
" Assalamu Alaikum Mak ! " sapa Ashalina kepada ibunya setelah Ibunya menerima panggilan telephonnya .
" Walaikum salam..! kamu kemana aja ? kenapa baru nelephon sekarang ? , Amak sudah sering menghubungimu tapi no mu tidak aktif " tanya dari sebrang sana .
" Maaf Mak ! , HP Ashalina rusak , sekarang baru ada duit buat gantinya " bohong Ashalina . Ia tidak mau memberitahu keluarganya kalau ia sudah menjadi tkw ilegal ke Negara tetangga . Ashalina takut keluarganya mengkawatirkannya , bisa bisa membuat kesehatan Ayahnya menurun .
" Ayah sama adik adik mana Mak ? " mereka sehat Mak ? " tanya Ashalin kepada Ibunya .
" Adik adikmu sehat ! , tapi Ayahmu ! dia kurang sehat . Ayahmu butuh berobat tapi Amak sudah tidak punya uang lagi " jawab Ibu Ashalina dari sebrang sana .
" Iya Mak ! , nanti Ashalin transper uang untuk berobat Ayah ! " balas Ashalina lemah .
Begitulah kehidupan Ashalina selama di perantauan . Penyakit Ayahnya yang sudah komplikasi terkena darah tinggi Asam lambung , asam urat , rematik beserta gejala penyakit lainnya , membuat Ayah Ashalina tidak bisa bekerja lagi , dan harus terus menjalani pengobatan . Sehingga membuat Ashalina harus terus mengirim uang setiap bulannya untuk membantu pengobatan dan biaya hidup orang tua dan adiknya di kampung .
Setelah sempat menjalani opersi karna Ayahnya mengalami pecah pembuluh darah ,Ayah Ashalina bukan berarti dinyatakan sembuh . Malah Ayah Ashalina mengalami lumpuh .
Setelah menutup sambungan telephonnya , Ashalina pun beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi . Rencananya setelah itu , ia ingin keluar mencari makanan karna perutnya sudah lapar , sekalian belanja bahan makanan dan mentransper uang untuk keluarganya dan pinjamannya kepada Renti .
Kini Ashalina sudah berada di dalam ruangan kecil , tempat penarikan uang cas dan lainnya . Setelah memasukkan ATMnya kemesin pengambilan uang , Ashalina pun memasukkan no pinnya , lalu mengecek jumlah saldonya . Dan setelah melihat jumlah saldo yang ada di layar komputer di depannya . Betapa terkejutnya Ashalina , sampai ia membuka lebar mulutnya dan menutupnya dengan telapak tangan , kemudian menelan salivanya dengan susah payah , setelah melihat jumlah angka nol yang berbaris di jumlah saldo tabungannya yang tertera di layar komputer pencetak uang tersebut .
Sampai Ashalina berulang kali mengucek matanya , tidak percaya dengan apa yang ia lihat . Dan berulang kali menghitung jumlah angka nol dilayar komputer didepannya itu .
" Satu M ! " ucapnya masih tidak percaya . tiba tiba badannya terasa panas dingin dan gemetaran , dan hampir rasanya ia mau pingsan , ia tidak pernah melihat uang sebanyak itu .
Tiga minggu bekerja sebagi pembantu , ia dibayar satu Milliar rupiah lebih , jika dihitung dengan pakain satu koper yang dibelikan Mr Ze untuknya .
Menurut Ashalina itu jumlah yang sangat besar , tapi tisak bagi Mr Ze . karna jika ditukar ke Dollar , uang Satu M rupiah itu belum Sampai seratus juta Dollar . Itu masih uang kecil buat Mr Ze , karna kalau di hitung hitung , Mr ze biasa menghabiskan uang untuk membayar wanita wanita bayaran untuk melayani kebutuhan biologisnya dalam satu bulan .
Setelah ia mentransper uang untuk keluarganya dan untu Renti si rentenir . Buru buru Ashalina keluar dari ruangan kecil itu dan langsung pulang ke kontrakannya .
Ashalina langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya setelah ia masuk kedalam kontrakannya . Lalu mengambil HP mahalnya dan lansung menghubungi Mr Ze lewat WA .
" Halo Baby ! , apa kamu baru bangun ? " sapa Mr Ze dari layar HP .
" Sudah dari tadi Mr ! " jawab Ashalina .
__ADS_1
" Ada apa Baby ? " tanya Mr Ze lembut .
" Itu gajiku kenapa banyak sekali ? , aku baru mengeceknya " jawab Ashalina , Mr Ze pun tersenyum .
