21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 16


__ADS_3

Lima belas menit setelah minum obat , sakit datang bulan Ashalina sudah mulai reda . Karna ingin buang air kecil ia pun bangun dari tempat tidurnya .


" Baby ! mau kemana ? ," dari tadi Mr Ze duduk bersandar di kepala ranjang menemani Ashalina sambil bermain HP . Hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi bekerja , ia ingin menemani Ashalina yang sakit .


" mau ke kamar mandi Mr ! ,"


" Baby ! kenapa pantatmu berdarah ? ," tanya Mr Ze , ia langsung turun dari tempat tidur berjalan mendekati Ashalina . Mr Ze sangat panik langsung di angkatnya tubuh Ashalina .


" Ayo kerumah sakit Baby ! , aku gak mau kamu kenapa kenapa , darahmu keluar sangat banyak ," ucap Mr Ze lagi . Membawa Ashalina buru buru keluar kamar , ia benar benar kawatir sampai air matanya menetes . Betapa ia sangat menyayangi Ashalina .


Ashalina malah terkekeh lalu tertawa terbahak bahak . Ternyata buaya daratnya begitu minim pengetahuannya tentang wanita .


" Baby ! kok malah tertawa ? ," menghentikan langkahnya karna melihat Ashalina terbahak bahak , sedikit pun tidak nampak seperti orang sakit .


" Aku tidak menyangka ! predator kelamin ganas sepertimu tidak paham dengan yang namanya mensturasi ," ucap Ashalina mengejek , kemudian mengulum senyumnya .


" Sebanyak itu ? ,"


" Aku lupa , kalau aku belum memakai pembalut , makanya darahnya melebar kemana mana ," jawab Ashalina .


" Serius Baby ! kamu tidak apa apa ? aku sangat kawatir Baby ! ," tanya Mr Ze , baru pertama kalinya ia melihat darah halangan . ia tidak menyangka sampai sebanyak itu , sampai kasur mahal miliknya pun seperti ketumpahan darah .


" Iya sayangnya aku ..! ," jawab Ashalina , sambil diusapnya sisa air mata dari pipi Mr Ze .


" Sekarang bawa aku ke kamar mandi , aku mau pipis ," suruh Ashalina lagi , dikecupnya bibir Mr Ze kilas .


" Baiklah Ratuku ," membalas mengecup bibir Ashalina , lalu memutar badannya berjalan sambil menggendong Ashalina masuk kedalam kamarnya kembali , dan membawanya masuk kedalam kamar mandi .


" Mr ! , aku harus mengganti pakaianku , jadi aku harus membersihkan diri di kamarku ," ucap Ashalina lagi .


" Tunggu disini saja , aku akan mengambil keperluanmu ," ucap Mr Ze , langsung keluar dari kamar mandi .


" Aku aja Mr ! , aku malu ! ," ujar Ashalina tapi Mr Ze sudah tidak mendengarnya .


Tak lama kemudian Mr Ze pun kembali datang masuk ke dalam kamar mandi , dengan membawa celana dalam , pembalut dan baju ganti .


Entahlah ! ,sekarang Mr Ze sudah berobah dari pria yang tidak ber prikewanitaan menjadi pria penyayang dan perhatian , tentunya hanya kepada gadisnya Ashalina putri saja. Pembantu yang sudah berhasil mencuri hatinya .


" Sini Baby ! biar aku bantu membersihkannya ," ucap Mr Ze , hampir menarik baju Ashalina ke atas , dengan cepat Ashalina menahannya .

__ADS_1


" Aku aja Mr ! , Mr tidak boleh melihat bagian dalam tubuhku , berdosa ! ," ucap Ashalina mengingatkan .


Mr Ze pun langsung menarik tangannya ," maaf !."


" Mr keluar aja , aku bisa sendiri ," ujar Ashalina lagi . Mr Ze pun mengangguk dan langsung keluar dari kamar mandi .


" Ting nung ! ting nung! ting nung ! ,"


" Siapa yang datang siang siang begini Mr ? ," tanya Ashalina mendengar bel di apartemen berbunyi .


" Lihat dulu dulu Baby ! ," suruh Mr Ze , karna ia lagi sibuk mengotak atik laptop dipangkuannya , mengerjakan pekerjaannya duduk bersandar ke kepala ranjang di atas tempat tidur di kamar Ashalina .


" Gak mau ! , Mr aja ! ," tolak Ashalina , sibuk melihat foto fotonya yang berada di HP milik Mr Ze sambil berbaring di samping majikan tampannya .


