
"Ternyata perawat " batin Jefry , setelah membuka pintu .
"Permirsi Mr ! , saya ingin mengantar makan malam untuk pasien !" sapa seorang perawat , membawa troli makanan .
"Oh ! silahkan !"
Perawat wanita itu pun mendorong troli makanan masuk ke dalam kamar perawatan . lalu meletakkan makanan di atas meja nakas di samping brankar ,Kemudian perawat itu langsung keluar .
Jefry langsung menutup pintu itu kembali dan menguncinya . Rico pun membuka matanya dan langsung duduk , turun dari brankar berjalan kembali ke arah sofa , melanjutkan makannya .
"Lauk saya mana ?, kok bisa hilang ?, saya belum selesai makan , saya masih lapar !" tanya Rico , melihat kotak makannya hanya tinggal nasi saja .
"Saya sudah memakannya !" Yudhi menjawab tanpa merasa berdosa . Dengan santai ia memakan lauk yang dia ambil dari kotak makan Rico .
Rico yang kesal pun hanya bisa diam , meski sebenarya ia ingin memasukkan Yudhi ke dalam karung , dan melemparnya ke kutup selatan .
Mr Ze dan Jefry menggeleng gelengkan kepala mereka . Angkat tangan melihat ke tengilan Yudhi yang tidak tertandingi mereka berdua .
"Jef ! , kau sudah selesai makan , tolong ambilkan makanan rumah sakit itu !" suruhnya kepada Jefry . Karna ia susah berjalan bolak balik , karna jarum infus masih tertancap di tangannya .
"Salma untukku !" Jefry pun mengambilkan nampan yang berisi makanan Rumah Sakit itu dari atas meja nakas , dan memberikannya kepada Jefry .
Rico mengambil nampan berisi makanan itu dari tangan Jefry tanpa ada niatan untuk membalas perkataan Jefry , karna menurutnya tidak penting .
***
Tiga hari sebelumnya
Pulang dari Singapur dengan Yudhi , Mr Ze langsung menemui Salma di kontrakan mereka . Mr Ze mencoba membujuk Salma , namun Salma keras hati tidak mau menjenguk Rico , meski sudah dibujuk berbagai macam cara , Salma masih tetap tidak luluh .
Besok harinya , setelah Mr Ze dan Yudhi kembali bekerja ke Singapur . Malam hari mereka mengunjungi Rico di Rumah Sakit . Mereka melihat Rico masih nampak tak bersemangat , meski sebenarnya Rico sudah diperbolehkan pulang .
"Ze ! bantu saya dapatin Salma !" menatap Mr Ze dengan tatapan memohon .
"Kami sudah coba membujuk Salma , ia tetap tidak mau !" jawab Mr Ze .
"Aku sangat mencintainya Ze ! , Rasanya aku tidak ingin hidup tanpanya !"
Rico yang tadi duduk , membaringkan tubuhnya kembali . Memejamkan matanya , tak terasa cairan bening keluar dari sudut matanya .
"Jika rasa cinta ini bisa kutepis , aku akan menepisnya Ze ! . Rasa cinta ini malah semakin bertambah setiap waktunya ! ,Aku bisa gila Ze ! ."
"Baiklah !, aku akan coba minta tolong sama Momy . berpura puralah kau sakit parah , kalau perlu kau jangan makan makan , biar mereka percaya kau benar benar sekarat . Biar Momy dan istriku percaya , dan mau membujuk Salma !" ujar Mr Ze konyol menyuruh Rico tidak makan makan .
Rico membuka matanya , mengalihkannya kepada Mr Ze ."Demi mendapatkan Salma , apapun akan kulakukan !."
__ADS_1
"Gila kamu Ric !" Jefry menggelengkan kepalanya .Melihat tingkah sahabat mereka yang paling waras itu . Sekali jatuh cinta langsung gila .
"Bukankah kau lebih gila ?, semua perempuan kau hembat !" cibir Rico .
"Saya gila bersenang senang , buka gila menyiksa diri" sanggah Jefry .
Semenjak itu Rico , sudah dua hari Rico benar benar tidak makan , ia bertahan hidup dari suplemen makanan dari cairan infus , sehingga membuat tubuhnya tampak sangat kurus dan wajahnya pucat .Konyol memang , tapi demi menarik simpati Salma , ia rela menahan lapar . Benar benar cinta sudah membuatnya setengah gila dan setengah hidup .
"Halo Momy !" sapa Mr Ze , menelephon Momu Jeni lewat VC.
"Ada apa Ze ? , tumben VC Momy ?" tanya Momy Jeni dari layar HP.
Mr Ze tidak langsung menjawab , Ia mengarahkan kamera phonselnya ke arah Rico yang tertidur pulas karna pengaruh obat .
Mr Ze pun berbicara kepada Momy nya , supaya Momy nya membujuk Salma , supaya mau menjenguk Rico .
"Kasihan Rico Mom ! , Momy tau sendiri dia hanya hidup sendiri , dia ingin hidup berkeluarga Mom !. Hanya Salma yang bisa membuat dia kembali memiliki semangat hidup !." bujuk Mr Ze kepada Momy Jeni .
