
" Upiak ! , cepat ke siko ! " panggil Mr Ze , menghiapkan sebelah tangannya , satu tangannya lagi di tarok di pinggang . Melihat Ashalina baru pulang . ( upiak \= untuk panggilan anak perempuan )
" Apa kak Zeyn ? "
" Pai kama ? hah.. ! , hampir patang baru baliak !" tanya Mr Ze , sambil menjewer telinga Ashalina .
( pergi kemana ! hah..! , hampir petang baru balik ! )
" Sakit kak Zeyn..! " keluh Ashalina . kemudian mengerucutkan bibirnya .
" Caliek ! rumoh indak disapu ! , piriang indak di cuci ! , alun lai masak ! , pai antah kamano ! . sangajo ndak bawa hape pulo ! , bia ndak biso di hubungi ! " ucap Mr Ze gemas , menirukan gaya emak emak memarahi anaknya . Membuat Ashalina tertawa tawa .
( lihat ! rumah tidak di sapu ! , piring tidak di cuci , belum lagi masak , pergi entah kemana ! , sengaja gak bawa HP pula ! , biar gak bisa di hubungi ! ).
" Kenapa kakak jadi seperti Amak ? ."
" Kenapa pergi gak pamit sama kakak ? Hah ! ". Mr Ze melingkarkan lengannya keleher belakang Ashalina , menuntunnya masuk ke dalam kamar mereka .
"Kalau Acha pamit kakak gak bakalan ijinin " jawab Ashalina .
" Tunggu hukumanmu nanti malam Baby ! , kakak pastiin besok pagi kamu gak bisa jalan , Bair tidak kabur lagi ." Ditariknya hidung Ashalina .
" Sakit Kak Zeyn ! " cemberut , Ashalina mengusap usap hidungnya .
" Awas kak ! Acha mau pergi mandi ! " ketus Ashalina . melelaskan tangan Mr Ze dari lehernya .
" Mandi bersama Yuk ! "
" Gak ! " ucap Ashalina galak .
Setelah Ashalina mengambil baju gantinya , ia pun langsung keluar dari dalam kamar berjakan menuju kamar mandi belakang rumah .
Tadi siang saat Mr Ze menuntaskan hajatnya di toilet . Ashalina menyempatkan diri kabur dari rumah . Ia sengaja tidak membawa HP agar Mr Ze tidak bisa menghubunginya .
Ashalina kesal dengan Mr Ze , yang terus terusan ingin menerkamnya , makanya ia melarikan diri . kalau tidak ! , mungkin sampai sore , Ashalina akan tinggal tulang , karna habis di lahap oleh buaya kelaparannya itu .
Setelah dua hari melewati upacara adat pernikahan mereka . Malam ini adalah puncak pesta pernikahan mereka yang di adakan di salah satu hotel di Kota Padang .
Momy Jeni beserta keluarga sudah sampai dua hari yang lalu . Jefry dan Rico baru sampai sore tadi , dan kolage kolage bisnis mereka pun berdatangan . Dan tidak ketinggalan juga sahabat sahabat Ashalina Tika , Rosma , Renti dengan suaminya dan tidak lupa sahabat Ashalina si tegil Yudhi .
__ADS_1
Malam ini Ashalina nampak begitu cantik dengan balutan gaun penganten berwarna putih , dengan model terbuka dibagian atasnya , menampakkan bagian dada Ashalina sampai ke pungggung , dengan taburan berlian berlian kecil di seluruh permukaan kain . Rambut disanggul rapi kebelakang ,ditambahkan dengan bando kecil berwana silver tersemat di ujung kepala Ashalina. Di tambah lagi polesan Make up yang tidak terlalu tebal di wajahnya , membuat Ashalina terlihat sangat cantik , seperti putri di Negri dongeng .
Tidak kalah dengan Mr Ze, Ia juga terlihat sangat begitu tampan . dengan memakai kemeja dan jaz beserta celana yang berwarna senada dengan baju Ashalina . Rambut disisir rapi kesamping , wajahnya diberi sedikit sentuhan make up tipis , menambah ketampanannya berkali lipat .
Ashalina putri dan Zeyn Fachry El Mahfudz benar benar pasangan yang serasi .
Dari tadi siang pesta pun berlangsung sangat meriah . Dihibur oleh penyanyi penyanyi terkenal di daerah padang dan ada juga penyanyi dari ibu kota , tentu rekomendasi dari Ashalina putri . Mengundang para penyanyi idolanya dari Jakarta .
" Selamat Ze ! , semoga langgeng " ucap Jefry , menyalam sahabat satu spesiesnya yang sudah bertobat itu .
" Terima kasih ! , semoga kamu menyusul seperti saya " balas Mr Ze .
" Carikanlah cewek cantik seperti istrimu " balas Jefry .
