21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 69


__ADS_3

"Ternyata perawat " batin Jefry , setelah membuka pintu .


"Permirsi Mr ! , saya ingin mengantar makan malam untuk pasien !" sapa seorang perawat , membawa troli makanan .


"Oh ! silahkan !"


Perawat wanita itu pun mendorong troli makanan masuk ke dalam kamar perawatan . lalu meletakkan makanan di atas meja nakas di samping brankar ,Kemudian perawat itu langsung keluar .


Jefry langsung menutup pintu itu kembali dan menguncinya . Rico pun membuka matanya dan langsung duduk , turun dari brankar berjalan kembali ke arah sofa , melanjutkan makannya .


"Lauk saya mana ?, kok bisa hilang ?, saya belum selesai makan , saya masih lapar !" tanya Rico , melihat kotak makannya hanya tinggal nasi saja .


"Saya sudah memakannya !" Yudhi menjawab tanpa merasa berdosa . Dengan santai ia memakan lauk yang dia ambil dari kotak makan Rico .


Rico yang kesal pun hanya bisa diam , meski sebenarya ia ingin memasukkan Yudhi ke dalam karung , dan melemparnya ke kutup selatan .


Mr Ze dan Jefry menggeleng gelengkan kepala mereka . Angkat tangan melihat ke tengilan Yudhi yang tidak tertandingi mereka berdua .


"Jef ! , kau sudah selesai makan , tolong ambilkan makanan rumah sakit itu !" suruhnya kepada Jefry . Karna ia susah berjalan bolak balik , karna jarum infus masih tertancap di tangannya .


"Salma untukku !" Jefry pun mengambilkan nampan yang berisi makanan Rumah Sakit itu dari atas meja nakas , dan memberikannya kepada Jefry .


Rico mengambil nampan berisi makanan itu dari tangan Jefry tanpa ada niatan untuk membalas perkataan Jefry , karna menurutnya tidak penting .


***


Tiga hari sebelumnya


Pulang dari Singapur dengan Yudhi , Mr Ze langsung menemui Salma di kontrakan mereka . Mr Ze mencoba membujuk Salma , namun Salma keras hati tidak mau menjenguk Rico , meski sudah dibujuk berbagai macam cara , Salma masih tetap tidak luluh .


Besok harinya , setelah Mr Ze dan Yudhi kembali bekerja ke Singapur . Malam hari mereka mengunjungi Rico di Rumah Sakit . Mereka melihat Rico masih nampak tak bersemangat , meski sebenarnya Rico sudah diperbolehkan pulang .


"Ze ! bantu saya dapatin Salma !" menatap Mr Ze dengan tatapan memohon .


"Kami sudah coba membujuk Salma , ia tetap tidak mau !" jawab Mr Ze .


"Aku sangat mencintainya Ze ! , Rasanya aku tidak ingin hidup tanpanya !"


Rico yang tadi duduk , membaringkan tubuhnya kembali . Memejamkan matanya , tak terasa cairan bening keluar dari sudut matanya .


"Jika rasa cinta ini bisa kutepis , aku akan menepisnya Ze ! . Rasa cinta ini malah semakin bertambah setiap waktunya ! ,Aku bisa gila Ze ! ."


"Baiklah !, aku akan coba minta tolong sama Momy . berpura puralah kau sakit parah , kalau perlu kau jangan makan makan , biar mereka percaya kau benar benar sekarat . Biar Momy dan istriku percaya , dan mau membujuk Salma !" ujar Mr Ze konyol menyuruh Rico tidak makan makan .


Rico membuka matanya , mengalihkannya kepada Mr Ze ."Demi mendapatkan Salma , apapun akan kulakukan !."

__ADS_1


"Gila kamu Ric !" Jefry menggelengkan kepalanya .Melihat tingkah sahabat mereka yang paling waras itu . Sekali jatuh cinta langsung gila .


"Bukankah kau lebih gila ?, semua perempuan kau hembat !" cibir Rico .


"Saya gila bersenang senang , buka gila menyiksa diri" sanggah Jefry .


Semenjak itu Rico , sudah dua hari Rico benar benar tidak makan , ia bertahan hidup dari suplemen makanan dari cairan infus , sehingga membuat tubuhnya tampak sangat kurus dan wajahnya pucat .Konyol memang , tapi demi menarik simpati Salma , ia rela menahan lapar . Benar benar cinta sudah membuatnya setengah gila dan setengah hidup .


"Halo Momy !" sapa Mr Ze , menelephon Momu Jeni lewat VC.


"Ada apa Ze ? , tumben VC Momy ?" tanya Momy Jeni dari layar HP.


Mr Ze tidak langsung menjawab , Ia mengarahkan kamera phonselnya ke arah Rico yang tertidur pulas karna pengaruh obat .


Mr Ze pun berbicara kepada Momy nya , supaya Momy nya membujuk Salma , supaya mau menjenguk Rico .


"Kasihan Rico Mom ! , Momy tau sendiri dia hanya hidup sendiri , dia ingin hidup berkeluarga Mom !. Hanya Salma yang bisa membuat dia kembali memiliki semangat hidup !." bujuk Mr Ze kepada Momy Jeni .


