21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 81


__ADS_3

Sesuai yang sudah dicantumkan di kartu undangan . Acara pun hanya berlangsung sampai jam enam sore saja , mengingat undangan mereka tidaklah banyak .


Kini di ruangan besar itu hanya tinggal keluarga inti . Para karyawan hotel pun sudah mulai membereskan sisa sisa pesta . Rosma , setelah habis makan tadi , ia langsung pamit pulang , karna kehamilannya yang sudah besar, ia tidak kuat berlama lama duduk .


Mereka pun mengobrol bercengkrama bersama para orang tua mereka . Tentu para orang tua memberikan nasehat nasehat pernikahan kepada kedua pasang pengantin baru itu .


"Salma ! Tika ! , jadilah istri yang menghormati suami kalian , patuhlah kepada suami selagi itu baik !. Karna sekarang surga kalian ada pada suami kalian . Jangan melawan suami !, jangan meninggikan suara kepada suami ! , layani dan uruslah suami kalian dengan baik . Jadikan suami kalian ladang pahala bagi kalian ! " nasehat Ibu Hesti kepada kedua putrinya .


"Iya Bu !" jawab Tika dan Salma bersamaan


"Dan untuk Nak Yudhi dan Nak Rico , Jika suatu hari putri putri Ibu berbuat salah atau melakukan hal yang kalian tidak sukai . Kalian tergurlah dengan baik , jangan sekali sekali kalian memukul mereka , atau menyakiti mereka . Kalian didiklah istri istri kalian , kalian tuntun mereka ke jalan yang benar . Jika suatu saat kalian bosan atau sudah tidak suka dengan putri putri Ibu karna perangainya yang tidak bagus , kembalikan mereka kepada Ibu , jangan kalian menyakitinya " ucap Ibu Hesti berlinang air mata .


"Kewajiban kalian bukan hanya menafkahi kebutuhan mereka lahir batin . Tapi mengajari mereka, mendidik mereka ,menuntun mereka ke jalan yang di ridhoi Allah juga kewajiban kalian . Mulai sekarang Ibu melepas kedua tanggung jawab Ibu kepada kalian , Ibu percaya dengan kalian , kalian akan menyayangi putri putri Ibu !" tambah Ibu Hesti lagi , menghapus air mata yang membasahi pipinya .


"Iya Bu !" jawab Yudhi dan Rico bersamaan .


"Nak Tika !, jika si Yudhi nanti lalai dengan tangguk jawabnya , atau dia berbuat salah . Kasih tau Ibu ! , biar Ibu yang memberinya pelajaran ." kini giliran Ibu Yudhi yang berbicara .


"Iya Bu !" jawab Tika tersenyum .


Yudhi memutar kedua bola matanya jengah . Wanita akan selalu berpihak pada kaumnya !, kecuali pelakor , pikir Yudhi .


"Iya Nak Tika ! , Jika Yudhi masih suka bersikap kekanakan . Bilang sama Ayah !, biar Ayah sunat dua kali si buyuangnya " tambah Ayah Yudhi .


"Kalau Ayah sunat dua kali buyuang Yudhi , nanti gak bisa dong Yah ! kasi cucu buat kalian !" balas Yudhi .


" Oh iya ! , Ayah lupa !" ucap Ayah Yudhi , membuat semuanya tertawa mendengarnya . Ternyata ke tengilan si Yudhi turunan dari Ayahnya .


"Ayah ada ada saja !, anak kita cuma satu Yah ! , itu pun Jelek seperti Ayah !, masa buyuangnya mau disunat dua kali !. entar keluarga kita gak berkembang dong Yah !" ucap Ibunya Yudhi kepada suaminya .


"Jelek jelek gitu Ma !, Ayah dulu sampai keringat jagung memproses itu " ujar Ayah si Yudhi .


"Ibu ! masa anak sendiri dikatai jelek !. Yudhi ganteng Bu !". Yudhi tidak terima di bilang jelek sama Ibunya , ia memanyunkan bibirnya .


