
Selesai belanja bahan makanan mereka pun langsung pulang kembali ke apartemen , karna Ashalina sudah mengeluh kakinya terasa capek .
" Apa kakimu sakit sekali ?," tanya Mr Ze , sambil menyetir melihat Ashalina membungkuk memijat mijat kakinya .
" Iya ! ," jawab Ashalina .
Mr Ze mengacak acak rambutnya ," nanti di apartemen aku pijatin ," balas Mr Ze , lalu pokus memperhatikan jalan .
" Mr Ze ? ,"
" Hm !,"
" Kenapa Mr hari ini begitu baik ? , apa masih menginginkan tubuhku ? ,"
" Kalau iya ? ," balas tanya Mr Ze
" Aku akan memberikannya ," pancing Ashalina , ia tidak sungguh sungguh , ia penasaran dengan Mr Ze yang tidak jadi menjamahnya padahal Ashalina sudah sempat memberikannya dengan pasrah .
Wajah Mr Ze langsung sumiringah dan lansung menambah kecepatan kenderaannya . " Ah..! akhirnya tidak sia sia aku menghiburmu hari ini , membuang waktuku untuk membawamu jalan jalan , Akhirnya kamu menyerahkan diri juga , Hahahaha...!!! ," tawanya meledak , menatap Ashalina sebentar dengan memasang wajah genitnya . Membuat Ashalina membeku , ketakutan , ia sangat menyesal sudah memancing buaya darat yang kelaparan .
Setelah Mr Ze memarkirkan kendaraannya di parkiran aparteman , dengan cepat Ashalina membuka pintu di sampingnya , lalu turun dan langsung berlari ke arah taman apartemen . Ia tidak mau sampai tubuhnya dilahap habis oleh siluman buanya yang menjelma mirip dengan opa park hyung sik itu .
" Apa kamu gak takut dikejar sama pak cik kadaluarsa diluar sana !! , atau kamu lebih berselera dengan pria pria yang berkulit kendor !! ," teriak Mr Ze , tersenyum , kemudia berjalan ke dalam lif membawa kantong belanjaan mereka .
Ashalina langsung berhenti mengingat ia pernah hampir dimangsa oleh pria usang yang sudah kecium bau tanah . membalikkan badannya kembali berlari dan masuk ke dalam lif .
" kenapa ? berubah pikiran ? ," tanya Mr Ze melihat Ashalina masuk ke dalam lif .lalu menekan tombol naik kelantai tempat apartemennya .
Ashalina diam menunduk menjauhkan sedikit tubuhnya dari Mr Ze .
" Apa bedanya kamu menjauh atau tidak menjauh ? , bukankah kita berada diruangan yang kecil ? , dan aku dengan mudah melahapmu ,"
" Mr Ze ! , aku mohon ! , kembalikan pasporku , biarkan aku pulang ke Indonesia , aku mohon Mr Ze ! ," mohon Ashalina , air matanya sudah tumpah . Bagaimana pun juga Ashalina tidak mau sampai kesuciannya terenggut begitu saja .
" Tidak ! ,"
" Kenapa Mr ? ,"
__ADS_1
" Tidak ! ,"
Sungguh jawaban yang menyebalkan , Ashalina terus mengusap air matanya yang tidak mau berhenti keluar , menangis sampai tubuhnya bergetar menandakan kepiluan yang mendalam , mendadak Ashalina merindukan keluarganya , sudah lima tahun ia tidak pernah bertemu dengan kedua orang tuanya dan adik adiknya , karna ia tidak memiliki uang untuk pulang kampung .
Seandainya dan seandainya , nasibnya yang kurang beruntung hanya bisa berandai andai .seandainya ia tidak terlahir dari keluarga miskin , seandainya ayahnya tidak sakit sakitan , seandainya ahhk... ! , mungkin Ashalina sudah berada dipelukan ibunya bermanja manja saat ini .
Mr Ze merangkul tubuhnya dari samping , membawanya berjalan keluar lif karna mereka sudah sampai . Sampai di dalam Apartemen Mr Ze langsung meletakkan kantong belanjaan mereka dan langsung memeluk tubuh yang masih bergetar itu .
" Maaf ," ucap Mr Ze , mencium ujung kepala Ashalina ." aku hanya bercanda ! kenapa kau gampang sekali menangis ? ."
" Lakukanlah Mr ! ," ucap Ashalina di selah selah tangisnya , pasrah .
