21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 17


__ADS_3

Hari ini Yudhi kembali bekerja ke Singapur lagi , meski dengan berat hati , ia harus meninggalkan istrinya yang lagi ngidam , muntah muntah di pagi hari . Yudhi terpakasa harus bekerja, karna pasti sudah banyak kerjaan yang menumpuk di mejanya , karna meliburkan diri selama tiga hari . Sampai di kantor perusahaan tempatnya bekerja , Yudhi tidak langsung masuk ke ruangannya . Yudhi melangkahkan kakinya berjalan ke arah ruangan Jefry . Ada hal yang harus ia bicarakan dengan Abang dari istri keduanya itu .


Tok tok tok !


"Masuk !" sahut dari dalam .


Yudhi mendorong pintu ruangan Jefry sambil melangkahkan kakinya masuk .


"Selamat pagi Pakcik Jefry !" sapa Yudhi .


"Selamat pagi juga !" balas Jefry , tanpa mengaligkan pandangannya dari layar laptop di hadapannya . Jefry sudah bisa menebak tujuan Yudhi datang keruangannya .


"Ada yang ingin kubicarakan dengan Pakcik !" ujar Yudhi , mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di depan meja Jefry .


"Katakanlah !" Jefry menghela napasnya . Ia sudah tau itu dari Mr Ze dan Rico , kalau Yudhi akan menceraikan adiknya Normala setelah melahirkan .


"Aku tidak bisa melanjutkan pernikahanku dengan Normala lagi !" ucap Yudhi .


"Aku tidak bisa memaksamu untuk itu ! , tapi aku minta satu permintaan kepadamu Yud ! . Setelah anak anak kalian lahir , aku meminta tolong kepadamu , jangan pisahkan Normala dengan anak anaknya . Biarkan dia yang mengasuh anak kalian . Biarkan dia bahagia dengan adanya anak anak kalian di sampingnya Yud ! . Jangan mengambil semuanya darinya Yud !, sisakan sedikit kebahagiaan untuknya . Adikku sudah sangat menderita Yud !" lirih Jefry .


Yudhi terdiam berpikir , kemudian menghela napasnya ." Baiklah !" ucap Yudhi , meski dengan berat hati . Sebagai seorang Ayah , Yudhi sangat ingin anak anaknya tinggal berkumpul bersamanya . Tapi biarlah Yudhi mengiklaskan anak anakny di asuh Normala nanti .


"Bagaimana kabarnya ?" tanya Yudhi .


"Bukankah kamu masih suaminya ?, kenapa kamu tidak menanyakannya langsung pada orangnya . Kamu juga bisa menemuinya langsung . Dia tinggal bersamaku" jawab Jefry sengit . Bagaimana pun juga , Jefry tidak suka adiknya yang lagi hamil di abaikan suaminya , bahkan Yudhi tidak menanyakan kabar adiknya yang pergi meninggalkan rumah .


"Jika aku menemui Normala lagi , itu sama saja aku memberinya harapan .Dan bersamaan dengan itu , aku menghianati istriku Tika . Aku minta maaf Pakcik , bukan maksudku tidak peduli dengan Normala , aku pun sangat merasa berdosa mengabaikannya , tapi aku harus melakukannya . Jujur aku tidak mau kehilangan istriku Tika , Dia yang sabar menemaniku mulai dari nol .Dari kami yang tinggal di kontrakan kamar, sampai kami punya uang membeli rumah . Dan aku menikah dengan Normala hanya karna kecelakaan , kami tidak saling mencintai ." terang Yudhi .


"Tidak sedikitkah kamu mempunyai perasaan untuk adikku Yud ?" tanya Jefry . Jefry sudah tau kalau adiknya Normala sangat mencintai Yudhi . Sebagai seorang Abang , Jefry berharap bisa membantu adiknya menyelamatkan rumah tangganya . Jefry sangat kasihan dengan nasib adiknya yang akan menjadi janda di usia yang masih sangat muda .


"Masalah perasaan , biarlah itu rahasiaku dengan Tuhan" jawab Yudhi . Tidak di pungkiri , pastilah Yudhi memiliki perasaan untuk Normala istri keduanya , apa lagi Yudhi sudah sempat memadu kasih dengan Normala , Yudhi sudah menikmati tubuh Normala , tentu itu akan menumbuhkan benih benih cinta di hati seorang Yudhi . Yudhi tidak munafik menjadi seorang laki laki ?, lastilah Yudhi tertarik dengan Normala yang masih muda dan segar , parasnya juga lumayan cantik , kulitnya juga mulus terawat . Tapi Yudhi tidak ingin mengakui itu kepada siapa pun , biarlah tetap menjadi rahasianya , itu lebih baik . Karna Yudhi sudah bulat dengan keputusannya untuk menceraikan Normala , buat apa lagi Yudhi memgakuinya lagi .

