
Di Pulau Natuna , Para polisi dan intel sudah mengepung tempat persembunyian Mr Along , di rumah di tengah hutan yang jauh dari permukiman warga . Sepertinya di dalam rumah itu Mr Along tidak sendiri, ia bersama dengan beberapa komplotannya .
Jefry dan Rose baru tiba di tempat .
"Bagaimana Pak ?, apa benar yang di dalam itu Mr Along ?" tanya Rose .
" Benar !, karna wanita yang bersamanya itu adalah suruahan kami !, dia adalah anggota kami yang menyamar menjadi wanita penghibur !." jawab Salah satu intel yang berada di lokasi .
"Tunggu apa lagi, kenapa tidak langsung menangkapnya ?" Tanya Jefry .
"Kita menunggu aba aba dari dalam !" jawab Intel tersebut . Jefry dan Rose sama sama menganggukkan kepalanya , pertanda mengerti .
"Jef !, apa kata Ze ?, kau sudah mengabarinya 'kan ?"tanya Rose .
"Sudah swety !" jawab Jefry tersenyum , Rose langsung memutar bola matanya jengah .
"Apa katanya ?" ulang Rose .
"Katanya ia mau menyusul kesini Swety !" jawab Jefry lagi .
Di dalam kamar , Mr Ze masih menjinakkan kuda poninya dengan belalai kebanggaannya . Mr Ze masih terus memberi Ashalina kenikmatan yang membuat tubuhnya lemah tak berdaya .Padahal di bawah ketiga intel yang akan mengawalnya sudah mulai bosan menunggu , sudah lebih dari setengah jam menunggu Mr Ze belum juga keluar rumah . Tujuan Mr Ze memang untuk membuat Ashalina tak berdaya , dengan seperti itu, Ashalina akan mengantuk dan gampang tertidur pulas .
Mr Ze turun dari atas tempat tidur mereka, setelah melihat Ashalina sudah tertidur pulas setelah pergulatan manis mereka .Mr Ze pun memberi guling di sisi kiri dan kanan Ashalina , supaya Ashalina merasa seperti di peluk . Kemudian Mr Ze melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa sisa acara penjinakan kuda poninya yang sempat mengamuk .
Kurang lebih seperempat jam ,barulah Mr Ze keluar dari dalam rumah , dengan rambut yang masih basah , menandakan kalau Mr Ze baru habis mandi besar tengah malam sehabis bercinta dengan kuda poni kesayangannya .
" Apa kuda poninya sudah jinak Pak Zeyn ?" kelakar salah satu Intel yang akan mengawalnya . Lebih dari satu jam mereka menunggu, baru Mr Ze keluar dari dalam rumah .
"Sudah !, ayok kita cepat berangkat , jangan sampai kuda poniku terbangun kita masih disini , bisa bisa kita tidak jadi pergi " jawab Mr Ze bernada biasa , seolah jawabannya itu bukanlah jawaban lelucon .Membuat ketiga Intel itu tertawa cekikikan .
"Ayok Pak !" balas Salah satu Intel tersebut.
Mereka pun masuk ke dalam mobil yang di bawa ketiga Intel tersebut . Dan mereka pun segera berangkat menuju bandara .
Seorang wanita cantik langsung membekuk tangan Mr Along ke belakang dan langsung memborgolnya, saat Mr Along lalai dan terbuai dengan sikap manis Intel yang menyamar menjadi wanita penghibur itu .
__ADS_1
"Siapa kau ?, kenapa kau memborgol tanganku ? " kaget Mr Along .
Wanita cantik itu pun tersenyum kemudian mengeluarkan kartu anggotanya menunjukkannya kepada Mr Along .
Mr Along meronta , tapi tenaga wanita cantik itu sangatlah kuat sehingga iq tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman Intel yang berkedok wanita penghibur itu , Mr Along pun memberi kode kepada salah satu komplotannya , entah apa maksudnya ,hanya mereka yang tau .
Wanita cantik itu pun menembakkan pistolnya ke atas , sebagai kode supaya polisi yang mengepung di luar rumah masuk membantunya menangkap tiga orang komplotan Mr Along .
"Jangan bergerak !" tegas salah satu polisi yang masuk ke dalam rumah persembunyian Mr Along . Sambil menodongkan pistol ke arah tiga orang komplotan Mr Along yang berusaha melarikan diri .
Dengan sigap , tiga orang polisi langsung menangkap dan membekuk dua orang laki laki dan satu orang perempuan berpakaian seksi . Kemudian para polisi itupun membawa ke empat buronan itu keluar dari dalam rumah .
"Selamat malam menjelang pagi paman Along !" sapa Rose langsung , dengan senyum menawannya melihat Mr Along dibekuk wanita cantik .
"Meski saya di dalam penjara , saya masih tetap bisa membalas dendam saya kepada Ze lewat anak buah saya !. Kebangkrutan di balas dengan kebangkrutan !." ucap Mr Along menyeringai licik .
"Oh ya !" balas Rosa menyunggingkan bibirnya .
"Lihat saja !" ucap Mr Along
Tiba tiba HP milik Jefry berbunyi , Jefry pun langsung menerima panggilan tetephon dari orang perusahaan milik Mr Ze .
Jefry langsung menatap nyalang kepada Mr Along yang menyeringai lebar . Dan langsung melayangkan tinju ke wajah Mr Along .
"Dasar iblis !"
