21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 42


__ADS_3

Ashalina melangkahkan kakinya menuruni anak tangga satu persatu , ia ingin ke dapur membuatkan sarapan untuk suaminya .


" buat sarapan apa ya ! untuk kakak ? " ucap Ashalina ke diri sendiri ." mm...buat nasi goreng aja deh ! biar simpel " ucapnya lagi .


Dalam waktu sepuluh menit nasi goreng buatan ala Ashalina sudah selesai . Ashalina pun memasukkan nasi goreng buatannya ke kotak makanan , karna Mr Ze tidak akan sempat untuk sarapan di rumah .


" Selamat pagi istri kakak yang cantik ! " Memeluk Ashalina dari belakang kemudian mencium pipinya .


" Selamat pagi juga suamiku yang ganteng ! " balas mencium pipi Mr Ze , sambil tangannya menata telor sosis timun beserta irisan tomat keatas nasi goreng yang ada di dalam kotak makanan .


" Tumben istri kakak ini rajin pagi pagi ? " Kedua tangan Mr Ze sudah berada di gunung kembar Ashalina .


" Tangannya dikondisikan kak ! " protes Ashalina , karna Mr Ze sudah mere**s gunung kembarnya .


" Apa salahnya kakak pegang milik kakak ? "


" Terserah kakak lah ! "


" Baby ! , nanti kakak tidak pulang , gak apa apa kan ? " melepas pelukannya , lalu memutar tubuh Ashalina kehadapnya .


" Nanti teman Acha bobo ! siapa kak ? " Ashalina menekuk bibirnya kebawah , pura pura ingin menangis .


" Kakak sudah menyuruh Yudhi untuk tidur disini ! , bersama temanmu yang bernama Tika itu ! ."


" Tapi nanti malam kami boleh jalan jalan kan kak ? ."


" Kemana ? "


" Belum tau ! "


" Jangan jauh jauh ! dan jangan ganjen di depan cowok lain ."


" Kakak juga ! , jangan boking cewek disana ! awas kalau sampai kakak nakal lagi ! " ancam Ashalina .


" Iya istriku sayang ! , kakak berangkat dulu ! " pamit Mr Ze , setelah mereka sampai di pintu keluar .


" Hati hati kak ! " ucap Ashalina setelah menyalim tangan suaminya .


" Oke Baby ! " Sebelum keluar pintu , Mr Ze menyempatkan diri lagi untuk mencium bibir Ashalina , dilu***nya , menerobos rongga mulut Ashalina dan memainkan lidahnya di dalam .


" Kakak nanti bisa terlambat ! " tegur Ashalina setelah berhasil menghentikan ciuman Mr Ze , dengan mencubit perut Mr Ze .


" Sakit Baby ! , tega sekali nyakitin kakak ! , ya sudah ! , kakak pergi ya ! . Assalamu alaikum ! ." dikecupnya lagi bibir Ashalina , baru melangkahkan kakinya keluar pintu .


" Walaikum salam "


" Tin tin tin....! "

__ADS_1


Yudhi membunyikan klakson motor kesayangannya tepat di depan rumah Ashalina .


Ashalina pun langsung turun dari tempat tidur , berjalan keluar kamar menuruni tangga , ia sudah tau kalau yang datang itu adalah si Yudhi , yang mendadak menjadi saudara sepupunya .


" Kalian sudah datang ? "


" Kalau kami sudah ada disini ! , berarti sudah datang ! , ngapain ditanya lagi ! ." jawab Yudhi ketus


Ashalina mengerucutkan bibirnya " mana tau yang sampai rohnya saja , jasadnya belum " jawab Ashalina .


" Yud ! , ayo kita balik lagi ! " ucap Tika , yang masih duduk di belakang Yudhi .


" Heh ! , kamu doain kami mati ? , bilang jasad sama ruh kami terpisah ! . kalau bukan karna tawaran suamimu yang menggiurkan , ogah mau nemanin kamu disini ." ujar Yudhi .Turun dari atas motornya , tanpa disuruh masuk , Yudhi langsung nyelonong masuk ke dalam rumah , berjalan lurus ke dapur .


" Yuk Tik ! , silahkan masuk ! " ucap Ashalina , menyuruh temannya masuk .


" Enak sekali hidupmu Sha ! , duit milliaran , rumah gedongan ! , jadi aku iri ! " ucap Tika berjalan sambil memutar pandangannya keseluruh ruangan rumah baru Ashalina .


" Tidak usah iri ! , nanti aku traktir kamu makan kerak telor sama bakso tusuk bakar " ujar Ashalina .


" Ck ! , Aku saja yang mentraktirmu bagaimana ? " Kesal Tika .


" Boleh juga , soalnya aku takut , saldoku yang 11M itu bergerak turun "


" Dasar holang kaya pelit ! " cibir Tika , berjalan menyusul Yudhi ke dapur .


" Kamu makan apa Yud ? " tanya tika , mendapati Yudhi duduk di meja makan .


" Hai Yudhi tamak ! , sudah berapa hari kamu tidak makan ? , sampai kamu tidak dengar orang nanya ? ."


" Semenjak kamu tidak pernah masak sayang..! "


Tika memutar kedua bola matanya jengah , Yudhi benar benar mulutnya manis beracun . Dulu baru tiga hari putus dengan ceweknya sudah ngaku cinta kepada Ashlina .Sekarang ! , baru sebulan ditinggal nikah Ashalina , gadis yang katanya dicintainya ternyata sepupunya , sudah panggil panggil sayang lagi kepada Tika .


