21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 68


__ADS_3

"Kakak sadar dengan apa yang Kakak bicarakan ? Hah !!!" bentak Ashalina . Wajahnya sudah memerah marah , matanya sudah berkaca kaca ."Kenapa Kakak bangga mengumbar aib sendiri ?. Apa Kakak tidak punya malu ?. Aku sendiri yang mendengarnya malu Kak!."


Mr Ze yang sudah duduk langsung mendekap Ashalina ke dalam pelukannya ."Maaf Kakak keceplosan !"


Ashalina mendorong tubuh Mr Ze kuat sampai pelukannya terlepas dan langsung berdiri dari sofa yang ia duduki . Ashalina marah melihat suaminya , sampai empat wanita yang Mr Ze perawani hanya di hargai dengan uang , terlalu ! . Ashalina tidak menyangka , kalau suaminya itu sudah menikmati perawan sampai empat kali sebelum dirinya .Yang ia tau hanya sahabatnya Nazwa , tidak sengaja , alasan mabuk .


"Momy !, ayo kita pulang !" ajak Ashalina kepada mertuanya . Netranya sudah seperti pisau belati menghunus ke arah Mr Ze , geram melihatnya.


Momy Jeni yang menyorot tajam ke pada Mr Ze pun , berdiri dari tempat duduknya ."Ayo Tika ! Salma ! , kita pulang !, kita tinggalkan pria pria penjahat kelamin ini !." Ditariknya Tika yang duduk di samping Yudhi . Dan Ashalina menarik Salma yang duduk di kursi di samping brankar Rico , mereka pun keluar dari ruangan perawatan Rico .


Mr Ze tidak berkutik sama sekali melihat kemarahan kedua wanita yang ia sanyangi itu . Bukan maksudnya untuk mengumbar aibnya , hanya saja kebiasaan bercanda dengan Jefry , yang saling sama sama pria hidung belang , membuatnya keceplosan .


Mr Ze mengalihkan tatapannya ke arah Jefry ." Ini gara gara kau !" dilemparnya Jefry dengan kotak tissu yang ada di atas meja . Kemudian beranjak pergi keluar kamar ingin menyusul ke empat wanita yang tidak terima kaumnya di permainkan .


"Kenapa saya pula yang disalahin ?, kita sama pun !" bela Jefry .


Sampai di luar kamar , Mr Ze sudah tidak melihat Ashalina, Momy Jeni ,Tika dan Salma ."Cepat sekali jalan mereka !, kenapa sudah tak ada ?" gumam Mr Ze , menatap lorong yang terlihat sunyi tidak ada orang lewat sama sekali .


Mr Ze pun melangkahkan kakinya ke arah lif dan langsung masuk, Lalu memencet tombol turun .Ia ingin menyusul ke empat wanita itu .


Sampai di lantai bawah !, Mr Ze juga tidak mendapati mereka disana ."Kemana mereka ?, cepat sekali menghilangnya ?" batin Mr Ze .


Mr Ze mengeluarkan phonselnya dari saku celananya , kemudian menghubungi no Ashalina , tapi tidak di angkat . Mr Ze pun menghubungi Momy Jeni , sama.. telephonnya juga tidak di angkat ." Apartemen sudah kujual , mereka mau pulang kemana ?. Kalau pulang ke Batam , ini sudah petang , keberangkatan kapal sudah tidak ada . ke apartemen Rico sama Jefry , sepertinya gak mungkin , mereka tidak tau no kodenya " batin Mr Ze , berpikir , sambil memutar pandangannya di area lantai satu yang terlihat banyak pengunjung lalu lalang .


Mr Ze pun terus mencoba menghubungi no ke empat wanita itu lagi , namun satu pun tidak ada yang mau mengangkat telephonnya . Samapi Mr Ze menggaruk pangkal kepala belakangnya , karna tidak tau kemana perginya ke empat wanita itu .


