21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
02. Drama Ashalina dan Yudhi sebelum berangkat .


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Ashalina akan berangkat ke Singapur bersama orang yang akan membawanya. Ashalina sudah selesai mengemas pakaian dan perlengkapannya kedalam tas yang tidak terlalu besar .


" pakaian sudah , sabun mandi , sampo, odol , sikat gigi , handuk , bedak , paspor , sama uang tunjuk sudah , hmm..! apa lagi yah ? , sepertinya semua udah ." ucapnya mengabsen semua yang dimasukin kedalam tas ." sekarang tinggal mandi , siap siap , lalu berangkat ." ucapnya lagi semangat , meski ada rasa waswas .


Tok tok tok !!!


"Ashalin..!!." panggil dari luar


Ashalin langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya ." Tika ! Rosma ! ."


"Benaran kamu mau ke Singapur ? , " tanya Tika sahabat Ashalina .


" Iya Tik ! , untuk saat ini aku gak punya pilihan lain ." jawab Ashalina


" Maaf ya Sha ! , kami gak bisa bantu kamu ." ucap Rosma memeluk Ashalina .


" Hei ! , kenapa wajah kalian jadi sedih ? aku kan balik lagi kesini , kalau utangku sudah lunas aku gak pergi lagi kok , aku akan cari kerja disini lagi . " ucap Ashalina membalas pelukan sahabatnya itu .


" Kami kawatir sama kamu tau ." ucap Rosma


" Lagi rame nih ! ." tiba tiba tamu tak pernah diundang nongol dipintu .


" Sehari saja kamu , tidak pernah nongol di depan pintu kontrakanku , bisa gak ? . " ucap Ashalina ketus , melihat yudhi lagi ! yudhi lagi .


" Hehehe..! minta cabe rawit kakak cantik ." cengir yudhi


Ashalina melototkan matanya sambil berjalan kearah cowok tengil yang sering menggagu ketenangannya itu . " Nih ! ambil semuanya ." ucap Ashalina memberikan cabe rawit satu plastik ketangan yudhi dengan kasar .


" Kakak cantik mau kemana ? , kok kemas kemas ? ." tanya Yudhi lagi


" Mau ke Singapur jual gorengan . " jawab Ashalina ketus


" Aku serius nanya kakak cantik.. ! , cewek cabe rawitku..! " balas Yudhi


" Mau kesingapur cari om om kaya , biar bisa beli villa . aku sudah bosan melihat wajah tengilmu setiap hari . " jawab Ashalina malas


" Yud ! , antar aku ke pelabuhan ya ! , kira kira satu jam lagi aku berangkat . " pinta Ashalina ,dengan senyum manisnya .


" No ! , sebentar lagi aku mau pergi kencan ." tolak Yudhi .


plakk !!!


tiba tiba sendok nasi melayang ke wajah Yudhi .


" Sana kau pergi , jangan sekali sekali kau menampakkan diri di depanku lagi ." ucap Ashalina kesal, cowok tetangganya itu sungguh menyebalkan . Kalau saja ada maunya manggilnya kakak cantik , tiba giliran Ashalina butuh harus perang dulu baru mau .

__ADS_1


" Kalian selalu seperti kucing dan tikus , tidak pernah akur tapi bertahun tahun betah tetanggaan ." komentar tika , yang sering melihat kedua mahluk beda jenis itu sering adu mulut .


" Makanya kalau ditanya orang serius , jawabnya juga serius . lagian mana suka om om sama cewek tulang belulang . dilempar kehutan aja harimau gak mau makan ." ejek Yudhi


" Kalau kau bukan keponakan dari ibu kos , sudah ku tanam kau hidup hidup biar digelitik sama cacing tanah . " ujar Ashalina kesal .


" Emang aku tumbuhan ditanam ." balas Yudhin


" Berantem berantem , entar kalian jodoh ." Ujar Rosma geleng geleng kepala


" Ogah berjodoh sama cowok mie instan ." sanggah Ashalina


" Saya juga ogah punya istri cerewet kaya cabe rawit . " sanggah Yudhi gak mau kalah


" Pergi sanah !! , ngapain lagi kamu disini ." usir Ashalina sinis .


kini Ashalina sudah selesai mandi dan berganti pakaiannya , dan sudah siap merias sedikit wajahnya dengan bedak tipis dan sedikit polesan lipstik berwarna nude di bibirnya . kini ia sudah siap berangkat menuju pelabuha perry internasional .


" Hati hati ya Sha ! ." ucap Tika sahabatnya , sambil memeluk Ashalina .


" Jaga dirimu baik baik disana , dan jangan lupa bawa oleh oleh ." ucap Rosma , juga memeluk Ashalina .


" Sudah mau berangkat kau rupanya ?. " tiba tiba Renti datang ke kosan Ashalin .


" Iya kak ! , kata kak Tiur kami naik kapal jam 12 siang ." jawab Ashalina


" Sudah kak , semuanya sudah lengkap di dalam tas . "


Mereka semua pun keluar dari kamar kontrakan Ashalina , karna Ashalina akan segera berangkat . setelah Ashalina mengunci pintu kamarnya , ia pun meletakkan tas bawaannya yang berisi perlekapannya di bangku yang berada di depan kamarnya , kemudian berjalan ke arah kamar Yudhi cowok tengil yang menyebalkan menurut Ashalina .


