21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 67


__ADS_3

Sudah seminggu Rico dirawat di Rumah Sakit ,Keadaannya semakin semakin memburuk , karna ia menolak untuk makan . Rasa Cinta yang menggila, sudah menggrogoti seluruh organ tubuhnya . Tidak ada obatnya selain Salma, gadis yang terlanjur ia sakiti .


Tubuhnya semakin melemah dan kurus, bahkan untuk membuka matanya pun ia susah . Sesekali ia menggumamkan nama Salma di alam bawah sadarnya .


Mr Ze dan Yudhi sudah mencoba membujuk Salma supaya mau membantu kesembuhan Rico , menjenguk Rico sekali saja . tapi Salma tidak mau , Rasa sakit hati masih lebih menguasai dirinya .


"Ric ! sampai kapan kamu seperti ini ?, bangkitlah ! . Kalau kamu memang benar mencintai Salma , tidak seperti ini cara menunjukkannya Ric !" ucap Mr Ze , berdiri di samping brankar Rico , dengan posisi memasukkan kedua tangannya ke saku celananya, memandangai wajah Rico yang tampak tirus .


"Ze !, apa Rico belum ada perubahan ?" tanya Jefry, baru masuk keruangan perawatan Rico .


"Entahlah budak yang satu nih ! , sekali jatuh cinta langsung gila ! Entah apa yang dia pikirkan ?" ujar Mr Ze .


"Ze ! , saya dapat info baru , ternyata tiga orang yang menarik saham dari perusahaan itu adalah orang yang berhasil dipengaruhi Mr Along , begitu juga dengan pemilik perusahaan Marina Expres yang membatalkankerja sama"ungkap Jefry .


"Biarkan sajalah Jef , nanti orang itu sendiri yang akan menyesal jika tau si tua bangka itu menipu mereka " balas Mr Ze .


"Tok tok tok !!!"


Mr Ze dan Jefry refleks menoleh ke arah pintu, mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan perawatan Rico .


"Assalamu alaikum Kakak..!"


"Baby !" kaget Mr Ze langsung melangkahkan kakinya menyambut kedatangan Ashlina yang tiba tiba dan langsung memeluknya mencium ujung kepala Ashalina ."Momy !" ucap Mr Ze lagi ,melihat Momynya juga ikut , di ikuti Salma Tika dan Yudhi ."Kenapa kalian mau kesini gak bilang ?."


"Kalau di bilang dulu pasti kakak ga bolehin !" jawab Ashalina.


"Bagaimana keadaan Rico Ze ?" tanya Momy Jeni berjalan ke mendekati brankar Rico .


"Seperti yang Momy lihat !, masih setengah gila !" jawab Mr Ze .


Perlahan Salma melangkahkan kakinya berjalan mendekati brankar dimana Rico disana terbujur lemah dengan mata terpejam . Salma menghela napasnya pelan melihat laki laki yang mengaku mencintainya itu nampak sangat kurus , wajahnya pun pucat . Entah kenapa hati Salma terenyuh melihatnya , tidak percaya ada orang yang sampai frustasi separah itu karna cintanya di tolak .


Salma mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping brankar Rico . Memejamkan matanya sebentar , menarik napasnya . Kemudian terdengarlah suara Salma membaca A'uzdubillahi minassyaithonirrojim - Bismillahirrohmanirrohim !.


Kemudian Salma lanjut melafhalkan surah An naba, Kalam Allah yang memiliki keutamaan :Dapat menghilangkan kesusahan dan kesedihan bagi siapa yang membacanya dan mengamalkannya setiap hari . Jika dibacakan kepada orang yang lagi memiliki kegundahan , bisa menenangkan hati orang yang tengah gunda .


Mereka yang berada di ruangan itu pun terdiam dan hanyut mendengar lantunan ayat suci yang di bacakan oleh Salma dengan suara merdunya .


Samar samar dalam tidurnya , Rico mendengar sura merdu seorang wanita melantunan ayat suci Alqur'an , membuat hatinya terasa tentram . "dari mana asal suara itu ?, terdengar sangat indah dan sepertinya tidak jauh dari sini !, aku ini dimana ?, sepertinya aku mengenal suara itu" batin Rico setengah sadar.


Perlahan kesadaran Rico kembali , ia membuka matanya, netranya langsung mengarah ke sumber suara yang mampu menyejukkan hatinya itu .


"Salma !" ucap Rico lemah , tak percaya dengan apa yang ia lihat , tak terasa cairan bening pun mengalir dari sudut matanya .

__ADS_1


"Syodakollahul 'azim..!"


Gadis manis yang memakai hijab itu pun mengakhiri lantunan kitab sucinya .


"Maaf !" Tatapan Rico meneduh . Merasa menyesal sudah menyakiti gadis yang digilainya itu . Tatapan teduh itu pun masih terlihat penuh harap , Salma menerima cintanya . Tapi ia sudah tidak punya keberanian untuk mengatakannya .


Salma menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan ."Aku sudah memaafkanmu Mr Rico !"


"Trima kasih !" balas Rico .


"Aku memberimu satu kesempatan !" ucap Salma .


Rico langsung menajamkan tatapannya kepada Salma , tidak percaya dan kurang paham maksud dari satu kesempatan .


