
" Bagaimana keadaan anak saya Dok ?, kenapa dia tidak mengingat semua orang yang di kenalnya ? , dia juga tidak mengingat kalau dia mengalami kecelakaan . tanya Momy Jeni , setelah Dokter memeriksa Mr Ze .
Dokter itu menghela napasnya sebelum berbicara " sepertinya anak Ibu mengalami amnesia "
" Amnesia Dok ??" ulang Momy Jeni .
" Benar Dok ? " sambung Rico ,
" Seperti yang sudah kita lihat , ia hanya bisa mengingat sebagian dari hidupnya " jelas Dokter itu .
" Apa ini akan lama Dok ? " tanya Momy Jeni .
" Tidak bisa di pastikan , bisa lambat , bisa cepat " jelas Dokter itu . Momy Jeni dan Rico pun terdiam mereka sama sama mengarahkan pandangan mereka ke arah Mr Ze .
" kalau begitu saya permisi " pamit Dokter itu lagi , kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan Mr Ze .
" Kenapa kalian melihatku seperti itu ? " Mr Ze mengerutkan keningnya .
" Apa kamu benar tidak mengingatku Ze ? " tanya Rico , tidak percaya sahabatnya itu mengalami amnesia .
" Namaku Zeyn , bukan Ze " sanggah Mr Ze , tidak terima di panggil Ze .
" Baikkah Zeyn Fachry El Mahfudz ! , apa kamu benar tidak bisa mengingatku ? " ulang Rico .
" Tidak ! "
" Coba kamu ingat " ujar Rico .
" Momy ! siapa dia ? , aku tidak mengenalnya , suruh dia pergi , saya tidak suka melihatnya banyak pertanyaan " ujar Mr Ze .
" Momy dimana Ayah ! " tanya Mr Ze lagi .
Momy Jeni tidak menjawab , ia terus memperhatikan Mr Ze yang bertingkah seperti bocah 10 Tahun ." Ya Tuhan ! , apa aku sudah berdosa karna tidak pernah membawa Zeyn menjiarahi makam Ayahnya ? " batin Momy Jeni .
Semenjak meninggalkan kampung suaminya , meraka tidak pernah lagi kembali kesana untuk sekedar membawa Mr Ze berjiarah ke makam Ayahnya , Mereka bahkan lupa dengan sosok yang pernah menjadi panutan mereka , Orang yang selalu menuntun mereka untuk dekat dengan sang Khalik . Apalagi semenjak Momy Jeni menikah dengan Mr Along seorang pengusaha , ia langsung tenggelam dengan kemewahan yang diberikan suami barunya itu .
" Momy ! " panggil Mr Ze lagi , melihat Momy Jeni termenung .
" Ayahmu sudah Meninggal 19 Tahun yang lalu Zeyn ! " jawab Momy Jeni .
" Tadi Ayah yang membangunkanku Momy ! , usiaku saja baru 10Tahun , bagamana bisa Ayah meninggal 19 Tahun yang lalu . " ujar Mr Ze .
Momy Jeni menarik napasnya dalam kemudian mengeluarkannya perlahan ." Zeyn ! dengarkan Momy ya ! , kamu harus percaya apa yang dikatakan Momy ! , oke ! " Momy Jeni berhenti berbicara sebentar kemudian melanjutkannya ." Sekarang usiamu sudah 29 Tahun , kamu sudah besar dan dewasa , sekarang juga kamu sudah menjadi seorang pengusaha , dan ini adalah sahabatmu Rico " ucap Momy Jeni mengarahkan netranya ke arah Rico . " Ayahmu meninggal saat usiamu 10 Tahun di kampung halaman Ayahmu ! " lanjut Momy Jeni lagi .
" Sekarang kita di mana Mom? " tanya Mr Ze polos .
__ADS_1
" Di Singapur ! " jawab Momy Jeni .
" Benar dia sahabat Zeyn Mom ? " Mr Ze mengarahkan tatapannya ke arah Rico . Momy Jeni menganggukkan kepalanya .
" Ada satu lagi namanya Jefry , sebentar lagi dia akan sampai " ujar Rico . Mr Ze hanya menanggapinya dengan mengangguk saja , ia masih tetap tidak suka melihat Rico .
Saat Mr Ze tidak sadarkan diri , ia bermimpi di datangi mendiang Ayahya , Ayahnya memeluknya dan mencium ujung kepalanya . Di dalam mimpi itu , Mr Ze meliahat dia masih anak anak , lagi bermain dengan anak perempuan bernama Acha berusia enam Tahun di bawahnya . Dan bahkan Ayahnya lah yang membangunkannya dari tidur lelapnya .
Tidak lama kemudian Jefry pun datang , ia langsung membuka pintu kamar perawatan Mr Ze tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .
" Ze ! kamu sudah sadar ? " sapa Jefry tersenyum , melangkah mendekati Mr Ze terbaring di atas tempat tidur .
" Siapa kamu ? "
" Ck ! , saya bos kamu ! , dan kamu adalah asisten saya " canda Jefry , Rico sudah memberitahunya kalau Mr Ze mengalami lupa ingatan .
" Kata Momy saya ini pengusaha , bagaimana bisa saya jadi asistenmu ? "
" Bisalah ! , kalau saya pindah nama perusahaanmu " jawab Jefry sekenanya .
" Momy ! , usir mereka , saya tidak suka melihat mereka " ujar Mr Ze kepada Momynya .
" Dia namanya Jefry sayang , dia sahabatmu juga , diam hanya bercanda , jangan di ambil hati sayang ! " ucap Momy Jeni .
" Acha mana Momy ? , kenapa dia tidak datang menjengukku ? , Nenek juga !" tanya Mr Ze lagi .
