21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 83


__ADS_3

Sampai di Singapur , Mr Ze langsung membawa Ashalina ke kantor perusahaannya . membawanya masuk langsung ke ruangannya .


"Masuklah ! , kakak mau keruangan Rico dulu sebentar !" ucap Mr Ze membuka pintu ruangannya supaya Ashalina masuk lebih dulu .


"Pesanin Acha makanan yang banyak kak !" pinta Ashalina .


"Iya sayang ! "Mr Ze mengusap kepala Ashalina . Kemudian menutup pintu ruangannya kembali, membiarkan Ashalina menunggunya di dalam . Mr Ze pun melangkahkan kakinya ke arah rungan Rico , dan langsung membuka pintunya , ternyata Rico belum datang .


"Kakak ipar ! Adik ipar saya belum datang ! . Sepertinya dia akan datang terlambat , Maklumlah pengantin baru , pengennya mencetak gol terus !" ucap Yudhi tiba tiba nongol saat Mr Ze menutup kembali ruangan Rico .


"Emang kau nggak ?"


Wajah Yudhi berubah tidak bersemangat ." semenjak Istriku hamil , dia tidak suka diajak mantap mantap " jawab Yudhi lemas .


membuat Mr Ze tertawa terbahak bahak , kemudian di tepuknya bahu Yudhi ."Nasib buyuangmu " ucap Mr Ze , kemudian pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Yudhi yang malang , kembali keruangannya .


"Buyuang ! sabar ! ini sementara , ada waktunya nanti kamu akan puas mantap mantap." ucapYudi menatap buyuangnya yang lagi bobo di dalam celana . Menyemangati dirinya sendiri , kemudian masuk ke dalam ruangannya .


Sudah dua jam lebih Ashalina menemani suaminya bekerja . Ashalina yang mulai bosan sudah mondar mandir dengan wajah cemberutnya mencari perhatian suaminya . Karna dari tadi Mr Ze mendiamkannya , sibuk dengan layar laptop di depannya .


"Kakak ! , Acha bosan , Acha capek , pinggang Acha sakit , Acha ngantuk , pengen tidur di peluk kakak !." rengek Ashalina .


" Sini !" panggil Mr Ze , tanpa mangalihkan pandangannya dari layar laptop di depannya .


Ashalina berjalan menghentakkan kakinya , sambil mengerucutkan bibirnya melangkah ke arah meja kerja Mr Ze .


"Sini dekat Kakak !" Mr Ze meraih sebelah tangan Ashalina , menarik Ashalina mendudukkannya di pangkuannya .


Melihat gambar kapal pesiar yang ada di layar laptop Mr Ze , Wajah Ashalina langsung berbinar .


"Wah ! Kak ! , bangus banget Kak !" ucap Ashalina takjup .


Mr Ze tersenyum , di kecupnya pipi cabi Ashalina yang ngembang seperti bakpao, sambil satu tangannya mengusap usap perut buncitnya .


"Kamu tau Baby ?, ini nantinya akan menjadi kapal pesiar terbesar dan termewah no satu di Asia Tenggara " jelas Mr Ze .


"Benaran Kak ? , berarti Kakak hebat dong ! bisa buat kapal yang besar dan bagus . kapan dong ngajak Acha berlibur naik kapal pesiar ?." Ashalina berbicara dengan memajukan bibirnya .

__ADS_1


"Do'a kan saja , semoga proyek pembuatan kapal ini jadi . Kemana Saja pun yang Baby inginkan , Kakak akan menurutinya nanti " balas Mr Ze .


"Benaran Kak ! , janji ya ! "


"Iya sayangnya kakak ! , emang istri kakak yang jelek ini inginnya kemana ?." di kecupnya lagi pipi Ashalina.


"Kalau naik kapal pesiarnya ke Thailan aja biar dekat . Tapi Acha pengen umroh terus jalan jalan ke Turki sama Mesir , trus ke Dubai " jawab Ashalina.


"Ya sudah ! , sekarang Kakak minta kerja samanya ya !" ucap Mr Ze .


Ashalina mengerucutkan bibirnya , menunduk. Kalau Mr Ze sudah meminta kerja sama kepadanya , itu artinya ia disuruh diam gak boleh mengganggu .


