
" Iya ! , kalian harus dinikahkan malam ini juga " jelas Ayah Ashalina lagi ,
" Tapi Yah ! aku tidak mau menikah dengannya , dia pria menyebalkan ! " tolak Ashalina .
" Tapi aku mau menikah Baby ! , mau tidak mau , kamu harus menjadi istriku malam ini ! , kita harus meresmikan proyek 10M kita malam ini " ujar Mr Ze . tersenyum sambil menaik turunkan alisnya .
" Tidak ! " tolak Ashalina , bergidik ngeri mengingat betapa ganasnya buaya kelaparannya itu ketika memakan buruannya .
" Ha..rus ! "
" Kakak Zeyn..! " Ashalina menghamburkan tubuhnya memeluk Mr Ze lagi , Ashalina menangis , menangis bahagia . Ia tidak percaya , ia akan dipertemuka Tuhan lagi dengan orang yang menemani masa kecilnya dulu , malah ia akan menjadi istri kakak Zeyn yang menyayanginya dari Ashalina Bayi .
" Mau kan Acha jadi istri kakak ? " tanya Mr Ze membalas pelukan Ashalina sambil diciumnya ujung kepala Ashalina . Ashlina langsung menganggukkan kepalanya .
" Mau kak ! " jawab Ashalina .
" Ya sudah ! kalian bersiaplah sekarang ! , Rasyid dan Akmal sudah pergi memanggil tetua di kampung ini untuk menjadi saksi pernikahan kalian " ujar Ibu Ratih , mengusap punggung Mr Ze , kemudian keluar kamar dengan mendorong kursi roda Ayah Ashalina .
" Amak ! " Panggil Ashalina ," masa Acha nikahnya gak pake baju pengantin ? " tanya Ashalina cemberut .
" Nanti saat baralek ( pesta ) Acha bisa memakai baju pengantin sepuasnya " jawab Ibu Ratih , langsung keluar dari kamar Ashalina .
Ashalina masih memanyunkan bibirnya .
" Sana cepat mandi Baby ! , biar tubuhmu wangi saat kita menjalankan proyek kita " bisik Mr Ze ke telinga Ashalina .
" Aw ! sakit Baby ! " keluh Mr Ze tiba tiba, karna Ashalina menjambak rambutnya .
" Rasain ! " Ashalina langsung berlari keluar dari dalam kamarnya .
Kini Ashalina sudah siap dengan gamis putih lengkap dengan kerudung milik Amaknya di dalam kamar .
__ADS_1
Dan Mr Ze , ia sudah duduk bergabung bersama Bapak Bapak yang sengaja di undang untuk menjadi saksi pernikahan mereka , ia juga hanya memakai sarung dan baju koko lengkap dengan kopiahnya . ia sudah duduk berhadapan dengan Bapak Hasanuddin calon mertuanya atau Ayah Ashalina .Mereka sedang latihan mengucapkan kalimat ijab kabul , yang di dampingi oleh uztadz yang akan menjadi penghulunya .
Mereka menikah tidak mempunyai persiapan , karna memang pernikahan mereka yang mendadak , persis seperti orang yang dipaksa menikah oleh warga , karna tertangkap basah pacaran dan melakukan anu anu .
Sebenanya Mr Ze juga sudah ada rencana untuk menikahi Ashalina , bahkan Mr Ze sudah melamar Ashalina kepada kedua orang tua Ashalina setelah ingatannya pulih kembali . Tapi tidak di sini , ia ingin memberikan Ashalina kejutan , dengan memboyong keluarga Ashalina mengunjunginya ke Batam dan berencana mempersiapkan Ashalina pernikahan yang mewah .
Tapi malah mereka yang terkejut , dengan kepulangan Ashalina yang tiba tiba . Ashalina pulang kampung tanpa memberi kabar terlebih dahulu , ia juga ingin memberikan kejutan kepada keluarganya .
" Tok tok tok !!! "
Ibu Ratih langsung membuka kamar putrinya setelah mengetok pintu , dan langsung masuk berjalan mendekati Ashalina yang duduk di tepi tempat tidur .
" Amak ! " Ashalina langsung memeluk Ibunya , menangis terharu ." ini benaran Acha mau nikah sama kakak Zeyn Mak ? , Acha gak mimpikan Mak ? , coba cubit Acha Mak ? , bangunkan Acah dari mimpi Acha ini Mak ? " ucap Ashalina menghujani Ibunya dengan pertanyaan .
" Putri Amak ndak mimpi ! ," jawab Ibu Ratih , sambil tangannya mengusap usap punggung Ashalina . Ibu Ratih juga tidak kalah terharunya , melihat putri kesayangannya akan menikah dengan laki laki yang menyayangi Ashalina dari kecil .