" Tak Ada , seperti istriku satu je ! ." jawab Mr Ze , melingkarkan lengannya ke pinggang Istrinya dari belakang . membuat Jefry mendengus .
" Selamat Nona ! " ucap Jefry mengulurkan tangannya untuk menyalam Ashalina .
" Trimakasih ! " balas Ashalina .
Belum sempat Tangan mereka bersentuhan , sudah langsung dicegah Mr Ze .
" Tak boleh sentuh sentuh ! , sana pulang ! , urus perusahaan " ucap Mr Ze , menepis tangan sahabatnya .
" Trimakasih ! " balas Ashalina tersenyum ramah . ia memang belum mengenal Rico , tapi Ashalina sudah tau kalau Rico sahabat dari suaminya .
" Tidak boleh menyentuh tangan istriku ." Mr Ze langsung menarik tangan Ashalina yang sempat bersentuhan dengan tangan Rico .
" Ric ! , ayo kita pulang ! , kita pindahkan saja semua sahamnya atas nama kita ." ucap Jefry , kesal melihat Mr Ze yang berobah posesif .
" Coba saja kalau kalian berani " ancam Mr Ze .
" Kenapa kami tidak berani ? , kami berdua yang capek , sudah eman bulan kau tidak ada bekerja mengurus perusahaanmu . Bahkan kau tidak tau sudah kami apakan perusahaanmu " ujar Jefry menyeringai , membuat Mr Ze mendengus .
" Selamat Ze ! " ucap Rico , memeluk Mr Ze .
" Trimakasih ! , kau juga menikahlah , jangan sampai pisau belatimu itu karatan karna tidak pernah di asah sama sekali " balas Mr Ze .
" Ck ! , laki laki sepertiku yang dicari wanita . 100% dijamin orisinil , belum tersentuh zat kimia lain " bangga Rico .
__ADS_1
" Tapi pisau belatimu belum terjamin kualitasnya . kalau belalai saya sudah 100% terjamin kualitasnya " ucap Mr Ze tidak kalah bangganya .
" Ayok Ric ! , kita turun . itu antri di belakang sudah panjang " ajak Jefry . benar , orang sudah banyak mengantri di bawah pelaminan .
" Kami langsung pulang Ze ! , besok pagi kami ada Meting dengan para pemilik saham . Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian ." ucap Rico . kalau si Jefry , ia sudah turun dari atas pelaminan .
Dibawah pelaminan , Yudi bersama rombongan dari Batam . tentunya Rosma , Tika , Renti dan suaminya .
Yudi berdiri dari tempat duduknya berjalan mendekati wanita paru baya yang sangat ia kenal berada tidak jauh dari tempat duduk mereka .
" Yud ! mau kemana ? , nanti kamu hilang ! " tanya Tika .
" Ck ! , kamu pikir aku balita , bisa hilang dikeramaian " jawab Yudhi ,
" Kamukan masih balita Yud ! , buktinya nempel terus di samping Mama ." kelakar Tika .
Selama satu minggu semenjak Ashalina pulang kampung , Yudhi memang selalu menempel terus dengan tika , apa lagi setelah mendengar kabar Ashalina sudah menikah , Yudhi sering mendatangi kontrakan Tika , menangis memeluk Tika , sampai pacar Tika cemburu dan memutuskan hubungan dengan Tika .
Dan sekarang Tika juga sudah pindah ke kontrakan Ashalina , atas paksaan Yudhi .
" Ibu ! , kenapa ada disini ? " tanya Yudhi , setelah berdiri di depan Ibunya .
" Kamu sendiri kenapa sampai disini ? " tanya balik Ibu Yudhi .
" Pengantin wanitanya itu cewek yang kuceritakan sama Ibu , cewek yang kusukai Bu ! " jawab Yudhi lesu .
" Untung cewek itu gak menyukaimu Yud ! " balas Ibu Yudhi .
" Jahat banget sama Yudhi Bu ! " Yudhi pun memanyunkan bibirnya .
" Dia kan sepupumu Yud ! , Ayahmu sama Ayahnya sepupu kandung , kalian bisa dibilang masih sedarah , tidak boleh jatuh cinta ." jelas Ibunya Yudhi .
" Benaran Bu ? " Yudhi begitu kaget dengan pernyataan Ibunya .
" Ini pamanmu sama istrinya , Orang tua Ashalina , Ayo salam mereka . ucap Ibu Yudhi menyuruh anaknya .
Yudhi pun menyalam kedua orang tua Ashalina yang ternyata paman dan tantenya .
" Yudhi paman ! , Tante ! " ucap Yudhi memperkenalkan diri , memberikan senyum terbaiknya .
__ADS_1
" Dan satu lagi ! , ini Ibunya suami Ashalina " ujar Ibu Yudhi lagi .
" Yudhi tante ! " ucap Yudhi lagi , menyalam tangan Ibu dari laki laki yang sudah menjadi saingan beratnya itu .