Bukan tanpa alasan , Setelah menonton vidio yang dikirim Mr Ze melalui aplikasi WA kepadanya . Salma mengalami pergulatan batin , melihat kondisi Rico yang memprihatinkan , sedikit hati salma tersentuh atau lebih tepatnya kasihan melihat keadaan Rico . Di tambah lagi , setelah iya di bujuk Momy Jeni , dan menceritakan tentang kehidupan masa lalu Rico , mungkin siapa pun orang yang mengalaminya akan merasa hancur .


Dari situ Salma memantapkan hatinya untuk menerima Rico, setelah ia melaksanakan Shalat istikharoh tiga malam berturut turut , meminta petunjuk kepada Ilahi . Mengingat ia juga sudah di sentuh Rico .


Salma mengambil nampan yang berisi makanan dari atas meja nakas di samping brankar Rico .


"Sekarang Mr harus makan ! , biar sembuh !" ucap Salma .


Rico , ia hanya diam saja , netranya yang terus memgeluarkan cairan bening itu tidak putus memandang Salma .


Salma memberikan Rico minum terlebih dahulu dengan menggunakan sedotan dari botol air mineral .


"Mr minum dulu !" ucap Salma .


Rico terus memandangi Salma , tidak percaya Salma memberinya minum . Perlahan Rico membuka sedikit mulutnya. Salma pun memasukkan sedotan itu ke mulut Rico . Rico langsung menyedot air minum dari botol itu perlahan . Salma menarik sedikit kedua sudut bibirnya ke atas , sekedar tersenyum .


Kemudian Salma menyendok bubur yang ada di dalam mangkok, menyuapkannya ke mulut Rico .


"Makanlah !, biar Mr Sembuh !" ucap Salma lagi , karna Rico diam tidak membuka mulutnya dan terus memandanginya .


"Aku mencintaimu Salma !" lirih Rico .


"Kalau Mr mencintaiku !, makanlah ! Mr harus sembuh !" balas Salma .


Tatapan teduh itu sepertinya belum paham maksud dari perkataan Salma .


"Apa itu artinya kamu menerimaku ?"


"Jika Mr sudah sembuh !, dan melamarku !" jawab Salma , memberikan sedikit senyumnya .Di ambilnya tissu yang berada di atas nakas , lalu dilapnya cairan bening yang meleleh di wajah Rico . Sebisa mungkin Salma tidak bersentuhan kulit dengan Rico .

__ADS_1


"Maafkan aku sudah menyakitimu !, aku janji akan akan membahagiakanmu !" ucap Rico .


"Makanlah !"


Rico membuka mulutnya , menerima suapan bubur dari tangan Salma langsung menelannya . Masih tidak percaya , kalau Salma ada di depannya , dan menyuapinya makan .


"Ternyata sikap dewasa seseorang itu , tidak tergantuk usianya !" celetuk Yudhi .


Dari tadi mereka semua hanya diam menyaksikan adegan romantis Salma dengan Rico . Salma yang usianya masih sangat muda bersikap sangat dewasa , dengan sabar menyuapi Rico .Sedangkan Rico yang sudah menginjak usia kepala tiga , bersikap seperti bocah yang mengemis kasih sayang dari Ibunya .


Salma pun menyuapi Rico sampai bubur di mangkok itu habis . Salma memberikan Rico minum , kemudian melap sisa makan yang menempel di bibir Rico dengan tissu .


"Ric ! apa nyawamu sudah kembali ?" tanya Jefry , bercanda .


Rico diam tidak menanggapi pertanyaan Jefry . Begitulah Rico dengan sifat introvetnya . Dia akan berbicara jika itu perlu menurutnya , tidak tau caranya bercanda .


"Jef !, tidak usah menggodanya !" ujar Momy Jeni .


"Biar hidupnya tidak membosankan Mom ! , saya bosan Mom ! melihat hidupnya yang tidak punya warna , terlalu polos Mom !" balas Jefry .


"Dari pada kau ! terlalu banyak warna , sampai belang belang tidak jelas dan tidak beraturan ! .Kau sama saja dengan Ze !" ujar Momy Jeni lagi .


"Kok Zeyn di bawa bawa Mom ? , Zeyn 'kan sudah tobat Mom !" sela Mr Ze , tidak terima . Dari tadi ia berbaring di sofa panjang , kepalanya berada di pangkuan Ashalina .


"Momy ! Ze yang mempengaruhi Jefry main wanita !" ucap Jefry lagi mengompori .


"Salah sendiri ! kenapa mau ? , ketagihan pula !" sambar Mr Ze .


"Kalian berdua sama saja !" sela Momy Jeni .


"Beda Momy..! , Zeyn sudah tobat ! dia belum !" bela Mr Ze .


" Saya juga akan bertobat , kalau sudah dapat yang perawan !" ucap Jefry .


"Kau belum pernah dapat perawan ?" tanya Mr Ze kepada Jefry .


"Kau juga baru dapat Nona Ashalina kan yang perawan ?, baru kau tobat !" tanya balik Jefry .


"Istriku perawan yang ke lima kudapatkan !" jawab Mr Ze tanpa sadar .


"Aw !!! Baby ! , kenapa rambut Kakak di jambak ?. Momy juga ?" keluh Mr Ze , kesakitan . karna Ashalina dan Momy Jeni menjambak rambutnya kuat .


"Kakak sadar dengan apa yang barusan Kakak bicarakan ? Hah !!! " bentak Ashalina . Wajah Ashalina sudah memerah marah , matanya sudah berkaca kaca .

__ADS_1


__ADS_2