
Selesai makan malam , Yudhi Tika dan Normala pun menyusul kedua orang tua Yudhi dan si kembar ke teras rumah depan .
"Ayah sama Ibu kenapa belum makan ?" tanya Yudhi kepada kedua orang tuanya yang duduk di kursi berbahan plastik .
"Sore tadi kami sudah makan !" jawab Ibunya Yudhi .
Melihat Normala kesusahan untuk duduk , Yudhi pun langsung membantunya .
"Kamu perhatian banget sama dia Yud !" batin Tika , pandangannya langsung meneduh . Yudhi yang melihat itu , lagi ! menghela napasnya pelan . Yudhi berjalan mendekati Tika , menarik tangan Tika membawanya duduk bersamanya.
"Yud ! memiliki istri dua itu tidak mudah , kamu harus adil kepada mereka berdua .Dan untuk Tika dan Normala , kalian saling menghargailah , jangan berebut , kalian harus tau posisi kalian masing masing . Ibu tau tidak mudah bagi kalian untuk berbagi suami . Ibu hanya minta kalian bisa akur . Kalian sama sama menantu Ibu , posisi kalian sama di hati Ibu" ujar Ibunya Yudhi .
"Ayah juga berharap begitu , kalian bertiga yang mengambil keputusan untuk berpoligami . Yang akurlah kalian , Ayah hanya bisa berdoa semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warohma , Amin !" sambung Ayahnya Yudhi .
"Iya Yah ! Bu ! , aku akan berusaha adil semampuku" balas Yudhi . Tika dan Normala hanya diam saja menunduk .
"Allahu akbar ! Allahu akbar !"
Terdengar suara azhan dari masjid yang tidak terlalu jauh sadi rumah Yudhi dan Tika .
"Sudah azhan , ayo ! kita masuk !" ajak Ayahnya Yudhi , berdiri dari kursinya diikuti Ibunya Yudhi masuk ke dalam rumah .
"Daanish ! Daniyal ! ayok masuk sayang !" ajak Yudhi kepada si kembar yang bermain di halaman rumah .
Daanish dan Daniyal tidak menjawab dan tidak menoleh sama sekali , mereka sama sama menulikan pendengaran mereka , dan sibuk dengan mainan mobil mobilan mereka .
"Daanish ! Daniyal !" panggil Yudhi lagi , melangkahkan kakinya mendekati kedua anaknya .
"Kabul...!" ucap Daanish dan Daniyal barengan seperti di komando . Kedua bocah nakal itu pun berlari sebelum Yudhi menangkap mereka .
"Kalian mau main kejar kejaran dengan Papa ? , Oke kalau begitu !" ucap Yudhi , berlari mengejar kedua anaknya yang sifatnya mirip dengannya dengan wajah berbinar .
Daanish dan Daniyal adalah buah cintanya dengan Tika . Obat rasa lelah dan letihnya ketika ia pulang mencari nafkah . Selelah apa dan secapek apa pun dirinya , melihat kedua anaknya dan istrinya semua rasa capek dan letihnya sirna seketika .
"Kejal Daanish Papa !" ujar Daanish berlari ke kiri .
"Kejal Daniyal Papa !" ujar Daniyal berlari ke kanan .
Membuat Yudhi bingung mengejar yang mana terlebih dahulu .
"Awas kalian ya ! ngerjain Papa ! , kalau kalian ketangkap sama Papa , jangan harap kalian bisa lepas dari Papa !" ancam Yudhi , mengejar Daanish terlebih dahulu .
"Mama !!! tolong Daanish !!!" jerit Daanish berlari kencang ke arah Tika yang masih berdiri di teras rumah , memandang anak dan suaminya dengan wajah tersemyum . kemudian Daanish bersembunyi di balik tubuh Tika ."Tolong Daanish Mama !!!" teriak Daanish menarik narik baju Tika .
Tika membungkukkan tubuhnya , menangkap Daanish yang bersembunyi di balik tubuhnya ."Ini Papa ! Mama sudah menangkap Daanish ! . Sekarang Papa tangkap Daniyal . Hukum mereka Papa ! karna mereka beli permen diam diam Papa !" suruh Tika .
__ADS_1
"Benaran Mama ?" tanya Yudhi kepada Tika .
"Iya Papa !" jawab Tika .