"Pinggang sama punggung Acha sakit !" ucap Ashalina pelan .Setelah hamilnya besar , ia sering merasa pinggang dan punggungnya sakit membuatnya susah tidur . Sehingga membuat Mr Ze setiap malam harus mumijatnya .


Mr Ze menghela napasnya , ini nih ! kalau istri manja kebangetannya ikut ke kantornya, Pasti akan mengganggu . Mr Ze pun mengangkat tubuh Ashalina , membawanya ke sofa yang ada di ruangannya .


"Tidurlah !" ucap Mr Ze membaringkan bagian bawah tubuh Ashalina di sofa , dan bagian punggungnya ia pangku , memiringkan tubuh Ashalina ke arahnya , supaya ia bisa memijat mijat punggung dan pinggang Ashalina . Mr Ze sudah tau penyebab sakit pinggang dan punggung Ashalina adalah kehamilannya , setelah mendengar penjelasan dari Dokter , dan juga Momy Jeni saat mengandungnya dulu , mengalami hal yang sama dengan Ashalina , sehingga membuat Mr Ze merasa kasihan melihatnya , tapi bagaimana lagi , sudah kodrat perempuan untuk mengandung . Lama Mr Ze memijatnya , baru Ashalina tertidur pulas .


Tok tok tok !!!


"Masuk !"


"Mr Ze ! sebentar lagi tamu dari Jepang akan segera tiba " ucap Normala mengingatkan bos besar mereka atas perintah Rico . Dilihatnya Mr Ze menidurkan Ashalina di sofa yang ada dirungan Mr Ze . Dengan posisi memeluk Ashalina di atas pangkuannya .


"Kenapa bukan saya yang beruntung mendapatkan cintamu Mr Ze ?" batin Normala , melihat kehangatan Mr Ze kepada Ashalina , terlihat sangat begitu sayang . Membuat kaum hawa yang melihatnya merasa iri .


Mr Ze menganggukkan kepalanya " sebentar lagi saya datang , pastikan semuanya sudah beres !"ucap Mr Ze .


"Iya Mr ! ,kalau begitu saya permisi Mr !" Normala pun undur diri keluar dari ruangan Mr Ze.


Melihat Ashalina tertidur pulas ,Mr Ze pun mencium kening istrinya , kemudian mencium perut besar Ashalina .


"Do'a kan Ayah ya nak !, semoga semuanya lancar !" ucap Mr Ze kepada anak yang berada di dalam kandungan Ashalina , setelah melepas ciumannya . Kemudian di letakkannya Ashalina perlahan di atas sofa , setelah memperbaiki posisi tidur Ashalina . Mr Ze pun keluar dari dalam ruangannya , untuk meyambut tamu istimewanya . Tentu bersama Rico Jefry dan Yudhi beserta yang lainnya .


"Selamat siang dan selamat datang Mr Haruka !" sapa Mr Ze , menyalam tangan Pemilik perusahaan pelayaran terbesar dari Jepang beserta rombongan . Memberikan sambutan hangat .


"Selamat siang juga !" balas Mr Haruka menerima jabatan tangan dari Mr Ze .

__ADS_1


"Silahkan masuk Mr !" ucap Mr Ze lagi , mempersilahkan masuk para rombongan tamunya yang berjumlah lima orang .


Mereka pun langsung membawa masuk rombongan pemilik perusahaan pelayaran itu langsung masuk ke ruang rapat dan langsung mempersilahkannya duduk . Dan langsung segera memulai meatingnya , untuk Mr Ze mempersentasekan gambar kapal yang ia buat .


"Selamat siang dan sekali lagi selamat datang di perusahaan kami , dan terima kasih kami ucapkan kepada Mr Haruka beserta rekan rekannya , karna sudah berkenan menginjakkan kaki di perusahaan kami yang tidak seberapa ini . Perkenalkan nama saya Rico Orlando sebagai wakil direktur . di sebelah kanan saya Mr Zeyn Fachry El Mahfudz sebagai direktur perusahaan ini." Rio menjeda kalimatnya , Mr Ze pun berdiri memberi hormat kepada para tamunya ." Di sebelah kanannya Mr Muhammad Jefry sebagai asisten Mr Zeyn "Rico menjeda lagi kalimatnya . Jefry pun berdiri memberi salam hormat ."Dan di sebelah kiri saya Mr Yudhi Tama sebagai maneger di perusahaan ini " lanjut Rico lagi , sebagai peminpin rapat ." Untuk menyingkat waktu , kepada Mr Zeyn saya persilahkan dengan Hormat untuk memulai persentasenya , terima kasih !." Rico pun mendudukkan tubuhnya di kursi .


