21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 71


__ADS_3

Usai melaksanakan kewajibannya kepada sang pencipta . Salma pun membaringkan tubuhnya di ranjang king size milik Rico , menarik selimut menutup tubuhnya sampai ke leher , mencoba memejamkan matanya , tapi terasa sulit untuk tertidur . Bukan karna tempat tidurnya tidak nyaman , malah sangat nyaman bagi Salma . Hanya saja pikirannya memikirkan akan menikah dengan Rico, terus membayanginya . Hidup tinggal berdua dengan laki laki yang belum di kenalnya .


Belum lagi Salma memikirkan alasan apa kepada Ibunya , kenapa secepat itu memutuskan menikah , pastilah Ibunya bertanya kenapa ?, Salma belum tau harus menjawab apa . Mengingat Salma merantau baru dua bulan , belum bekerja sudah mau menikah .Salma membolak balik tubuhnya gelisah , ia tidak bisa tidur memikirkannya .


Esok harinya


Setelah seharian mereka berwisata mengelilingi kota Singapur , Kini mereka sudah bersiap balik ke batam , Karna Tika harus bekerja esok harinya , mereka tidak bisa berlama lama .


Rico juga sudah keluar dari Rumah Sakit , setelah semalam di jenguk Salma , ia mendadak sembuh dari sakit parahnya , karna ia ingin melihat Salma sebelum pulang .


Ashalina , keinginannya ingin di belikan tas dan highheel warna merah pun sudah dipenuhi Mr Ze mantan majikan bajingan kesayangannya . Dan highheel warna merah yang tingginya delapan senti itu pun sudah melekat di kakinya , begitu juga dengan tas warna merahnya , sudah tersangkut di lipatan sikunya .


"Kak ! apa Acha sudah seperti Syahrini ?." Ashalina memutar mutar tubuhnya di depan kaca memperhatikan penampilannya , memakai pakaian yang senada dengan tas dan sendalnya .


"Siapa Syahrini ?"


Ashalina mencebikkan bibirnya "Masa kakak gak kenal dengan penyanyi terkenal Indonesia ?"


"Kakak gak kenal sayang..!"


"Ya iya lah kakak gak kenal ! , Kakak sukanya nonton Mr Ben ! , manusia paling menyebalkan se Dunia ."


"Yakin Baby pulang dengan penampilan seperti itu ?" Mata Mr Ze sakit melihat penampilan Ashalina memakai serba merah , sangat kelihatan norak dan menjolok.


"Emang kenapa kak ? , jelek ya ?" tanya balik Ashalina.


"Mata Kakak sakit melihatnya , terlalu norak . ganti bajunya , jangan pakai merah ." jawab Mr Ze .


"Tapi Acha pengen seperti ini !"


"Nanti kamu jadi pusat perhatian orang Baby ! , karna pemanpilanmu terlalu mencolok !."


"Gak mau ! , Acha mau seperti ini ! Huaaaaa....!!. Momy..! , kakak jahat..!."


Tangis Ashalina seketika pecah , ia pun keluar kamar yang di tempati mereka di apartemen Rico, ingin mengadu kepada Momy Jeni .Ia tidak terima dikatain norak .


"Baby..!"Mr Ze Berdiri dari sisi tempat tidur menyusul Ashalina keluar kamar .


Di ruang tamu mereka sudah berkumpul semua , sudah siap untuk pulang .


"Acha kenapa menangis sayang ?"


"Momy..! Kakak bilang penampilanku norak , padahal cantik seperti Syahrini yang di tv !." Ucapnya sambil menangis, mendudukkan tubuhnya di samping Momy Jeni .


Momy Jeni diam memperhatikan penampilan Ashalina yang memang kelihatan norak memakai serba merah menyala begitu juga dengan mereka semua yang ada di ruangan itu. dari lipstik , ikat rambut , baju , tas dan sendal , semua berwarna merah .


"Hahahah....!!" Tawa Yudhi dan Jefry pecah seketika .


"Sha ! kamu mau kemana ? , mau dangdutan ? . Hahahah....!" ejek Yudhi .


"Huaaa....!!! , Momy..! , Yudhi mengejekku Momy !."


"Hahahahah.......!" Yudhi semakin tertawa terbahak bahak , sampai ia memegangi perutnya . menurutnya Ashalina terlihat seperti ondel ondel .

