
Mr Ze menjatuhkan tubuhnya di samping Ashalina , setelah puas dengan adegan +21 mereka . Bagaimana tidak puas , Mr Ze menggempur Ashalina sampai tiga ronde . Sampai tubuh Ashalina terkulai lemas kehabisan tenaga , Mr Ze benar benar mengisap semua sari sari mahkotanya sampai tak tersisa .
" Apa kamu sudah puas Baby ? , kalau belum kakak masih punya tenaga untuk memuaskanmu ? " tanya Mr Ze tersenyum dengan napas yang masih memburu .
" Bunuh saja aku kak Zeyn ! " jawab Ashalina lemah , dengan napas tidak kalah memburunya , tubuhnya terkulai lemas , lututnya sudah gemetaran . ia sudah tidak punya tenaga sama sekali .
Mr Ze malah tertawa kecil , di tariknya tubuh Ashalina ke dalam pelukannya .
" Kamu harus terbiasa menghadapi belalai kakak yang nakal ini Baby ! , gua hantumu sangat sempi , belalai kakak menyukainya " bisiknya lagi ke telinga Ashalina , tanpa merasa berdosa .
" Perasaan semua gua disukai sama belalai bajingan kakak ! . Sekarang aku lapar dan haus ." balas Ashalina .
" Kau begitu menggemaskan Baby ! " di kecupnya pipi Ashalina ." aku akan mengambilkan minuman plus makanan untukmu ! , setelah tenagamu pulih , kita bisa lanjut ronde berikiutnya "
" Kak Ze...!! "
Hap !
Mr Ze langsung membungkam mulut Ashalina dengan telapak tangannya . Karna Ashalina hampir saja berteriak melengkingkan suaranya .
" Aw ! " keluh Mr Ze , karna adek rasa istri / istri rasa adeknya itu menggigit tangannya .
" Rasain ! "
" Kenapa kamu jadi mirip seperti saudara yang di pohon itu Baby ? . suka menjambak dan menggigit .
" Kak Zeyn keterlaluan ! , tidak berpri kewanitaan ! , mesumnya keterlaluan ! " Ucap Ashalina cemberut .
" Tadi juga kamu menikmatinya Baby ! , kok nyalahin kakak sekarang ? . Kak Zeyn ! lebih cepat lagi kak Zeyn !. terus kak Zeyn ! terus kak Zeyn ! terus kak Zeyn ! . lagi kak Zeyn ! lagi kak Zeyn ! , enak kak Zeyn ! , Aaaa....! , kak Zeyn...! aku mau pipis...! ." ucap Mr Ze . menirukan cara bicara Ashalina saat merancau keenakan .
" Kak Zeyn ! , kenapa begitu menyebalkan ? " Ashalina semakin mengerucutkan bibirnya dan menenggelamkan wajahnya di bawah ketiak Mr Ze , malu .
" Kenapa sekarang kamu malu Baby ? , kamu juga tadi tidak kalah ganasnya dari kakak ."
" Kak Zeyn...! " rengek Ashalina manja , memukul dada polos Mr Ze .
Mr Ze pun tertawa cekikikan " Apa Baby ? , mau nambah ? ." lalu di kecupnya ujung kepala Ashalina .
" Lapar ! "
" Gemas sekali sih ! kamu Baby ! , ini yang buat kakak ingin terus melahapmu ." di dongakkannya wajah Ashalina ke hadapnya , kemudian di hujaninya seluruh wajah Ashalina dengan ciuman .
" Aku mencintaimu kakak Zeyn ! " ucap Ashalina tersenyum . Tidak mau kalah Ashalina pun balas menciumi seluruh wajah Mr Ze .
__ADS_1
" Kakak juga mencintaimu Baby ! " kembali lagi Mr Ze menciumi seluruh wajah Ashalina .
Terakhir diciumnya bibir Ashalina , dilum**nya . " kakak Akan mengambilkanmu makanan Baby ! " ucap Mr Ze , setelah melepaskan pagutannya . Kemudian Mr Ze turun dari atas tempat tidur , memungut pakaiannya yang teronggok di lantai , lalu memakainya . Ia pun keluar dari kamar , berjalan ke arah dapur .
Ashalina berjalan kaki sendiri menelusuri jalan kampungnya . Ashalina ingin mengunjungi sahabatnya Nazwa di kampung sebelah . Untuk memberikan undangan resepsi pernikahannya , sekaligus meminta maaf kepada sahabatnya atas perbuatan Mr Ze yang telah merenggut kesucian Nazwa .
Ashalina terus merasa tidak enak hati , ia tidak bisa untuk berpura pura tidak tau kalau anak sahabatnya itu adalah darah daging dari suaminya .
Sampai di depan rumah sahabatnya , Ashalina pun langsung mengetuk pintunya sambil mengucap salam .
" Assalamu alaikum ! "
" Alaikum salam ! "
" Acha ! , aku kirain kamu tidak akan datang ! " ucap Nazwa .
Ashalina langsung memeluk sahabatnya itu sambil menangis .
" Kamu kenapa Cha ? , kenapa menangis ? " tanya Nazwa .
" Aku sudah tau Naz ! , tidak usah sembunyikan lagi ! . aku juga mengenal seperti apa kak Zeyn ! . Aku minta maaf atas perbuatannya kepadamu !" ungkap Ashalina .
" Cha ! , kejadiannya sudah lama Cha ! , bahkan jauh sebelum kamu mengenal Mr Ze , kamu tidak perlu minta maaf , kamu tidak salah apa apa ! " balas Nazwa .