" Tapi saya ingin ketemu Acha Mom ! "
" Zeyn istirahat ya ! biar cepat sembuh , nanti kalau sudah sembuh ! Zeyn boleh menemui Acha " bujuk Momy Jeni lembut , supaya Mr Ze tidak bicara asal lagi .
Sebulan lebih menjalani perawatan di Rumah Sakit , kini Mr Ze sudah pulang ke rumah Momy Jeni di Malaysia . Ia sudah mulai bisa berjalan meski harus menggunakan tongkat .
Dan kasus kecelakaan tunggal yang dialaminya juga sudah beres , yang ternyata disebabkan paktor kesengajaan dari mobil truk yang berada di depan kenderaannya , dengan melakukan rem mendadak , Dilihat dari rekaman cctv jalan . karna mobil truk tersebut langsung kabur setelah melihat mobil Mr Ze membentur pembatas jalan . Pelakunya pun sudah di tangkap polisi , yang ternyata mereka adalah suruhan Mr Along .
" Momy ! , saya ingin ketemu Acha ! " rengek Mr Ze ,
" Ze ! , kampung Acha jauh dari sini ! , Momy sendiri juga sudah lupa bagaimana caranya kesana " balas Momy Jeni .
" Momy pasti bohong ! , saya ingin ketemu Acha mom ! "
" Kita sudah hampir 19Tahun meninggalkan kampung Ayahmu , Acha juga pasti sudah lupa denganmu , sudah tidak mengenali kamu lagi , dan bisa saja Acha sekarang sudah menikah .Disana juga kita sudah tidak punya siapa siapa lagi , Nenekmu sudah meninggal , Adik Ayahmu juga tidak tinggal di kampung itu , Momy tidak tau mereka tinggal dimana ? " jelas Momy Jeni .
" Kita bisa ke rumah Acha Mom ! " ujar Mr Ze lagi .
" Buat apa ? "
__ADS_1
" Saya ingin ketemu Acha "
" Bagaimana kalau Achanya sudah menikah ? , dia tidak tinggal di kampung itu lagi ? "
" Pokoknya Zeyn mau ketemu Acha Mom ! Zeyn juga pengen jiarah ke makam Ayah " rengek Mr Ze lagi .
" Baiklah ! , tapi tunggu kakimu sembuh dulu , dan kamu bisa berjalan normal " ujar Momy Jeni , mengalah meniruti ke inginan anaknya , tidak tega melihat anaknya merengek terus seperti anak kecil .
Momy Jeni juga berpikir , tidak ada salahnya membawa Mr Ze berkunjung ke kampung suaminya , mana tau setelah Mr Ze menjiarahi makam Ayahnya , bisa membantu ingatannya pulih .
Semenjak Mr Ze sadar dari komanya , ia hanya bisa mengingat orang orang di masa kecilnya . semenjak itu juga , ia selalu merengek ingin bertemu dengan Acha , ingin berkunjung ke kampung Ayahnya .
***
Ashalina terbagun dari tidur lelapnya , ia sudah berada di dalam pelukan Mr Ze .
" Mr Ze ! kau selalu saja menculikku saat tidur " guman Ashalina , masih malas membuka matanya . dari aroma tubuhnya , ia sudah hapal kalau yang memeluknya itu adalah Mr Ze .
" Buat apa saya menculik istri saya sendiri ? " ucap Mr Ze , lalu di kecupnya bibir Ashalina kilas .
Sontak Ashalina membuka matanya , memutar pandangannya kesetiap sudut ruangan . kemudian dipandanginya wajah Mr Ze yang tersenyum memandanginya .
" Apa..? Hm..! " tanya Mr Ze lembut bagaikan angin surga di telinga Ashalina ,
Ashalina diam ia terus memandagi wajah tampan bak titisan dewa di depannya itu tanpa berkedip .
" Tuhan ! aku tidak mimpikan ? " batin Ashalina , sulit untuknya percaya , ia menemukan Mr Ze di rumah orang tuanya , ditambah lagi Mr Ze adalah kakak Zeynnya . Ashalina pun mengulurkan tangannya menyentuh wajah Mr Ze , untuk memastikan kalau ia lagi sedang tidak bermimpi .
" Ada apa Baby ? , apa kamu belum percaya kalau kita sudah menikah tadi malam ? " tanya Mr Ze . di ambilnya tangan Ashalina dari wajahnya lalu diciumnya telapak tangan yang berjari lentik itu . Ashalina menganggukkan kepalanya .
" Kak Zeyn ! kenapa selama ini kamu tidak pernah pulang kesini menemuiku ? , aku selalu menunggumu ! " tanya Ashalina , tanpa melepas netranya dari wajah Mr Ze .
" Maaf Baby ! "
Ashalina tersenyum menganggukkan kepalanya ." tapi Kak Zeyn harus janji tidak pernah meninggalkan aku lagi ! ." kemudian mengeratkan pelukannya ke tubuh Mr Ze dan menyembunyikan kepalanya di bawah ketiak mantan majikannya itu .
" Iya Baby Acha ! sayangku ..! " Mr Ze pun mengecup ujung kepala Ashalina . " yuk kita Shalat subuh " ajak Mr Ze .
Ashalina mengangkat kembali kepalanya menatap wajah Mr Ze . " Mr Ze bisa shalat ? " tanya Ashalina mengerutkan keningnya .
" Kamu meremehkanku Baby ? " ditariknya hidung Ashalina .
" Nanya Mr ! " cemberut sambil mengusap usap hidungnya .
Tadi malam Mr Ze mengangkat tubuh Ashalina yang tertidur di pangkuan Ibunya membawanya ke kamar yang akan mereka tempati . Ashalina tertidur saat mereka mengobrol ngobrol keluarga di ruang tamu .
__ADS_1
# jangan lupa kasih like dan komentarnya Ya ! .