
Dua Tahun kemudian
Ashalina menggeliatkan tubuhnya , terbangun dari tidur lelapnya . Mr Ze yang merasa pergerakan Ashalina semakin mengeratkan pelukannya .
"Kak ! ayo bangun ! nanti kita ketinggalan pesawat ." ucap Ashalina dengan mata terpejam di dalam pelukan Mr Ze .
"Pulangnya kita tunda aja ya ! , Kakak masih pengen kita seperti ini . Kalau kita sudah di rumah , kita gak bisa seperti ini . Zahra pasti gak bolehin kita tidur berpelukan seperti ini ." jawab Mr Ze bergumam .
"Kita sudah dua minggu kak liburannya , Acha sudah kangen sama Zahra !, Apa kakak gak kangen sama putri kita ?."
"Gak ! , dia sungguh menyebalkan !" jawab Mr Ze .
Ashalina tertawa cekikikan " Dia kan mirip kakak !, tingkah lakunya semua persis seperti kakak !." ucapnya .
"Sekarang kakak ingin buat yang mirip kamu !." Mr Ze langsung menindih tubuh Ashalina yang hanya di balut selimut .
"Kakak ! nanti kita ketinggalan pesawat !"
"Biarkan saja Baby !, kita bisa beli tiket baru lagi . Ini lebih penting dari segalanya." balas Mr Ze , melancarkan aksinya , kembali melakukan pergulatan panas mereka yang sudah entah keberapa kali selama mereka berlibur .
Ya ! , seperti keinginan Ashalina saat hamil Zahra putri mereka . Setelah mereka menunaikan ibadah umroh mereka , Ashaina dan Mr Ze pun melanjutkan perjalanan liburan mereka ke Mesir dan Turki . Kini mereka sudah berada di salah satu hotel yang berada di kota Istambul Turki untuk mengakhiri liburan syariah mereka flus bulan madu untuk anak kedua .
"Oh Baby ! , kenapa kamu begitu nikmat ? " ucap Mr Ze di sela sela permainan mereka .
"Itu karna ada bumbu cinta di dalamnya Kak" jawab Ashalina tersenyum .Melingkarkan kedua tangannya ke punggung Mr Ze .
***
"Oe oe oe oe ....!!!"
"selamat ya Pak ! , bayi kalian lahir perempuan !" ucap Dokter yang membantu persalina Salma .
"Alhamdulillah !" ucap Rico .
"Dek ! putri kita sudah lahir . Trimakasih sayang !" Rico mencium kening Salma lama .
Salma mengangguk lemah , mengulas senyum di bibirnya , meski tubuhnya lemah karna kelelahan berjuang melahirkan anak kedua mereka .
Setelah Salma di bersihkan , ia pun di pindahkan keruang perawatan . Disana sudah ada menunggu Tika dan Yudhi dengan kedua anak kembar mereka bersama anak pertama Salma dan Rico . Yang sama sama berusia setahun lebih .
Melihat Rico masuk keruangan perawatan Salma , seorang balita langsung berlari ke arah Rico dengan senyum manis di bibirnya .
"Dad !" panggil bocah laki laki itu .
Rico langsung membungkukkan tubuhnya , meraih anak kecil yang tingginya hanya sampai lututnya itu ,menggendongnya . Rico langsung mencium pipi gembil berlesung pipi mirip istrinya itu .
"Yusuf gak nangiskan ?, gak nyusahin tante Tika sama Om Yudhi kan ?" tanya Rico kepada anak sulungnya itu .
Yusuf tersenyum menggelengkan kepalanya , karna ia belum bisa berbicara , tapi ia sudah paham apa yang di katakan orang .
"Anak pintar ! " Rico pun mengusap kepala anaknya yang sama persis dengan mereka , tidak banyak bicara .
Pintu ruangan perwatan Salma terbuka dari luar. Tiga orang perawat mendorong brankar masuk .
"Mi !" panggil Yusuf lagi, melihat uminya berada di atas brankar . Dari bangun tidur ia tidak ada melihat Uminya . Tentu bocah kecil itu kangen dengan Uminya , tapi ia belum bisa bertanya . Yusuf merentangkan tangannya ke arah Salma .
"Sebentar ya !, Uminya di pindahkan dulu ke atas tempat tidur !" ucap Rico kepada Yusuf kecil .
" Mi ! Mi ! Mi !" tangis Yusuf , menggoyang goyangkan kakinya mita di turunkan .