" Aku hanya bercanda Ashalin ! ," ucap Mr Ze lagi .
" Kenapa ? bukankah kau sangat menginginkan tubuhku ini ? , sampai kau rela ingin membuang uangmu 10M untuk membayar tubuhku ini ? ," tanya Ashalina lemah .
" Maaf ! ,"
" kalau begitu kembalikan pasporku ! , biarkan aku kembali kenegaraku , aku tidak akan meminta bayaran sepersen pun ," ucap Ashalina lemah dari dalam pelukan Mr Ze.
" Apa bedanya sekarang atau kapanpun itu ? ," Mr Ze tidak menjawab .
" Ashalin..! ," panggil Mr Ze , Ashalina diam saja . lalu dilepasnya pelukannya memberi sedikit jarak agar Mr Ze bisa melihat wajah cantik yang sudah berhasil menghantuinya itu . Ditangkupnya wajah Ashalina dengan kedua tangannya , lalu di usapnya sisa air mata dari pipi Ashalina . kemudian mendekatkan wajahnya mencium kening Ashalina agak lama , ciuman itu pun turun mencium kedua kelopak mata Ashalina bergantian . " aku menyukaimu Ashalin , aku masih ingin kamu disini ," ucap Mr Ze lagi .
" Kamu pasti bohong Mr Ze ! , aku tidak percaya ," sanggah Ashalina .
" Aku tau kamu tidak akan percaya , tapi aku tidak peduli ."
" Kau hanya menginginkan tubuhku , tidak perlu kau memberiku harapan palsu , ambillah ! , lakukanlah ! ," lirih Ashalina
" Tidak sekarang ." tukas Mr Ze
Kemudian membawa Ashalina kembali kedalam pelukannya , lalu mengiring tubuh kurus itu berjalan ke arah sofa .
" Duduklah , kakimu sudah capek karna kebanyakan jalan dan berlari ," ucap Mr Ze , mendudukkan tubuhnya di samping Ashalina . kemudian menarik kedua kaki Ashalina ke pangkuannya lalu memijatnya .
" Gak usah Mr !," menarik kakinya dari pangkuan Me Ze .
__ADS_1
" Diamlah ! ," ucap Mr Ze menahan kaki Ashalina . Ashalina pun diam , percuma dibantah , majikan baik hatinya itu tidak akan menerima bantahan .
" Mr Ze ! , " panggil Sahalina yang sudah hatinya membaik , Mr Ze langsung mengalihkan tatapannya ke arah Ashalina . " Keluarga Mr Dimana ? , kenapa hanya Mr Ze sendiri yang tinggal di apartemen ini ? ," tanya Ashalina penasaran .
" Saya hanya sendiri disini , kedua orang tuaku tinggal di Malaysia ," jawab Mr Ze .
" Oh ! ,
" Kenapa Mr belum menikah ? Mr kan bayak duit , daripada main gonta ganti perempua , Mr gak takut terkena pirus ," tanya Ashalina lagi .
" Menikah tidak ada dalam kamus hidupku ,"
"Bagaimana dengan kedua orang tua Mr ? , apa mereka tidak menyuruhmu menikah ? , apa kamu tidak ingin memiliki keturunan sebagai penerusmu , meneruskan perusahaan keluargamu kelak kalau kamu sudah tua ? ,"
" Aku belum pernah memikirkannya ," jawabnya enteng .
" Kenapa ? ."
" Kau ini terlalu banyak tanya ," ucap Mr Ze , ditariknya hidung Ashalina .
" Sakit Mr ! ," keluh Ashalina .
" Mr ! ," panggil Ashalina lagi .
" Hm ! ," tangannya masih terus memijit kaki Ashalina .
" Tidak jadi ," ucap Ashalina , Mr Ze mengerutkan keningnya menatap Ashalina .
" Mau bicara apa ?" tanya Mr Ze . Ashalina menggelengkan kepalanya ." Apa kakinya masih sakit ? ," tanya Mr Ze .
"sudah berkurang ," jawab Ashalina
" Kalu begitu sana susun belanjaan ke dapur , dan sekalian masak untuk makan malam kita , oke ! ," perintahnya kepada Ashalina , menurunkan kaki Ashalina dari atas pangkuannya dan langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan masuk kedalam kamarnya .
" Dasar majikan aneh ! ."
" Saya masih bisa dengar ," menjawab tanpa membalik badannya . Mr Ze pun masuk kedalam kamarnya .
__ADS_1