Di tempat lain , ke empat wanita itu tersenyum , melihat layar di depan mereka . menggambarkan bentuk janim yang berada di perut Ashalina , yang sudah berusia delapan minggu .


Tadi setelah mereka sampai di lantai bawah Rumah Sakit . Momy Jeni teringat , kalau Ashalina belum memeriksa kandungan bulan ini . Kemudian ia pun mengajak Ashalina untuk memeriksakan kandungannya mumpung mereka ada di Rumah Sakit . Dan kebetulan , Dokter yang bertugas disana adalah teman Momy Jeni . Sehingga ia tidak perlu mendaftar atau mengantri . Sebelum masuk tadi , Momy Jeni menelephon Temannya itu dan langsung di suruh masuk saja , karna pas waktu istirahat .


"Kandungannya sehat , tidak ada masalah !" ucap Dokter wanita yang tampak sudah mulai tua tapi masih kelihatan cantik itu tersenyum ramah .


Ashalina pun tersenyum menganggukkan kepalanya ." Trimakasih Dok !"


"Sama sama !"


Ashalina pun turun dari atas brankar pemeriksaan di bantu oleh suster di ruangan Dokter kandungan tersebut . Kemudian berjalan ke arah meja Dokter dan mendudukkan tubuhnya di kursi yang berseberangan .


"Apa ada keluhan !, atau mau ditanyakan ?" tanya Dokter itu ramah .


"Nggak Dok !"

__ADS_1


"Saya akan beri resep vitamin !, silahkan tebus di apotek !" ujar Dokter itu ramah . Kemudian memberikan selembar kertas kepada Ashalina .


"Trimakasih Dok !, kalau begitu kami permisi !" ucap Ashalina .


"Sama sama !" balas Dokter itu mengangguk sambil tersenyum .


"Trimakasih Dokter Filna ! , kami pamit !" ucap Momy Jeni lagi .


"Sama sama Jen !"


Saat Mr Ze ingin masuk ke dalam lif , HPnya berbunyi pertanda ada pesan masuk . Ia pun segera mengeluarkan hanphonnya dari saku celananya yang sempat ia simpan . Lalu membaca pesan masuk tersebut , ternyata smas banking laporan penarikan saldo dari atm miliknya yang ia berikan kepada Ashalina .


Mr Ze mengembangkan senyumnya , kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat , ke arah atm yang berada di area Rumah Sakit . Sampai disana Mr Ze tidak ada melihat meteka .Karna memang Ashlian memakai atmnya untuk memabayar biaya pemeriksaan kandungannya di apotek Rumah Sakit , bukan di tempat penarikan uang .


"Awas kamu Baby !, kamu sudah bikin kakak pusing mencarimu !. Tunggu hukumanmu !, kakak tidak akan memberikan kenikmatan belalai kakak selama seminggu " batin Mr Ze , gemas kepada kuda poninya .


Di ruang perawatan , semenjak Salma ditarik Ashalina membawanya pergi, Rico nampak murung . Rasanya baru sebentar ia melihat Salma rindunya belum terobati , sudah langsung di bawa pergi .


"Pakcik Bule ! kenapa lagi ? , wajahnya kusut kaya uang kembalian seribu ?" tanya Yudhi ." Ingat pakcik Bule ! aku membawa Salma kesini tidak gratis !" ucap Yudhi lagi .


Rico mendengus , Asisten baru rekomendasi dari sahabatnya itu , sering sekali memalak uangnya . Sedikit sedikit minta imbalan , sedikit sedikit uang . Tiga minggu bekerja dengannya , selama itu juga Yudhi membuatnya sakit kepala , dengan sipatnya yang suka jahil dan bercanda , dan bekerja terlihat tidak serius . Untung Yudhi lumayan pintar , kalau gak !, Rico sudah memberinya langsung surat PHK tanpa pesangon .


"Momy yang membawanya kesini !" balas Rico .


"Aku rasa kau tidak berhasil membujuknya !" balas Rico .