Mr Ze pun berdiri dari tempat duduknya ."Trima kasih ! , selamat siang dan selamat datang sekali lagi !." ucap Mr Ze untuk memulai persentasenya .


Setelah Mr Ze menampakkan gambar kapal di layar LED yang berukuran besar yang menempel di dinding ruang rapat . Mr Ze pun menjelaskan keistimewahah kapal yang akan dibuat tersebut .


"Selain kapal ini bisa menampung seribu lebih penumpang . Kapal ini juga nantinya akan memiliki pasilitas lengkap , seperti bar , bioskop , restoran , cafee , tempat karoke , kapal ini juga akan dilengkapi kios berjualan dan masih banyak lagi keistimewahan lainnya . Kapal ini juga memiliki kamar kelas VIV yang dilengkapi dengan kolam renang pribadi .


Di bagian luar kapal , akan di buat taman penghijauan , dan kolam renang yang bisa menapung..


"Huaaa.... !!! kakak...!!! , kenapa Acha di tinggalin tidur sendiri diruangan Kakak...!!!"


Kalimat Mr Ze terputus , karena tiba tiba banana bot masuk tanpa permisi dan langsung memeluk Mr Ze yang berdiri di depan layar .


Mr Ze memejamkan matanya , merapatkan giginya , gemas , ingin marah kepada istrinya , tapi ia harus menahannya . Tidak mungkin ia marah marah di depan calon kliennya , apa lagi Ashalina lagi hamil . Mr Ze pasti takut terkena kutukan emak emak bunting .


"Maaf ada gangguan !" Mr Ze merasa tidak enak kepada tamu terhormatnya . Tau sendiri kan ! , orang Jepang tidak suka yang namanya bertele tele ! , bisa gagal nih proyek penyelamat keuangan Mr Ze .


"Ada apa Baby ?, kenapa bangun ? Hm..!." terpasa Mr Ze membalas pelukan Ashalina , mengusap usap punggungnya , supaya si bumil yang menyebalkan berhenti menangis bisa di ajak kerja sama .


"Acha terbangun !, gak lihat kakak !" jawab Ashalina dengan gaya manjanya .


"Sekarang sudah lihat kakak kan !, kakak minta kerja samanya ya !"


Ashalina menggelengkan kepalanya , mengerti maksud kerja sama yang diminta suaminya, alias ngusir .


Mr Ze menghela napasnya" kalau Baby ingin disini , tapi diam ya ! , tidak boleh bicara !. Kakak harus melanjutkan pekerjaan kakak !, kakak minta kerja samanya !" ucap Mr Ze lembut , tapi terdengar tegas di telinga Ashalina .


Tidak berani membantah lagi , Ashalina pun menganggukkan kepalanya . Mr Ze pun mendudukkan Ashalina di kursinya tadi .


"Maaf Mr Haruka !, dia istri saya ! , karna lagi hamil sifatnya agak lebih manja dan kekanakan !" ucap Mr Ze kepada pemilik perusahaan pelayaran terbesar di Negeri tirai bambu itu .


"Tidak masalah ! , sekarang putri saya juga sedang hamil , sifatnya juga seperti itu , terkesan bandel dan semaunya . Saya senang melihat anak muda seperti anda bersikap baik kepada istrinya !. ucap Pria paru baya itu ramah ." Silahkan lanjutkan lagi , saya tertarik dengan kapal rancanganmu ! , kita akan menyepakati proyek ini , saya akan menyuntikkan dana di perusahaan anda . Tapi saya masih ingin dengar detail kapal yang kamu rancang" ucap Mr Haruka lagi .

__ADS_1


"Kalau begitu trimakasih banyak Mr Haruka !" balas Mr Ze . melanjutkan penjelasannya tentang kapal rancangannya .


__ADS_2