"Kenapa baru bilang sama Momy , kalau Rico sakit separah itu ?"


"Zeyn pikir Momy masih marah kepada Rico Mom !" jawab Mr Ze .


"Momy memang marah dengan perbuatannya , kalian sama saja !, tidak ada yang beres . Tapi Momy juga setuju , kalau Rico harus menikahi Salma ! , untuk bertanggung jawab . Bagaimana kalau sampai Salma hamil !, bagaimana nanti nasib anak itu ?" ujar Momy Jeni panjang lebar .


"Zeyn sama Yudhi sudah membujuk Salma !, tapi Salma tidak mau !. Makanya Zeyn minta tolong sama Momy , untuk membujuk Salma !" balas Mr Ze .


Momy Jeni merasa kasian dengan sahabat anaknya itu ,Yang sudah di anggapnya anak . Ia sudah tau kisah hidup Rico yang hanya sebatang kara .


"Trimakasih Momy ! kalau begitu Zeyn tutup telephonnya ." ucap Mr Ze mengakhiri obrolan mereka .


Esok harinya , Mr Ze pun mendapat kabar dari Yudhi , kalau Momy Jeni berhasil membujuk Salma , sore hari mereka akan berangkat . Karna ingin memberi Rico kejutan , mereka pun tidak memberitahukan Rico , kalau Salma akan datang menjenguknya .


***


Di tempat lain


Ashalina , Momy Jeni , Tika dan Salma . Mereka juga lagi menikmati makan malam mereka di salah satu restoran . Mereka memakan makanan mereka masing masing dengan begitu lahap .


" Ayo kalian makan yang banyak !, mumpung gratis !."


Ketiga gadis itu mengalihkan tatapannya kepda Momy Jeni yang asik dengan kunyahannya .


"Gratis ???"


Momy Jeni berhenti mengunyah , melihat kepada Ashalina , yang keningnya mengerut , kemudian Momy Jeni mengembangkan senyumnya .

__ADS_1


"Restoran ini milik si Zeyn Kakakmu ! , Jadi kita tidak perlu bayar !."


" Benaran Mom ?, Kok Kak Zeyn gak pernah cerita !" tanya Ashalina .


"Kakakmu memang seperti itu orangnya , jangankan Cafee , Restoran , ia sembunyikan . Perusahaannya itu saja baru Momy tau setelah dia mengalami kecelakaan kemarin ."


"Tika ! Salma ! , ayok kita pesan makanan lagi !" wajah Ashalina berbinar .


Tika menganggukkan kepalanya senang , jarang jarang pikirnya .


"Aku gak lagi Kak ! , sudah kenyang !" tolak Salma . Entah kenapa ia kurang berselera makan, dan ia merasa kangen dengan Rico. Bukankah dia belum mencintai Rico ?, atau Salma sudah merasakan benih benih cinta tumbuh di hatinya , Salma juga tidak tau .


"Momy.. ! pesanin.. !"manja Ashalina .


"Oke Sayang !, kita makan sepuasnya ! , Momy juga ingin nambah !"


Momy Jeni pun melambaikan tangannya kepada pelayan restoran .


"Ada yang bisa dibantu Cik ?" tanya pelayan itu setelah berdiri di dekat meja mereka .


"Kalian mau pesan apa ?"


Tika dan Ashalina pun menyebutkan pesanannya dengan antusias .


"Momy ! , sebagian di bungkus ya ! " ucap Ashalina .


Momy Jeni menganggukkan kepalanya . Kemudian menyebutkan pesanan mereka kepada Pelayan restoran tersebut .


"Itu saja Cik ? , ada tambahan lain ?" tanya pelayan itu.


"Salma benaran kamu gak pingin makan apa apa lagi ? , atau nambah minum gitu !. Gak usah sungkan dek !, sekarang kita adalah saudara !" tanya Ashalina .


"Iya Salma ! , pesanlah apa yang kamu inginkan !, jangan di tahan !" sambung Momy Jeni .


Salma tersenyum getir " Salma ingin makan buah strobery kak !" ucapnya terdengar lirih .


Membuat mereka saling pandang , kemudian mengalihkan tatapan mereka ke arah salma . Tika , ia sudah menelan salivanya dengan susah payah , menatap adiknya dengan tatapan yang tak bisa di artikan .


Momy Jeni tersenyum , mengalihkan tatapannya kepada pelayan yang masih berdiri di sampingnya ."Bawakan strobery kesini !" suruhnya .


Pelayan yang sudah mengenal Momy Jeni pun menganggukkan kepalanya ,"baik Cik !." pelayan itu pun membukkukkan sedikit badannya , tersenyum ramah ,lalu undur diri .


Melihat pelayan restoran datang membawa stroberi pesanannya , Salma langsung berbinar .


"Trimakasih !" ucap Salma saat pelayan itu meletakkan stroberi di depannya .

__ADS_1


"Sama sama !"


Salma langsung memasukkan satu buah strobery ke mulutnya , mengunyahnya pelan .Tidak menghiraukan ketiga orang yang memandangnya itu keaseman memakan buah strobery yang pasti rasanya asem .


__ADS_2