21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 06


__ADS_3

"Ashalin...! " panggil Mr Ze


" Iya Mr .! " jawab Ashalina datang dari arah dapur , ia sedang memasak makanan untuknya .


" Ambilkan saya minum ." mendudukkan tubuhnya disofa ruang tamu apartemennya .


" Baik Mr ." Ashalina pun undur diri kedapur mengambilkan air putih untuk majikan setan berwujud malaikat itu .


" Ini Mr Ze ! ." ucap Ashalina meletakkan gelas yang berisi air putih di atas meja .


" Lepaskan sepatu saya , dan pijiti kaki saya ." perintah majikan bajingannya itu .


" Baik Mr Ze ." Ashalina segera melepas sepatu Mr ze dan memijit kakinya .


" Mr Ze ! ." panggil Ashalina


" Hmm..! ."


" Bolehkah saya jalan jalan disekitaran apartemen kalau pekerjaan saya sudah selesai ."


" Silahkan ! , tapi saya tidak tanggung jawab jika kau tertangkap rajia ."


" Mr Ze ! ." panggil Ashalina lagi


" Hmm..! "


" Kenapa Mr Ze mahir sekali berbahasa Indonesia ? ." Tanya Ashalina penasaran .


" Bukankah Indonesia itu sangat dekat dari sini , dan disini banyak orang indonasia . dan saya juga selalu memakai art orang Indonesia ." jawab Mr Ze , yang sudah memejamkan matanya sambil bersandar disandaran sofa .


" Mr Ze !."


" Hmm..! ."


" Biarkan saya pulang ke Indonesia Mr ! , Mr tisak usah membayar saya yang sudah bekerja beberapa hari , saya mohon Mr ! kembalikan paspor saya ." Mohon Ashalina penuh harap .


" Tidak ! ."


" Apa untungnya buat Mr Ze ? ."


" Jadilah wanitaku ." jawab Mr Ze santai tanpa membuka matanya


" Mr Ze bisa mencari wanita bayaran diluar sana , kenapa masih menginginkan saya lagi ? ."


" Terkadang aku merasa bosan dengan wanita wanita bayaran itu ." jawab Mr Ze

__ADS_1


" Kalau bosan kenapa Mr Ze tidak berhenti aja bermain wanita ? ."


"Jangan menasehatiku ."


" Aku tidak bisa menjadi wanitamu Mr Ze ." tolak Ashalina lagi


" Kenapa ? , bukankah kau juga akan mendapat kenikmatan dan uang dariku ?." tanya Mr Ze


Ashalina menghembuskan napasnya ." Ya ! aku memang akan mendapatkan kenikmatan dan uang . kenikmatan itu hanya sesaat , dan uang itu sebentar akan habis , setelah itu hidupku akan hancur ." jawab Ashalina


mendengar jawaban Ashalina Mr Ze membuka matanya dan mengalihkan tatapannya ke arah Ashalina ." Aku akan membayarmu 3M ."


Ashalina menggeleng lagi " Aku tidak bisa Mr Ze ."


" 5M ."


Entah kenapa semakin Ashalina menolak , Mr Ze semakin menginginkan tubuh Ashalina , tapi ia ingin Ashalina yang menyerahkan tubuhnya sendiri , meski ia harus membayar mahal . Dan karna Ashalina terus menolak , makanya Mr Ze melakukan cara licik dengan mengancam dan menahan paspor Ashalina .


" Mr Ze ! , aku mohon lepaskan aku ."


" No !."


" Kenapa Mr Ze ? ."


" Baiklah Mr Ze ." Ashalina pasrah , ia menghapus air matanya yang sempat keluar . perlahan ia membuka pakaiannya satu persatu di depan Mr Ze sampai tidak ada yang tersisa menutupi tubuhnya .


" Uang 10M itu bukanlah sedikit , jadi aku ingin kau yang melayaniku sampai aku puas ." ucap Mr Ze lagi , tersenyum penuh kemenangan .


" Baiklah Mr Ze , tapi setelah ini kembalikan pasporku " balas Ashalina , ia sudah tidak memikirkan dirinya lagi . tidak ada pilihan untuknya , Mr Ze sungguh sangat keras kepala tidak bisa dibujuk atau dirayu . Biarlah kali ini dia melakukan dosa besar , demi bisa bertemu dengan keluarganya .


perlahan Ashalina mendekati Mr Ze , mendudukkan dirinya dipangkuan Mr Ze . membuka satu persatu kancing kemejanya dan melepasnya dari tubuh Mr Ze .


" kenapa berhenti ? ."


" A..aku tidak tau harus melakukan apa , aku belum pernah melakukannya ." jawab Ashalina menunduk


" Baiklah ! , untuk kali ini aku akan mengajarimu , dan seterusnya kamu yang akan melakukannya . " ujar Mr Ze


Mr Ze Langsung mencium bibir Ashalina perlahan tapi pasti , ********** menerobos rongga mulut Ashalina sesekali menyesapnya , memainkan lidahnya dirongga mulut Ashalina , sampai Ashalina merasa kehabisan napas dan memukul mukul dada Mr Ze . Ini pertama bagi Ashalina , ia belum pernah berciuman dengan laki laki manapun .