Yudhi pun mengejar Daniyal yang masih berlari lari di halaman rumah . Tidak sulit bagi Yudhi mengejar titisannya itu ,dengan mudah Yudhi sudah menangkap Daniyal , mengangkatnya , mendudukkan Daniyal di pundaknya .
"Ampun Papa..! Daniyal gak jajan pelmen lagi !" ujar Daniyal meronta ronta di atas pundak Yudhi .
"Ayo Mama ! kita hukum mereka , kedua kurcaci kita sudah mulai nakal" ujar Yudhi membawa Daniyal berjalan mendekanti Tika .
"Oke Papa ! , mereka sekarang sudah nakal , suka bohongi Mama !, mereka bilang gak beli permen , taunya mereka beli permen , memakan perpennya di tengah jalan , baru pulang ke rumah !" adu Tika kepada Yudhi . sambik berjalan masuk ke dalam rumah .
"Sepertinya kita harus menghukum mereka menghapal huruf hijaiyah Mama !" ujar Yudhi .
"Oke ! Mama setuju !" balas Tika .
"Kami gak bohongin Mama lagi Papa ! , kami gak jajan pelmen lagi Papa !" rengek Daniyal dan Daanish barengan .
"Mereka pasti bohong Papa !" adu domba Tika .
"Gak Mama ! , janji !" seru Daanish dan Daniyal .
"Ayo Mama !" Yudhi menarik tangan Tika menaiki tangga ke lantai dua rumah mereka . Masuk ke dalam kamar mereka membawa kedua bocah nakal dan banyak akal itu . Dan langsung membawanya masuk ke kamar mandi , untuk membersihkan kedua buah hati mereka . mencuci kaki tangan dan muka yang memiliki perpaduan wajah mereka berdua .
"oke Mama sayang !" balas Yudhi mencium pipi Tika dari samping , dan langsung membuka baju Daniyal .
Selesai membersihkan kedua anak mereka , Mereka pun langsung keluar dari kamar mandi , menurunkan si kembar di atas tempat tidur . Tika pun mengusap minyak kayu putih ke tubuh Daanish dan Daniyal supaya badannya hangat . Yudhi , ia bertugas mencari pakaiannya .
Normala dari tadi ia sudah berada di kamarnya saat Yudhi mengejar Daanish dan Daniyal . Ada rasa yang menusuk di hatinya , melihat kebahagiaan rumah tangga Yudhi dan Tika . Normala sudah selesai shalat , ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk beristirahat .
"Yayang Beb ! shalatlah duluan , aku akan mengantar Daanish dan Daniyal sama Ayah dan Ibu !" suruh Yudhi , menggendong kedua anaknya . Tika menganggukkan kepalanya , kemudian berjalan masuk ke kamar mandi . Yudhi pun keluar dari kamar mereka membawa si kembar turun ke lantai bawah . Mengantar si kembar ke kamar Ayah dan Ibunya , karna setiap orang tua Yudhi datang mengunjunginya , si kembar akan tidur bersama kakek dan Neneknya .
Tok tok tok !
"Sayang !" panggil Yudhi mengetok kamar Normala setelah ia kembali dari kamar orang tuanya .
Normala yang mendengar ada yang mengetok pintu kamarnya , sontak membuka matanya , mengalihkannya ke arah pintu .
"Sayang ! belum tidur ?" tanya Yudhi setelah ia membuka pintunya , dilihatnya Normala belum tidur .
"Belum Yud ! ada apa ?"
Yudhi melangkahkan kakinya mendekati Normala yang berbaring di atas tempat tidur .
"Gak ada sayang ! , mau memastikan kamu baik baik aja !" jawab Yudhi . Normala menanggapinya dengan senyum tipis .
__ADS_1
"Apa ada yang kamu butuhkan ?" tanya Yudhi , mendudukkan tubuhnya di samping Normala , mengusap perut Normala lalu menciumnya . Normala menggelengkan kepalanya .
"Anak anak Papa ! , kalian jangan nakal ya ! , kasihan Ibunya nanti !" ucap Yudhi ke perut Normala berbicara dengan anak anaknya yang masih di dalam perut .
" Gak apa apa 'kan ! kamu tidur sendiri ?" tanya Yudhi lagi .
"Gak apa apa Yud !" jawab Normala , memaksakan senyum .Biar bagaimana pun , istri mana yang tidak ingin setiap malam tidur bersama suaminya ?,tidur di pelukan suaminya .