Malam hari , seperti keinginan Ashalina , ia pun mengajak Tika sama Yudhi jalan jalan .


" Kita jalan jalan kemana nih ? " tanya Yudhi , ia sudah menyetir mobil baru milik Ashalina keluar dari halaman rumah Ashalina , yang khusus dibeli suaminya untuknya .


" Bagaimana kalo kita ke jembatan Barelang , makan jagung bakar ! " jawab Ashalina .


" Yakin kesana ? , jauh loh ! " tanya Yudhi . karna perjalanan dari pusat kota menuju jembatan Barelang , jembatan yang menghubungkan pulau Batam , Rempang dan Galang yang sudah menjadi Icon kota Batam tersebut , menempuh perjalanan kurang lebih satu jam , itu pun jika jalanan tidak macet .


" Gak apa apa ! , kita sebentar saja disana ! , aku pengen sekali makan jagung bakar langsung disana " jawab Ashalina .


" Oke ! "


Yudhi pun melajukan mobilnya kejalan raya bergabung dengan kemderaan lain .

__ADS_1


Di tempat lain .


" Hai Mr Ze ! , sudah lama kau tak ada napak kesini ? " tanya seorang wanita bermake up tebal , memakai pakaian mini , menampakkan belahan dadanya , panjang pakaiannya hampir menampakkan pantatnya . Dia adalah seorang germo yang sering menawarkan wanita bayaran kepada Mr Ze .


" Saya banyak kesibukan ! " jawab Mr Ze .


" Saya ada stok cewek cantik !.."


" Saya tak minat ! " potong Mr Ze langsung , sudah tau maksud germo langganannya itu .


" Ceweknya masih tampak muda ! , di jamin kau pasti puaslah , tak mahal juga ! " bujuk germo itu lagi .


" Saya sudah boking satu wanita untuk seumur hidup saya , sekarang saya tak butuh wanita lain lagi " ucap Mr Ze , kemudian mengisap rokok yang tersemat di jarinya .


" Saya tak yakin kau betah dengan satu cewek ! , sepertinya kau lagi kecapean sayang ! , Minumlah dulu sikit ! . ujar seorang germo itu lagi . menuang minuman ke gelas lalu menyodorkannya ke mulut Mr Ze .


" Sory ! , saya harus pergi ! " tolak Mr Ze , langsung bangkit dari tempat duduknya berjalan keluar dari bar langganannya dulu . Malam ini dia ketempat terkutuk itu karna terpaksa ,Menuruti permintaan kliennya untuk bertemu di tempat terkutuk tersebut .


Tadi juga ia ketempat itu bersama Jefry , biasa ! usai mereka membahas pekerjaan , Jefry dan Klien mereka pergi dengan wanita penghibur yang sudah berhasil menggoda mereka , jadi tinggallah Mr Ze seorang diri .


Belum sempat Mr Ze keluar dari dalam bar , tiba tiba Mr Ze merasa kepalanya pusing .


" Sial ! "


Mr Ze mengumpat , ia langsung tau , ada yang sudah menjebaknya .


Di tempat lain .


Ashalina memakan jagung bakarnya dengan begitu lahap . Ia sudah menghabiskan tiga jagung bakar , tapi ia masih merasa kurang . Sekarang mereka sudah duduk di trotoar jembatan yang banyak dikunjungi orang malam hari itu .


Tapi saat ia ingin melahap jangung ke empat , tiba tiba ia tidak selera lagi . Entah kenapa ia tiba tiba merasa waswas , jantungnya berdegub kencang , tiba tiba Ashalina kawatir dengan suaminya .


" Kamu kenapa Sha ? , kok tiba tiba diam ? " tanya Tika melihat Ashalina berhenti memakan jagung bakarnya .


" Paling juga kangen sama suaminya ! " celetuk Yudhi , kadang ia belum bisa terima kalo Ashalina adalah sepupunya . Tapi bagaimana lagi ! ya sudah lah ! . Masih ada Tika target gebetannya .


" Gak apa apa ! , yuk pulang ! , nanti kita sampai dirumah kemalaman ." jawab Ashalina


" Jagungmu gak dihabisin dulu ? " tanya Tika


" Di mobil saja ! " jawab Ashalina . " Yud ! , sana jemput mobilnya ke parkira ! , aku lagi malas jalan ." suruh Ashalina kepada Yudhi .


" Kita tepat berada di tengah tengan jembatan , kau lihat orang yang ada di ujung jembatan ? , itu sudah terlihat kecil . berarti dari sini ke parkiran sangat jauh ! , kau menyuruhku jalan sendiri ? , gak ! " tolak Yudhi .


" Baiklah Yud ! , jangan menginjak rumahku lagi ! , aku akan bilang sama kak Zeyn untuk membatalkan niatnya untuk mempekerjakan kamu di perusahaannya " Ancam Ashalina .


" Yud ! , berani dua lawan satu ? , kami bisa menjatuhkanmu dari jembatan ini ! . kau bisa melihat seberapa jauh dari atas jembatan ini ke bawah ? ". Tika ikut mengancam .

__ADS_1


" Oke ! , aku mengalah ! , kalian selalu saja suka menyuruh dan mengamcamku ! "


Yudhi langsung memutar tubuhnya , berjalan meninggalkan Ashalina dan Tika , berjalan ke arah parkiran sendiri . yang jauhnya mungkin memakan waktu berkisar lima menit berjalan kaki .


__ADS_2