" Hahahaha ...! ." Mr Ze terbahak bahak memegangi perutnya melihat Ashalina bernapas dengan ngos ngosan . " Gadis sepuluh Milliarku ." ucapnya lagi . memindahkan Ashalina dari atas pangkuannya dan langsung menindihnya diatas sofa . Entah kenapa ia semakin menyukai Ashalina yang polos dan cantik .


Sungguh polos wanita 10M nya itu , bahkan untuk berciuman saja tidak lulus . Mr Ze semakin penasaran melihat kepolosan Ashalina . Ini baru pertama kalinya ia menemukan wanita polos yang tidak tau caranya bersenang senang .


Mr Ze adalah seorang CEO disalah satu perusahaan galangan kapal disingapur . Di usianya yang masih 29 Tahun , ia sudah harus menggantikan Ayah tirinya yang sudah tua untuk meminpin perusahaan .

__ADS_1


Ayah kandungnya sudah meninggal saat usianya 10 Tahun , kemudian Ibunya menikah lagi dengan pengusaha setelah 2Tahun kepergian Ayahnya .


Dan saat itulah ia hidup didik dengan keras oleh Ayah tirinya untuk menjadi penerus perusahaan Ayah tirinya . mengingat Ayah tirinya tidak bisa memiliki anak .


Dipandanginya wajah Ashalina yang terlihat teduh dan cantik , sampai kedua bola mata mereka saling bertubrukan . DEG ! , jantung Mr Ze tiba tiba berdebar ," Rasa apa ini ?, kenapa aku mendadak jantungan ?, aku tidak pernah meraskan ini sebelumnya , kenapa aku tidak tega melakukannya ?,mata ini ? , tatapan ini ? , dimana aku pernah melihatnya ?." batin Mr Ze


Mr Ze mengurungkan niatnya untuk menjamah tubuh yang sudah ditindihnya itu . beranjak dari atas tubuh Ashalina , dan meninggalkan Ashalina masuk kedalam kamarnya .


Ashalina menangis , air matanya luruh , ia sangat bersyukur Mr Ze tidak jadi mengambil kesuciannya . Ashalina memakai pakaiannya kembali kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya . Ashalina tidak jadi makan malam , karna ia sudah tidak selera lagi .


Esok harinya , Ashalina kembali mengerjakan pekerjaannya seperti biasa . ia tidak lagi menghindari Mr Ze , pagi pagi ia sudah memulai pekerjaannya agar cepat selesai .


" Selamat pagi Mr Ze !." sapa Ashalina sedikit menundukkan kepalanya , melihat majikannya keluar kamar .


" Hmm ! ."


Mr Ze langsung berjalan lurus kearah pintu keluar apartemen untuk pergi bekerja .


Ashalina menghela napasnya setelah Mr Ze menghilang dibalik pintu . Bagaimana pun juga Ashalina merasa malu karna Mr Ze telah melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun tadi malam .


Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya , Ashalina langsung masuk kekamarnya . Ia mengistirahatkan badannya sebentar di atas tempat tidur . sore ini rencananya ingin keluar apartemen , ingin sekedar jalan jalan menghirup udara segar di taman sekitaran apartemen .


" Dimana ya Mr Ze menyimpan pasparku ?." gumam Ashalina , kemudian menggigit gigit bibir bawahnya sambil berpikir .


" huuuhhh..!!! " Ashalina bangun dari rebahannya berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Setengah jam kemudian , kini Ashalina sudah berada duduk di bangku taman disekitaran apartemen . Ashalina memutar pandangannya kesekitar taman , tidak banyak orang ditaman tersebut .


Ashalina berharap ditaman itu ia bertemu dengan sesama orang Indonesia , mungkin bisa membantunya membawanya dari sana .


Lama Ashalina duduk dibangku taman sampai bokongnya terasa panas , ia pun berdiri dari tempat duduknya berjalan jalan mengelilingi taman yang ditumbuhi rumput jepang . Dan disekitaran taman juga ada ditanami kelapa kuning dan palem dan ada juga pohon beringin yang sudah dibonsai , ditaman itu juga terdapat air mancur dan kolam ikan hias .


" Hai ! ." sapa salah satu pengunjung taman , Ashalina hanya membalasnya dengan senyum , karna ia merasa lidahnya kaku untuk membalas sapaan orang yang tidak ia kenal , ia juga pikir pria yang menyapanya itu tidak mengerti bahasanya .


" Orang Indo kah ? ." sapa pria yang berwajah cina itu lagi , Ashalina menganggukan kepalanya lagi .


" Bercakaplah , saye juga paham cakap Indo ." ucap pria yang kelihatan seumuran dengan Ayahnya itu lagi .


" Permisi Mr , saya harus pergi ." pamit Ashalina membalikkan tubuhnya .


Tiba tiba langkah Ashalina terhenti , tangannya ditarik pria tua itu .


" Nak kemane buru buru ? , kita bercakep cakep dululah sebentar ." ucap pria tua itu


" Maaf Mr ! , saya harus pergi ." Ashalina berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan pria itu .

__ADS_1


__ADS_2