__ADS_1


"Yudhi..!" tegur Momy Jeni , mengedipkan matanya sambil mengulum senyum , memberi kode supaya Yudhi menghentikan tawanya . Paham kalau Ashalina lagi ngidam warna merah .


"Sssttt...! , cantik kok !, orang itu aja yang iri gak bisa berpenampilan seperti ini !." bujuk Momy Jeni , dilapnya wajah Ashalina yang basah air mata dengan tissu .


"Momy..!, Zeyn..


"Turuti saja Ze..! , dari pada dia nangis , ini bawaan bayi kalian , biarkan saja , yang penting dia senang !." potong Momy Jeni .


"Setidaknya bajunya di ganti dengan warna lain Momy !."


"Acha gak mau !! , Acha mau pakai baju yang ini ! , Huaaa....!!! ." Ashalina menangis membuka mulutnya lebar persis seperti anak kecil yang dicubit pantatnya karna habis main lumpur di kubangan kerbau .


"Biarkan saja Ze..!"


"Sssttt...! , jangan menangis lagi ya !. Yuk kita pulang ! , nanti kita bisa ketinggalan kapal." bujuk Momy Jeni . Ashalina menggelengkan kepalanya , ia ingin Mr Ze yang membujuknya .


" Ze..! bujuk Acha ! , jangan buat dia setres Ze ! , bisa berpengaruh dengan kesehatan bayi kalian ."


Mr Ze melangkahkan kakinya mendekati Ashalina , Pasrah dengan keanehan istrinya . Di angkatnya Ashalina dari atas sofa , digendongnya , kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa bekas yang di duduki Ashalina , sambil memangku Ashalina didekapnya dalam pelukannya .


"Ka-kak.. ja-hat !" ucap Ashalina terbata . menyembunyikan wajahnya di dada Mr Ze , menangis sampai cigukan .


"Ssstt...! Jangan menagis lagi ya !, kamu boleh memakainya " di ciumnya kening Ashalina , sambil tangannya mengusap usap punggung istrinya yang berubah menjadi bocah .


Ya ! memang semenjak Ashalina mengetahui Mr Ze adalah kakak Zeynnya . Ashalina memang berobah sifat kepada Mr Ze , manja banget . Di tambah sekarang ia lagi hamil , manjanya nambah tiga kali lipat . Di tambah lagi Mr Ze yang selalu memanjakannya , memperlakukannya layaknya gadis kecilnya seperti dulu , manjanya semakin menjadi jadi .


"Tadi Kakak bilang norak dan menjolok !"


Mr Ze melap lelehan bening dari wajah Ashalina dengan jari tangannya . Diciumnya kedua pipi yang nampak mulai tembem itu bergantian , lalu di kecupnya kilas bibir Ashaljna yang berwarna merah cabe keriting itu .


"Adik Kakak cantik Kok memakainya !, cantik banget malah . Kakak hanya takut, nanti banyak laki laki yang lihatin Istri Kakak cantiknya setara dengan Ariana Grande ini , Kakak bisa cemburu dan marah !." rayu Mr Ze .


Lah ! , artis dari Negara tetangga dia tidak kenal . Malah artis dari benua lain dia malah tau ! . Nampak sekali kalau Mr Ze menyukai artis artis yang berpakaian pulgar . Meski katanya sudah tobat ternyata bekas bajingannya belum hilang seratus persen .


"Kakak pasti bohong !"


"Kakak gak bohong Sayangnya kakak..!, coba tanya mereka , pasti mereka bilang cantik !" ucap Mr Ze lagi .


"Iya cantik kok Sha ! , aku aja pengen , tapi Yudhi gak punya duit membelinya untukku !" ucap Tika . Sudah mendapat kode dari Momy Jeni .


"Iya kak Asha , cantik kok !" Gadis berhati lembut itu pun ikut menimpali .


"Tapi tadi Yudhi sama Mr Jefry tertawain aku !" Ashalina berbicara dengan bibir di tekuk ke bawah .


Yudhi tertawa cekikikan " hei cewek bar bar !, kenapa kamu berubah jadi bocah ?. Sok manja pula !" Yudhi mana tau jika wanita hamil itu bisa berobah sifat menjadi aneh bin ajaib .


Mr Ze yang membuntingi aja, belum paham benar yang namanya nyidam . Setau Mr Ze , wanita hamil itu , nyidamnya ya ! makanan . Bukan hal aneh seperti Nyidamnya Ashalina , ingin memakai yang merah merah .


