
Yudhi memandangi wajah Tika yang sudah tertidur pulas di sampingnya . Sesekali Yudhi mengecup pipi Tika istrinya .
"Hatimu begitu mulia istriku ! , aku berdoa kepada Tuhan , supaya DIA memudahkan surga untukmu . Aku sangat bersyukur mendapatkan istri sepertimu , aku tidak akan menyianyiakanmu , dan tidak akan mau kehilanganmu !" ucap Yudhi dalam hati .
Jika di suruh memilih , sudah pasti Yudhi memilih Tika . Tapi bagaimana nanti nasib anaknya yang bersama Normala ?, mau tidak mau Yudhi harus belajar mencintai Normala demi anak anaknya . Yudhi tidak mau nanti anak anaknya membencinya karna sudah di pisahkan dari Ibunya . Dan Yudhi tidak mau nanti anak anaknya membencinya karna merasa ditelantarkan , di tuduh pilih kasih sama darah danging sendiri . Yudhi sangat menyanyangi anak anaknya . Terlebih Normala adalah korban dari mantannya sendiri , Yudhi harus bertanggung jawab untuk itu .
Di kamar Normala , ia tidak bisa tidur , tiba tiba ia ingin makan sesuatu . Normala terus mengusap usap perutnya , berharap ngidamnya hilang . Ingin meminta tolong kepada Yudhi , Normala tidak akan berani , meski Yudhi sudah baik kepadanya . Apa lagi sekarang Yudhi lagi bersama Tika , Normala tidak mau mengganggunya . Apa lagi sudah tiga hari ini , Yudhi sudah menghabiskan waktu bersamanya . Normala tidak mau egois , untuk mengambil jatah Tika . Apa lagi dia hanyalah istri kedua Yudhi , yang terpaksa Yudhi nikahi karna di ancam .
"Sabar ya ! anak anak Ibu ! , besok lagi kita cari makanan , oke !" Normala berbicara dengan anak yang di perutnya .
Selama kehamilan Normala sering tidak bisa tidur malam , karna sering mengidam makanan , tapi sering ia menahannya , karna tidak ada tempat untuknya minta tolong . Karna keluarganya juga sempat tidak menyukainya , karna apa yang sudah ia lakukan . Normala benar benar sendiri , sendiri menghadapi apa yang sudah menimpanya . Tapi tak apa , Normala akan mencoba untuk kuat , yang penting kedua orang tuanya baik baik aja , bebas dari ancaman bahaya .
Normala meneteskan air matanya , begitu berat hidup yang ia hadapi . Ia juga tidak ingin menjadi istri kedua, meski ia mencintai Yudhi . jika nyawanya yang terancam saat itu .Normala pasti akan melilih mati konyol di tangan penjahat itu .
"Tuhan ! salahkah aku jika aku ingin hidup bersama orang yang kucintai !" batin Normala . Ia juga tidak ingin di takdirkan menjalani pernikahan pologami . Tapi entah kenapa , semenjak dia hamil , rasa ingin memiliki Yudhi , sangat menggebu gebu di hatinya , ia ingin Yudhi menyentuhnya , membelainya dan mencumbuinya . Sering kali Normala menginginkan Yudhi mengajaknya bercinta . Tapi Normala harus menahan itu semua , takkan berani Normala mengutarakan ke inginannya itu kepada Yudhi . Apakah itu hormon bawaan kehamilan , Normala juga tidak tau . Normala sangat sering tersiksa karna hasratnya tidak terpenuhi .
Normala hanya bisa mengusap air matanya sendiri , jikala rasa rindu itu datang .
.
.
Yudhi menuruni anak tangga ke lantai bawah rumahnya , ia sudah tampak rapi dengan kemeja putih dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam , melangkahkan kakinya ke arah dapur . Disana Yudhi mendapati Tika , Normla beserta Ibunya tengah menyiapkan sarapan pagi . Hari ini ia harus tetap bekerja , karna banyak pekerjaannya yang menumpuk .
Yudhi melangkahkan kakinya mendekati Tika dan langsung mengecup ujung kepalanya .
"Selamat pagi yayang Beb !" sapa Yudhi , lagi mengecup pipi Tika dari samping .
Tika menarik kedua sudut bibirnya ke atas , membentuk senyuman .
"Selamat pagi juga Hubby !"membalas mengecup pipi Yudhi . sudah menjadi kebiasaan mereka setiap pagi , jika Yudhi lagi di rumah .
__ADS_1
Normala yang melihatnya langsung menundukkan pandangannya melihat ke romantisan Tika dan Yudhi . Dari tadi dia hanya duduk di kursi meja makan , karna tidak di bolehkan Tika ikut membantu , Tika menyuruhnya duduk saja , dan hanya boleh membantu mengupas bawang dan memetik sayur .
kemudian Yudhi melangkahkan kakinya ke arah Normala yang duduk menunduk , mengecup ujung kepala Normala .
"Selamat pagi sayang !" sapa Yudhi ,melakukan hal yang sama , Yudhi pun mengecup pipi Normala dari samping .
"Selamat pagi juga Yud !" balas Normala tersenyum tipis . Yudhi pun mengusap perut Normala .
