21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 33


__ADS_3

# warning !! bagi yang belum menikah ! .


.


.


usai mereka menjalankan kewajiban mereka sebagai ummat Islam , Ashalin dan Mr Ze kembali lagi naik ke atas tempat tidur , karna hari masih gelap . Ashalina masih malas membantu Ibunya menyiapkan makan pagi .


" Masih mau tidur lagi Baby ? " Mr Ze memeluk Ashalina dari belakang yang sudah terbaring kembali .


" hhm..! " gumam Ashalina .


Mr Ze pun membalik tubuh Ashalina agar menghadapnya .


" Apa kak Zeyn ? "


" Aku ingin menciummu ! " Mr Ze pun langsung menempelkan bibirnya ke bibir Ashalina, mencium bibir itu dalam. Lama kelamaan ciuman itu membuat Ashalina terbang melayang tinggi ke udara. Membuat udara pagi itu memanas, padahal matahari belum terbit.


"Apa Baby?" tanya Mr Ze, melihat Ashalina membuka kelopak matanya yang terpejam dari tadim


" Hm.. mau lanjut ? " goda Mr Ze tersenyum melihat wajah frustasi Ashalina, karna menghentikan kegiatannya.


" Kak Zeyn, aku malu" rengek Ashalina manja, menarik selimut menutupi wajahnya. Ashalina malu karna Mr Ze terus memandangi wajahnya.


" Hahahaha.... !!!!! " Mr Ze tertawa terbahak . " Gadis sepuluh milliarku ! " ditariknya selimut yang menutupi wajah Ashalina dengan kuat , lalu membuangnya kelantai, menindih tubuh itu.


" Kak Zeyn menyebalkan" Ashalina memanyunkan bibirnya dan memukul dada Mr Ze.


" Cup " Mr Ze pun mendaratkan satu kecupam di kening Ashalina.


" Aku mencintaimu Ashalina putri ! " ucap Mr Ze setelah melepas kecupannya.


" Aku juga mencintai kakak" balas Ashalina .


Mr Ze pun mencium bibir Ashalina kembali . perlahan lahan tapi pasti , ia memperlakukan Ashalina dengan sangat lembut , membuat Ashalina terhanyut dan terbuai dengan kasih sayangnya.

__ADS_1


Di dapur rumah itu, Ibu Ratih yang sibuk memasak, memanggil anak ke tiganya.


" Akmal , panggil kakakmu untuk makan !."


" Iyo Mak ! " balas Akmal . kemudian berjakan ke arah pintu kamar kakanya . saat ia hendak mengetok pintu kamar Pengantin baru itu , Akmal mengurungkan niatnya , karna mendengar suara suara , Ah ! Akmal langsung paham dengan suara suara aneh dari dalam kamar kakaknya . ia pun langsung membalik badannya berjalan ke arah dapur .


" Amak ! , sepertinya kakak lagi tidak bisa di ganggu " ucap Akmal kepada Ibunya , setelah ia mendudukkan tubuhnya di atas tikar .


" Kakakmu masih tidur ? " tanya Ibu Ratih .


" Ck ! , Amak kaya gak paham aja ! " ujar Akmal . Ibu Ratih diam mengernyitkan keningnya , belum nyambung maksud dari perkataan Akmal .


" Ck ! " decak Akmal lagi ." Kakak Acha sama Bang Zeyn sepertinya lagi buat cucu buat Amak ! " ujar Akmal lagi .


" plankk !"


Sendok sayur yang terbuat dari tempurung kelapa dan kayu pun melayang mengenai kepala Akmal .


" Amak ! kenapa kepalaku di pukul ? " keluh Akmal , mengusap usap kepalanya yang terkena sendok kerajinan tangan itu .


" Dengar Mak !! " jawab Akmal kesal .


" Ya sudah ! , panggil abang Rasyidmu makan , Amak mau ngasih Ayahmu makan dulu ke kamar . selasi makan jangan mendekati kamar kakakmu ! " ujar Ibu Ratih . langsung beranjak dari tempat duduknya , membawa makanan untuk suaminya masuk ke dalam kamar .


" Kedua anak itu benar gak tau waktu , kenapa harus pagi begini ? , orang udah pada bangun semua ! " gerutu Ibu Ratih sambil berjalan , gemas dengan putri dan menantunya .


" Orang gak salah pun kena pukul " Akmal ikut mengerutu, beranjak dari tempat duduknya , memanggil abangnya Rasyid ke kamar mereka .


