
Yudhi memarkirkan kenderaanya di depan rumahnya dan Tika . Kemudian langsung keluar , membuka pintu penumpang belakang untuk membantu Normala turun dari dalam mobil.
"Hati hati sayang ! , pelan pelan aja !" ucap Yudhi , melihat Normala ke susahan untuk turun .
"Trimakasih Yud !" balas Normala tersenyum .
Tika ia menurunkan sikembar yang sama sama duduk di kursi penumpang belakang bersama Normala . Tika menarik napasnya dalam , melihat Yudhi menuntun Normala turun dari Mobil .
Kata ikhlas mudah di ucapkan , tapi sulit untuk di jalakan ." Dulu kamu hanya milikku seorang Yud !" batin Tika .
"Kakek ! Nenek !" seru Daanish dan Daniyal bersamaan , berlari ke arah teras rumah , dimana disana kedua orang tua Yudhi menunggu mereka .
Mendengar Yudhi menikah lagi , mereka sengaja datang dari kampung .
Ke dua pasangan suami istri paru baya itu pun , sama sama membungkukkan tubuh mereka , menangkap Daanish dan Daniyal.
Melihat kedua orang tua Yudhi , Normala menundukkan pandangannya memperlambat langkahnya , ia takut , takut menghadapi kedua orang tua Yudhi , ia takut terkena marah .
"Ayo masuk ! tidak apa apa ! , mereka tidak marah !" ucap Tika menuntun Normala berjalan ke teras rumah .
Yudhi ia masih mengambil koper Normala di bagasi mobil .
"Assalamu alaikum Ayah ! , Assalamu alaikum Ibu !" sapa Normala , dengan mata sudah berkaca kaca siap menangis .
"Kemarilah nak !, kami tidak marah !. kamu melakukannya untuk melindungi Ibumu !. Kamu adalah anak yang berbakti , pasti kamu adalah anak yang baik" ucap Ibu Yudhi , memeluk Normala setelah menurunkan Daniyal dari gendongannya .
Tangis Normala langsung pecah di dalam pelukan Ibu mertuanya .
"Normala minta maaf Bu !, Normala salah !" tangis Normala terisak .
"Ssstttt....! sudah sudah ! , jangan menangis lagi , gak bagus untuk kesehatan cucu cucu Ibu !" balas Ibu Yudhi mengusap usap punggung Normala dari belakang .
"Assalamu alaiukum Ayah !" Sapa Yudhi , lamgsung memeluk Ayahnya menangis .
"Yah ! kamu Yud ! , orang dapat istri dua..senang . kok kamu malah menangis !" canda Ayah Yudhi , membalas pelukan anak semata wayangnya itu , tapi air matanya juga keluar .
"Ayah aja yang lebih ganteng dari kamu cuma dapat atu , itu pun jelek !" canda Ayah Yudhi lagi .
"Ayah !" geram Ibunya Yudhi ," Tidur di luar !."
"Bercanda Bu !" balas Ayah Yudhi .
"Yuk kita masuk ! , nanti tetangga heran pula melihat kita menangis berjamaah !" ajak Ibunya Yudhi , menuntun kedua menantunya masuk ke dalam rumah .
__ADS_1
"Istirahatlah ! , pasti kamu capek ! , jangan sungkan , anggap rumah sendiri !" ucap Tika , setelah mengantar Normala ke kamar tamu di lantai bawah .
"Trimakasih Kak !" balas Normala .
"Kalau butuh apa apa , panggil si Bibi !" ujar Tika lagi .Normala menganggukkan kepalanya seraya tersenyum .
"Kalau begitu ! aku pergi dulu !" pamit Tika , keluar dari kamar yang di tempati Normala .
Tika menaiki anak tangga rumahnya ke lantai dua, masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri karna hari sudah sore . Disana Yudhi sudah duduk menunggunya berbaring di atas tempat tidur dengan terlentang dan kaki masih menggantung .
Mendengar pintu terbuka , Yudhi pun mendudukkan tubuhnya .
"Yayang Beb !" Yudhi beranjak dari kasur , berjalan mendekati Tika yang baru masuk .
Tika menundukkan kepalanya , menghela napas beratnya . Sekarang keadaan sudah berbeda , meski rumah tangga mereka masih utuh . Yudhi bukan lagi miliknya seorang .
Yudhi memeluk Tika , mencium ujung kepala Tika lama . "Percayalah cintaku untukmu masih sama , tidak berkurang porsinya . Tempatmu di hatiku masih sama , tidak bergeser sedikit pun , tidak ada yang berobah selain waktuku yang berkurang untukmu . meski ada Normala di tengah tengah kita . Kalian memiliki tempat masing masing di hatiku . Aku juga tidak menginginkan ini semua terjadi . Aku hanyalah manusia biasa , yang tak bisa menolak takdir."
