21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 12


__ADS_3

Selesai belanja bahan makanan mereka pun langsung pulang kembali ke apartemen , karna Ashalina sudah mengeluh kakinya terasa capek .


" Apa kakimu sakit sekali ?," tanya Mr Ze , sambil menyetir melihat Ashalina membungkuk memijat mijat kakinya .


" Iya ! ," jawab Ashalina .


Mr Ze mengacak acak rambutnya ," nanti di apartemen aku pijatin ," balas Mr Ze , lalu pokus memperhatikan jalan .


" Mr Ze ? ,"


" Hm !,"


" Kenapa Mr hari ini begitu baik ? , apa masih menginginkan tubuhku ? ,"


" Kalau iya ? ," balas tanya Mr Ze


" Aku akan memberikannya ," pancing Ashalina , ia tidak sungguh sungguh , ia penasaran dengan Mr Ze yang tidak jadi menjamahnya padahal Ashalina sudah sempat memberikannya dengan pasrah .


Wajah Mr Ze langsung sumiringah dan lansung menambah kecepatan kenderaannya . " Ah..! akhirnya tidak sia sia aku menghiburmu hari ini , membuang waktuku untuk membawamu jalan jalan , Akhirnya kamu menyerahkan diri juga , Hahahaha...!!! ," tawanya meledak , menatap Ashalina sebentar dengan memasang wajah genitnya . Membuat Ashalina membeku , ketakutan , ia sangat menyesal sudah memancing buaya darat yang kelaparan .


Setelah Mr Ze memarkirkan kendaraannya di parkiran aparteman , dengan cepat Ashalina membuka pintu di sampingnya , lalu turun dan langsung berlari ke arah taman apartemen . Ia tidak mau sampai tubuhnya dilahap habis oleh siluman buanya yang menjelma mirip dengan opa park hyung sik itu .


" Apa kamu gak takut dikejar sama pak cik kadaluarsa diluar sana !! , atau kamu lebih berselera dengan pria pria yang berkulit kendor !! ," teriak Mr Ze , tersenyum , kemudia berjalan ke dalam lif membawa kantong belanjaan mereka .


Ashalina langsung berhenti mengingat ia pernah hampir dimangsa oleh pria usang yang sudah kecium bau tanah . membalikkan badannya kembali berlari dan masuk ke dalam lif .


" kenapa ? berubah pikiran ? ," tanya Mr Ze melihat Ashalina masuk ke dalam lif .lalu menekan tombol naik kelantai tempat apartemennya .


Ashalina diam menunduk menjauhkan sedikit tubuhnya dari Mr Ze .


" Apa bedanya kamu menjauh atau tidak menjauh ? , bukankah kita berada diruangan yang kecil ? , dan aku dengan mudah melahapmu ,"


" Mr Ze ! , aku mohon ! , kembalikan pasporku , biarkan aku pulang ke Indonesia , aku mohon Mr Ze ! ," mohon Ashalina , air matanya sudah tumpah . Bagaimana pun juga Ashalina tidak mau sampai kesuciannya terenggut begitu saja .


" Tidak ! ,"


" Kenapa Mr ? ,"

__ADS_1


" Tidak ! ,"


Sungguh jawaban yang menyebalkan , Ashalina terus mengusap air matanya yang tidak mau berhenti keluar , menangis sampai tubuhnya bergetar menandakan kepiluan yang mendalam , mendadak Ashalina merindukan keluarganya , sudah lima tahun ia tidak pernah bertemu dengan kedua orang tuanya dan adik adiknya , karna ia tidak memiliki uang untuk pulang kampung .


Seandainya dan seandainya , nasibnya yang kurang beruntung hanya bisa berandai andai .seandainya ia tidak terlahir dari keluarga miskin , seandainya ayahnya tidak sakit sakitan , seandainya ahhk... ! , mungkin Ashalina sudah berada dipelukan ibunya bermanja manja saat ini .


Mr Ze merangkul tubuhnya dari samping , membawanya berjalan keluar lif karna mereka sudah sampai . Sampai di dalam Apartemen Mr Ze langsung meletakkan kantong belanjaan mereka dan langsung memeluk tubuh yang masih bergetar itu .


" Maaf ," ucap Mr Ze , mencium ujung kepala Ashalina ." aku hanya bercanda ! kenapa kau gampang sekali menangis ? ."


" Lakukanlah Mr ! ," ucap Ashalina di selah selah tangisnya , pasrah .


