
Tika mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar Normala , karna melihat Normala dan Yudhi berciuman dari selah pintu yang tidak tertutup rapat . Tika langsung menundukkan kepalanya , dadanya sesak ,tanpa sadar Tika meneteskan air matanya , langsung pergi dari tempat itu , berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya . Meski Normala adalah istri sah Yudhi , mengatakan ikhlas di madu , tetap saja rasanya sakit melihat suami sendiri berciuman dengan wanita lain .
Ibu Yudhi yang melihat Tika berjalan cepat menaiki tangga pun hanya bisa menghela napasnya . Matanya perih melihat nasib menantunya Tika . Tapi apa yang bisa ia lakukan .
"Ya Tuhan ! apa yang harus aku lakukan ?" bati Ibu Yudhi . Apakah ia harus menjadi pemeran antagonis untuk mengusir menantu keduanya ? , Ibu Yudhi tidak sejahat itu .
Padahal tadi Tika rencananya ke kamar Normala untuk mengajak makan siang . Tika memang tau , Kalau Yudhi berada di kamar Normala . Karna mereka baru pulang dari kantor KUA mengurus surat nikah mereka . Yudhi mengantar Normala ke kamarnya , karna Yudhi dan Normala tidak keluar keluar , ia pun berinisiatif memanggailnya supaya makan siang bersama sama dengan kedua orang tua Yudhi .
Tika di kamarnya menangis pilu meringkuk di atas kasurnya , sambil memukul mukul dadanya yang terasa sesak . Apa salahnya ? , bukankah dia selama ini sudah berusaha menjadi istri yang baik . Kenapa Tuhan menghukumnya dengan menghadirkan wanita lain di dalam rumah tangganya .
"Tuhan ! aku sudah mencoba untuk sabar dan menerima takdir memiliki madu , tapi aku gak kuat Tuhan ! . Apa yang harus kulakukan ?, jika Yudhi bukan jodohku Dunia akhirat , hapus rasa cinta ini ya Tuhan !" ucap Tika dalam hati. Hatinya berkecamuk , antara bertahan dan mundur dari pernikahan .
Di kamar Normala , Yudhi yang sadar pintu tidak tertutup rapat pun menghentikan ciumannya .Melangkahkan kakinya ke arah pintu , menutup dan mengunci pintu tersebut . Kembali berjalan ke arah ranjang ,untuk menuntaskan birahi mereka yang sudah terpancing . Laki laki tetaplah laki laki , Yudhi tidak berbeda dengan laki laki lainnya . Apa lagi Normala adalah wanita berstatus istrinya , tidak ada yang salah jika Yudhi menggaulinya . Apa lagi melihat Normala dengan perut besarnya , sangat indah di mata Yudhi , Normala sangat terlihat menawan dan menggiurkan . Entah bawaan aura kehamilan , Yudhi tidak tau . Siang itu ! ,Yudhi dan Normala pun melakukan adegan panas melawan panasnya terik matahari di luar rumah .
Di kamar Tika , dengan gerakan terburu buru , Tika memasukkan sebagian pakaiannya ke dalam koper. Entah setan apa yang merasuknya , ia mengambil keputusan untuk meninggalkan Yudhi . Ia berniat tidak membawa si kembar , Tika akan menitipkan kedua anak mereka kepada mertuanya .
Tika keluar kamar menyeret kopernya , berjakan cepat menuruni tangga melangkahkan kakinya keluar rumah .
"Nak Tika !" panggil Ibunya Yudhi dengan air mata di pipinya . Refleks Tika menoleh ke belakang , Tika juga menangis . Ibunya Yudhi berjalan mendekati Tika , dan langsung memeluknya .
"Maafkan anak Ibu !, pergilah tenangkan dirimu kemana pun kamu mau . Ibu akan menjaga si kembar di sini . Setelah hatimu tenang ! , kembalilah nak! " ucap Ibunya Yudhi , mengerti akan perasaan menantunya .
Tika menganggukkan kepalanya ," Titip si kembar ya Bu ! , Tika minta maaf sudah menyusahkan Ibu !" balas Tika .
"Tidak apa apa nak ! , sana cepat pergi , itu taxinya sudah menunggu . Jangan sampai mereka keluar !" ujar Ibunya Yudhi .
"Trimakasih Bu !" balas Tika , menyalam Ibu mertuanya lalu pergi, lalu pergi .
"Bu ! , menantu kita mau kemana bawa koper ?, kenapa Ibu biarkan dia pergi ?, cucu kita bagaimana Bu ?" tanya AyahYudhi yang baru datang dari kamar mereka .
__ADS_1
"Biarkan saja Yah ! , biarkan menantu kita pergi menenangkan diri , masalah si kembar , kita yang jaga . Biar Yudhi sadar Yah ! , kalau perempuan tidak ada yang sanggup di madu meski surga jaminannya . Biar Yudhi bisa tau , siapa yang lebih ia butuhkan dan yang dia cintai Tika atau Normala . Jika Yudhi terus melanjutkan pernikahan poligaminya , selamanya Tika akan tertekan batin Yah . Ibu mendukung jika Tika meninggalkan Yudhi !"jawab Ibunya Yudhi dengan berurai air mata .
Dua insan di dalam kamar itu pun sudah sama sama lemas tak berdaya , dengan tubuh yang sama sama basah keringat . Satu jam lebih mereka melakukan pergulatan panas mereka , tanpa mereka ketahui , Tika sudah sampai ke bandara , sebentar lagi akan masuk ke dalam pesawat , entah kemana Tika mau pergi , hanya dia yang tau .