" Yudhi ..!! , ayok cepat antar aku kepelabuhan !! ." teriak Ashalina sambil menggendor gendor pintu kontrakan Yudhi , seperti memerintah .


" Yudhi !!! ." teriak Ashalina lagi , karna Yudhi tidak menyahut , tangannya tidak henti henti memukul mukul pintu di depannya .


"Ck ! , mau main drama apa lagi orang itu berdua ." komentar Renti , karna sudah terlalu sering menonton pertunjukan kedua mahluk beda jenis kelamin tersebut .


Tiba tiba pintu terbuka dari dalam , Ashalina ditarik masuk kedalam kontrakan Yudhi , dan pintu itu ditutup kembali oleh Yudhi .


" Yudhi !! , nanti aku bisa terlambat , kalo kamu gak mau ngantar bilang aja , biar aku naik taxi atau bus ." ucap Ashalina marah campur kesal .


Cup..!! , satu kecupan mendarat dikening Ashalina , membuat Ashalina kaget dan terdiam mematung .


" Andai aku bisa membantumu ! , aku tidak akan membiarkanmu pergi , cewek cabe rawitku ." ucap Yudhi dengan serius , sambil ditangkupkannya kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Ashalina kemudian dipandanginya wajah cantik itu lekat . Sampai kedua bola mata mereka saling bertubrukan . Yudhi bisa melihat dimata wanita yang selalu ribut dengannya itu terlihat ada kesedihan , ada beban berat menimpanya .


" Bolehkah aku mencintaimu ? ." Tanya Yudhi lagi , entah mengapa berat rasanya Yudhi untuk membiarkan cewek cabe rawitnya itu pergi walau cuma sementara .

__ADS_1


" Yu..Yudhi ! " tiba tiba Ashalina gugub


" Gak usah dijawab sekarang ." ucap Yudhi lagi tersenyum manis , kemudian diciumnya kening Ashalina sekali lagi .


" Woi !! , ngapain kalian di dalam ? , Drama apa lagi yang kalian buat di dalam ? , cepat kalian keluar sebelum Bu Rt datang ." sahut Renti dari luar .


" Ayok aku antar ." di acak acaknya ujung kepala Ashalina . kemudian ditariknya tangan Ashalina keluar setelah ia membuka pintunya .


" Ngapain kalian di dalam ? , pacaran ? ." tuduh Tika .


" Siapa juga yang mau pacaran sama cowok tengil kaya dia ." jawab Ashalina salah tingkah . ia masih sedikit shok dengan perlakuan Yudhi yang berbeda dari biasanya .Entah kenapa jantungnya mendadak lari maraton setelah Yudhi tiba tiba mencium keningnya .


" Bisa aja kan.. ! " ucap Tika


" Gak bagus pacaran kakak kakak ! , dosa ! ." ucap Yudhi sok alim


" Cih ! , sok alim aja , bentar lagi kau pergi juga pacaran sama cewek bule kw mu itu ." sindir Renti


" Kami udah putus tiga hari yang lalu ." Jawab Yudhi enteng


" Trus ngapain kalian mojok ? ." tanya Rosma menelisik


" Khilaf ." jawab Yudhi tanpa dosa


" Dasar kau ini ya ! , sungguh menyebalkan !. " ucap Ashalina kesal , sambil menjewer dan mencambak rambut Yudhi . Ashalina geram mendengar pengakuan Yudhi baru tiga hari putus dengan pacarnya, sudah nawarin cinta kepadanya .


" Ampun kakak cantik..! ." ringis Yudha memegangi tangan Ashalina yang menjambak rambutnya .


Renti Tika dan Risma hanya menggeleng gelengkan kepala mereka , Heran dengan tingkah keduanya .


"Ashalin kamu mau jadi berangkat gak ? ." tanya Renti , tanpa ingin melerai keduanya


Ashalina langsung berhenti menjambak rambut Yudhi .Hampir saja ia lupa , kalau ia mau berangkat ke Singapur .


" Ayok cepat antar aku ." perintahnya lagi kepada Yudhi .


" Gak !! ."


Ashalina langsung menyorot Yudhi tajam , setajam pisau dapur . " Baiklah kalo kau tidak mau , tunggu aja pembalasanku ." ancam Ashalina ,membalik badannya mengambil tas hitam tempat pakaiannya .


" Yudhi !! , cepat antar Ashalin , gak usah kalian drama dramaan lagi , nanti Ashalin bisa terlambat kujambak juga rambutmu ." perintah Renti


"Dasar kalian nenek lampir , seenak kalian saja nyuruh nyuruh ." kesal Yudhi


" Ayok cepat jalankan motormu ." perintah Ashalin lagi , ia sudah duduk dibelakang Yudhi

__ADS_1


" Baiklah nyonya ratu , ucapan anda adalah perintah , hamba akan laksanakan ." balas Yudhi pasrah , kemudian menjalankan mesin motor bebek kesayangannya .


__ADS_2