" pasti dulu sangat berat bagimu menjalaninya , apalagi kamu sampai hamil dan melahirkan tanpa suami " ucap Ashalina , melepas pelukannya .
" Uda sangat mencitaimu sayang ! , Uda percaya kamu tidak akan menjual dirimu demi uang ." tiba tiba Armed datang memeluk Nazwa dari belakang . ( Uda \= Abang )
" Uda ! , ada Acha ! , malu Uda ! " ucap Nazwa melepas tangan Armed yang melingkar di perutnya .
" Hai Cha ! apa kabar ? " sapa Armed , melepas pelukannya .
" Hai juga Armed ! , ternyata kamu romantis juga " balas Ashalina .
" Udah romantis gini pun , masih saja sering di cerewetin sama Nazwa ." adunya .
" Ayo Acha ! silahkan masuk di rumah kami yang apa adanya ini ." ucap Nazwa mempersilahkan .
" Rumahmu sudah bagus begini di bilang apa adanya " balas Acha . melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Nazwa , sambil memutar pandangannya melihat bagunan rumah Nazwa seperti terlihat baru selesai di renopasi .
" Hai ante cantik ! apa kabal ? " sapa Fais , berlari mendekati Ashalina .
" Hai juga Fais ! " balas Ashalina . mengangkat tubuh Fais kecil , menggendongnya , mencium kedua pipi gembul milik Fais bergantian ." Sekarang panggil Bunda ya ! " ucapnya kepada Fais .
__ADS_1
" Kamu mau jadi istri keduaku Cha ? " canda Armed , mendengar Ashalina meminta Fais memanggilnya bunda .
" Tanya Nazwa dulu ! , mau gak dia di duain ?" balas Ashalina . melangakahkan kakinya berjalan ke arah Sofa sambil menggendong Fais .
" Kenapa kamu tidak datang bersama suamimu kesini Cha ? " tanya Armed .
Ashalina mengarahkan tatapannya sebentar ke arah Nazwa , kemudian di alihkannya ke arah Armed . " Nazwa sudah bercerita ya Armed ? "
" Kok bisa kamu jatuh cinta sama laki laki seperti itu Cha ? . apa kamu tidak bisa mencari laki laki yang lebih baik Cha ? . Apa kamu sanggup menerimanya jika di luar sana ia main perempuan ?" tanya Armed .
Ashalina menghela nalasnya " Aku mencintainya tanpa alasan Med ! , aku sudah siap menanggung resikonya ." jawab Ashalina .
" Semoga saja suamimu itu berobah Cha ! " ucap Armed sahabat Ashalina waktu sekolah dulu .
" Aku yakin kak Zeyn sudah berobah Med ! . aku percaya kepadanya , dia sudah membuktikannya ." balas Ashalina lagi .
" Yayang Beb ! , kenapa kamu tidak mengambil air minum buat Acha ? , pasti dia sudah haus berjalan kaki kesini ." ujar Armed lagi kepada Nazwa istrinya .
" Eh ! iya ! aku lupa ." jawab Nazwa langsung beranjak dari tempat duduknya .
" Cih ! , geli sekali aku mendengar panggilan lebaymu itu ! " cibir Ashalina .
Mereka pun mengobrol ngonrol , mengenang masa masa waktu mereka sekolah dulu . Ashalina juga menceritakan siapa sebenarnya suamainya itu . Sampai hari tidak terasa sudah sore .
" Naz ! Med ! , boleh aku bawa Fais ? . biarkan kak Zeyn dekat dengan darah dagingnya ini selama kami disini ? " pinta Ashalina kepada kedua sahabatnya .
" Apa dia yang menyuruhmu ? " tanya Armed , Ashalina menggelengkan kepalanya ." Kalau aku terserah Nazwa aja ! , aku tidak melarangnya " ucap Armed lagi .
" Nanti aku akan mengantarnya lagi kesini ! , sebentar saja ! . boleh ya Naz ? " bujuk Ashalina .
" Tidak apa apa sayang ! , suatu saat nanti kalau Fais sudah dewasa . dia juga harus tau siapa Ayah kandungnya ." ucap Armed , melihat Nazwa berat untuk mengijinkan Fais di bawa Ashalina .
" Fais maukan ikut ke rumah bunda ? " tanya Ashalina lagi kepada Fais .
" Mama ! Ayah ! boyeh Fais ikut bunda antik ?" tanya Fais . menatap kedua orang tuanya .
Armed mengusap kepala Nazwa , ia tau Nazwa berat untuk mengijinkan Fais di bawa Ashalina walau cuma sebentar , apa lagi untuk bertemu Ayah kandung Fais . Nazwa tidak ingin ada urusan dengan Mr Ze , meski dia adalah Ayah kandung Faiz .
Ashalina tersenyu masam " tidak apa apa Naz ! , kalo kamu tidak ngizinin , aku paham kok perasaan kamu " ucap Ashalina melihat sahabatnya itu diam .
" Maaf Cha ! "
" Gak apa apa Naz ! , gak usah merasa tidak enak hati . aku minta maaf ! , aku yang terlalu lancang ," ucap Ashalina lagi ." kalau begitu aku pamit pulang dulu ya ! " pamit Ashalina .
__ADS_1
" Bunda pulang dulu ya Fais ! , kapan kapan bunda kesini lagi " pamit Ashalina lagi kepada bocah yang menggemaskan mirip suaminya itu .
" Ati ati Bunda antik ! " ucap Fais , sambil tangannya melambai lambai .