
Wajah Ashalina langsung merah merona di tegur adiknya seperti itu , mengingat apa yang dia lakukan dengan Mr Ze tadi pagi di kamar mereka .
" Assalamu alaikum ! "
" Walaikum salam ! "
Mr Ze belum juga melepas pelukannya .
" Rasyid Ayah Amak dari mana ? " Tanya Mr Ze . melihat Rasyid dan kedua mertuanyalah yang datang .
" Bawa Ayah berobat Bang ! " jawab Rasyid .
" Oh ! "
" Ayah sama Amak sudah makan ? Acha siapain ya ! " tanya Ashalina . tangannya berusaha melepaskan pelukan Mr Ze .
" Akmal sudah selesai menyiapkannya , Kak Acha sama Abang Zeyn masuk kamar aja . Biar Amak sama Ayah cepat dapat cucunya ." celetuk Akmal , tiba tiba nongol dari dapur .
" Akmal ! " tegur Ibu Ratih .
" Iya Mak ! "
" Umurmu masih kecil , tapi pikiranmu sudah sampai kesana ! " geram Bu Ratih .
" Salahkan saja mereka Mak ! , mereka yang sudah menodai telinga Akmal tadi pagi " jawab Akmal membela diri .
Ibu ratih pun menolehkan pandangannya ke arah dua orang yang belum melepas pelukan itu . " Kalian juga , mau begituan gak lihat lihat waktu ! " ucapnya lagi kepada sepasang pengantin baru dadakan itu .
" Maaf Mak ! " balas Mr Ze tersenyum , biar pun ia sudah sedikit insaf . bukan berarti dia akan malu jika ketahuan orang melakukan aha aha .
"Uni Acha ! , yang wajahnya sudah merah ! " goda Rasyid mengulum senyumnya .
" Lepas kak Zeyn ! , aku mau ke kamar " Ashalina benar benar malu sudah ketahuan aha aha , apa lagi suaranya sampai terdengar keluar kamar .
" Yuk kita makan Mak ! , Ayah sudah lapar . jangan di godain terus putri kita . lihat tuh dia sudah malu " ucap Pak Hasan , agar anak dan istrinya tidak membahas hal intim putri dan menantunya lagi .
" Kamu mau makan lagi Baby ? " tanya Mr Ze kepada Ashalina .
" Iya ! , aku lapar lagi " jawab Ashalina .
" Apa tenagamu benar benar habis Baby ! , makanlah banyak banyak , supaya kamu punya banyak tenaga nanti malam ." bisik Mr Ze ketelinga Ashalina .
" Kak Zeyn ! "
" Yuk Baby ! , kita ikut makan ." Mr Ze pun melepas pelukannya . lalu menarik tangan Ashalina berdiri , berjalan ke arah dapur mengikuti kedua orang tua Asalina dari belakang .
Di rumah orang tua Ashalina tidak ada meja makan . Mereka semua pun makan dengan duduk lesehan di atas tikar , kecuali Ayah Ashalina , ia tetap duduk di atas kursi rodanya .
" Baby ! piring kita satu saja , aku akan menyuapimu makan ! " ucap Mr Ze , mencegah tangan Ashalina mengambil makanan untuknya .
" Aku tidak mau ! "
__ADS_1
" Kalau kamu gak nurut sama kakak ! , kakak cium kamu disini sekarang ! " bisik Mr Ze lagi .
" Kak Zeyn selalu saja menyebalkan ! " Ashalina memanyunkan bibirnya , tangannya pun perlahan mundur tidak jadi mengisi makanan ke piringnya .
" Buka mulutnya Baby ! " ucap Mr Ze , menyuapkan makanan ke mulut Ashalina .
" Kak Zeyn ! "
" Sssttt....! , jangan menolaknya Baby ! , sudah tau apa resikonya "
" Terima aja Uni ! , gak usah pake jual jual mahal , kalau jual murah pun tak laku " celetuk Akmal lagi . melihat Ashalina masih tidak mau membuka mulutnya .
" Baik baik kau makan Akmal ! , jangan sampai nasi di mulutmu itu nyembur ke piring orang " omel Bu ratih , tangan nya sambil menyuapi suaminya .
" Uni acha gak usah malu ! , Ayah aja tuh ! gak malu di suapin Amak ! . Iya kan Yah ? "
" Kau juga Rasyid , tidak boleh bicara sambil makan . entar lidah kalian tergigit tau rasa kalian " omel Ibu Ratih lagi .
" Iya Mak ! " balas Rasyit .
" Kata Nenek ! kalau kita pas lagi makan tergigit lidah , itu mau makan daging Mak ! " ujar Akmal .
" Akmal ! "
"Iya Mak ! "
" Diam ! "
" Iya Mak ! "
Setelah sumua selesai makan , Ashalina pun membantu Amaknya membereskan bekas makan mereka . mulai dari mencuci piring dan menyapu .
" Mak ! " sahut Akmal dari ruang tamu .