__ADS_1


"Aku titipkan ini untuk Normala !" Yudhi memberikan sebuah paper bag ke hadapan Jefry .


"Apa itu ?" tanya Jefry .


"Rendang yang di masak Ibu , bukankah kamu yang mengatakan kepada Mr Ze kalau Normala menginginkannya ?" tanya balik Yudhi .


"Iya !, Normala dari kemarin sangat menginginkannya , dia selalu mengidam masakan masakan Indonesia" jawab Jefry .


"Mulai sekarang aku hanya bisa menafkahinya secara materi . Aku hanya bisa memperhatikannya dari jarak jauh . Aku harap Pakcik mengerti posisiku ! . Istriku Tika juga lagi hamil sekarang" ujar Yudhi .


"Kalau begitu selamat !" ucap Jefry menyalam tangan Yudhi .


"Trimakasih Pakcik !, kalau begitu aku pergi dulu ,aku titip Normala !" ucap Yudhi lagi , kemudian berdiri dari tempat duduknya .


"Normala adikku , aku pasti akan mengurusya . Aku dan keluargaku minta maaf , karna sudah mengusik rumah tanggamu dengan Nona Tika " ucap Jefry .


Yudhi menghela napasnya kasar ," Mungkin sudah seperti itu takdirnya !" jawab Yudhi ."Kalau begitu aku permisi Pakcik !" pamit Yudhi lagi , lalu pergi .


.


.


"Abang ! kenapa pulang takde kabar ? , Almira takde siapin buat makan siang Abang !" ucap Almira , menyalam tangan Jefry , menempelkannya ke keningnya .


"Tak apa !, Abang kesini nak antar rendang pesanan Normala !. Tadi Yudhi membawanya !" jawab Jefry , kemudian mengecup kening Almira .


"Boleh Almira minta sikit ? , pasti sedaplah tuh !" pinta Almira . Mengambil tas berbahan kertas itu dari tangan Jefry , membawanya ke meja makan .


"Cuba minta sama Normala , mau tak dia bagi sikit sama istri Abang nih ?" tanya balik Jefry .


"Almira juga pengen sangatlah Bang ?" rengek Almira , manja .

__ADS_1


"Baiklah ! tapi kita panggil dulu si pemilik rendangnya , Okeh !" ujar Jefry .


"Abanglah yang panggil Normala , biar Almira nak siapkan makan siang untuk kita " ucap Almira .


"Baiklah istri abang yang cantik !" balas Jefry , mengecup bibir Almira , kemudian melangkahkan kakinya ke arah kamar yang Normala tempati .


Setelah mengetuk pintu kamar Normala , tanpa menunggu jawaban dari dalam , Jefry langsung membuka daun pintu di depannya dan langsung melangkahkan kakinya masuk .


"Abang tumben pulang siang ?" tanya Normala melihat Jefry masuk ke kamarnya .


"Abang bawa sesuatu untukmu , yuk ! kakak iparmu sudah menyiapkan makan siang untuk kita !" ajak Jefry , membantu Normala berdiri dari atas sofa .


"Emangnya Abang bawa apa ?" tanya Normala lagi .


"Rendang pesananmu !, tadi Yudhi membawanya" jawab Jefry . Pandangan Normala langsung meneduh . Bagaimana pun juga , Normala sangat ingin Yudhi menemuinya .


"Ikhlaskan ya !" ucap Jefry , menarik Normala ke dalam pelukannya , kedua tangannya mengusap usap punggung Normala dari belakang .


"Iya Bang !"


"Abang tadi sudah meminta kepada Yudhi , untuk tidak mengambil anak kalian darimu setelah anak anak kalian lahir nanti . Yudhi menyetujuinya , jika kamu yang akan merawat anak anakmu nanti !" ucap Jefry , mencoba menghibur hati adiknya , supaya tidak bersedih .


"Benaran Bang ?" seketika wajah Normala berbinar . Ia tidak jadi berpisah dengan anak anaknya , jika Yudhi menceraikannya nanti .


"Iya ! , Yudhi setuju !" ucap Jefry ." sekarang , keponakan keponakan Abang sudah waktunya makan siang ! . Yuk ! Kakak iparmu sudah tidak sabar ingin mencicipi rendang milik si bumil yang jelek ini !" ucapnya lagi , mencubit pipi tirus Normala .


"Sakit Bang !" keluh Normala , mengerucutkan bibirnya .


Sampai di meja makan , Jefry membantu adiknya duduk di kursi meja makan . Di atas meja sudah terhidang makanan , ada nasi , Rendang , timun dan sayur lalapan lainnya , lengkap dengan minumnya , perasan jeruk manis yang diberi es batu . Mereka pun makan siang bersama . Normala makan dengan sangat lahap , sampai menambah nasinya tiga kali .


Jefry yang melihatnya tersenyum , satu tangannya mengusap kepala Normala .

__ADS_1


__ADS_2