"Emang kamu jelek !, masa Ibu harus bohong !" ucap Ibunya Yudhi lagi , menggoda anak semata wayangnya .

__ADS_1


Pantas saja si Yudhi tengilnya dua kali lipat , ternyata Ibu ,Ternyata turunan Ayah dan Ibunya yang rada gesrek .


"Dan Kamu Ric !" Kini giliran Momy Jeni yang berbicara ."Momy memang bukanlah orang tua kandung kamu untuk memberikan nasihat . Tapi Momy sudah menganggap kamu sebagai anak Momy . Sedikit banyaknya ,Momy sudah paham dengan sikapmu yang sedikit keras kepala . Salma itu umurnya masih kecil , banyaklah mengalah kepadanya , apa lagi kalian baru saling mengenal sudah menikah . Di awal pernikahan kalian itu masih menjalani fase beradaptasi , dimana kalian masih menggali karakter kalian masing masing , dari sikap sifat tingkah laku , kalian belum saling mengenal . Dalam fase beradaptasi , sangat banyak terjadi ketidak cocokan antara suami istri , di situ suami istri akan sering yang namanya berantem . Kamu yang usianya jauh lebih dewasa , lebih banyaklah mengalah , pahami istrimu yang usianya jauh lebih muda darimu , yang memiliki tingkat kedewasaan jauh di bawahmu , dari cara berpikir , cara hidup , dan keinginannya . Apalagi Salma masih gadis remaja , pemikirannya masih labil , kamu harus memahaminya " nasihat Momy Jeni kepada sahabat anaknya itu .


"Iya Momy !, trimakasih nasehatnya Mom !" balas Rico .


Karna sudah tidak ada lagi yang perlu di bahas dan di bicarakan . Mereka semua pun membubarkan diri . Kedua pasang pengantin baru itu pun pergi ke kamar pengantin mereka di dalam hotel tempat mereka mengadakan resepsi . Mr Ze , ia pun membawa Ashalina , Momy Jeni dan Ibu Hesti pulang ke rumah mereka . Sedangkan orang tua Yudhi pulang di bawa Tante Yuni , sipemilik kontrakan .


***


Di kamar pengantin Rico dan Salma , usai melaksanakan kewajiban mereka kepada sang khalik . Rico yang masih memakai baju koko dan sarung , tiba tiba memeluk Salma dari belakang , saat salma melipat mekena dan sajadahnya . Meski pun mereka sudah di nikahkan lebih dari seminggu , tapi mereka belum malakukan malam pertama mereka setelah menikah , Karna Salma yang masih halangan setelah keguguran .Tidur bersama wanita yang dicintai setiap malam , tentu sebagai laki laki Normal , jiwa kelelakian Rico meronta ronta , tapi ia harus menahannya .


"Abang !" kaget Salma


"Kenapa masih kaget ?, bukankah abang sudah sering memeluk Dek Salma ! , bahkan setiap tidur , Dek Salma tidur dipelukan Abang " goda Rico mencium pipi Salma dari samping , Membuat wajah Salma merona .


"Apa Abang boleh membagi kasih sayang kepada Dek Salma ?"


Salma membeku , ia tidak tau harus menjawabnya bagaimana . Detak jantungya pun semakin berpacu tiga kali lipat lebih kencang , Salma sangat gugub dan malu .Salam pun menundukkan kepalanya , menggigit bibir bawahnya .


Setelah seperkian detik berpikir dan mempertimbangkan dosa menolak suami , dan harus melayani suami dengan ikhlas demi mendapatkan sorga . Akhirnya Salma pun menganggukkan kepalanya pelan dan hanya sekali .


Rico langsung menarik kedua sudut bibirnya keatas . kemudian memutar tubuh Salma ke arahnya , mengambil mukena dan sajadah dari tangan Salma , melemparnya ke sofa . Kemudian Rico mengulurkan tangannya membuka gulungan rambut Salma , mengerai rambut Salma . Rico pun menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Salma yang merah merona .