Tika menangis terisak di dalam pelukan Yudhi . Kebahagiaan rumah tangga mereka yang harmonis leyap seketika . Yudhi mengeratkan pelukannya , tak bisa melihat kepiluan istrinya .
"Apa yang harus kulakukan istriku ?, supaya kamu tidak menangis lagi ,supaya kamu tidak bersedih lagi , supaya wajah ceriamu kembali lagi !. Hatiku sakit melihatmu seperti ini !." Yudhi mengecup ujug kepala Tika bertubi tubi .
"Aku sangat mencintaimu Yud !" hanya itu yang terucap dari bibir Tika , ia tidak tau harus bicara apa .
"Kenapa cobaan rumah tangga kita begitu berat Yud ?" tanya Tika .
"Aku juga gak tau Yayang Beb !" jawab Yudhi .
Mereka pun sama sama diam , saling mengeratkan pelukan masing masing .
.
.
Selesai shalat magrib , Yudhi dan Tika pun sama sama memuruni anak tangga sambil bergandengan tangan , berjalan menuju meja makan . Yudhi mendudukkan dirinya di kursi meja makan , sedangkan Tika membantu ARTnya menyajikan makanan ke meja makan .
Sedangkan kedua orang tua Yudhi , sibuk bermain dengan si kembar di teras rumah .
"Hubby !" panggil Tika .
"Apa Yayang Beb ?" tanya Yudhi .
"Panggil Normala makan !" jawab Tika , meletakkan lauk pauk di atas meja .
__ADS_1
Tanpa menjawab Yudhi berdiri dari tempat duduknya , melangkahkan kakinya ke arah kamar tamu yang di tempati Normala .
Tok tok tok !!!
"Sayang !" panggil Yudhi , memutar knop pintu di depannya sambil mendorongnya . Di lihatnya Normala duduk di pinggir tempat tidur , mengusap usap perutnya . Yudhi pun menutup pintu kembali , kemudian berjalan mendekati Normala .
"Perutnya kenapa sayang ?, apa jagoan jagoan Papa nakal ?" tanya Yudhi , duduk di samping Normala , kemudian mengusap usap perut normala .
"Gatal !" jawab Normala .
"Oo ! , itu sepertinya dede dede bayinya sudah berambut . makanya perutnya gatal" jelas Yudhi . Ia sudah banyak belajar saat Tika hamil dulu .
"Yuk makan !" ajak Yudhi
Normala pun menganggukkan kepalanya , karna memang ia juga sudah lapar . Melihat Normala kesusahan bergerak , Yudhi pun membantunya berdiri .
"Aw !" keluh Normala .
"Kenapa sayang ?" tanya Yudhi kawatir .
"Mereka nendang kuat sangat" jawab Normala tersenyum , mengusap usap perutnya . Ia terlihat sangat bahagia dengan anak yang berada di dalam perutnya .
"Anak anak Papa mulai nakal nih ?" Yudhi mengusap usap perut Normala , kemudian berjongkok , mencium perut Normala yang membuncit ."Anak anak Papa gak boleh nakal , kasihan Ibunya !." ucap Yudhi .Kemudian berdiri menuntun Normala keluar kamar .
Sampai di ruang makan , Yudhi pun membatu Normala duduk di kursi .
"Trimakasih Yud !" ucap Normala .
"Sudah tanggung jawabku menjaga kalian !" balas Yudhi .
"Yayang Beb ! , anak anak mana ? , Ibu sama Ayah mana ?" tanya Yudhi , karna hanya mendapati Tika di ruang makan .
"Daanish sama Daniyal gak mau makan , masih ingin main sama kakek dan Neneknya . Tadi sore mereka memakan banyak kua yang di bawa Ayah sama Ibu" jawab Tika .
"Oo !"
Yudhi pun menarik Tika ,mendudukkannya di kursi yang berada di samping kanannya , kemudian mengecup ujung kepala Tika yang terbalut hijab .
"Biar aku yang melayani kalian !" ucap Yudhi , mengambil dua piring kosong , mengisinya dengan nasi beserta lauk pauk , kemudian memberikannya kepada Tika dan Normala .
"Kalian makanlah !" ucap Yudhi menusap kedua kepala istri istrinya itu dengan kedua tangannya . kemudian mengambil piring kosong lagi , memgisi nasi dan lauk pauk untuk dirinya sendiri .
.
__ADS_1
.