"Aku tinggal dulu ya !" pamit Yudhi , kemudian membungkukkan tubuhya mencium kening Normala , turun mencium kedua pipinya , terakhir mengecup bibir Normala , sedikit menyapunya . Yudhi tersenyum setelah menjauhkan wajahnya , melihat wajah Normala yang merona malu .
"Apa kamu menyukainya ? Hm..!" goda Yudhi . membuat wajah Normala semakin merah , dan mengalihkan wajahnya ke arah lain ." Tunggu giliranmu istriku !, nanti aku akan membuatmu tak berdaya tapi ketagihan !" ucap Yudhi , kemudian menyapu bibir Normala lagi dengan bibirnya .
"Istirahatlah ! , aku harus pergi !" sekali lagi , Yudhi mengecup kening Normala , lalu keluar kamar , kembali ke kamarnya dengan Tika .
Yudhi membuka pintu kamar mereka dan langsung masuk . Di lihatnya Tika sudah duduk menyender di atas tempat tidur sambil bermain phonsel dengan rambut yang tergerai , seperti enggan menatapnya masuk ke dalam kamar . Melihat itu , Yudhi menghela napasnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi . Tika tau kalau dia baru menemui Normala ke kamarnya , terlihat Tika tidak menyukainya .
Selesai melaksanakan Shalat Isya , Yudhi langsung mendatangi Tika di atas tempat tidur , duduk menghadap Tika . Yudhi mengambil handphon dari tangan Tika perlahan , meletakkannya di atas meja nakas . Kemudian Yudhi mencium kening Tika lama .
Tiga hari ke depan adalah giliran Yudhi bersama Tika . Yudhi membelai wajah Tika dan Memandang mata Tika yang juga memandangnya .
"Aku sangat merindukanmu Yayang Beb !" ucap Yudhi lembut dengan tatapan mendamba . Tika diam tidak langsung membalasnya , memandangi kedua bola mata Yudhi begitu dalam .
"Aku juga sangat merindukanmu.." ucap Tika tidak kalah lembut .
Mereka pun saling berpandangan , menyelami hati masing masing . Tiga hari tidur terpisah , selama ini sudah biasa bagi mereka . Tapi semenjak Yudhi menerima pernikahannya dengan Normala . Berpisah selama tiga hari , mereka sama sama merasa berpisah seabat lamanya , seperti ada jarak membentang di antara mereka . Rindu , mereka sama sama sangat merindukan .
Perlahan Yudhi mendekatkan wajahnya ke wajah Tika . Mencium bibir Tika , refleks Tika memejamkan matanya , merasakan hangatnya benda kenyal milik Yudhi menyapu permukaan bibinya. Yudhi semakin memperdalam ciumannya , menuntun Tika untuk membalasnyan .
Deg deg deg !!!
Entah kenapa jantung Tika tiba tiba berdetak lebih kencang , bukankah mereka sudah sering melakukannya ?.
"Aku sangat mencintaimu Yudhi Tama !" ucap Tika dengan suara sengaunya , menangkup wajah Yudhi yang sudah merangkak di atas tubuhnya , membelainya , kemudian mencium kening Yudhi .
"Aku lebih sangat mencintaimu Dewi Sartika Juwita Sari Siregar" balas Yudhi . Yudhi menenpelkan bibirnya kagi ke bibir Tika . Menggerakkan bibirnya , mencium Tika dengan lembut penuh perasaan . Menyalurkan rasa rindu dan sayangnya lewat setiap gerakan bibir dan lidahnya .
Cinta mereka lagi di uji kekuatannya , sekuat apa mereka mampu bertahan , sejauh mana mereka mampu bersama mempertahankan rumah tangga yang mereka bina selama hampir tiga tahun . Mereka sama sama meluahkan perasaan mereka lewat sentuhan cinta dan kasih sayang , saling mengatakan tak ingin berpisah . Kata kata cinta terus terlontar dari mulut keduanya , ingin Dunia mendengarnya , kalau mereka saling mencintai , tidak ada yang mampu memisahkan mereka , kecuali mati .
.
.
.#**Gak seru ya ! , cerita Yudhi ? .
# Baca Novel baruku yang Berjudul GURU GALAK ITU SUAMIKU . YA..., siapa tau kalian suka** .
__ADS_1