Setelah Salma dipindahkan ke atas tempat tidur , Salma pun merentangkan tangannya ke pada Yusuf .
"Anak Umi kangen ya ? , sini sayang ! sama umi !"
Rico pun menurunkan Yusuf dari gendongannya , meletakkan Yusuf di samping Salma yang terbaring di atas tempat tidur . Yusuf langsung berhenti menangis , setelah Salam membaringkan Yusuf di sampingnya , mendekapnya ke dalam pelukannya , menghapus air mata Yusuf , mencium kening Yusuf sambil mengusap usap kepalanya .
"Bangun tidur gak nampak Umi tadi ya sayang ?" tanya Salma lembut khas keibuannya ,Yusuf menganggukkan kepalanya .
Pintu terbuka lagi , seorang perawat masuk mendorong ranjang bayi .
"Selamat siang Pak ! Bu !" sapa perawat yang membawa bayi tersebut .
"Selamat siang suster !" balas Salma dan Rico bersamaan .
"Bayinya di kasih asi ya Bu !" suruh perawat itu . Mengambil bayi baru lahir itu dari atas ranjangnya , memberikannya kepada Salma , setelah Salma duduk menyender di kepala ranjang di bantu Rico .
"Ini Abangnya ya ?" tanya perawat itu melihat Yusuf ikut duduk di samping Salma .
__ADS_1
"Iya sus !" jawab Salma .
"Abangnya di ambil dulu ya ! , nanti adek Bayinya terganggu mimi susunya !" ucap perawat itu lagi .
Rico pun mengambil Yusuf dari samping Salma .
"Mimi mama ! mimi ! " anak kecil yang berdiri di bawah Tika itu pun menarik narik baju Ibunya . mendengar perawat yang membawa bayi itu mengatakan mimi susu , bocah yang wajahnya perpaduan antara wajah Tika dan Yudhi itu pun langsung heboh minta mimi .
"Miminya habis !, mimi botol aja ya !" tawar Tika kepada anaknya .
"Huaaaa....! mimi Mama...!" tangis bocah berusia satu Tahun delapan Bulan itu .
"Kasih aja yayang Beb !" ucap Yudhi kepada Tika .
"Mimi Mama lagi sakit Papa !, di gigitin sama mereka berdua sampai luka !" balas Tika .
"Masa sih yayang Beb ?"
"Kedua anakmu ini giginya sudah banyak !, tapi gak mau berhenti mimi !" jawab Tika .
"Mimi mama ! mimi mama ! huaaaa.....!"
"Daniyal sini sama Papa !" panggil Yudhi
"Mimi mama...! huaaa....!"
"Beli jajan sama Papa yuk !" ajak Yudhi . membujuk anaknya suapaya berhenti menangis minta mimi .
Daniyal kecil langsung diam , menghapus air matanya , kemudian melangkahkan kakinya ke arah Yudhi . Daanish kembaran Daniyal yang asik bermain sendiri dari tadi pun , belari ke arah Yudhi mendengar Papa mereka mengajak jajan .
"Daanish juga mau ikut jajan ?" tanya Yudhi
"He um !" Daanish menganggukkan kepalanya , tersenyum manis kepada Yudhi .
"Tapi jalan sendiri ya !" ucap Yudhi , kedua bocah kembar itu menganggukkan kepalanya .
"Danial gak jadi mimi Mama ?" tanya Yudhi sama si adik .Danial menggelengkan kepalanya.
"Yayang Beb !, kok aku merasa di kadalin sama kurcaci yang dua ini ya !" ucap Yudhi kepada Tika istrinya . Bukankah tadi anaknya minta mimi Mama , kenapa di tawarin jajan langsung diam ?, pikir Yudhi . Ia jarang menghabiskan waktunya dengan kedua anaknya karna sibuk bekerja .
"Memang mereka seperti itu !, kalau menangis , di ajak jajan langsung diam " jawab Tika .
"Ya udah ! yuk ! " Yudhi berdiri dari sofa , kedua tangannya menarik tangan kedua anaknya berjalan ke arah pintu ." Yusuf ikut jajan yuk sama Om !" ajak Yudhi lagi kepada Yusuf , sepupu si kembar .
"Yusuf mau ikut jajan sama Om Yudhi gak ?" tanya Rico .
Yusuf mengembangkan senyum manisnya menampakkan lesung pipinya , menganggukkan kepalanya , mengatakan ia mau ikut . Sifat Yusuf persis seperti Uminya , sangat murah senyum .
