saya tidak mau di tangkap ! " Ujar Bukde Sri , meronta , berusaha melepaskan diri .
" Diam !!! , kalau Bu Sri tidak ingin hukuman Ibu bertambah berat " tegas seorang polisi yang memborgol tangan Bukde Sri . kemudian menyeret paksa Bukde Sri memasukkannya ke dalam mobil polisi .
Beberapa polisi pun membawa Bukde Sri dan Pak Muklis lebih dahulu ke kantor polosi , untuk dimintai keterangan dan melakukan penahanan . Dan sebagian polisi lagi tinggal untuk membantu mengeluarkan orang yang di sekap Bukde Sri dan Pak Muklis di gudang itu .
Mr Ze dan Yudhi yang baru sampai , langsung berlari ke arah polisi , yang berada di depan gudang penyekapan .
" Bagaimana Pak polisi ? , Apa istri saya ada disini ? " tanya Mr Ze langsung kepada salah satu polisi .
" Kami belum tau siapa yang disekap mereka di dalam gudang itu ! . pintu gudang itu belum berhasil di dobrak ! , Tadi Bu Sri melempar kunci gudang itu ke arah hutan ." jelas polisi itu .
Mr Ze yang tidak sabar , langsung berjalan ke arah pintu gudang , dan ikut mendoprak pintunya Begitu juga dengan Yudhi .
" Brakh !!! "
Pintu gudang itu pun langsung terbuka setelah di bantu Mr Ze dan Yudhi . Mr Ze dan Yudhi pun langsung masuk . Gudang itu sangat gelap , Salah satu polisi pun menghidupkan senter , supaya bisa melihat siapa yang tersekap di gudang itu .
" Baby ! "
__ADS_1
" Asha ! "
Mr Ze dan Yudhi sama sama berlari mendekati Ashalina , yang terikat lemah tak berdaya di atas kursi , dengan mulut yang penuh dengan kain .