Di dalam kamar, Mr Ze menghapus air mata Ashalina, dan mengecup keningnya. Setelah usahanya menggagahi wanita itu berhasil.


" Maaf Baby ! , aku sudah menyakitimu ! " ucap Mr Ze merasa kasihan. Ashalina diam karna masih sibuk terisak.


Melihat Ashalina mulai tenang, Mr Ze pun mulai mencari kenikmatan untuk mereka berdua. Berharap usaha nikmat itu membuahkan hasil, menumbuhkan buah cinta mereka.


Hampir sampai menjelang siang, kedua pengantin baru terbangun, setelah sama sama kelelahan tadi subuh.

__ADS_1


" Apa kamu sudah lapar Baby ? " tanya Mr Ze , sambil mengecup ngecup pipi Ashalina . Mereka masih bermalas malasan di atas kasur , berpelukan di bawah selimut .


" Iya ! " jawab Ashalina , mengeratkan pelukannya ke tubuh Mr Ze .


" Tunggulah disini ! , aku akan membersihkan diri dulu sekalian mengambil makanan " ucap Mr Ze , melepas pelukan mereka dan langsung mengambil pakaian mereka yang berserak di lantai dan memakai pakaiannya . Kemudian Mr Ze melangkah keluar kamar berjalan ke arah sumur di belakang rumah .


Saat Mr Ze keluar dari dalam kamar , rumah terasa sunyi , entah kemana orang semua . Bahkan Ayah Ashalina yang biasa hanya di rumah pun tidak terlihat . Tanpa mereka sadari , orang pada kabur semua dari rumah karna mendegar suara berisik mereka .


Karna di rumah Ashalina hanya ada sumur di belakang rumah , mereka tidak bisa melakukan mandi mandi bersama , apalagi pas siang hari , Mereka pun harus mandi bergantian .


Hanya waktu kurang lebih lima belas menit , Mr Ze sudah kembali masuk ke kamar mereka hanya dengan menggunakan handuk di pinggangnya dan membawa makanan sekalian untuk mereka . Dilihatnya Ashalina masih bergulung di bawah selimut .


" Baby ! , apa kamu tidak ingin mandi dulu ? " Mr Ze melangkah mendekati Ashalina di atas tempat tidur , setelah meletakkan makanan yang ia bawa dari dapur di atas meja rias .


" Aku masih malas kak Zeyn ! , badanku terasa remuk semua habis di terkam buaya kelaparan " jawab Ashalina dengan mata terlejam .


" Apa masih sakit Baby ?." Mr Ze mengusap kepala Ashalina .


" Sedikit ! "


Mr Ze pun tersenyum " nanti kalau sudah biasa ! gak sakit lagi Baby ! , enak malah ! " bisiknya ketelinga Ashalina , di kecupnya Pipi Ashalina kemudian berdiri .


" Aku memakai pakaian dulu , setelah itu baru kita makan " ucap Mr Ze lagi , bersegera memakai pakaiannya .


Selesai berpakaian , Mr Ze pun melilitkan selimut ketubuh Ashalina yang belum mengenakan pakaian dari tadi sampai bahu , membunkus Ashalina persis seperti bayi yang di bedong , kemudian mendudukkan tubuh Ashalina bersandar ke kepala ranjang .


" Selesai ! " ucap Mr Ze tersenyum melihat maha karyanya menyulap Ashalina menjadi bayi tua , kemudian membalik badannya mengambil makanan yang dibawanya tadi di atas meja rias .


Ashalina pun hanya mengerucutkan bibirnya tanpa protes , melihat dirinya sudah persis seperti bayi baru lahir .


" Kenapa kamu jorok sekali Baby ? , kamu bisa makan tanpa sikat gigi dan cucu muka terlebih dulu ? , ternyata dari kecil kamu tidak berobah " tanya Mr Ze , sambil meminumkan air putih ke mulut Ashalina , setelah ia duduk di pinggir tempat tidur menghadap Ashalina .


Ashalina tidak menjawab , ia langsung membuka mulutnya lebar setelah habis menelan air di mulutnya , supaya Mr Ze menyuapkan nasi kemulutnya .


Mr Ze pun langsung menyuapinya , ia tahu Ashalina benar benar sudah lapar . Melihat mulut Ashalina terbuka lebar , seperti mulut buaya betina yang kelaparan , membuka mulutnya menunggu orang melempar makanan . Mr Ze pun menyuapkan nasi kemulutnya bergantian setelah menyuap nasi ke mulut Ashlina ,sampai nasi berporsi jumbo di piring itu habis .

__ADS_1


__ADS_2