"Hebat juga caramu menaklukkan Salma Ric ! , Saya tidak menyangka kau pintar acting !"Jefry , menggeleng gelengkan kepalanya.


"Saya tidak acting !, saya benaran sakit !" sanggah Rico .


"Tapi sakitmu tidak separah yang Salma pikirkan . Kamu sebenarnya sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit ini . Tapi kau saja yang ingin sakit berkepanjangan !" tuturJefry lagi .


"Kalian juga yang memberiku ide !" ujar Rico .


Pintu ruangan perawatan Rico pun terbuka , Mr Ze masuk dengan membawa kantong plastik berisi kotak makanan .


"Nih ! makanlah yang banyak ! , kau sudah sangat kurus . Sekarang kau tidak perlu menahat lapar lagi sampai hampir mati !." Mr Ze pun memberikan satu kotak makanan kepada Rico yang masih setengah terbaring di atas brankar .


"Dimana mereka ?" Rico tak ingin menanggapi perkataan Mr Ze. mendudukkan tubuhnya ,turun dari brankar sambil menerima makanan yang diberikan Mr Ze . berjalan ke arah sofa sambil mendorong tiang infusnya .


"Saya tidak menemukan mereka lagi , biarkan saja !. Mereka aman bersama Momy !." jawab Mr Ze .

__ADS_1


"Kunci pintunya Ze !, mana tau tiba tiba mereka datang !. bisa ketahuan nanti si Rico acting ." ujar Jefry .


"Benar juga !" Mr Ze pun berjalan kembali ke arah pintu , langsung menguncinya ."Aman !" Mr Ze tersenyum berjalan ke arah sofa untuk memakan makanan yang ia bawa .


Ke empat laki laki yang bersekongkol untuk menaklukkan hati Salma itu pun menyantap makan malam mereka . Sambil bercanda saling mengejek .


"Kenapa kalian tidak memberitahuku kalau Salma akan datang ?" tanya Rico , sambil mengunyah makanannya .


"Biar kau terkejutlah !, biar actigmu lebih natural " jawab Jefry .


"Tadi saya tidak acting ! , itu murni apa yang saya rasakan !" balas Rico .


"Ric ! , kamu yakin tongkatmu itu sudah berhasil membobol gua milik Salma ?, secarakan kamu belum pernah uji kemampuan tongkatmu itu ?" tanya Mr Ze , niat menggoda sahabatnya yang diam diam menghanyutkan .


" Yakinlah ! , Saya melihat sendiri darah perawannya !" jawab Rico .


"Saya pikir tongkatmu itu tidak bisa lurus selama ini !" ujar Jefry .


"Kau pikir ! saya belok !." Rico mendengus kesal .


"Jangan jangan kau memang sengaja membobol pertahanan Salma ? , parah kamu Ric !" tanya Jefry lagi .


"Awalnya saya tak ada niat melakukannya , karna dia menolak saya trus , entahlah.. !" jawab Rico .


"Pakcik pakcik ! , jangan bicara seperti itu di depan anak perjaka ! , kasihan telinga saya yang suci ini ternodai !" ujar Yudhi , kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya .


"Yakin masih perjaka ? gak pernah pake sabun , atau main solo ?" tanya Mr Ze , dengan nada meledek .


"Sssttt...!!! itu rahasia !" jawab Yudhi , menempelkan telunjuknya di bibirnya .


Tok tok tok !!!


Mendengar ada yang mengetok pintu kamar perawatan Rico , mereka pun saling pandang .


"Ric ! , cepat kembali ke tempat tidurmu !" suruh Jefry .


Rico menganggukkan kepalanya , dengan cepat menelan makanan di mulutnya , minum dengan terburu buru , kemudian berlari sambil membawa tiang infusnya naik langsung berbaring di atas brankar , menarik selimut dan langsung menutup matanya , pura pura tidur .


Dasar ! buaya buaya darat cap kadal ! .


.

__ADS_1


.


__ADS_2