"Kenapa baru bilang sama Momy , kalau Rico sakit separah itu ?"
"Zeyn pikir Momy masih marah kepada Rico Mom !" jawab Mr Ze .
"Momy memang marah dengan perbuatannya , kalian sama saja !, tidak ada yang beres . Tapi Momy juga setuju , kalau Rico harus menikahi Salma ! , untuk bertanggung jawab . Bagaimana kalau sampai Salma hamil !, bagaimana nanti nasib anak itu ?" ujar Momy Jeni panjang lebar .
"Zeyn sama Yudhi sudah membujuk Salma !, tapi Salma tidak mau !. Makanya Zeyn minta tolong sama Momy , untuk membujuk Salma !" balas Mr Ze .
Momy Jeni merasa kasian dengan sahabat anaknya itu ,Yang sudah di anggapnya anak . Ia sudah tau kisah hidup Rico yang hanya sebatang kara .
"Trimakasih Momy ! kalau begitu Zeyn tutup telephonnya ." ucap Mr Ze mengakhiri obrolan mereka .
Esok harinya , Mr Ze pun mendapat kabar dari Yudhi , kalau Momy Jeni berhasil membujuk Salma , sore hari mereka akan berangkat . Karna ingin memberi Rico kejutan , mereka pun tidak memberitahukan Rico , kalau Salma akan datang menjenguknya .
***
Di tempat lain
Ashalina , Momy Jeni , Tika dan Salma . Mereka juga lagi menikmati makan malam mereka di salah satu restoran . Mereka memakan makanan mereka masing masing dengan begitu lahap .
" Ayo kalian makan yang banyak !, mumpung gratis !."
Ketiga gadis itu mengalihkan tatapannya kepda Momy Jeni yang asik dengan kunyahannya .
"Gratis ???"
Momy Jeni berhenti mengunyah , melihat kepada Ashalina , yang keningnya mengerut , kemudian Momy Jeni mengembangkan senyumnya .
__ADS_1
"Restoran ini milik si Zeyn Kakakmu ! , Jadi kita tidak perlu bayar !."
" Benaran Mom ?, Kok Kak Zeyn gak pernah cerita !" tanya Ashalina .
"Kakakmu memang seperti itu orangnya , jangankan Cafee , Restoran , ia sembunyikan . Perusahaannya itu saja baru Momy tau setelah dia mengalami kecelakaan kemarin ."
"Tika ! Salma ! , ayok kita pesan makanan lagi !" wajah Ashalina berbinar .
Tika menganggukkan kepalanya senang , jarang jarang pikirnya .
"Aku gak lagi Kak ! , sudah kenyang !" tolak Salma . Entah kenapa ia kurang berselera makan, dan ia merasa kangen dengan Rico. Bukankah dia belum mencintai Rico ?, atau Salma sudah merasakan benih benih cinta tumbuh di hatinya , Salma juga tidak tau .
"Momy.. ! pesanin.. !"manja Ashalina .
"Oke Sayang !, kita makan sepuasnya ! , Momy juga ingin nambah !"
Momy Jeni pun melambaikan tangannya kepada pelayan restoran .
"Ada yang bisa dibantu Cik ?" tanya pelayan itu setelah berdiri di dekat meja mereka .
"Kalian mau pesan apa ?"
Tika dan Ashalina pun menyebutkan pesanannya dengan antusias .
"Momy ! , sebagian di bungkus ya ! " ucap Ashalina .
Momy Jeni menganggukkan kepalanya . Kemudian menyebutkan pesanan mereka kepada Pelayan restoran tersebut .
"Itu saja Cik ? , ada tambahan lain ?" tanya pelayan itu.
"Salma benaran kamu gak pingin makan apa apa lagi ? , atau nambah minum gitu !. Gak usah sungkan dek !, sekarang kita adalah saudara !" tanya Ashalina .
"Iya Salma ! , pesanlah apa yang kamu inginkan !, jangan di tahan !" sambung Momy Jeni .
Salma tersenyum getir " Salma ingin makan buah strobery kak !" ucapnya terdengar lirih .
Membuat mereka saling pandang , kemudian mengalihkan tatapan mereka ke arah salma . Tika , ia sudah menelan salivanya dengan susah payah , menatap adiknya dengan tatapan yang tak bisa di artikan .
Momy Jeni tersenyum , mengalihkan tatapannya kepada pelayan yang masih berdiri di sampingnya ."Bawakan strobery kesini !" suruhnya .
Pelayan yang sudah mengenal Momy Jeni pun menganggukkan kepalanya ,"baik Cik !." pelayan itu pun membukkukkan sedikit badannya , tersenyum ramah ,lalu undur diri .
Melihat pelayan restoran datang membawa stroberi pesanannya , Salma langsung berbinar .
"Trimakasih !" ucap Salma saat pelayan itu meletakkan stroberi di depannya .
__ADS_1
"Sama sama !"
Salma langsung memasukkan satu buah strobery ke mulutnya , mengunyahnya pelan .Tidak menghiraukan ketiga orang yang memandangnya itu keaseman memakan buah strobery yang pasti rasanya asem .