Bukh bakh bukh !!!
Jefry menghajar Mr Along membabi buta , kenapa tidak ?.Situa bangka itu sudah keterlaluan, akibat ulahnya banyak yang menjadi korban . Jika satu orang yang ia benci , tidak cukupkah ia membalasnya kepada yang dia benci saja ?, kenapa yang tidak bersalah dan tidak mengetahui apa apa harus ikut terkena imbasnya .
"Jef !, sudah Jef ! , jangan sampai si tua bangka itu mati di tanganmu !, kamu bisa terlibat hukum . Serahkan saja semua kepada yang berwajib ." ujar Rose , memegangi Jefry di bantu dua orang polisi , karna Jefry tidak berhenti memukuli Mr Along yang hampir mati konyol di tangan Jefry .
" Ayo Jef ! kita pergi !"
Rose menarik Jefry , membawanya masuk ke dalam mobil rombongan mereka untuk meninggalkan tempat persembunyian Mr Along tersebut . Mereka kembali ke penginapan mereka untuk beristirahat , melihat malam hampir pagi , dan mereka juga sudah capek .
__ADS_1
Di dalam mobil, tubuh Jefry melemah tapi bukan pingsan . Dia juga tidak memikirkan masalah kerugian atau kebangkrutan perusahaan sahabatnya , tapi memikirkan nasib korban dan keluarganya , belum lagi nasib ribuan karyawan sudah di pastikan akan kehilangan pekerjaan .
Sampai di penginapan, Mr Ze sudah berada disana .
"Jefry ! Rose ! , apa situa bangka itu sudah kalian bereskan ?" tanya Mr Ze langsung .
"Sudah Ze ! , sekarag kita harus kembali ke Sungapur segera . Di galangan terjadi ledakan besar, perbuatan dari suruhan si tua bangka itu !." jawab Jefry , bergegas masuk kedalam kamarnya mengambil barang barangnya .
"Apa maksudmu Jef ?" tanya Mr Ze , mengikuti Jefry masuk ke dalam kamar .
"Kamu harus tabah Ze !, perusahaanmu dihancurkan Mr Along !". jawab Jefry .
Mr Ze membeku mencerna apa yang dikatakan Jefry sahabatnya ." Ya Tuhan !, cobaan apa lagi ini ? . Apa Engkau tidak menerima tobat hambamu yang berlumur dosa ini ?" batin Mr Ze , menelan salivanya bersusah payah .
"Ayo Ze !, kita harus segera berangkat !." ajak Jefry , melihat Mr Ze terbengong .
Mr Ze pun tersadar dari lamunannya , mereka pun segera berangkat ke bandara . Sampai di bandara , mereka segera menaiki halikopter yang di sewa Mr Ze dari Batam bersama tiga Intel yang mengawalnya tadi . Mereka pun langsung terbang menuju Singapur .
Sedangkan Rose, ia sengaja tinggak untuk mengurus kasus Mr Along dan komplotannya .
Sampai di perusahan Mr Ze langsung mengadakan rapat dengan petinggi petinggi di perusahaannya .
"Berapa orang yang mengalami korban jiwa ?" tanya Mr Ze langsung .
"Hanya satu orang Mr !, menurut penyelidikan kami , dialah yang membawa bom bunuh diri itu masuk ke dalam kapal . Sepertinya dia sengaja meledakkannya jauh dari karyawan shif malam yang bekerja , dia tidak ingin ada korban jiwa ." jawab salah satu karyawan yang menjabat sebagai superpisor productian .
Mr Ze langsung menghembuskan napasnya lega , karna tidak ada yang mengalami korban jiwa , untuk karyawan yang terlibat persekutuan dengan Mr Along yang tewas , biarlah , itu kesalahannya sendiri, Mr Ze tidak perlu memikirkannya . Untuk masalah kerugian , Mr Ze juga tidak terlalu memikirkannya .
"Untuk sementara waktu liburkan semua karyawan untuk beberapa hari ke depan . Dan untuk korban luka luka , berikan semuanya pengobatan dan perawatan terbaik sampai sebuh ! dan karyawan yang masih berada di lapangan suruh pulang semua . Saya rasa Meatingnya cukup , selamat pagi !." ujar Mr Ze , sekalian mengakhiri rapat .
Setelah anggota rapat semua keluar dari ruangan rapat . Mr Ze langsung mendudukkan tubuhnya lemah di kursi meja rapat . Memijit pelipisnya yang terasa pusing .
"Ze !, Rico mana ?, kenapa dia tidak datang ?. Bukankah seharusnya dia duluan ada disini ? .ini malah dia tidak ada !" tanya Jefry .
Mr Ze langsung mendongakkan kepalanya ke arah Jefry . Kemudian langsung berdiri dari kursinya , mengingat keadaan Rico yang kacau terakhir meninggalkan rumahnya . Mr Ze kawatir sahabatnya itu kenapa kenapa . Meski Rico sudah berbuat salah , Mr Ze masih tetap peduli dengan sahabat seperjuangannya itu .
__ADS_1
"Jef !, ayok ke apartemennya !" ajak Mr Ze tergesa gesa keluar dari ruangan rapat .
"Ada apa Ze ?, Rico kenapa ?" tanya Jefry lagi , langsung mengikuti Mr Ze keluar dari ruang rapat . Mr Ze tidak menjawab , ia semakin mempercepat langkahnya keluar dari kantor perusahaannya .