"Yudhi..!" Momy Jeni menyorot tajam kepada Yudhi . supaya tidak menggoda Ashalina lagi .


"Iya Sha ! , kamu cantik banget !" Yudhi mengulum senyumnya .


"Jefry ! Rico !" tegur Momy Jeni lagi .

__ADS_1


Mereka yang paham pun ikut memuji penampilan istri sahabat mereka yang lagi mode manja menggemaskan , sekaligus bikin malu Mr Ze nanti . Istrinya akan jadi pusat perhatian , karna penampilannya yang Ah ! , sudah seperti biduan orgen tunggal yang lagi menghibur di malam hari .


"Nona Ashalin cantik kok !" ujar Jefry


"Iya Nona benar cantik !" sambung Rico .


Mereka semua pun mengulum senyum menahan supaya tawa mereka tidak lepas lagi .


"Benarkan Baby ! , mereka juga bilang cantik , jangan menangis lagi ya ! . Yuk kita pulang !" ajak Mr Ze .


"Gendong !" manja Ashalina ,wajahnya langsung berbinar cerah secerah matahari di embun pagi , ada lembab lembabnya .


Mr Ze mencium pipi Ashlina sekali lagi , gemas . Ingin rasanya Mr Ze menggigit, memakan istrinya saat ini juga sampai habis ke tulang tulang . Melihat istrinya cantik seperti peserta lomba dangdutan di karnaval tujubelasan di komlek perumahan .


Wajah Momy Jeni terlihat senang , dari tingkah Ashalina , ia menebak kalau janin yang di kandungan Ashalina berjenis kelamin perempuan , semoga benar !, batin Momy Jeni . Dari dulu ia sangat menginginkan anak perempuan tapi tidak kesampaian , semoga saja ia mendapatkan cucu perempuan .


Tanpa menurunkan Ashalina dari pangkuannya Mr Ze berdiri dari sofa, melangkahkan kakinya berjalan ke arah pintu keluar apartemen di ikuti yang lainnya, kecuali Rico .


"Dek Salma !" Rico berjalan mendekati Salma yang sudah keluar dari dalam apartemennya .


"Iya Bang !" Salma menundukkan sedikit pandangannya .


"Ini untukmu !" Rico berjalan mendekati Salma , memberikan tote bag kepada Salma .


"Ini apa Bang ?"


"Hadiah untukmu ! , trimakasih sudah memberikan Abang kesempatan . Setelah Abang sehat , Abang akan langsung melamarmu !"


Salma mengambil tas jingjing itu dari tangan Rico." trimakasih Bang ! , kalau begitu Salma pamit pulang Bang ! . Assalamu Alaikum !." mengulas sedikit senyumnya , Salma menangkupkan kedua tangannya di depan dada .


"Walaikum Salam..!"


Salma pun memutar tubuhnya , berjalan meninggalkan Rico, tanpa ada adegan adegan bermesraan , berpelukan , ciuman entah apalah , atau sekedar bersalaman pun tidak .


Salma seorang alumni pesantren ,gadis yang memiliki pengetahuan dan pemahaman agama yang baik . Gadis berhati lembut , murah senyum dan tidak banyak bicara , memiliki sifat hampir sama dengan Rico, berbicara jika menurutnya perlu .


"Salma...!!!" seru Rico , dengan senyum menawan . menampakkan giginya yang berjejer rapi .


Salma yang hampir masuk ke dalam lif , menghentikan langkahnya , memutar tubuhnya ke arah Rico .


"Ahebbak !!! "


(aku mencintaimu )


Salma mengernyitkan keningnya , berpikir dari mana Rico mengetahui kata itu .


"Until jannah !" lanjut Rico


(Sampai ke surga )


Salma mengembangkan senyumnya , menganggukkan kepalanya pelan . Kemudian masuk ke dalam lif tanpa membalas ucapan Rico .


Senyum salma yang lembut , memperlihatkan lesung pipi di pipi kirinya . Itulah yang membuat seorang Rico Orlando , pria berdarah melayu australi itu terpesona . Ditambah tutur sapa dan sifat Salma yang lembut , membuat Rico semakin mengagumi wanita yang usianya 12Tahun di bawahnya itu , menurutnya Salma gadis hampir sempurna .

__ADS_1


__ADS_2