Bismillahi Allohumma jannibnas syaitona wajannibis syaitona maa rozaqtana .


Artinya :


Dengan nama Allah , Ya Allah jauhkan kami dari setan , dan jauhkan setan dari rezki (anak ) yang Engkau berikan kepada kami .


Setelah membaca do'a , Rico pun mencium kening Salma lama . Refleks Salma memejamkan matanya , menikmati hangatnya benda kenyal milik Rico menempel di keningnya . Seketika hati Salma menghangat dan tubuhnya menegang .


Rico mengangkat tubuh Salma menggendongnya membawanya ke arah tempat tidur . Meletakkan tubuh Salma dengan sangat hati hati , seperti Salma adalah barang yang mudah pecah .


Salma yang malu pun mengalihkan tatapannya ke arah lain tidak berani melihat Rico suaminya .

__ADS_1


Rico kembali mencium kening Salma , kemudian turun mencium kedua kelopak mata Salma bergantian , ciuman itu pun terus turun, turun turun turun dan terus turun .


"Rileks Dek ! , Abang janji tidak akan menyakiti Dek Salma !" bisik Rico ditelinga Salma . Karna merasakan Salma menahan napasnya , tubuhnya terasa kaku .


Rico pun melanjutkan kegiatan berkasih sayangnya kepada gadis kecil yang di cintainya itu setengah gila sampai Salma lupa diri . Tidak ada ceritan atau teriakan kesakitan di kamar pengantin mereka . Yang ada hanya kenikmatan sorga Dunia yang terus menerus Rico berikan , dengan rasa cita dan kasih sayangnya sepenuh jiwa .


Di kamar pengantin baru sebelahnya , dari tadi Yudhi memanyunkan bibirnya . Diam terbaring di atas tempat tidur yang sudah ditaburi kelopak bunga mawar merah . Kegiatan untuk memproses bayi kembar lima gagal total . Karna Tika yang tiba tiba datang Bulan .


"Suami brondongku ! , kalau kamu merajuk aku ikut pulang aja besok bersama Ibu sama Ayah ke kampung !" ancam Tika .


Yudhi yang dari tadi memejamkan matanya , langsung membukanya dan menoleh ke arah Tika .


"Suami merajuk harusnya di bujuk dong yayang Beb ! , kenapa malah diancam ?"


Yudhi pun menaikkan kepalanya ke atas dada Tika yang terbaring di sampingnya , melingkarkan tangannya ke perut Tika .


"Mimi cucu boleh yayang Beb ?" tanya Yudhi .


Tika menggelengkan kepalanya " nanti ! kalau sudah waktunya buka segel , biar nikmatnya tidak berkurang sepersen pun " jawab Tika .


"Yayang Beb kok pelit amat !" Yudhi semakin memanyunkan bibirnya ."Ya sudah kalau gak boleh !, tapi pengang boleh kan ?."


Tika yang kesiahan melihat suami bocahnya itu pun menganggukkan kepalanya , Lalu diusap usapnya kepala Yudhi . Sampai ia yang ketiduran sendiri bukan Yudhi .


Melihat Tika tertidur , Yudhi pun mengangkat kepalanya dari dada Tika . Memandangi wajah wanita yang sudah dihalalkannya itu dengan tersenyum . Kemudian mencium kening istrinya itu .


"Aku mencintaimu istriku !" ucap Yudhi setelah melepas ciumannya .


Kemudian Yudhi memperbaiki posisi tidurnya di samping Tika . Menarik selimut menutupi tubuh mereka , Yudhi pun menarik Tika ke dalam pelukannya dan memindahkan kepala Tika ke atas lengannya . kemudian memejamkan matanya mencoba untuk tidur , meski sulit , karna si buyuang masih marah di bawah sana karna tidak jadi...


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2