Baru hitungan jam ia sampai di rumah orang tuanya setelah lima tahun lebih ia meninggalkannya . ia sudah akan langsung dinikahkan dengan laki laki dimasa kecilnya , Yang ternyata adalah mantan majikan pujaan hatiny
" Saya terima nikah dan kawinnya Ashalina putri binti Hasanuddin dengan mahar 10 Milliar Rupiah di bayar tunai ! "
Ucap Mr Ze dengan sekali tarikan napas , langsung membuat Bapak Bapak yang manyaksikan langsung terserang penyakit 4L (lemah letih lesu lunglai ) mendengar jumlah mahar yang disebutkan oleh Mr Ze , sebagai mahar Ashalina , yang Tidak nanggung nanggung .
kini Ashalina mendadak menjadi seorang Milliader , karna sekarang jumlah kekayaannya sudah mencapai 11M , ditambah dengan gaji satu Milliarnya sebagai pembantu , masih utuh di rekening tabungannya .
" Bagaimana para saksi ? " tanya Pak Penghulu .
" Sah.. ! " ucap mereka serentak dengan suara lemah .
" Alhamdulillah ...! " seru dari keluarganya Ashalina .
mendengar kalimat ijab kabul diucapkan Ashalina langsung berhenti menangis , jantungnya tiba tiba berdegup sangat kencang . Sampai kata sah itu terdengar serentak diucapkan para saksi , tangis Ashalina kembali pecah .
__ADS_1
" Selamat ya putri Amak ! , sekarang kamu sudah sah menjadi istri dari kakak Zeynmu " ucap Ibu Ratih . Air matanya pun ikut mengalir , menangis atas kebahagiaan putrinya .
Putri yang sudah berbakti kepada keluarganya dengan ikhlas , mengorbankan dirinya bertahun tahun bekerja hanya untuk membantu keluarganya . Hari ini Tuhan memberinya hadiah yang istimewa dari masa lalunya . menjodohkannya dengan kakak Zeynnya yang selalu dinantikannya . Laki tampan dan mapan yang akan merobah takdir hidunya .
Ashalina pun dituntun Ibunya keluar dari kamar berjalan mendekati Mr Ze yang sudah sah menjadi suaminya dengan berurai air mata . kemudian mendudukkan Ashalina di samping Mr Ze .
Ashalina pun disuruh untuk menyalim tangan suaminya .
" Baby ! kamu kenapa menangis ? " tanya Mr Ze , menerima uluran tangan Ashalina sambil satu tangannya memegang ujung kepala Ashalina .
" Huaaa...!!! " tangis Ashalina pecah lagi , menghamburkan tubuhnya memeluk Mr Ze .
" Benaran kamu Kakak Zeyn kan ? , kamu gak bohongkan ? , aku gak mimpikan ? " Ashalina belum juga percaya dengan kenyataan di depan matanya .
" Iya Baby Acha ! , aku adalah kakak Zeynmu ! , sekarang aku juga sudah sah menjadi suami mu ! " jawab Mr Ze meyakinkan .
" Huaaa...! , kakak Zeyn ! kenapa aku merasa ini seperti mimpi ? " Ashalina tidak ingat lagi kalau diruangan itu banyak orang menyaksikan mereka .
" Kamu Kakak Zeyn atau Mr Ze ? " tanya Ashalina lagi , kebiasaannya sering mendadak bego .
" Dua duanya " jawab Mr Ze . " Jangan lupa ! , malam ini proyek 10M kita sudah sah di resmikan , sah secara Agama , dan besok akan di sahkan secara Negara , kamu tidak punya alasan lagi untuk menolaknya " bisik Mr Ze pelan ketelinga Ashalina , hanya Ashalina yang bisa mendengarnya .
Ashalina langsung diam dan melepas pelukannya , menjauhkan tubuhnya , lalu menatap nyalang ke arah Mr Ze yang sedang tersenyum .
Setelah Ashalina tersadar kalau ia berada di tengah tengah orang , Ashalina langsung malu .
" Amak ! " panggilnya , langsung memeluk Ibunya yang duduk di belakangnya , menyembunyikan wajahnya ke dada Ibunya . Ia malu karna menangis sambil memeluk Mr Ze di depan para Bapak Bapak . Meskipun mereka sudah sah menjadi suami istri , tetap Aja Ashalina malu , karna menurutnya tidak sopan pelukan di depan tetua di kampungnya .
Selesai membaca do'a , Ashalina dan Mr Ze pun menyalim kedua orang tua Ashalina , meminta restu .
Tidak lupa Akmal dan Rasyid , mereka juga mengucapkan selamat kepada kakak kanduang tercinta mereka . kakak yang sudah banyak berjasa kepada mereka , mereka hanya bisa membalasnya dengan do'a , semoga kakak mereka bahagia ke depannya .
__ADS_1
kemudian dilanjutkan acara makan bersama , dengan para tamu undangan mendadak . Tentu makanannya dipesan langsung dari Rumah makan Bundo kanduang , karna Ibu Ratih tidak akan sempat menyiapkan itu semua .
setelah acara selesai , tamu undangan sudah pada pulang karna malam juga sudah larut . Ahalina , Mr Ze dan keluarga pun mengobrol ngobrol di ruang tamu , untuk membicarakan rencana kedepannya , terutama rencana acara baralek gadang ( pesta besar ) yang rencananya , Mr Ze akan melaksanakannya di salah satu hotel di padang . karna ia juga akan mengundang keluarga Ibunya dari Negri Jiran dan mengundang sahabat dan kolage bisnisnya .