" Aku hanya bercanda Ashalin ! ," ucap Mr Ze lagi .


" Kenapa ? bukankah kau sangat menginginkan tubuhku ini ? , sampai kau rela ingin membuang uangmu 10M untuk membayar tubuhku ini ? ," tanya Ashalina lemah .


" Maaf ! ,"


" kalau begitu kembalikan pasporku ! , biarkan aku kembali kenegaraku , aku tidak akan meminta bayaran sepersen pun ," ucap Ashalina lemah dari dalam pelukan Mr Ze.


" Apa bedanya sekarang atau kapanpun itu ? ," Mr Ze tidak menjawab .


" Ashalin..! ," panggil Mr Ze , Ashalina diam saja . lalu dilepasnya pelukannya memberi sedikit jarak agar Mr Ze bisa melihat wajah cantik yang sudah berhasil menghantuinya itu . Ditangkupnya wajah Ashalina dengan kedua tangannya , lalu di usapnya sisa air mata dari pipi Ashalina . kemudian mendekatkan wajahnya mencium kening Ashalina agak lama , ciuman itu pun turun mencium kedua kelopak mata Ashalina bergantian . " aku menyukaimu Ashalin , aku masih ingin kamu disini ," ucap Mr Ze lagi .


" Kamu pasti bohong Mr Ze ! , aku tidak percaya ," sanggah Ashalina .


" Aku tau kamu tidak akan percaya , tapi aku tidak peduli ."


" Kau hanya menginginkan tubuhku , tidak perlu kau memberiku harapan palsu , ambillah ! , lakukanlah ! ," lirih Ashalina


" Tidak sekarang ." tukas Mr Ze


Kemudian membawa Ashalina kembali kedalam pelukannya , lalu mengiring tubuh kurus itu berjalan ke arah sofa .


" Duduklah , kakimu sudah capek karna kebanyakan jalan dan berlari ," ucap Mr Ze , mendudukkan tubuhnya di samping Ashalina . kemudian menarik kedua kaki Ashalina ke pangkuannya lalu memijatnya .


" Gak usah Mr !," menarik kakinya dari pangkuan Me Ze .

__ADS_1


" Diamlah ! ," ucap Mr Ze menahan kaki Ashalina . Ashalina pun diam , percuma dibantah , majikan baik hatinya itu tidak akan menerima bantahan .


" Mr Ze ! , " panggil Sahalina yang sudah hatinya membaik , Mr Ze langsung mengalihkan tatapannya ke arah Ashalina . " Keluarga Mr Dimana ? , kenapa hanya Mr Ze sendiri yang tinggal di apartemen ini ? ," tanya Ashalina penasaran .


" Saya hanya sendiri disini , kedua orang tuaku tinggal di Malaysia ," jawab Mr Ze .


" Oh ! ,


" Kenapa Mr belum menikah ? Mr kan bayak duit , daripada main gonta ganti perempua , Mr gak takut terkena pirus ," tanya Ashalina lagi .


" Menikah tidak ada dalam kamus hidupku ,"


"Bagaimana dengan kedua orang tua Mr ? , apa mereka tidak menyuruhmu menikah ? , apa kamu tidak ingin memiliki keturunan sebagai penerusmu , meneruskan perusahaan keluargamu kelak kalau kamu sudah tua ? ,"


" Aku belum pernah memikirkannya ," jawabnya enteng .


" Kenapa ? ."


" Kau ini terlalu banyak tanya ," ucap Mr Ze , ditariknya hidung Ashalina .


" Sakit Mr ! ," keluh Ashalina .


" Mr ! ," panggil Ashalina lagi .


" Hm ! ," tangannya masih terus memijit kaki Ashalina .


" Tidak jadi ," ucap Ashalina , Mr Ze mengerutkan keningnya menatap Ashalina .


" Mau bicara apa ?" tanya Mr Ze . Ashalina menggelengkan kepalanya ." Apa kakinya masih sakit ? ," tanya Mr Ze .


"sudah berkurang ," jawab Ashalina


" Kalu begitu sana susun belanjaan ke dapur , dan sekalian masak untuk makan malam kita , oke ! ," perintahnya kepada Ashalina , menurunkan kaki Ashalina dari atas pangkuannya dan langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan masuk kedalam kamarnya .


" Dasar majikan aneh ! ."


" Saya masih bisa dengar ," menjawab tanpa membalik badannya . Mr Ze pun masuk kedalam kamarnya .

__ADS_1


__ADS_2