Sekarang mereka berada di kamar Ashalina . karna Mr Ze tidak mau lagi memakai kasurnya yang terkena darah halangan Ashalina . Tadi dia sudah menyuruh asistennya untuk mengganti membeli yang baru , mungkin ini baru datang .


" Cih ! dasar pembantu sialan , sudah dari tadi pagi tidak mau mengerjain apa apa , disuruh buka pintu aja gak mau ," gerutu Mr Ze , melihat Ashalina yang melunjak .


" I love you..! ," balas Ashalina tersenyum tanpa merasa bersalah lalu terkekeh .


" Lihat saja nanti Baby ! aku potong gajimu 70 % ," ujar Mr Ze , kemudian turun dari atas tempat tidur .


" Selamat siang Ze ! ," sapa dari luar , setelah Mr Ze membuka pintu apartemennya .


" Selamat siang Jef ! , silahkan masuk , apa pesanan saya sudah sampai ? ," tanya Mr Ze .


" Sudah Ze ! masih di bawah ," melangkah masuk mengikuti Mr Ze berjalan ke arah sofa dan langsung mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu .


" Bagaimana perusahaan aman ? , " tanya Mr Ze , kepada asistennya yang merangkap menjadi sahabatnya .


" Aman dan terkendali ! ," jawab Jefry ." saya haus , tidak adakah niatmu memberiku minum ," ujar Jefry .


" Ambil saja sendiri di lemari pendingin ," balas Mr Ze , memang tidak berniat untuk memberi asistennya itu minum .


" Kejam sangat ! ," Jefry pun berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah lemari pendingin , mengambil satu kaleng minuman dan langsung meneguknya berdiri . lalu kembali lagi duduk di sofa .


" Mr Ze..! ," tiba tiba Ashalina keluar kamar berlari dan langsung duduk dipangkuan Mr Ze . ia tidak tau kalau Mr Ze kedatangan tamu , ia kira yang datang tadi langsung pergi .


" Apa Baby ? , Hm..! ," sambil dikecupnya pipi Ashalina .

__ADS_1


" wah ! wah ! wah ! .. pantas saja kau tak pernah lagi datang ke club untuk mencari wanita bayaran . Ternyata kau sudah punya peliharaan disini !," ujar Jefry kepada Mr Ze , melihat Ashalina tiba tiba datang dan langsung duduk di pangkuan Me Ze .


Ashalina mendadak malu dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidak Mr Ze .


" Enak saja bilang peliharaan , dia ini kekasihku ," sanggah Mr Ze .


" Yakin..! betah ? "


" Yakinlah ! , aku sudah berencana menikahinya ," jawab Mr Ze mantap .


" Tapi saya tidak yakin ," sela Jefry .


" Terserah kau ! ." balas Mr Ze ." Baby ! kenalkan itu sahabatku sekaligus asistenku di perusahaan ." ucapnya lagi kepada Ashalina .


" Malu ! ," ucap Ashalina , tidak berani mengangkat kepalanya .


" Tidak usah malu Baby ! , dia itu temanku ,"


" Wah ! wanita yang unik ! , sungguh menggemaskan ! ." ucap Jefry , melihat tingkah Ashalina yang malu malu manja . " Boleh lah carikan saya perempuan macam dia ,"


" Tak ada ! , dia cuma satu je , khusus untuk saya ," sergah Mr Ze .


" Kau pelit sekali ! , dapat dimana kau ne cewek lauwe ? ," tanya Jefry .


" Indo lah ! , tak nampak kau wajahnya , wajah Indo ,"


" Macam mana saya nak nampak ! , wajahnya disembunyikan dari tadi..! ," balas Jefry .


" Ning nung Ning nung !!! ."


" Sepertinya dah datang tuh kasur pesananmu ," ujar Jefry mendengar bel berbunyi .


" Kau uruslah tuh bilik saya ! , saya nak bawa dia masuk ke bilik sebelah , tak boleh lah banyak banyak cowok nampak dia ," ucap Mr Ze , berdiri sambil menggendong tubuh gadisnya .


" Semenjak kapan pula kau posesif macam tu ? ," ujar Jefry .


" Semenjak bertemu dia lah ! ,"


" Kasur kau yang tak guna tuh ! , nak taro dimana ? ," tanya Jefry lagi .

__ADS_1


" Buang aje lah ! , saya nak masuk ! , tak payah lah kau banyak tanya ," Mr Ze pun berjalan membawa Ashalina masuk kedalam kamar yang ditempati Ashalina .


__ADS_2