"Ayo yayang beb ! , kita bawa mereka jajan !" ajak Yudhi kepada Tika .
"Yuk ! " Tika pun mengambil Yusuf dari gendongan Rico , membawanya keluar ruang perawatan mengikuti Yudhi dan ke dua anak mereka .
kini Tinggal Rico dan Salma beserta bayi mereka di dalam ruang perawatan . Rico mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang menghadap Salma yang sedang menyusui putri mereka . Diciumnya pipi Salma , kemudian mencium pipi bayi mereka yang lagi menyusu .Pindah lagi , Rico mengecup bibir Salma .
"I love you !" ucap Rico lembut , di kecupnya lagi bibir istri kecilnya yang sudah memberinya dua anak itu .
Seperti biasa , Salma akan menarik kedua sudut bibirnya ke atas .
"I love you too !"Salma membalas mengecup bibir Rico , laki laki yang usianya dua belas Tahun di atasnya itu .
"Abang gak sabar nunggu empat puluh hari !" ucap Rico lemah .
Salma tertawa kecil , di acak acaknya rambut suami mesumnya itu . Kemudian Salma mendekatkan bibirnya ke telinga Rico .
"Nanti Salma bantu mengelus tongkat sakti Abang !" bisik Salma .
"Mesum !" balas Rico , senyumnya merekah . Menjalani pernikahan dua Tahun lebih dengan Salma . Yang dulunya Salma pemalu dan kaku , sekarang sudah tidak lagi . Malah sekarang Salma sangat manja kepadanya .
"Abang yang ngajarin !" balas Salma , menjulurkan lidahnya . meski Salma sudah melahirkan dua anak . Dengan usianya yang masih dua puluh Tahun , tentu sifat dan tingkah anak anaknya belum hilang dari dirinya .
Rico yang gemas pun , menciumi seluruh wajah Salma tanpa ada yang tersisa .
"Bang ! , nama putri kita siapa ?" tanya Salma .
"Shahia Hanifa Orlando " jawab Rico . Salma tersenyum, menganggukkan kepalanya .
"Jef ! , kapan kau hendak berkawin ?, usia kau sudah tak muda . Ibu sudah ingin menggendong cucu ! . Tak kasihan kau tengok Ibu !. kawan Ibu semua sudah ber cucu !" tanya Ibu jefry .
__ADS_1
Karna usia Jefry sekarang sudah hampir 35 Tahun , belum juga menikah .
"Ibu carikanlah Jefry istri , Jefry sudah cari , tapi tak ada dapat !" jawab Jefry santai .
"Kau bikin Ibu malu aje , Ibu tengok wajah kau tak buruk sangatlah . Macam mana pula , kau tak bisa menarik perhatian cewek ?.Baiklah ! Ibu carikan , tapi kau tak boleh menolaknya !" ujar Ibu Jefry .
"Terserah Ibu je ! , Ibulah yang mengatur semua , saya nak terima beres , Siap berkawin ." pasrah Jefry . Berdiri dari sofa , meninggalkan Ibunya , masuk ke dalam kamarnya . Membaringkan Tubuhnya dengan posisi terlentang menghadap langit langit kamarnya di apartemen orang tuanya . Menaroh kedua telapak tangannya di bawah kepala .
"Cari cewek bayaran gampang ! , kenapa cari istri sulit sangat ?" batin Jefry . Yang sudah mulai memikirkan usianya yang semakin bertambah tua .
"Kak ! , kita kemana lagi , kita gak langsung pulang ke Batam ?" tanya Ashalina . mereka sudah berada di dalam Taxi , baru keluar dari bandara Singapur .
Mr Ze mengambil dasi dari saku celananya , lalu mengikatkannya ke kepala Ashalina , menutup mata Ashalina.
"Kenapa kakak menutup mata Acha ?"
"Kakak ada kejutan buat kamu Baby !" Ashalina mengerucutkan bibirnya .
Turun dari dalam Taxi , Mr Ze langsung menggemdong tubuh Ashalina ala bridal style . Entah kemana Mr Ze membawanya . Asahalina merasakan sepertinya mereka menaiki lif .
"Kakak bawa Acha kemana ?, gak mungkin 'kan ! kita nginap di hotel lagi !."
"Kakak jamin kamu pasti menyukainya Baby !" jawab Mr Ze , membawa Ashalina masuk ke sebuah ruangan .
Setelah menurunkan Ashalina dari gendongannya , Mr Ze pun membuka penutup mata Ashalina .