"Maafkan aku Yud ! , aku tidak sanggup untuk mempertahankan rumah tangga kita . Aku sudah mencobanya , tapi aku tidak punya kekuatan . Biar aku yang mengalah ! , semoga kalian bahagia" batin Tika . Kemudian berdiri dari tempat duduknya , karna sudah mendengar pengumuman pesawat yang akan ia naiki , akan segera berangkat .
"Mungkin kalian sudah lama saling suka dan mencintai Yud !, tapi kalian tidak menyadarinya , atau mungkin selama ini kalian memendamnya . Melihat kalian begitu cepat dekat dan romantis Yud . Meskipun kamu menerima pernikahanmu dengan Normala , tidak mungkin secepat itu Yud ? , kamu bisa bersikap romantis padanya . Aku yakin Yud ! sebelumnya sudah ada benih benih cinta di hati kalian . Aku sadar Yud ! , dulu aku hanyalah pelampiasanmu karna kamu tidak bisa mendapatkan Ashalina . Tapi bodohnya aku , mau menerimamu ! . Bodohnya hati ini yang mencintaimu sejak lama Yud !, sejak pertama aku melihatmu !. Selamat tinggal Yud !, aku pergi , karna tak sanggup terluka , aku sudah salah mengambil keputusan menyuruhmu mempertahankan rumah tanggamu dengan Normala . Biar aku pergi untuk menebus kesalahanku !, aku mencintaimu Yudhi Tama !." batin Tika .
Tika mengusap air matanya sambil mendudukan tubuhnya di kursi pesawat yang akan membawanya ke tempat kehidupannya yang baru , menurut Tika .
.
.
Sore hari , kedua insan yang baru memadu kasih itu pun keluar dari dalam kamar dengan rambut yang masih sama sama terlihat basah . Wajah mereka tampak sama sama berbinar cerah . Sudah empat hari Normala tinggal di rumah Tika dan Yudhi , pas ! hari ini memang giliran Yudhi berama Normala sampai tiga hari ke depan .
"iya Yud !" balas Normala , kemudian melangkahkan kakinya ke ruang tamu ,menunggu Yudhi di sana .
Yudhi pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga kelantai dua rumahnya menuju kamarnya dan Tika .
"Yayang Beb !" panggil Yudhi , memutar knop pintu sambil mendorognya . Di lihatnya Tika tidak ada di dalam kamar . Yudhi pun melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi , membuka pintu kamar mandi tersebut, Tika pun tidak ada di dalam kamar mandi .
"Kemana dia ?" gumam Yudhi . Kemudian keluar kamar , menuruni anak tangga kembali ke lantai bawah , menuju dapur .Mungkin Tika memasak menyiapkan makan malam , pikir Yudhi . Samapai di dapur , Tidak ada juga .Yudhi pun memutar tubuhnya , berjalan ke arah kamar orang tuanya , lalu mengetuk pintunya .
Tok tok tok !!!
"Ibu ! Ayah !" panggil Yudhi .
Ceklek !
__ADS_1
"Papa !"Daanish
"Papa !" Daniyal
"Jagoan jagoan Papa sudah mandi ? , Mama mana ?".tanya Yudhi membukkukkan tubuhnya mengangkat kedua bocah itu kegendongannya, barang kali kedua anaknya tau .
"Tika pergi !" Ibu Yudhi yang menjawab .
"Kemana Bu ?" tanya Yudhi .
"Ibu gak tau ! , tadi siang dia pergi naik taxi bawa koper . Dia menitipkan si kembar kepada Ibu , sampai ia merasa tenang atau tidak kembali lagi !" jawab Ibu Yudhi , dengan tenang , menyembunyikan kesedihanya , melihat nasib menatunya .
"Kenapa Ibu membiarkannya pergi ? , kenapa Ibu tidak mencegahnya ?." Yudhi panik , ia pun menurunkan si kembar dari gendongannya .
"Buat apa Ibu menahannya di rumah yang seperti neraka baginya ?" tanya balik Ibu Yudhi." Ceraikan Tika Yud ! , biarkan dia mencari kebahagiaannya dengan laki laki lain , kau sudah melukai hatinya Yud !, Kau sudah membiarkan duri tumbuh subur di dalam rumah tangga kalian . Soal Daanish dan Daniyal biar Ibu yang menjaganya , Ibu akan tinggal disini bersama Ayahmu !" ujar Ibu Yudhi dengan air mata berderai di pipinya . Ia tidak serius mengatakan itu , iya hanya ingin Yudhi menyelami hatinya , siapa yang benar benar yang ia cintai .
Yudhi langsung keluar dari kamar orang tuanya , berlari menaiki tangga kelantai dua , masuk ke dalam kamarnya danTika , dan membuka lemari pakaian , memastikan Tika apakah benar pergi atau tidak .
"Tika.............!!!!!" teriak Yudhi , melihat lemari pakaian Tika hampir kosong .
"Tika.......!!! , kenapa kamu meninggalkan aku Tika...!!! , bukankah kita sudah berjanji untuk bertahan , memperjuangkan rumah tangga kita !!!?" Teriak Yudhi prustasi , menjatuhkan tubuhnya di lantai bersansar ke badan lemari . Air matanya sudah tumpah tak terbendung membanjiri wajahnya .
"Tika....! , aku sangat mencintaimu Tika...! , Yayang Beb..!, aku tidak bisa hidup tanpamu Yayang Beb !" lirih Yudhi .
"Tikaaa........!!!!! , jangan tinggalkan aku Tika...! , istriku ...!, aku sangat mecintaimu Yayang Beb !, Kumohon ! kembalilah ! " tangis Yudhi histeris .
"Yud !" panggil Ibu Yudhi , mendegar Yudhi berteriak , Ia langsung berlari ke lantai atas menyusul Yudhi .
"Cari Tika , jika kamu ingin dia kembali !" ucap Ibu Yudhi , mengusap kepala anaknya .
__ADS_1