"Selamat pagi anak anak Papa !" sapa Yudhi lagi ke anak anaknya yang masih berada di dalam perut Normala .
Melihat itu wajah Tika berobah sendu menatap kepada Yudhi dan Normala .
"Sabar ya !" ucap Ibunya Yudhi , kasihan melihat menantunya harus memiliki madu . Tapi bagaimana lagi , Ibunya Yudhi hanya menghela napasnya , melihat begitu rumitnya rumah tangga anaknya .
Bukan Yudhi tidak peka dengan situasi , tapi dia harus memperlakukan istrinya dengan adil merata . Meski Yudhi lebih mencintai Tika , biarlah urusan hati , menjadi urusannya dengan Tuhannya .Yang penting Yudhi sudah berusaha untuk adil dan menjadi suami yang baik sebisanya .
"Yayang Beb ! , sarapan untukku mana ?" Yudhi mendekati Tika kembali .
"Ini sudah kusiapin !" Tika memberikan Yudhi kotak makan yang sudah dimasukkan ke dalam plastik . Setiap hari Yudhi akan membawa bekal sarapan pagi dari rumah , nanti setelah sampai di kantornya baru ia sarapan . Karna Yudhi tidak bisa mengisi perutnya jika terlalu pagi , ia akan merasa perutnya bega . Jadi dia akan memakan sarapan paginya jam sembilan nanti .
"Iya ! hati hati !" balas Ibunya .
"Ayah mana Bu ?" tanya Yudhi , tidak melihat Ayahnya dari tadi .
"Bawa Daanish sama Daniyal jalan jalan keliling komplek !" jawab Ibunya Yudhi .
"Oo..!" Yudhi sudah tau , kalau Ayahnya itu akan suntuk jika berdiam diri dirumah .
"Sayang ! , ayo antar aku !" ajak Yudhi . Setiap pagi Tika memang akan mengantar Yudhi ke pelabuhan , dan sore hari menjemputnya lagi .
Normala yang hendak berdiri dari kursinya langsung di tahan Yudhi , karna melihat Normala yang kesusahan bergerak .
__ADS_1
"Sayang ! gak apa apa , duduk aja !" ucap Yudhi ." aku berangkat kerja dulu ya ! " pamit Yudhi , mengusap kepala Normala , lalu mencium keningnya .
Normala tersenyum lembut manganggukkan kepalanya dengan matanya berbinar , kemudian menyalam tangan Yudhi , menempelkanya ke keningnya sebagia tanda hormatnya kepada suami .
"Bu !, Yudhi pamit ya !" Pamit Yudhi lagi kepada Ibunya ." Ayo antar aku yayang Beb !" kemudian Yudhi menarik tangan Tika , membawanya keluar rumah .
Setelah mereka masuk ke dalam mobil , Yudhi mengusap kepala Tika , kemudian melajukan kenderaanya keluar dari pekarangan rumahnya .
"Aku tau kamu cemburu Yayang Beb ! karna aku memperhatikan Normala , itu wajar ! . Tapi aku harus adil memperlakukan kalian . Aku akan berdosa besar Yayang Beb , jika aku tidak berlaku baik padanya .Dan keputusan untuk mempertahankan pernikahan kami juga adalah saranmu sayang ! . Apa yang harus kulakukan sayang ! biar aku tidak melukai hatimu ? , biar aku tidak melukai hati kalian berdua ?" tanya Yudhi . Tika hanya diam menunduk dengan mata yang sudah berkaca kaca .
Diam
Hening
Tidak ada yang berbicara lagi .
Sampai di pelabuhan Yudhi memarkirkan kenderaanya diparkiran khusus mobil .Yudhi menarik Tika ke dalam pelukannya , mencium ujung kepala Tika yang terbalut hijab , lalu mencium kening Tika lama .
"Hidupku akan seperti di neraka , melihat air mata mengalir dari mata ini !" Yudhi mengecup kedua kelopak mata Tika .Hidupku akan hampa jika senyum dan tawa hilang dari bibir ini !" lagi Yudhi mengecup bibir Tika .
"Maafkan aku istriku ! karna sudah melukai hatimu ! . Maafkan aku sudah menghadirkan orang ke tiga dalam rumah tangga kita !." setelah berbicara , Yudhi pun mencium bibir Tika lagi , menyapu bibir Tika dengan lembut , perlahan menerobos rongga mulutnya , menyalurkan rasa cintanya , mengisap sari sarinya penuh dengan hikmat .
Setelah melepas pagutannya , Yudhi pun mengecup kening Tika ." Aku pergi kerja dulu Yayang Beb !, nanti hati hati di jalan . Lagi, Yudhi menyapu bibir yang tidak membisankan itu dengan bibirnya .
" Hubby juga hati hati !" balas Tika menyalam tangan Yudhi membawanya ke keningnya .
"Iya Yayang Bebku !, tapi sekarang aku minta di cium , biar semangat kerjanya !" Yudhi menunjuk nunjuk pipinya dengan telunjuk .
Tika tersenyum , dan langsung mencium kedua pipi Yudhi bergantian , dan terakhir mengecup bibir Yudhi suami brondongnya .
.
__ADS_1
.
.