" Itu untuk biaya hidupmu !, kau tidak perlu bekerja lagi ! , biar aku yang membutuhi kebutuhanmu ! " ucap Mr Ze .
" Aku tidak mau ! , " tolak Ashalina .
" Jangan menolaknya Baby ! , pakailah duit itu untuk memenuhi kebutuhanmu ! " paksa Mr Ze
" Tapi aku harus tetap bekerja , aku tidak betah hanya berdiam diri saja ." percuma membantah , mending dituruti saja dari pada keluar ancaman proyek 10M , pikir Ashalina . Meski Mr Ze sampai saat ini tidak melakukannya , tapi itu selalu menjadi ancaman untuk Ashalina , jika ia tidak menuruti perkataan Mr Ze .
" Baiklah ! , tapi cari pekerjaan yang santai dan tidak ada lembur dan kerja ship malamnya " ujar Mr Ze .
" Mana bisa Mr ! , "
" Kalau begitu tidak boleh bekerja ! " tegas Mr Ze .
" Baiklah majikan menyebalkan ! " cetus Ashalina . turuti saja dulu tapi jangan dipatuhi pikir Ashalina , karna menurutnya Mr Ze tidak akan tau .
Selesai memindahkan baju bajunya dari koper ke dalam lemari baju yang berbahan pelastik miliknya . Ashalina pun membuka box oleh oleh yang Ashalina juga belum tau apa isinya , berniat untuk membagikannya ke tetangga dan tentunya kepada sahabatnya Rosma dan Tika , dan tidak lupa kepada Renti orang yang sudah membantunya .
" Ashalin ! " panggil dari luar sambil mengetok pintu .
" Siapa ? " balas Ashalina sambil berjalan ke arah pintu kontrakannya .
" Tika ! Rosma ! , kok kalian tau kalau aku sudah pulang ? " tanya Aahalina setelah membuka pintu .
" Bau mu kecium sampai kehidungku kalau kamu sudah ada disini ! " kelakar tika , sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kontrakan Ashalina tanpa dipersilahkan masuk .
" Wah ! ternyata penciumanmu lebih tajam dari pada guk guk pelacak " balas Ashalina .
" Berapa Dollar kamu menghabiskan uang untuk membeli makanan ini semua ? , dan banyak sekali coklatnya ? , aku rasa ini bukan coklat yang harganya murah " tanyaTika melihat makanan yang berserak di lantai , yang sudah Ashalina bongkar dari dalam box .
" Aku tidak tau ! , majikanku yang membeli semuanya " jawab Ashalina .
__ADS_1
" Baik sekali majikanmu itu ! " ujar Rosma , sudah duduk dilantai mengambil sekotak coklat dan langsung membukanya .
" Yah ! seperti itulah " balas Ashalina tak ingin menceritakan apa yang dialaminya di Singapur .
" Apa kamu ingin balik kesana lagi ? " tanya Tika , sambil mengunyah coklat mahal yang di bawa Ashalina dari Singapur .
"Gak ! , aku mau cari kerja di sini aja ! " jawab Ashalina .
" Kenapa ? , "
" Enakan disini ! , kerja di PT , kita punya banyak teman . kalau disana kita seperti di penjara , tidak bebas " jawab Ashalina .
" Emang kalau kerja di sana kita gak boleh keluar sama sekali ? " tanya Rosma penasaran .
" Tergantung majikannya , sekalipun boleh , kita gak tau daerah , dan kalau kita pergi pergi , tentu duit kita akan habis , kalian tau sendiri perbandingan Rupiah sama Dollar berapa ? , kalau kita pulang dari sana gak bawa uang , buat apa ? " jelas Ashalina .
" Jadi kapan rencanamu melamar kerja kembali ? " tanya Tika .
" Besok ! " jawab Ashalina .
" Diam diam kalian bongkar muat makanan disini gak ngajak ngajak ! "
Tiba tiba nongol lagi si jailangkung , tamu tidak pernah di undang tapi datang terus .
" Gak di undang aja datang ! , trus ngapain lagi harus di undang ! " balas Ashalina .
" Yud ! , besok kamu kerja ship apa ? , ada jam kuliah gak kamu besok ? , temani aku pergi melamar ya ! " tanya Ashalina lemah lembut , kalau ada maunya .
" Gak ! ma..u ! " tolak Yudhi .
" Pergi kau ! " balas Ashalina galak .
" Kalian ini ! kapan bisa akur ? " komentar Tika .
" Tunggu lebaran ****** " ketus Ashalina .
__ADS_1