" Apa Akmal ! , kenapa mulutmu cerewet sekali tidak bisa diam , melebihi perempuan .
" Namanya juga keturunan Amak ! "
"Apa ! " tanya Ibu Ratih datang dari dapur .
" Ini keranjang baju kotor siapa Mak ? kenapa ada di ruang tamu ? , ini seprei kenapa ada darahnya ? "
Mr Ze langsung berjalan menghampiri Akmal , lalu mengambil sprei dari tangan Akmal ." Ini darah perawan kakakmu ! , tadi abang lupa membawanya ke belakang " ucapnya pelan ke Akmal , kemudian mengerlingkan matanya sebelah sambil mengulum senyum . membuat Akmal terdiam , wajahnya memerah malu .
" Ya Tuhan ! , didikan seperti apa yang diberikan si Jeni kepada anaknya ? , sampai keturunan si Nenek Salamah yang satu ini tidak tau malu " gumam Ibu Ratih . membalik badannya , lemah , melangkah gontai masuk ke dalam kamarnya .
Malam hari setelah selesai makan malam , Mr Ze langsung membawa Ashalina masuk ke dalam kamar mereka .
" Amak ! , apa semua pengantin baru seperti itu ya ? , betah sekali mengurung diri di kamar . Ini baru jam delapan malam , Uni Acha sama bang Zeyn sudah masuk kamar "
" Akmal ! Rasyid ! , masuk ke dalam kamar kalian sekarang ! " perintah Bu Ratih .
__ADS_1
" Gak mau Mak ! , Rasyit mau pergi ke warung kopi " bantah Rasyid .
" Akmal juga Mak ! " sambung Akmal .
" Kalau begitu sana kalian pergi " usir Ibu Ratih . Ia kawatir telinga kedua anaknya itu ternodai suara suara laknat putri dan menantunya yang tidak tau malu itu .
Di dalam kamar Ashalina dan Mr Ze .
setelah menutup pintu kamar mereka dan menguncinya . Mr Ze langsung mengangkat tubuh Ashalina , menggendongnya ala bridal style .
" Kak Zeyn ! " rengek Ashalina manja .
" Aku sudah menahannya dari tadi Baby ! " mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur sambil memangkunya .
" Kita baru siap makan Kak Zeyn ! "
" Tidak masalah Baby ! , kita bisa melakukannya dengan posisi seperti ini ." Mr Ze menukar posisi duduk Ashalina . Merenggangkan kedua kaki Ashamina melingkarkannya ke pinggangnya , begitu juga dengan kedua tangan Ashalina ia lingkarkan di lehernya .
" Aku tidak mau kak Zeyn ! , pasti sakit ." Ashalina malu , ia pun menyembunyikan wajahnya di leher Mr Ze .
" Tidak akan sakit lagi Baby ! " Mr Ze sudah memasukkan tangannya meraba punggung Ashalina . Menbuka pengait bra Ashalina , sambil bibirnya menciumi leher dan bahu Ashalina .
" Kak Zeyn..! " desah Ashalina , kini tubuhnya sudah toples di pangkuan Mr Ze , begitu juga dengan Mr Ze .
" Apa kamu suka Baby ? , sabar Baby ! , aku pasti akan memuaskanmu " ucap Mr Ze , menciumi telinga Ashalina . tangannya sudah menjelajah menelusuri bagian bagian sensitif Ashalina .
" Kak Zeyn ! " panggil Ashalina , tubuhnya sudah menegang . kedua tangannya sudah mencakar punggung Mr Ze dengan kuat , pertanda ia akan mencapai klimaks .
" I love you Baby ! " balas Mr Ze . menarik tekuk Ashalina , lalu melu *** bibir Ashalina ." sekarang giliranku Baby ! " ucapnya lagi setelah melepas ciumannya .
" Aku gak tau bagaimana caranya kak Zeyn ! " ucap Ashalina dengan napas yang masih ngosngosan . kembali menyembunyikan wajahnya di leher Mr Ze .
" Kakak akan mengajarinya " balas Mr Ze . Membawa Ashalina naik ke atas ranjang tanpa menurunkan Ashalina dari pangkuannya .
kemudian Mr Ze mengatur posisi Ashalina di atas tubuhnya , setelah memasukkan belalainya ke tubuh Ashalina , ia pun menuntun Ashalina untuk menaik turunkan tubuhnya .
" Good Baby ! , aku suka Baby " rancau Mr Ze ke enakan .
Entah sudah berapa kali Ashalina mencapai puncang , sampai tubuhnya sudah kecapean di atas tubuh Mr Ze . namun juga Mr Ze belum menyemprotkan bibit unggulnya .
" Apa kamu capek Baby ? " Ashalina pun mengangguk lemah .
" Baiklah ! , biar kakak yang menunggaknya ." menukar posisi Ashalina menjadi di bawah . Mr Ze pun langsung memulai menunggang kuda poni nya perlahan lahan . semakin lama semakin...
titik
titik
.
.
__ADS_1
.