"Happy Any vercary Bundo cama Ayah ! " ucap pemilik suara cadel itu dengan cepreng . Membawa kue ulang Tahun tanpa lilin berukuran kecil .
"Apa kamu lupa Baby ?, hari ini ulang Tahun pernikahan kita yang ke Tiga !." Mr Ze mengecup pipi Ashalina .
Ashalina memutar pandangannya keseluruh ruangan yang tidak asing baginya . Seketika wajahnya berbinar . memorinya langsung berputar ke tiga Tahun lebih yang lalu .
"Kak ! , ini apartemen kakak dulu kan ? , bukannya kakak sudah menjualnya ?" tanya Ashalina .
"Iya baby ! , kakak membelinya kembali , sebagai hadiah ulang Tahun pernikahan kita ." jawab Mr Ze , di kecupnya lagi pipi Ashalina.
"Bundo ! Ayah !, capek nih ! tangan Zahla bawa tue na !" ucap pemilik bibir mungil itu . Ilernya hampir muncret ke kue yang di tangannya .
Ashaina dan Mr Ze tersenyum , mereka sama sama melangkah mendekati putri menyebalkan mereka . Menurunkan tubuh mereka , mensejajarkan tinggi tubuh mereka dengan Zahra kecil . Kemudian mereka sama sama mencium kedua pipi Zahra .
Menyebalkan , karna Zahra selalu tidur di tengah tengah mereka dan melarang mereka berpelukan . Jika mereka ingin bermain kuda kudaan , terpaksa mereka yang mengungsi ke kamar lain . tentu setelah Zahra tertidur pulas .
"Selamat ulang Tahun juga Zahra Hayatul Qolby ..!" Ucap Ashalina dan Mr Ze bersamaan .
"Zahla uga uyang Taun Bundo ! Ayah ?"
Ashalina dan Mr Ze sama sama menganggukkan kepala mereka .
"Hoye...! Zahla uyang Taun !" seru Zahra , tanpa sadar ia menjatuhkan kue ulang Tahun di tangannya .
Tidak peduli dengan kue ulang Tahun yang sudah mencium lantai itu . Mr Ze pun mengangkat putri menyebalkannya itu ke atas , mendudukkannya di bahunya .
"Kakak ! , Acha kok dilupain ?" Ashalina mengerucutkan bibirnya , sering kali ia cemburu , melihat kedekatan putri dan suaminya .
Dulu dialah yang di perlakukan Mr Ze seperti itu . Sekarang sudah di gantikan putri mereka .
Mr Ze menurunkan Zahra dari pundaknya , kemudian mendekati Ashalina . Di peluknya Ashalina dari samping dengan tangan kanannya . Di ciumnya pipi Ashaina bergantian dengan putri mereka .
Bergantian , kini Ashalina dan Zahra yang mencium kedua pipi Mr Ze bersamaan , tentu Mr Ze harus menurunkan sedikit tubuhnya , supaya Ashalina bisa mencium pipinya .
"I love you Ayah !" ucap Ashalina dan Zahra bersaman .
Momy Jeni menghapus cairan bening dari sudut matanya . Tersenyum , melihat kebahagian anak menantu dan cucunya .
"Bang Faisal Ahmad Maulana ! , Maafkan kesalahanku , sudah semlat lalai dengan tanggung jawabku mendidik Zeyn ke jalan yang benar ! . Aku berharap kita dipertemukan Tuhan kelak di akhirat nanti !." batin Momy Jeni , mengingat almarhum mantan suaminya , Ayah kandung Mr Ze , Laki laki yang taat beragama .
.
.
.Tamat
#Trimakasih kepada pembaca setia cerita receh othor , dan trimakasih kepada yang sudah memberi dukungan , like dan komen .
# Akhirnya saya bisa menammatkan novel ini . Meski saya tidak mendapatkan apa apa dalam menulis novel murahan ini . Tapi saya berbangga diri bisa menulis , meski jauh dari kata kualitas baik .
#Ini novel pertama saya , huh ! saya tidak menyangka saya bisa menulis cerita ini sampai 91 bab . Saya terharu sendiri ! ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ .. bisa di katakan saya merasa hebat , meski sebenarnya tidak hebat .
__ADS_1
#Sampai jumpa ! semoga saya bisa membuat cerita baru lagi .
# Salam dari saya untuk yang membaca cerita saya . mmmuaahhh....!😘😘😘😘